SINOPSIS PUTRI BIRU episode 02 by. Sally Diandra

SINOPSIS PUTRI BIRU episode 02 by. Sally Diandra Malam itu Malay sedang mencoba untuk berfoto selfie dengan Apu (Debo) yang sedang mandi berendam dengan ramu ramuan, namun ketika mendekat Malay menyenggol lampu yang berdiri tegak disana, Malay berusaha untuk mengembalikan lampu itu ke posisi semula, Apu mendengar ada suara tapi tidak tahu kalau ada orang dibelakangnya, sedangkan Malay yang hendak berfoto selfie ternyata tidak jadi karena baterai ponselnya low batt dan ponselnya pun langsung mati, sementara itu Apu sedang memikirkan kelinci yang terjebak di taman dan Apu memutuskan untuk melihat kelinci tersebut, Apu segera bangun dan keluar dari bath up (bak mandi), Malay segera bersembunyi 


Pada saat yang bersamaan di tempat Mamuni, Mamuni sedang berputar putar bersama para wanita Mawari, dengan sengaja Mamuni menjatuhkan kain saree wanita Mawari ke dalam api dan berteriak “Kain saree kakak terbakar !” wanita Marwari sangat panik, Mamuni mencoba memadamkan api dengan tangan kosongnya dan meminta pada wanita Mawari itu untuk berhati hati, wanita Mawari itu merasa bersalah pada Mamuni dan mengundangnya untuk datang ke pesta yang di selenggarakan dirumahnya besok, Mamuni sangat senang karena rencananya telah berhasil “Aku akan datang ke sana tepat pada waktunya ! Kalian bisa meminta bantuanku apapun selama pesta nanti”  ujar Mamuni senang

Wanita Mawari berharap agar Mamuni tidak menciptakan sebuah masalah Apu kembali lagi dan berusaha untuk mengganti bajunya, Malay masih bersembunyi dan berusaha untuk pergi dari sana, Apu melihat dirinya dan segera berteriak sekencang mungkin “Ibuuuuu,,,!!!!” semua wanita yang ada disana mendengar teriakannya, Mamuni terburu buru berlari ke rumahnya sendiri dan wanita Mawari itu juga mengikutinya dengan beberapa wanita yang lain, mereka berfikir paling tidak mereka bisa melihat Apu pada hari ini, sementara itu Malay segera membungkam mulut Apu dengan tangannya dan memintanya untuk berhenti berteriak, Apu menangis dan airmatanya jatuh ke tangan Malay, Malay merasa tangannya terbakar, seolah ola airmata Apu itu seperti soda api yang bisa membakar segalanya 

Saat itu Mamuni membuka pintu rumahnya dan wanita Mawari juga tergesa gesa mengikutinya dibelakang Mamuni dan mereka semua terkejut ketika melihat Malay ada disana “Malay, apa yang kamu lakukan disini ?” tanya wanita Mawari “Dia kembali setelah 10 berlalu dan datang tepat menemui anakku, apakah kali ini tangan kamu yang patah seperti 10 tahun yang lalu ?” Malay menggeleng “Tidak, bibi ,,, aku datang kesini setelah mendengar ada seseorang yang berteriak” wanita Mawari itu segera menggeret Malay dari sana dan Mamuni segera menutup pintu rumahnya sebelum ada orang lain yang ingin melihat Apu 

Sementara itu di rumah Malay, ibu Malay yang bernama Nandita sedang melakukan puja dengan membakar sesuatu, saat itu Mamuni menghampiri Apu dan mengikatkan ramu ramuan dan daun tulsi di tangannya untuk menormalkan kulitnya yang berubah menjadi biru, kulit tubuh Apu pun berubah normal “Apu, apakah Malay melihat kulitmu yang biru ini ?” Apu menggeleng “Tidak, ibu ,,, karena tadi gelap jadi Malay tidak menyadarinya” Mamuni merasa lega “Baguslah, kalau begitu ,,, kamu bisa pergi keluar mulai besok” Apu sangat senang mendengarnya dan berfikir kalau dirinya akan mulai berteman dengan orang lain “Kamu juga bisa mencintai orang lain, seperti Malay misalnya” hibur Mamuni “Apa maksud, ibu ?” Mamuni mengalihkan pembicaraan dan berkata 

“Malay itu di kirim ke London 10 tahun yang lalu karena dia datang kesini ke rumah kita dan sekarang ibu tidak ingin keluarga mereka mengirimkan dia ke sini, ibu sangat menginginkan moto ibu terpenuhi kali ini” Apu merasa heran “Moto apa ibu ?” namun Mamuni malah mengatakan “Tidak ada apa apa” Mamuni kemudian membuang kunci kamar Apu dan berkata “Mulai hari ini kamarmu tidak akan dikunci” Apu tersenyum senang dan terharu ketika dirinya teringat pada masa kecilnya dulu ketika Mamuni mengunci dirinya disebuah kamar, Apu menangis sambil tersenyum senang SINOPSIS PUTRI BIRU episode 03 by. Sally Diandra

Bagikan :