Loading...

SINOPSIS VEERA episode 209 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 209 by. Sally Diandra Keesokan harinya Ranvi dan Veera turun dari lantai atas dan melihat ada kacamata diatas meja, Veera tahu kalau itu adalah kacamata kakek, Ranvi segera menghampiri meja tersebut dan mencopot kacanya dari frame kacamata kakek, Veera melihatnya dengan perasaan bingung “Kalau kita rusak kacamatanya maka aku yakin kakek pasti akan marah” ujar Ranvi, saat itu bibi Moti mendengar pembicaraan mereka dan melihat ke arah mereka dengan perasaan marah, namun sempat bibi Moti menegur Ranvi dan Veera, kakek Veera datang turun dari lantai atas lalu menemui mereka “Ranvi, lebih baik kamu pergi main sana, kemanapun kamu ingin pergi” ujar bibi Moti yang rupanya menyetujui rencana Ranvi, Ranvi segara pergi dari sana dan segera bersembunyi dibalik dinding, begitu Ranvi sudah pergi, Veera segera melancarkan kenakalannya “Kakek, maukah kakek membacakan sesuatu untukku dari koran ini” kakek Veera menyetujuinya lalu mengambil kacamatanya, ketika kakek menyadari kacamatanya tanpa lensa, kakek Veera langsung menegur Veera tapi belum sempat kakek Veera memarahi Veera, Veera sudah berlalu dari sana sambil tertawa senang, bibi Moti yang melihat tingkah keponakan kesayangannya ini hanya bisa geleng geleng kepala dan berdoa “Yaa Tuhan, jangan pisahkan Ranvi dan Veera satu sama lain” doa bibi Moti 

Sementara itu kakek naik lagi ke lantai atas dan menunjukkan kacamatanya pada nenek dan mereka mulai ngobrol membahas kenakalan Veera “Kalau melihat kenakalan Veera, aku jadi ingat ketika Amrita kecil dulu, dia juga sangat nakal persis seperti Veera” ujar kakek “Iyaa, kenakalan Veera akan menerangi rumah kita” kakek dan nenek rupanya malah bisa menerima kenakalan Veera selama ini, saat itu Ranvi pergi ke tempat teman temannya dan mengatakan pada mereka “Tak lama lagi kakek pasti akan menyatakan kalau mereka tidak akan membawa Veera pergi bersama mereka” ujar Ranvi senang, tak lama kemudian salah teman Ranvi yang lain menemui mereka sambil membawa aksesoris untuk pesta, akhirnya mereka mulai sibuk menyiapkan pesta ulang tahun untuk Veera, 

Kebetulan saat itu Balwant dan Baldev juga sampai disana, dilihatnya ayahnya sedang sibuk ngobrol dengan salah satu warga, Baldev segera menghampiri Ranvi dan teman temannya kemudian mengejek apa yang sedang mereka perbuat “Iyaaa aku tahu, Veera memang pantas mendapatkan pesta perpisahan dan bagus juga kalian sedang menyiapkan pesta untuknya, aku bahkan mau membayarkan ongkos untuk naik bisnnya nanti !” ejek Baldev sambil tertawa tawa senang, Balwant yang kebetulan mendengar ejekan anaknya ini segera menegur Baldev “Tidak masalah kalau pak kepala desa mau menyuruh Veera pergi dari desa ini, yang pasti aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi !” ujar Ranvi ketus, Balwant sendiri berdoa pada Tuhan, semoga saja Veera tetap tinggal di desa Pritampura sehingga Ranvi dan Veera tetap bisa bersama 

Veera sedang duduk di atas ranjang di dalam kamarnya sambil memegang celengannya, Veera berharap celengannya sudah terisi uang 1000 rupee, saat itu Nihal melintas disebelah kamar Veera mendengar Veera yang sedang ngobrol dengan dirinya sendiri “Aku membutuhkan uang itu untuk membeli hadiah untuk kakak karena aku ingin membuat Rakhi untuk kakak” Nihal menatapnya dengan perasaan sedih, Veera melihat Nihal sedang menatapnya “Paman Nihal ! Kemarilah” Veera menyuruh Nihal masuk ke dalam kamarnya, Nihal semakin terharu dan bertanya “Veera, apakah kamu akan merindukan paman kalau kamu sudah pergi dari sini ? Apakah kamu akan mengirimi surat untuk paman ?” tanya Nihal sedih namun Veera meyakinkan Nihal kalau dirinya tidak akan pergi kemana mana seperti yang dikatakan oleh kakaknya “Paman Nihal, bisakah paman Nihal membuka celenganku ini tanpa memecahkannya ? Karena celengan ini dibuat oleh kakak untukku” Nihal berusaha untuk mengambil uang yang ada di dalam celengan tanpa memecahkannya, 

Kemudian setelah dihitungnya uang yang terdapat di dalam celengan Veera belum genap 1000 rupee, ketika Veera sedang berdoa, secara diam diam Nihal menambahkan uang untuk celengan Veera itu hingga genap 1000 rupee dan berkata “Veera, uangnya sudah genap 1000 rupee sekarang !” Veera langsung melakukan tarian balle balle-nya “Hooreee horeee !! Uangku sudah 1000 rupee !” ujar Veera senang sambil menari, ketika Veera mengatakan kalau dirinya bisa membelikan hadiah untuk Ranvi, saat itu Ratan masuk ke dalam kamar Veera dan mendengarnya “Veera, sudah saatnya kamu mandi, hari sudah sore, mandilah” Veera pun menuruti perintah Ratan dan bergegas keluar kamar menuju ke kamar mandi, ketika Veera sudah pergi, Nihal bertanya pada Ratan “Ratan, adakah sebuah cara yang bisa kita lakukan untuk menghentikan perasaan dan kepercayaan anak anak ini dari sebuah pelanggaran ?” Ratan tidak menjawab pertanyaan Nihal, 

Sementara itu Veera sedang bersiap hendak mandi tapi bertemu dengan nenek yang rupanya ingin memandikan Veera hari ini, Veera kelihatan sedih tepat pada saat itu Ranvi datang dan membisikkan sesuatu ke telinga Veera hingga membuatnya senang kembali, Veera segera ingin melaksanakan rencana Ranvi tersebut, Veera rupanya mengerjai nenek dengan meminta air berulang kali, kadang dengan menuangkan sabun cuci ke dalam ember, sehingga airnya harus diganti, atau kadang dengan memukul mukul air itu hingga habis atau kalau tidak dengan mengatakan kalau airnya terlalu dingin, sehingga nenek terus menerus mengganti airnya, saat itu Veera menuang semua air ke lantai, tepat pada saat itu Ratan datang ke area mandi Veera dan tanpa sadar Ratan terpeleset jatuh karena air yang tumpah dilantai, Ranvi yang melihatnya segera berteriak “Ibuuu !!!” teriak Ranvi

Nenek, Veera, Ranvi dan Nihal bergegas lari untuk membantu Ratan, lengan Ratan terasa sakit dan kakinya terkilir, mereka membantu Ratan untuk berdiri dan duduk di bangku yang ada disebelahnya, Nihal meminta Ranvi agar mengambilkan air untuk ibunya, karena terburu buru, Ranvi memecahkan wadah gelas yang berisi air di dapur, saat itu Ratan segera dibawa ke dalam kamarnya dan Nihal meminta Ratan untuk menggerakkan anggota tubuhnya untuk mengetahui apakah ada yang patah tulang atau tidak, untungnya tidak ada tulang yang patah “Bagaimana ini bisa terjadi ?” tanya kakek, nenek mencoba menjelaskan hingga membuat kakek marah, kakek langsung menegur Veera karena sifat kekanak kanakkannya dan kakek juga setuju dengan rencana nenek, ketika kakek kembali menegur Veera, Ranvi berusaha melindungi Veera dan berkata “Veera tidak melakukan sesuatu yang salah tapi aku ! Akulah yang selalu menyuruhnya untuk melakukan hal hal itu, itu semua adalah rencanaku !” semua orang tertegun menatap ke arah Ranvi SINOPSIS VEERA episode 210 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top