SINOPSIS PUTRI BIRU episode 01 by. Sally Diandra

SINOPSIS PUTRI BIRU episode 01 by. Sally Diandra Malam itu Abhi dan Malay sedang mengadakan balap mobil bersama dijalan raya, setelah kebut kebutan selama beberapa menit di jalanan akhirnya Malay memenangkan pertandingan balap mobil tersebut, begitu mobil mereka berhenti dan berhadap hadapan satu sama lain, Malay segera keluar dari mobilnya dan mengambil semua uang dari dompet adiknya karena adiknya telah kalah taruhan “Kakak, aku tadi hampir saja menang !” Malay tersenyum dan berkata “Tidak ada kata hampir, adikku ,,, yang ada itu kamu menang atau kalah !” ujar Malay sambil mengingatkan adiknya tentang pertandingan 10 tahun yang lalu “Kakak, aku pergi ke London 10 tahun yang lalu karena ada penyihir yang tinggal di dekat rumah kita, kata penjaga rumah, banyak orang yang mati di daerah itu karena penyihir itu” jelas Abhi 


Saat itu Debo (yang dimaksud penyihir oleh Abhi) sedang merasa bahagia ketika melihat seekor kelinci sedang bermain main di taman di depan rumahnya, Debo sendiri hanya bisa melihatnya dari balik jendela kamarnya, tak lama kemudian ada dua orang laki laki yang datang untuk memotong ranting pohon menjulur yang ada di rumah Debo “Kita ini mendatangi rumah penyihir” tiba tiba mereka merasa ketakutan sendiri karena berada di dekat rumah penyihir dan langsung melempar ranting pohon yang sudah mereka potong begitu saja ke tanah dan mengenai si kelinci yang sedang bermain main di taman, 

Debo yang melihat semuanya dari balik jendela merasa khawatir sama si kelinci karena kelinci itu terjebak oleh ranting pohon dan tidak bisa keluar dengan bebas dari sana, namun karena merasa khawatir tiba tiba warna tubuhnya berubah menjadi warna biru, Debo sangat panik hingga menyenggol lampu kamarnya dan lampu itupun terjatuh, saat itu Mamoni (ibunya Debo) datang dan Debo memintanya untuk pergi dan mengecek apa yang terjadi pada kelinci yang ada di taman diluar rumah 

“Debo, tidak usah panik karena kelinci itu tidak akan hidup meskipun ibu pergi kesana, kamu ini terlahir prematur, itulah mengapa kamu memiliki beberapa kekurangan dan kulitmu juga berubah menjadi biru, sekarang lebih baik kamu bersiap siap untuk mandi berendam” Debo menggeleng “Aku tidak mau mandi sekarang, ibu” namun Mamoni bersikeras meminta Debo untuk melakukannya untuk mengembalikan warna tubuhnya, 

Akhirnya Debo menenggelamkan dirinya dalam bath up dan berkata “Ibu, aku tidak suka dengan ramu ramuan ini setiap hari” Mamoni pun menyahut “Ibu juga capek kalau harus menjawab alasan yang sama setiap hari, sekarang lebih baik kamu santai dan nikmati saja suasananya sementara ibu mau melakukan puja dulu” kemudian Mamoni keluar dari ruangan itu dan mengunci pintunya dari luar dan memanggil anak perempuannya yang nomer dua 

“Tolong awasi Debo ya” pinta Mamoni kemudian Mamoni bersiap siap untuk melakukan puja “Hhhh ,,, ibu selalu saja khawatir pada kak Debo” ujar adik Debo kesal begitu ibunya telah pergi, lalu ditelfonnya salah satu temannya “Baiklah, aku akan datang” ujar adik Debo kemudian pergi begitu saja meninggalkan Debo tanpa pengawasan

Sementara itu Malay dan Abhi masih ngobrol berdua “Abhi, aku akan masuk kerumah penyihir itu lagi, bagaimana ?” Abhi kaget dan ketika Abhi hendak mencegah kakaknya, ternyata Malay sudah melompat masuk ke dalam rumah penyihir itu, Malay memperhatikan rumah tersebut sambil berkata “Mereka rupanya tidak pernah mengecat rumahnya bahkan setelah 10 tahun berlalu, warna catnya masih sama seperti dulu ketika aku kesini 10 tahun yang lalu” Malay teringat ketika dulu dirinya memasuki rumah itu 10 tahun yang lalu ketika memasuki kamar Debo, Debo berteriak sangat kencang, Malay langsung melompat dari jendela dan giginya pun patah 

Pada saat yang bersamaan Mamoni mendatangi sebuah tempat untuk melakukan puja, para wanita Marwari sedang saling bergunjing dengan beberapa wanita tetangga sekitar rumah tentang Mamoni “Dia itu selalu datang meskipun tidak di undang” Mamoni yang mendengarnya segera bicara dengan para wanita Marwari dengan keras “Aku tidak akan mengundang kalian besok di pesta holi yang aku adakan !” para wanita itu hanya bisa berdiri menatapnya dan terdiam 

“Jika Malay dan ibunya datang katakan pada ibunya kalau dia harus datang untuk melakukan puja karena itu akan bagus untuk menjadi seorang Marwari karena dia harus mengikuti tradisi Bengali” ujar Mamoni “Dulu 10 tahun yang lalu Malay menerobos masuk ke rumahku dan giginya pun patah, saat ini dia pasti sudah tumbuh dewasa dan tampan” para wanita Marwari langsung pergi meninggalkan tempat tersebut, Mamoni sangat kesal melihat para wanita Marwari yang sombong “Aku akan mengganggu mereka terus sampai mereka mengundangku pesta mereka” bathin Mamoni dalam hati 

Di rumah Debo, rupanya Malay merusak kunci kamar Debo dan masuk ke dalam kamarnya, Malay melihat Debo sedang berendam di dalam bath up dengan rambut panjangnya yang menjuntai ke bawah, Malay mencoba untuk berfoto selfie tanpa sepengetahuan Debo, sementara Debo sedang memikirkan dirinya sendiri “Kapan aku akan bisa normal seperti gadis gadis yang lain ?” bathin Debo dalam hati yang belum menyadari kehadiran Malay di kamar mandinya SINOPSIS PUTRI BIRU episode 02 by. Sally Diandra 

                                                putri biru 02

Bagikan :