SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 977 “HARI JADI YANG MEMILUKAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 977 “HARI JADI YANG MEMILUKAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 977 “HARI JADI YANG MEMILUKAN” by. Sally Diandra Salah satu staff kantor sedang menunggu Adi, akhirnya Adi datang ke kantor sambil memikirkan hadiah Ishita, orang itu lalu berkata pada Adi “Tuan Romi meminta aku untuk meminta tanda tanganmu di berkas ini, tuan Adi”, “Nanti saja, itu tidak perlu, minta tanda tangan paman Mihir saja” ujar Adi kemudian berlalu dari sana, staff kantor itu merasa heran “Tuan Adi tidak pernah melakukan hal ini” sementara itu Adi sedang memikirkan ucapan pegawai restauran tentang hadiah Ishita, dilihatnya kalung berlian tersebut “Apa yang terjadi ini ? Apa aku harus bicara dengan ibu Ishi tentang kalung ini atau tidak ? Tidak ,,, siapa yang bisa aku ajak bicara soal ini ? Untuk apa semua bunga dan hadiah ini ?”, “Ini untuk kamu, seseorang telah memberikannya” Adi lalu menerima hadiah itu,

Saat itu Aaliya menelfonnya “Apa kamu suka dengan hadiahnya ?”, “Tapi disini tertulis selamat hari jadi” Adi merasa heran “Iyaa, apa kamu lupa kalau setahun yang lalu kita bertunangan pada hari ini, ayah dan ibumu juga menikah dihari yang sama, lalu disini terjadi begitu banyak huru hara, apalagi ketika kita mencoba menjauhkan ibu Shagun, kisah cinta kita memang sungguh menyenangkan, ohh iya ,,, kirimkan aku foto selfiemu dengan bunga dan hadiah yang aku kirimkan itu”, “Aaliya, hentikan sikap kekanak kanakkanmu ini ! Apa aku harus mengingat hari ini ? Ayah dan ibuku sudah tidak bersama lagi, lagian aku juga sibuk, bye !” Aaliya merasa heran dengan perubahan sikap Adi yang aneh 

“Kenapa dia jadi kasar sekali seperti itu ? Aku berusaha mengejutkannya, dia tidak ingat tanggal hari jadi kami juga” bathin Aaliya sedih, sementara itu Adi juga bergumam pada dirinya sendiri “Apa Aaliya tidak bisa melihat waktu dan moodku ? Selalu saja perayaan” gumam Adi kesal “Dia tidak datang untuk menemuiku, Adi telah mengabaikanku, aku tidak akan menjawab telfonnya sekarang” bathin Aaliya kesal, saat itu ponsel Aaliya berdering “Aku tahu kalau dia pasti akan menelfonku” ujar Aaliya sambil melihat ke arah ponsel kalau ternyata Mani yang menelfon “Bagaimana kabarmu, Aaliya ?”, “Aku baik saja, ayah” jawab Aaliya “Datanglah kesini ke Adelaide bareng ibu Shagun dan Pihu” pinta Mani 

“Tidak, aku tidak mau, ayah lanjutkan saja bisnis ayah disana, ,,, aku sedang marah sama Adi, dia lupa tanggal jadi pertunangan kami, aku berusaha mengirimkan sebuah kejutan untuknya, tapi dia malah mengabaikanku dan memintaku untuk tidak melakukan hal yang kekanak kanakkan seperti itu”, “Aaliya, Adi pasti akan terganggu, kamu tahu kan kalau setahun yang lalu Ishita dan Raman telah menikah kembali pada hari ini dan sekarang mereka tidak bersama” ujar Mani “Ayah, katakanlah dengan cara yang lembut”, “Kamu sendiri yang bilang dengan marah marah lalu memintaku untuk berfikir dengan tenang kalau Ishita tidak mungkin melakukan hal ini sama Shagun, terima kasih padamu, Aaliya ,,, Ishu dan aku sudah bisa menyelesaikan masalah ini, bilang sana sama Adi, dia sedang setres karena ayah dan ibunya tidak bersama, kamu harus bisa mengerti tentang dia, apa ayah harus memesan tiket untukmu ? Kamu ingin pergi ke India untuk menemuinya kan ?” tanya Mani 

“Tidak, ayah”, “Kalau begitu tersenyumlah” pinta Mani “Aku sedang tersenyum, ayah ,,, aku akan menyelesaikan masalah ini”, “Teruslah tersenyum” kemudian Aaliya mengakhiri telfon Mani, Mani berharap Adi akan baik baik saja, sedangkan Aaliya masih merasa kesal “Adi itu berbohong dan membuat banyak alasan” gumam Aaliya kesal 

Pihu sangat menyukai daal chawal sambil berkata “Ayah itu tidak pernah berbohong, dia selalu benar, mama telah membuat makanan ini dengan sangat enak, aku akan bilang sama ayah, bungkus makanan ini untuk dan ayah” Shagun setuju dengan permintaan Pihu, Pihu lalu dapat telfon dari Raman dan sibuk ngobrol dengannya, Shagun merasa kesal sambil bergumam pada dirinya sendiri “Sepanjang hari selalu ayah, ayah, ayah dan ayah ,,, Raman boleh saja memintaku untuk menerima Pihu, aku harus menghancurkan hubungan mereka, Pihu sangat dekat sama Raman, itu artinya dia bisa saja dekat dengan Ishita” gumam Shagun kesal 

Di kantor, Mihir menemui Adi dan menyukai bunga itu “Aaliya yang mengirimkan bunga bunga itu kan ? Betapa manisnya dia” puji Mihir, Adi berfikir untuk bicara dengan Mihir atau tidak “Kenapa kamu jadi tegang seperti ini ? Katakan padaku, kamu bisa membaginya dengan paman, ada masalah apa ?” Adi lalu pura pura menceritakan masalah temannya “Bibinya telah memisahkannya dari suaminya dan dia ingin berubah, temanku tidak tahu apakah ini merupakan keputusan yang tepat atau tidak, apa paman bisa memberikan saran yang lain padanya”, “Hanya ada satu keputusan untuk menceritakan semuanya, kita jadi larut pada pekerjaan dan telfon, kita tidak saling bicara satu sama lain, teruslah terbuka untuk saling berhubungan, semua masalah bisa terselesaikan dengan baik, seperti temanmu yang perlu untuk membicarakan hal ini dengan bibinya, maka kamu seharusnya bicara dengan Aaliya, Aaliya sudah mengirimkan semua ini, apa kamu sudah mengucapkan terima kasih padanya ?” Adi hanya terdiam 

“Ini masalahnya, Mani tadi menelfonku dan bilang kalau Aaliya sedang bersedih, aku rasa aku harus bicara sama kamu, kamu itu tunangannya, kamu harus bicara dengannya, dia itu sudah berusaha semais mungkin dan melakukan semua ini, kamu seharusnya berterima kasih padanya” pinta Mihir, Mihir berusaha menjelaskan pada Adi sebaik mungkin “Kamu harus menolong dirimu dulu”, “Aku akan menelfon Aaliya nanti” sahut Adi “Kenapa nanti ? Telfon saja dia sekarang” akhirnya Adi menelfon Aaliya, Aaliya tersenyum senang, Mihir lalu meminta Adi untuk bicara dengan Aaliya, kemudian Mihir berlalu dari sana, saat itu Aaliya masih merasa kesal dengan Adi “Aku tidak mau berbaikkan sampai kamu meminta maaf padaku sebanyak 100 kali, terus saja menelfon” ujar Aaliya sengit, sedangkan Adi berharap Aaliya mau menjawab telfonnya, 

Aaliya akhirnya mengangkat telfonnya “Yaaa, katakan !”, “Apa ?” Adi jadi heran “Apa yang mau kamu katakan ?”, “Bagaimana kabar kamu ?” tanya Adi lembut “Aku baik baik saja, meskipun cuacanya sedang tidak baik, kamu bisa bertanya tentang pertanyaan yang bodoh tapi tidak mau bilang minta maaf, sudah tidak usah menelfon aku lagi !” Aaliya mulai merajuk “Aaliya, dengarkan aku ,,, aku minta maaf”, “Kamu harus memesan tiket pesawat untukku” Adi pun setuju, dalam hati Aaliya merasa senang “Sekarang aku sudah mendapatkannya” sedangkan Adi masih merasa cemas “Bagaimana caranya bilang sama Aaliya tentang semua kecemasanku ini ?” Adi merasa cemas 

Ishita memberitahu nyonya Bhalla kalau dirinya akan pergi ke Singapura untuk menghadiri konferensi yang sangat penting kalau tidak dia akan membatalkannya, saat itu Adi datang menghampiri mereka dan bertanya “Ada apa ini ?” nyonya Bhalla lalu memberitahu Adi tentang rencana perjalanan Ishita “Kalau begitu aku akan ikut”, “Jangan, Ruhi ,,, kamu pasti akan merasa bosan disana, ibu kan sedang bekerja” Ishita menimpali ucapan Ruhi “Bagaimana kalau kita merencanakan perjalanan keluarga dan pergi bersama sama setelah Ishita pulang nanti”, 

“Aku akan berada disana selama 7 hari, aku akan kembali nanti” Ishita segera mengemasi barang barangnya, nyonya Bhalla lalu meminta Adi untuk meminta tanda tangan Ishita di cek sambil memikirkan bagaimana bisnis keluarga mereka bisa berjalan tanpa Ishita “Aku akan bilang sama Madhu, mungkin dia akan membuatkan kudapan ringan untuk Ishita” bathin nyonya Bhalla “Aku akan memberikan daftar belanja pada ibu ,,, kak Adi, apa kamu ingin beli sesuatu ?” tanya Ruhi, Adi sedang melamun sambil berfikir 

Ishita sedang ngobrol dengan Vidyut di telfon “Aku sedang mengemasi barang barangku, apa kamu sudah sampai disana ? Ini perjalanan yang cukup lama, aku pasti akan sangat lelah, iyaa aku membawa tas belanja juga, terima kasih, sampai ketemu di Adelaide” Ishita kemudian mengecek beberapa file dan menaruh paketnya di dalam lemari, sementara itu Adi sedang menelfon Aaliya kalau dia akan memesan tiketnya sekarang 

“Aku sangat mencintaimu, Adi ,,, aku akan menelfon kamu lagi nanti” Aaliya lalu mematikan telfonnya, saat itu Adi melihat boarding pass-nya Ishita dan teringat pada ucapan Ishita “Mungkin ibu melakukan pengecekkannya melalui online” Adi lalu mengeceknya “Jadi ibu tidak pergi ke Singapura, ibu bohong padaku, ibu mau pergi ke Adelaide, Australia” gumam Adi cemas 

Adi langsung menunjukkan hadiah itu ke Ruhi “Kamu tahu ibu Ishi pergi makan siang dengan seorang laki laki, aku rasa sepertinya ada sesuatu”, “Kakak, tenang ,,, apa kamu yakin ?” sahut Ruhi “Pasti ada sesuatu, Ruhi ,,, bunga, surat, hadiah, semua pemberian ini disembunyikan” saat itu Adi mendapat telfon dari manager restauran dan berterima kasih padanya “Kamu tahu, Ruhi ,,, ibu Ishi telah bertemu dengan Vidyut Sahay”, “Untuk apa ibu Ishi bertemu dengannya ?” tanya Ruhi 

“Dia itu mantan pemain cricket dan komentator, aku rasa ibu Ishi akan pergi ke Adelaide karena Vidyut bekerja disana, pertandingan cricket berikutnya akan berlangsung disana”, “Aku akan bertanya pada ibu Ishi, aku akan memberikan semua hadiah ini, tenang saja, kak” Ruhi bergegas menemui Ishita, Adi berharap Ruhi bisa menemukan kebenarannya dan mudah mudahan kebenarannya tidak seperti yang dia pikirkan selama ini SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 978  by. Sally Diandra 

Bagikan :