Loading...

SINOPSIS VEERA episode 325 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 325 by. Sally Diandra Di rumah Balwant, Balwant berkata pada dirinya sendiri “Aku harap mesin itu bisa mulai bekerja sehingga dengan begitu aliran listrik akan kembali menyala” saat itu Baldev ada di dekat ayahnya, tuan Balwant kemudian menceritakan pada Baldev tentang usaha Karan dan Veera yang berhubungan dengan aliran listrik yang dihasilkan oleh panel surya, Baldev tidak setuju dan menyarankan ayahnya untuk tidak datang kesana “Ayah, tuan Khuranah bisa melakukan apa saja untuk menghancurkan ini semua dan nanti ayah akan melihat bagaimana seluruh warga desa mendepak keluar Veera dan Karan keluar dari desa ini !” ujar Baldev sengit “Kami akan menghadapi tuan Khuranah !” ujar Balwant kemudian berlalu dari sana 


Sementara itu di ladang, Veera, Karan dan Ranvi dan semua orang terkejut dan tercengang ketika melihat panel surya yang mereka buat kemarin hancur berantakan, Veera sangat sedih, saat itu Baldev juga kesana dan melihat kerusakan yang terjadi disana “Siapa yang telah begitu tega melakukan hal ini ?” tanya bibi Chaiji sedih, Baldev mengejek mereka dengan berkata “Kita semua mempunyai harapan yang sangat tinggi pada panel surya tapi lihat semuanya hancur karena Veera” Ranvi langsung berteriak marah ke arah Baldev dan menarik kerah baju Baldev “Aku tahu ! Ini pasti kamu yang telah melakukan untuk tuan Khuranah ! Iya kan ? Aku tidak akan mengampuni semua perbuatanmu, Baldev !” bentak Ranvi, 

Baldev juga ikut ikutan membentak Ranvi “Aku ini memang nakal tapi aku ini bukan pengecut ! Aku bisa saja melakukannya di depan kalian semua ! Tidak perlu dibelakang kalian seperti ini !” bentak Baldev, Veera juga ikut ikutan teriak ke arah Baldev dan menyalahkan Baldev atas semua yang terjadi ! Mereka berdua bertengkar hebat “Kamu ini adalah warga desa ini tapi kenapa kamu melakukan hal yang serendah ini, Baldev ?” pertengkaran pun terus berlanjut “Apapun yang kamu katakan adalah benar, Veera ! Dan semua orang menyalahkan aku ! Tapi buktikan apakah aku pelakunya atau bukan !” bentak Baldev “Kamu telah membuat seluruh penduduk menderita, bukan cuma aku !” ujar Veera sambil hendak menyerang ke arah Baldev namun Ranvi segera mencegahnya, Baldev juga dicegah oleh Balwant 

Dari kejauhan Bansuri yang melihat semua pertengkaran ini malah memuji Baldev karena Baldev telah melakukan hal yang benar untuk desa Pritampura namun tiba tiba Baldev malah membentak ibunya “Jadi ibu fikir, memang aku pelakunya ? Aku tidak bisa melakukan hal semacam ini, ibu ! Sangat bodoh sekali untuk membalas dendam pada Ranvi dan Veera dengan cara seperti ini !” ujar Baldev sambil berjalan menuju ke mobil jeepnya kemudian berlalu dari sana bersama ibunya 

Saat itu dari kejauhan Surjeet Singh dan para begundalnya sedang memperhatikan aktifitas warga desa Pritampura di ladang tersebut, Surjeet Singh sangat senang dengan keadaan ini karena itu artinya warga desa Pritampura tidak akan mendapatkan listrik “Bagus kerja kalian, kalianlah yang melakukannya tapi seluruh warga desa malah menyalahkan Baldev !” ujar Surjeet Singh senang kemudian pergi dari sana, 

Sementara Veera masih terus menangis dan bertanya pada Karan jika hal ini terjadi lalu bagaimana memenuhi impian warga desa, Ranvi segera menghampiri Veera dan berusaha menghiburnya, Ranvi segera memeluk Veera “Veera, sayang ,,, kenapa kamu menangis ? Semuanya akan baik baik saja, jangan khawatir” Balwant juga mengatakan hal yang sama pada Veera “Kita bisa melakukan alternatif yang lain” hibur Balwant, tapi Karan mengatakan hal yang lain “Tidak ada yang bisa kita lakukan lagi sekarang” Veera kembali menangis begitu mendengar ucapan Karan “Aku merasa kalau diriku ini telah kalah, semua penderitaan ini karena aku” Ranvi kembali memeluk adik kesayangannya ini dan menghiburnya “Tidak Veera, semuanya akan baik baik saja !” hibur Ranvi 

Di rumah Ratan, Ranvi mencoba mengajak ibunya ngobrol “Ibu, sekarang bagaimana dengan janji yang telah kita buat dengan warga desa, aku tidak bisa membiarkan Veera pergi kemanapun dan jika memang Veera harus pergi ke suatu tempat maka aku akan pergi bersamanya dan menemaninya” Ratan tertegun mendengarkan ucapan anak semata wayangnya ini “Ranvi, kamu tidak akan pergi kemana mana begitu juga Veera, Tuhan selalu bersama kita dan kita semua akan menghadapinya bersama sama, kita telah berjuang untuk seluruh warga desa dan kita akan memenangkan hal ini ketika air bisa mengalir ke semua ladang mereka, kita tidak boleh putus asa !” hibur Ratan, 

Veera yang mendengarkan semua pembicaraan ibunya, berkata pada dirinya sendiri “Ibu saja sampai saat ini masih tidak kehilangan harapan maka aku seharusnya juga lebih kuat dan melakukan sesuatu” saat itu Veera sedang melihat anak anak kecil yang sedang bermain kaca pembesar di halaman rumah mereka, tiba tiba kaca pembesar itu membakar kertas yang ada dibawahnya, Veera segera mendapat sebuah ide yang briliant, Veera segera memanggil Karan dan Ranvi kemudian mengatakan pada mereka tentang idenya itu “Kita bisa mengarahkan sinar matahari melalui pantulan cermin ke panel surya maka dengan begitu listrik bisa dihasilkan dengan cara ini dengan menggabungkan keduanya” Karan mengangguk dan berkata “Iyaa itu benar ! Kita akan bisa melakukan sesuatu !” kemudian mereka segera pergi dari sana 

Di ladang, Karan sangat bingung dengan sikap Veera “Veera, apa yang kamu pikir kalau warga desa datang kesini lagi ?” tanya Karan heran “Aku percaya pada kakakku, dia pasti akan melakukan semuanya !” tepat pada saat itu seluruh warga desa datang sambil membaca cremin, Veera sangat senang, Karan kemudian menceritakan bagaimana listrik bisa hadirkan dengan cermin tersebut, semua warga desa dengan suka rela membantu Veera dan Karan dengan memegangi cermin mereka satu per satu, maka pantulan sinar matahari akan langsung mengarah ke arah solar panel 

Malam harinya mereka berjaga jaga diladang agar tidak ada yang menghancurkan solar panel itu lagi, Ranvi berterima kasih pada seluruh warga desa yang mau ikut menjaga solar panel tersebut “Besok adalah hari kemerdekaan negara kita, ketika negara kita mendapatkan kemerdekaannya maka desa kita juga akan mendapatkan listrik !” ujar Ranvi penuh optimis, saat itu Veera sedang duduk didekat api unggun, Ranvi meminta Veera untuk pulang dan beristirahat, Veera menolak tapi Ranvi memaksanya untuk pulang ketika Veera hendak pulang, tiba tiba ada seseorang yang mengendarai motor mendekat ke arah mereka, semua orang bersiap siap dan berjaga jaga, dari kejauhan dari pantulan sinar terlihat Baldev lah yang mengendarai motor “Lihat itu Baldev ! Kemarin pengecut itu yang menghancurkan kerja keras kita dan sekarang jika dia berani dia bisa datang kesini !” ujar Veera lantang “Veera, lakukan usahamu yang terakhir kali tapi aku yakin kamu pasti akan gagal lagi kali ini ! Besok listrik memang akan datang tapi semua orang akan memuji namaku karena aku yang bisa mengadakan listrik itu !” ujar Baldev sombong SINOPSIS VEERA episode 326 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top