Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 57 (17 Maret 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 57 (17 Maret 2014) by. Vany Desky Zain mulai memasuki rumahnya dengan menahan pusing di kepalanya setelah meminum teh tarik yang diberikan Gowhar, Gowhar mengikutinya dari belakang, ternyata Aaliya juga pusing karena kelelahan setelah menyelenggarakan pesta perayaan holi,  saat itu Gowhar masih terus berjalan di belakang Zain, tapi Zain  tidak melihatnya. Gowhar kemudian memasuki sebuah kamar dan mulai mengunci pintu kamar. Gowhar pikir Zain akan menjadi miliknya sekarang. Mereka berdua Zain dan Gowhar terlihat di tempat tidur bersama. Keesokan harinya Gowhar bangun dengan perasaan yang gembira, hatinya berbunga bunga, pria disebelahnya yang dikira Zain sedang tidur tengkurap sambil menutupi wajahnya dan bertelanjang dada, Gowhar sangat menikmati kebersamaannya dengan pria tersebut, tiba tiba Shaziya menelfon Gowhar dan bertanya apakah rencana Gowhar sukses "Iya, kak ! rencanaku sukses ! dia sedang tertidur di sebelahku saat ini" Shaziya sangat senang mendengarnya "Kalau begitu aku akan segera menikahkan kamu dengan Zain hari ini juga !" ujar Shaziya, setelah menutup telfonnya, Gowhar yang masih membayangkan sesuatu yang indah yang bakal terjadi, mendekat ke arah jendela dan sangat terkejut ketika melihat Zain sedang berjalan diluar, Gowhar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan, bergegas Gowhar mengecek pria yang masih tidur di tempat tidur itu dan ternyata pria itu adalah Rizwan, teman Zain, Gowhar pun mulai menangis karena misinya gagal

Sementara Aaliya mulai terbangun dan menemukan Zain sudah berada di depannya "Kenapa kamu menatap aku seperti melihat Langoor ?" Aaliya baru menyadari kalau dirinya tidur di sebelah Zain, sedangkan di kamar Gowhar, Shaziya datang ke kamar Gowhar dengan berteriak kegirangan sambil berputar putar "Apa yang terjadi, Gowhar ?" tanyanya kegirangan, Gowhar meminta kakaknya untuk berhenti berteriak, Shaziya kemudian mulai menyusun sebuah drama dan mengatakan kalau dirinya akan memberitahu semua orang, tepat pada saat itu Nafisa datang ke kamar itu dan bertanya mengapa dia berteriak, Shaziya mengatakan dia akan memberitahu semua orang apa yang Zain lakukan dengan Gowhar, persis saat itu Rizwan bangun, Nafisa dan kedua kakak beradik itu terkejut meihat Rizwan "Selamat pagi kak Nafisa !" ujar Rizwan polos namun begitu melihat dirinya sendiri bertelanjang dada dan Rizwan langsung teriak

Di kamar Zain, Zain mengatakan dia sedang tidur di tempat tidur kemudian Aaliya mendorongnya ke samping, kemudian Zain mulai menceritakan sebuah cerita yang kalau semalam Aaliya seperti harimau betina lapar, sangat liar, Aaliya meminta Zain untuk berhenti mengucapkan omong kosong, namun Zain terus nyerocos mengatakan hal yang sama, tapi Aaliya tidak mendengarkannya "Aku tidak percaya dengan semua ucapanmu !" ujar Aaliya "Bagaimanapun juga kamu adalah istriku, dan segala sesuatu di perbolehkan antara suami dan istri, aku telah melengkapi istriku jadi kita tidur bersisian satu sama lain" goda Zain sambil duduk di sebelah Aaliya "Lalu kenapa kamu menghentikan aku ?", "Karena aku sedang mabuk dan itulah sebabnya aku berhenti sendiri, tapi kamu sudah melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri, jadi sekarang kita berdua benar benar suami istri" tiba tiba Aaliya mulai menangis, Zain mencoba untuk menghiburnya dan berkata "Kamu telah menendang wajahku tiga kali semalam karena kita tidur berlawanan arah semalam" Aaliya baru menyadari kalau Zain telah mengelabuinya, Aaliya kemudian mengambil bantal dan memukuli Zain dengan bantal tersebut

Sementara itu Rizwan masih berteriak dan bergegas mengenakan pakaiannya, Shaziya menghampiri Rizwan dan menamparnya dengan keras, Nafisa tidak terima adiknya di tampar seperti itu "Berani benar kamu menampar adikku ?" bentak Nafisa "Lebih baik kamu menjauh dari kakakmu ini ! kamu selalu tinggal di rumah kakakmu !" serang Shaziya kesal "Aku tahu betapa hinanya ayahmu dan seluruh keluargamu ini , Shaziya !" tantang Nafisa, Shaziya yang masih kesal langsung menyeret Gowhar dan bertanya pada adiknya "Tidak terjadi sesuatu kan antara kamu dan Rizwan ?" Gowhar menggelengkan kepalanya sambil melirik ke arah Rizwan, Shaziya langsung membawa Gowhar pergi dari kamar itu, ketika Nafisa juga hendak keluar kamar Rizwan, Nafisa segera berbalik menghampiri adiknya yang sedang duduk di tepi tempat tidur "Kita harus melakukan sesuatu, Shaziya itu selalu manja sepanjang hidupnya, aku dulu marah ketika melihat Shaziya, mereka harus membayar apa pun yang Shaziya lakukan padaku" Nafisa meminta Rizwan untuk mencintai Gowhar kemudian membuatnya patah hati.

Surayya sedang berbicara di telfon dengan temannya dan dia mengatakan kalau dirinya akan memberitahu Usman kalau temannya itu sangat menikmati pesta kemarin. Usman datang dan mengatakan kalau dirinya mendapat telepon bahwa mereka menyukai pesta holi Aaliya ini "Terima kasih Surayya karena kamu telah membiarkan Aaliya yang mengatur pesta holi kemarin" ujar Usman tulus "Rupanya Aaliya telah mewarnai kehidupan semua orang dan itu tidak baik" sindir Surayya, kemudian Surayya meminta Chandbibi untuk tidak mencuci seprei karena nanti Usman akan memarahinya jika Chandbibi jatuh sakit, tepat pada saat itu Aaliya datang dan menghampiri mereka "Aaliya katakan pada Chandbibi untuk tidak mencuci seprei ini" perintah Surayya "Aku yang akan mencucinya, ibu" ujar Aaliya "Kalau begitu ada 25 seprei yang berharga yang menanti untuk di cuci" sindir Surayya "Aku akan melakukan semuanya karena aku sudah terbiasa melakukan hal itu di Bhopal dulu" ujar Aaliya kemudian berlalu dari sana, tak lama kemudian Nafisa menghampiri ibu mertuanya "Ada apa, mami ? biasanya kita membuang seprei bekas perayaan holi kan ?" tanya Nafisa "Tentu kita akan membuangnya, setelah Aaliya mencuci semua seprei itu" ujar Surayya sambil tersenyum sinis

Di dekat kolam renang, Aaliya bermaksud hendak menjemur seprei yang di cucinya dan melihat Zain sedang berenang "Apa yang kamu lakukan, Aaliya ? lalu apa itu yang ada di dalam ember ?" tanya Zain "Ibu menyuruhku untuk mencuci seprei ini dan aku bermaksud hendak menjemurnya disini" ujar Aaliya sambil memeras seprei tersebut, Zain langsung keluar dari kolam renang dan menghampiri Aaliya kemudian ikut ikutan memilin seprei tersebut agar airnya cepat keluar, lalu Zain mendekat ke arah Aaliya, Aaliya merasa malu melihat Zain hanya bercelana pendek dan bertelanjang dada "Kenapa kamu menghindar seperti pahlawan tahun 50 an", "Aku hanya malu melihat kamu seperti itu, pakai ini" ujar Aaliya sambil memberikan kimono handuk pada Zain, Zain malah menggodanya dengan meminta agar Aaliya mengenakan kimono handuk itu di tubuhnya, terpaksa Aaliya menuruti perintah Zain dengan berbalik dan memakaian kimono handuk itu di tubuh Zain, Zain tersenyum senang SINOPSIS BEINTEHAA episode 58
Bagikan :
Back To Top