Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 68 (01 April 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 68 (01 April 2014) by. Sally Diandra Aaliya dan Zain akhirnya sampai juga di mobil mereka, setelah mereka bersepeda sejauh 2 kilometer, Zain memberikan sepeda itu kembali ke pria pemiliknya yang menunggu mereka di dekat mobil Zain “Terima kasih untuk sepedanya” ujar Zain, pria tersebut segera berlalu meninggalka mereka dengan sepedanya “Aaliya, sekarang saatnya kamu mengganti ban mobil”, “Lalu dimana ban serepnya ?” Zain segera menuju ke bagasi mobil dan mengeceknya disana, namun ternyata nihil, bagasi mobil Zain kosong, tidak ada sebuah ban serep, Zain sangat kesal “Kamu telah membuat aku mengendarai sepeda 4 kilometer jauhnya hanya untuk segelas es tebu !” ujar Zain kesal, mereka berdua mulai berdebat satu sama lain 

Di rumah tuan Usman, Barkath Villa, Surayya dan Shaziya sedang ngobrol satu sama lain “Aku lebih suka memisahkan Zain dan Aaliya, sementara Usman selalu saja berusaha mendekatkan mereka berdua agar bersama sama” ujar Surayya kesal “Dan Fahad juga bekerja sama dengan ayah, agar mereka berdua bisa bersama sama, sebenarnya tidak ada resort ditempat itu yang ditunjukkan oleh Fahad” tiba tiba Fahad datang dan menemui mereka “Ibu, bagaimanapun juga Zain dan Aaliya itu telah diciptakan untuk saling memiliki satu sama lain, mereka seharusnya bersama sama, terus terang aku dan ayah ingin melihat mereka menjadi satu keluarga yang bahagia” Surayya tidak menggubris ucapan Fahad, Surayya merasa kesal dengan apa yang telah diperbuat oleh anak dan suaminya yang ingin menyatukan Aaliya dan Zain, kemudian Fahad berlalu dari sana, sepeninggal Fahad, Surayya mulai buka suara kembali “Fahad juga telah berubah” Shaziya membenarkan ucapan ibu mertuanya “Iya benar, ibu ,,, Fahad memang telah berubah dan dia sudah tidak seperti biasanya yang sering dia lakukan” timpal Shaziya 

Di tengah jalan, Zain dan Aaliya masih kebingungan dengan nasib mereka yang terjebak di sana “Hari sudah semakin malam sekarang dan binatang bisa saja datang kesini” ujar Zain “Aku ini orang Bhopal dan aku tidak takut dengan binatang, kalau kamu pasti akan sangat ketakutan, meskipun pada seekor kecoa dan memanggil manggil ibumu, iya kan ?” ejek Aaliya “Kamu tahu aku telah mengikuti banyak acara pendakian gunung di London !” ujar Zain, tanpa mereka sadari ternyata ada ular kobra didepan mereka, Aaliya dan Zain sangat ketakutan dan segera melompat keatas kap mobil depan, mereka berdua berpelukkan disana sambil memegang tangan mereka masing masing sambil saling beradu pendapat tentang bagaimana caranya mengusir ular kobra itu, Zain mencoba menyanyikan lagu untuk si ular kobra, 

Sementara Aaliya mencoba untuk mengusirnya dari atas kap mobil, hingga akhirnya ular kobra itu pergi dengan sendirinya, mereka berdua kembali bertengkar satu sama lain, ular itu pergi karena ulah mereka yang berisik, setelah si ular kobra pergi, Zain dan Aaliya turun dari atas mobil dan mencoba mencari cari si ular, karena siapa tahu ular kobra itu masih ada, Zain mencoba menggoda Aaliya dengan mengatakan kalau ularnya datang lagi, Aaliya sangat ketakutan sedangkan Zain tertawa senang 

Hari sudah semakin malam, Zain dan Aaliya akhirnya sampai di sebuah gubuk yang terbuka, Aaliya sangat menyukai tempat itu “Apakah kamu mau menghabiskan malam ini disini ?” tanya Zain cemas “Tidak masalah, aku suka tempat ini” ujar Aaliya “Tapi aku lapar, Zain”, “Kamu mau pizza atau yang lainnya ?” Aaliya tidak menggubris ejekan Zain, Aaliya malah pergi meninggalkan Zain dan berusaha mencari makanan sendirian “Kalau begitu nanti aku akan kirimkan rutenya via GPS (alat pelacak)” ejek Zain lagi sambil melihat kepergian Aaliya 

Di rumah tuan Usman, Barkat Villa, Rizwan mencoba menelfon Aayath lagi dan memberitahukan pada Aayath kalau dirinya sebentar lagi akan ke Bhopal, dalam perjalanan bisnisnya “Apakah aku boleh mampir ke rumahmu ?” Aayath sangat senang mendengarnya “Tentu saja ! Dengan senang hati, ayah dan ibu pasti akan sangat senang bisa ketemu dengan kamu, Rizwan” ujar Aayath “Lalu bagaimana dengan kamu ?”, “Aku juga suka kalau kamu datang kesini” Rizwan sangat senang mendengarnya “Kalau begitu, aku akan pergi ke Bhopal besok !” ujar Rizwan lagi 

Di desa, ketika Aaliya sudah sampai di gubuk yang terbuka dengan sebuah semangka di tangannya, Aaliya tidak menemukan Zain di mana mana, Aaliya sangat ketakutan, kemudian Aaliya berlari keluar dari dari gubuk, ketika sampai di pintu gerbangnya, Aaliya bertabrakan dengan Zain yang saat itu mau memasuki gubuk, Aaliya langsung memeluk Zain erat dan bertanya “Kamu dari mana saja ? Aku sangat ketakutan tadi”, “Aku pergi mencari kayu bakar tadi” ujar Zain yang nampak kebingungan dengan pelukan Aaliya yang semakin erat 

Dikamar Shaziya, Shaziya sedang berjalan mondar mandir sambil memakan kudapan ringan di piring yang di bawanya, sementara adiknya Gowhar juga sedang menikmati kudapan ringan itu sambil bersantai di kursi malas, mereka berdua sedang membahas kebersamaan Aaliya dan Zain saat ini “Zain dan Aaliya sekarang semakin dekat, dulu cuma ayah saja yang membantu mereka, sekarang Fahad juga ikut bergabung dengan ayah, apa yang harus aku lakukan, agar mereka berdua berpisah ?” ujar Shaziya kesal “Kakak rupanya suka sekali menghancurkan rumah tangga orang lain”, “Kamu ini belum berumah tangga makanya kamu tidak memikirkan rumah tangga orang lain ! Aku akan meminta papa untuk mencarikan pria kaya buat kamu !” Gowhar langsung bangun dan berdiri dari kursi malasnya “Aku hanya mencintai Rizwan, kak !” Shaziya kelihatan murka dan marah pada Gowhar kemudian menampar pipi Gowhar berulang kali, namun ternyata itu semua hanya khayalan Gowhar belaka “Ada apa, Gowhar ? Apa yang ingin kamu katakan ?” Gowhar kelihatan ketakutan dan segera berlalu meninggalkan kakaknya 

Di dalam gubuk, di desa, Zain akhirnya bisa membuat api unggun untuk menghangatkan mereka berdua, kemudian Aaliya meminta Zain untuk memecah buah semangka yang didapatkannya tadi dengan tangannya, seperti film yang dibintangi oleh Aamir Khan, Zain berusaha untuk memecah buah semangka itu dan berpura pura merasa kesakitan, Aaliya sangat khawatir dan mencoba memijat mijat tangan Zain sambil meniup niupnya dengan lembut, Zain tersenyum senang melihat perhatian Aaliya yang begitu besar padanya, Aaliya segera menyadari kalau Zain hanya berpura pura saja, Aaliya menghentikan aksinya, kemudian Zain berusaha memecah semangka itu dengan tangannya hingga terbelah menjadi dua bagian, Aaliya sangat senang sambil membagikan satu bagian untuk Zain dan satu bagian lagi untuknya, mereka berdua menikmati semangka itu sambil berkompetisi melempar biji semangka yang paling jauh melalui mulut mereka, 

Setelah keyang memakan semangka Zain dan Aaliya tertidur sambil duduk bersebelahan, tiba tiba kepala Aaliya jatuh ke bahu Zain dan memegang tangan Zain erat, Zain terbangun dan melihat wajah Aaliya yang sedang tertidur dengan tenang, Zain menatapnya mesra, apalagi ketika kepala Aaliya semakin melorot dan tertidur di pangkuan Zain, Zain segera menarik tangannya dari kepala Aaliya kemudian membuka jasnya dan menyelimutkannya ke tubuh Aaliya, lalu tertidur lelap. Keesokan harinya, Zain terbangun oleh sinar matahari yang menyilaukan matanya, Zain mencoba menutupi bayangan sinar matahari dengan tangannya, agar Aaliya tidak terkena silaunya sinar matahari sehingga tidak menganggu tidurnya, tak lama kemudian Aaliya pun terbangun dan melihat ada jas Zain menutupi tubuhnya SINOPSIS BEINTEHAA episode 69 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top