Loading...

SINOPSIS VEERA episode 216 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 216 by. Sally Diandra Veera dan Ranvi sedang berada di Gurudwara dan Veera bolak balik berdoa pada Tuhan, pertama Veera meminta pada Tuhan untuk tidak pernah membiarkan siapapun seperti kakek dan nenek yang tiba tiba datang dan memintanya untuk tinggal bersama mereka, kemudian Veera juga meminta untuk memberikan hukuman pada seseorang yang telah memberikan hadiah yang paling buruk pada hari ulang tahunnya kemarin, yaitu Baldev, 

Sementara itu di rumah, Ratan dan Nihal baru saja pulang kerumah dan memberitahukan pada bibi Moti kalau mereka mendapat sebuah pesanan yang besar, Ratan kemudian menunjukkan sejumlah uang yang didapatinya pada bibi Moti, Ratan, bibi Moti dan Nihal merasa senang sekali dengan hasil kerja keras mereka tahun ini, ketika Ratan hendak menyimpan semua uangnya di bank, Nihal mengingatkan Ratan kalau mereka membutuhkan uang itu untuk memperbaiki beberapa barang mereka yang telah rusak dan untuk keperluan lainnya jadi Nihal berharap agar Ratan hanya menabung uangnya sebagian, bibib Moti bisa melihat kalau Nihal sangat bertanggung jawab pada keluarga Ratan, tak lama kemudian Ratan hendak pergi mencari kayu bakar, Nihal yang mengetahuinya segera mengambil kapak itu dari Ratan dan mengatakan padanya kalau dirinya saja yang akan pergi mencari kayu bakar, dari kejauhan bibi Moti memperhatikan dengan perasaan haru ketika melihat Nihal dan Ratan saling berebut kapak satu sama lain “Ratan, sejak aku berada disini, aku yang akan mencari kayu bakar, jadi lebih baik kamu istirahat saja” ujar Nihal sambil berlalu dari sana, bibi Moti yang masih berdiri disana menatapnya dengan perasaan bahagia 

Sementara itu Veera sudah berada di kelasnya dan dilihatnya salah satu temannya duduk di atas bangku yang biasa ditempatinya didalam kelas “Kamu seharusnya pergi dari bangku itu ! Karena itu bangkuku ! Aku yang biasanya duduk disana !” ujar Veera kesal “Veera, kamu seharusnya pergi dengan kakek dan nenekmu ! Jadi mulai sekarang bangku ini menjadi milikku !” ujar teman Veera yang nggak mau kalah, Veera juga bersikeras ingin merebut bangkunya, mereka berdua berdebat satu sama lain tapi tak lama kemudian bu guru memasuki kelas dan melihat Veera sedang berdiri di disana “Veera , kenapa kamu masih saja ada didesa ? Bukankah kamu mau ikut dengan kakek dan nenek kamu ?” tanya bu guru yang kelihatan begitu senang ketika Veera masih masuk kelas “Bu guru, kakek dan nenekku tidak jadi mengajak aku pergi dan mulai sekarang aku akan tetap tinggal disini selama lamanya” semua teman teman Veera yang mendengarnya merasa senang “Tapi kenapa kamu tidak mengenakan baju seragam, Veera ?” tanya bu guru heran “Bu guru, kemarin adalah hari ulang tahunku, itulah mengapa aku masih mengenakan pakaian ini karena aku baru saja berulang tahun, aku juga membawa permen untuk teman teman, bolehkah aku membagikannya untuk mereka, bu guru ?” bu guru mengijinkan, 

Akhirnya Veera membagikan permen pemberian paman Nihal tadi untuk teman temannya dikelas dengan perasaan senang, lalu bu guru tanya pada murid muridnya “Anak anak hadiah apa yang akan kita berikan pada Veera sebagai kado ulang tahunnya ?” tanya bu guru, teman teman Veera tidak ada yang kompak menjawabnya, akhirnya bu guru langsung bertanya ke Veera “Kalau begitu biar bu guru bertanya ke Veera, Veera hadiah apa yang kamu inginkan ?” Veera tersenyum senang dan langsung menjawab “Bu guru, buru guru harus mengajak kami piknik bersama ! Dan aku bisa mengajak kakakku untuk ikut piknik” akhirnya bu guru setuju dan meminta semua anak agar membawa saudara mereka juga “Ibu akan mengajak kalian ke sebuah tempat yang sangat indah dimana terdapat banyak kupu kupu dan bukit yang menghijau dengan tanamannya yang hijau subur” ujar bu guru, 

Saat itu Ranvi juga sedang membagikan permen untuk teman temannya dan semuanya merasa senang ketika mengetahui kalau Veera tidak akan pergi kemana mana dan seperti biasa Baldev selalu mengejek mereka “Jadi kamu sangat senang dengan kepergian Veera ? Sehingga kamu membagikan permen itu ?” ejek Baldev sinis, Ranvi langsung mengabarkan berita tentang Veera yang tidak jadi pergi dari desa Pritampura, Baldev langsung merasa jengkel dan melempar semua permen yang diberikan Ranvi padanya, Ranvi tidak bisa benar benar peduli 

Di rumah Ratan, Ratan menunjukkan pada bibi Moti hadiah apa saja yang dia beli untuk setiap orang, pertama Ratan menunjukkan satu pak pita pita yang dia beli untuk Veera, kemudian Ratan juga menunjukkan sebuah baju yang baru yang dibelinya untuk Veera, bibi Moti mengagumi mereka semua, kemudian Ratan mengambil sepasang celana jeans untuk Ranvi dan juga sebuah gaun untuk bibi Moti, bibi Moti mencoba menggoda Ratan kalau dirinya tidak suka tapi sebenarnya dia suka, dan yang terakhir, Ratan menunjukkan baju kurtha yang di belinya untuk Nihal, hal ini membuat bibi Moti berfikir dan kagum akan situasi seperti ini, setelah Ratan pergi dari ruangan itu, bibi Moti berdiri dan menghampiri foto Sampooran dan bicara dengannya “Sampooran, entah kamu suka atau tidak, aku akan mengatakan sesuatu padamu hari ini, selama ini Ratan telah hidup sendiri, sejak kamu pergi Ratanlah yang mengurusi semuanya tapi aku merasa dia pantas menerima hidup normal, sebuah kehidupan keluarga yang normal jadi aku memutuskan kalau aku akan menikahkan Ratan dengan Nihal, aku yakin kalau aku tidak akan pernah membuat sebuah keputusan yang salah” ujar bibi Moti yakin, 

Sementara itu dalam perjalanan pulang dari sekolah, Ranvi dan Veera sedang berjalan beriringan “Kakak, apakah aku boleh membawa mainanku ke piknik nanti ?” tanya Veera polos “Veera, kamu tidak usah membawa mainanmu itu, karena ketika kamu piknik nanti, alam mempunyai mainannya sendiri jadi kita bisa bermain main dengan mereka” jelas Ranvi, Veera akhirnya setuju dengan ucapan kakaknya tapi dia tetap bersikeras untuk membuat bonekanya menikah disana “Veera, bukankah bonekamu itu sudah seringkali menikah ?” tanya Ranvi heran, kemudian Ranvi dan Veera memutuskan untuk membawa sebuah kotak makanan yang berisi uang untuk mentraktir teman temannya makan Golas 

Pada saat yang bersamaan, bibi Moti menemui Nihal di rumahnya sendiri, saat itu Nihal sedang membuat teh dan menawari bibi Moti namun bibi Moti menolaknya secara halus “Nihal, aku ingin bicara sesuatu dengan kamu dan aku tidak bisa membicarakan tentang hal ini didepan Ratan dirumahnya, makanya aku kesini menemuimu” Nihal kelihatan bingung dengan ucapan bibi Moti “Nihal, aku ingin agar kamu menikahi Ratan” Nihal langsung kaget dan tegang “Nyonya, rasanya ini tidak mungkin ! Aku sendiri tidak bisa berfikir seperti itu, nyonya” ujar Nihal cemas “Kenapa tidak bisa ? Aku tahu dengan pasti kalau kamu itu sangat mencintai Ratan, lalu kenapa kamu tidak ingin menikahinya ?” ujar bibi Moti heran “Bagaimana bisa Ratan akan setuju untuk menikah dengan laki laki yang telah membunuh suaminya sendiri ? Ini tidak mungkin, nyonya ,,, dan aku tidak bisa melakukan hal ini, aku juga yakin kalau Ratan juga tidak akan pernah setuju dengan rencana ini” Nihal semakin gelisah dan bingung “Ratan tidak akan pernah membuat perubahan dalam hidupnya, tapi dia itu butuh sebuah kehidupan yang normal sekarang, Nihal ,,, jadi kamu harus menikahinya” Nihal semakin tegang dengan lamaran dari bibi Moti tersebut “Tapi nyonya, aku yakin dia pasti tidak akan mau menikah dengan aku begitu dia tahu kalau akulah yang menyebabkan Sampooran meninggal dunia” ujar Nihal dengan mengiba “Nihal, aku rasa Ratan tidak perlu tahu tentang hal itu !” ujar bibi Moti tegas, Nihal terperangah mendengarnya SINOPSIS VEERA episode 217 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top