SINOPSIS MOHABBATEIN episode 671 by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 671 by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 671 by. Sally Diandra Raman mendapat telfon dari Pathak, kemudian Raman memberitahu Ishita kalau Pathak telah membuat janji dengan pengacara yang bernama Chadda, Amma menyela “Apakah kalian semua akan pergi ? Perayaan Lohri akan diadakan disini”, “Ibu, kali ini pertemuan dengan seorang pengacara lebih penting” sahut Raman “Kami akan datang nanti, ibu” ujar Ishita, Raman, Ishita dan Abhishek kemudian pergi dari sana, sementara itu Vandu pulang kerumah “Maafkan aku, aku terlambat, Bala ,,, tadi ada masalah besar di kampus”, “Apa itu ?” tanya Bala “Brankas milik kampus rusak, ada banyak uang tunai disana, lihat, aku bisa membawa uang ini ke rumah karena menjadi kepala dekan, aku akan menyimpannya di brankas kita” Bala mulai berfikir, Vandu kemudian menyimpan uang itu “Aku akan mengembalikan uang ini nanti, ayoo kita pergi ke perayaan Lohri, aku akan menyiapkan Shravan dulu”, “Ya sudah sana pergi” ujar Bala 

Raman, Ishita dan Pathak mendatangi rumah Chadda dan melihat perayaan Lohri disana, Pathak kemudian memperkenalkan Chadda ke Raman dan Ishita “Tuan Pathak sudah menceritakan padaku tentang kamu, tuan Raman ,,, kamu sangat terkenal di perputaran bisnis Delhi, tapi pertama tama kita lakukan pemujaan Lohri dulu kemudian kita akan membahas kasus anda, bagaimana ?” saat itu Ruhi menelfon Ishita “Ibu Ishi, aku sudah membeli banyak hadiah untuk semua orang”, “Ruhi, ibu Ishi tidak ingin apa apa, ibu Ishi ingin kamu, pulanglah segera, nak” ujar Ishita kangen 

“Aku akan segera pulang, ibu” Raman menghampiri Ishita “Ruhi, kita akan bicara lagi nantinya, jaga dirimu baik baik”, “Aku menyayangimu, ibu Ishi” Ishita langsung menyahut “Ibu juga menyayangimu sayang” kemudian Ishita menutup telfonnya “Raman, aku sangat merindukan Ruhi” Raman bisa mengerti perasaan Ishita dan meminta Ishita untuk ikut dengannya, Ishita lalu teringat pada perayaan Lohri pertamanya bersama Raman, Ishita mencoba mengingatkan kenangan indah itu “Kita bisa berpura pura di depan tuan Tandon”, “Bagaimana kita bisa lupa ? Dan kita akan keluar dari permasalahan ini segera” sahut Raman 

Vandu menemui Bala “Ayooo Bala, cepatlah”, “Aku sedang menunggu kamu, Vandu ,,, lihat aku sudah menjadi orang yang besar, aku telah mencuri uang dari rumahku sendiri untuk mengembalikan uang pada Khosla, padahal itu uang istriku, kita telah hancur, aku ini memang orang yang sangat jahat, aku benci pada diriku sendiri” ujar Bala sambil menangis, Vandu jadi heran “Apa yang kamu katakan, Bala ? Kamu bilang kalau kamu akan mengembalikan uang pada tuan Khosla, bukankah Raman sudah memberikan kamu uang ?”, “Iyaaa, ini kesalahanku, aku hanya bercerita separuhnya saja, aku harus memberikan uang yang jumlahnya sangat besar sesuai dengan kontrak itu padahal kamu telah menghentikan aku, aku tidak mendengarkan kamu” Bala merasa sangat khawatir “Aku tidak punya apa apa sekarang, aku telah merusak semuanya” Bala menangis lagi 

Mihir meminta Mihika ikut dengannya “Kita akan melakukan bhangra” Mihika menolaknya “Pakaian shalwar ku ini sangat ketat, kalau aku menari, maka bisa robek nanti, aku pasti akan malu” Mihir tertawa mendengarnya “Itu artinya kamu sudah gemuk sekarang”, “Diam kamu ! Aku tidak gendut !” mereka berdua lalu tertawa bersama sama “Aku sedang memikirkan untuk memberikan satu kesempatan lagi pada Romi, aku tahu kalau dia tidak menunjukkan perfoma yang baik dalam pekerjaan sebelumnya, kali ini kita bisa memberinya sebuah pekerjaan di perusahaan kita”, “Tidak ada kesempatan lagi untuknya, Mihika ,,, dia pasti akan menyebabkan banyak masalah lagi” ujar Mihir “Tapi kamu tahu kan apa yang Romi alami saat ini, tolong bantulah dia”, “Baiklah, mintalah Romi untuk datang ke kantor untuk interview, tapi aku rasa ini buang buang waktu saja” sahut Mihir “Aku yakin Romi pasti akan mengejutkan kamu” sela Mihika “Ayoo kalian ikut denganku” ajak Amma 

Raman dan Ishita sedang ngobrol dengan pengacara Chadda “Pathak, mengatakan padaku tentang kasusmu, kita akan masuk ke dalam dan ngobrol bersama” saat itu istri Chadda, yang bernama Pallavi datang “Ini istriku, Pallavi” Chadda memperkenalkan istrinya pada Raman dan Ishita, Pallavi sedikit gelisah dan tegang “Apakah kamu baik baik saja, nyonya ?”, “Maafkan aku, aku baik baik saja, aku akan mengambilkan prasad untuk para tamu dulu” ujar Pallavi, setelah menjauh dari mereka, Pallavi lalu menelfon manager panti asuhan “Ishita Bhalla telah sampai dirumahku, apa yang telah kamu katakan padanya ?”, “Aku bersumpah, nyonya ,,, aku tidak mengatakan apa apa padanya” ujar manager 

“Suamiku adalah pengacara terbaik di Delhi, tidak ada seorangpun yang boleh tahu kalau aku adalah ibu kandungnya Rohit”, “Aku tidak akan mengatakan apapun pada siapapun, nyonya” Pallavi merasa khawatir “Kenapa Ishita dan Raman datang kesini ? Apa alasannya ?” saat itu didengarnya suaminya sedang membicarakan tentang ibu kandungnya Rohit “Kita harus menemukan dia, mungkin dia ingin menyembunyikan identitasnya, itu mungkin karena bayi ini anak haram, aku akan mencoba menyelesaikan hal ini” Pallavi semakin cemas dan tanpa sengaja menjatuhkan sesuatu “Maaf”, “Iyaa, Chadda benar” sela Pathak “Sarika telah menyebabkan banyak masalah pada semua orang, kita harus mencari jalan keluar”, 

“Lebih baik, selesaikan permasalahan keluarga melalui pengadilan, untuk mengadopsi bayi, kamu harus membutuhkan persetujuan ibu kandung Rohit” Ishita menyela dan membicarakan soal telfon yang dia terima dari seseorang yang memintanya untuk tidak mencari ibu kandungnya Rohit “Aku akan mencoba semaksimal mungkin untuk membuat adopsi itu tanpa persetujuan ibu kandungnya Rohit” Raman dan Ishita berterima kasih pada Chadda kemudian berlalu dari sana 

Raman dan Ishita akhirnya pulang kerumah lalu mereka membicarakan soal Chadda “Apa yang kamu pikirkan ?”, “Aku merasa perempuan itu pasti tidak akan keluar” ujar Ishita cemas “Tenang saja, Chadda akan menemukan jalan keluarnya” tiba tiba mereka mendengar Sarika berteriak kencang “Kenapa Sarika berteriak seperti itu ?” tanya Raman heran sambil melirik ke arah Ishita yang tersenyum penuh arti “Apa yang kamu lakukan padanya ?”, “Dia telah mengganti kunci pintu depan kan ? Jadi aku pikir aku juga harus mengganti sesuatu” ujar Ishita senang “Apa itu ? Ayoo ikut aku” ajak Raman, Sarika mengeluh “Apa yang terjadi dirumah ini ? Kenapa airnya tidak keluar ? Mataku masih bersabun”, “Kemarilah, Sarika dan cuci mukamu di bak cuci piring di dapur !” ujar Ishita, 

Sarika menuruti saran Ishita tapi tetap saja tidak ada air yang keluar “Tidak ada air disini juga !” Sarika kembali berteriak, Raman dan semua orang hanya memperhatikannya saja, Ishita kemudian memberikan tisu pada Sarika, Sarika lalu membersihkan mata dan wajahnya dengan tisu “Apa yang terjadi, Sarika ? Apakah air dan listriknya tidak menyala di kamarmu ? Kami semua bisa mendapatkannya”, “Aku yakin, kamu pasti yang melakukan hal ini, kak Ishita !” ujar Sarika ketus “Aku berada diluar sepanjang hari tadi, aku kira penjaga gedung kami yang merencanakan hal ini untuk menantang kamu”, “Tidak usah sok pintar, kak Ishita !” sahut Sarika kesal 

“Kamu tahu tentang hal ini sekarang dan kamu juga pintar, pergilah sana ke polisi dan mengeluhlah tentang penjaga gedung yang jahat” Raman juga ikut menyela “Apakah aku juga harus memberikan ponselku padamu ?” Sarika tidak berkata apa apa dan langsung pergi meninggalkan mereka, mereka semua tertawa begitu Sarika pergi, nyonya Bhalla langsung buka suara “Aku tidak bisa percaya kalau Ishita bisa melakukan hal ini”, “Raman yang telah melatih aku, ibu” sela Ishita “Kamu melakukan hal yang benar, Ishita ,,, apa yang akan Sarika lakukan di pagi hari ketika dia pergi ke kamar mandi ?” Raman lalu mengajak mereka bergurau, mereka semua tertawa terbahak bahak SINOPSIS MOHABBATEIN episode 672 by. Sally Diandra

Bagikan :