SINOPSIS VEERA episode 459 bagian 1 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 459 bagian 1 by. Sally Diandra Di Polandia, tuan Niel atau paman Nihal sedang berdiri sendirian sambil bersandar di depan mobil jeepnya, paman Nihal sedang merenung memikirkan sesuatu, rupanya paman Nihal sedang memikirkan Veera dan Ranvi ketika mereka masih kecil dulu, juga memikirkan Ratan dan menangis ketika teringat bagaimana Sampooran, ayah Ranvi dan Veera, yang merupakan teman barunya meninggal di depan matanya sendiri, semua bayangan itu selalu menghantui pikiran paman Nihal 

Sementara itu di desa Pritampura, Gunjan benar benar sangat resah karena Ranvi tidak percaya padanya lagi, Gunjan kemudian berjalan jalan dipasar seperti orang linglung sambil merenung memikirkan Sonia “Kenapa Sonia membuat aku pulang terlambat ke rumah ? Dan kenapa juga dia membuat aku terjebak di pasar tempo hari ?” Gunjan mulai memikirkan hal ini dengan serius “Aku harus bicara dengan Sonia” Gunjan bergegas menuju ke rumah sakit untuk mengajak Sonia ngobrol tentang hal ini, ketika Gunjan sudah bertemu dengan Sonia, Gunjan langsung memberondong sejumlah pertanyaan “Sonia, kenapa kamu ingin membuktikan kalau aku ini seorang pembohong ? Apa alasannya ? Aku sudah menganggap kamu seperti temanku sendiri, menyayangi dan mendukung kamu seperti layaknya seorang kakak” 

Sonia langsung menggelengkan kepalanya “Tidak ! Kamu salah, Gunjan ! Aku ini bukan teman siapa siapa, kakak ataupun anak dan aku tidak akan menjawab pertanyaan kamu, pikirkan dan lakukan apa yang ingin kamu lakukan !” Gunjan tercengang “Aku ini dokter di desa ini, jadi lebih baik pergilah” Gunjan semakin tidak mengerti “Apa yang terjadi padanya, mengapa dia menjadi begitu jahat kepadaku ? Aku yakin pasti ada sebuah alasan yang besar dibalik ini semua dan aku akan mencari tahu” Gunjan pun bertekad mencari tahu tentang Sonia 

Di Polandia, Veera menemui paman Nihal yang saat itu masih merenung di depan mobil jeepnya ditengah ladang “Paman Nihal” paman Nihal terkejut dan menatap ke arah Veera “Siapa ? Omong kosong apa ini ?” paman Nihal bergegas hendak menaiki mobil jeepnya namun Veera segera mencegahnya dengan menunjukkan foto lama mereka yang Veera temukan di rumah paman Nihal, Veera mulai menangis dan menatap ke arah paman Nihal, laki laki yang semasa kecilnya telah dianggapnya seperti ayahnya sendiri sebagai pengganti ayah kandungnya yang tidak pernah dikenalnya sejak lahir, paman Nihal berbalik kearah Veera dan menatapnya tajam “Paman Nihal, kenapa paman bohong sama aku ? Kenapa paman tidak memanggil aku Rankhdi, dulu paman selalu memanggil aku dengan sebutan itu ketika aku masih kecil, paman adalah paman Nihalku” paman Nihal menganggukkan kepalanya, Veera bergegas memeluk paman Nihal erat, sosok laki laki yang sangat dirindukannya selama ini, paman Nihal juga menangis haru 

Di desa Pritampura, Gunjan pulang kerumah dan menemui Ratan “Ibu, percayalah padaku, aku mengatakan yang sebenarnya, mengapa aku harus berbohong ? Aku tidak bisa melakukan sesuatu yang bisa menghancurkan kehormatan ibu” Gunjan berharap Ratan bisa memahami dirinya “Saat ini, ibu tidak bisa mengerti, ibu tidak tahu kalau kamu ini bohong atau tidak ? Tapi ibu pikir ini tidak benar, kami mempunyai banyak sekali pertanyaan, Gunjan ,,, jadi katakan pada ibu sejujurnya” Ratan kemudian meninggalkan Gunjan sendirian 

Pada saat yang bersamaan di Polandia, paman Nihal dan Veera masih ngobrol berdua di tengah ladang “Veera, paman ingin pergi jauh dari desa Pritampura dimana tidak ada seorangpun yang tahu tentang diri paman, itulah mengapa Paman datang kesini ke Polandia dan mulai bekerja di sini, kemudian paman juga belajar beberapa tehnik baru dalam bertani, paman bekerja sangat keras, dan bos paman sangat menyukai hasil kerja paman lalu ketika dia meninggal, ternyata dia mewariskan semua harta bendanya untuk paman termasuk lahan pertanian ini karena dia senang dengan pekerjaan paman selama paman berkerja dengannya” Veera kagum mendengarkan semua cerita paman Nihal “Semua orang disini memanggil paman dengan sebutan Niel, itulah mengapa nama itu menjadi identitas paman yang baru dan disini paman terus menerus sibuk dengan pekerjaan paman dan melupakan masa lalu paman tapi ternyata kamu menemukan paman” Veera tersenyum haru menatap paman Nihalnya 

“Ketika paman membaca emailmu dan melihat namamu, paman menangis, paman tidak mempunyai kekuataan untuk menghadapi kamu, Veera” Veera ikut menangis “Paman pikir, paman tidak akan membalas emailmu tapi kemudian paman berfikir lagi kalau paman harus membantu impian ayahmu, Sampooran Singh, makanya paman memanggil kamu kesini” sejenak paman Nihal terdiam “Paman takut kalau kamu akan mengetahui identitas paman yang sebenarnya, jadi paman selalu menghindar dari kamu tapi kamu ternyata bisa mengenali paman” Veera hanya terdiam dan terus mendengarkan paman Nihalnya bercerita tentang dirinya SINOPSIS VEERA episode 459 bagian 2 by. Sally Diandra

                                  sebelumnya             selanjutnya

Bagikan :