Loading...

SINOPSIS VEERA episode 208 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 208 by. Sally Diandra Di rumah Ratan, nenek Veera meminta maaf pada Ratan agar arwahnya Amrita damai di alam baka sana “Tidak usah meminta maaf padaku karena aku tidak bisa membantu kamu dalam hal ini tapi aku sedang berusaha untuk melupakannya” bibi Moti memperhatikan Ratan dengan perasaan sedih, sementara Ratan segera pergi dari sana, bergegas Ratan menuju ke kamarnya sendiri kemudian duduk di atas ranjang sambil menelungkupkan kepalanya sambil menangis lalu sekilas melirik ke arah foto Sampooran yang terpajang di dinding kamarnya 

Pada saat makan malam, nenek Veera meminta Veera untuk duduk disebelahnya sehingga dia bisa menyuapi Veera makan malam mulai hari ini, namun bibi Moti langsung menyela “Itu tidak akan terjadi karena setiap harinya Veera makan dari tangan Ranvi, Ranvilah yang menyuapi Veera setiap hari dan Veera sendiri tidak pernah mau membiarkan siapapun menyuapi dirinya dan jika ada seseorang yang berusaha untuk menyuapinya, maka Veera akan menggigit jemari tangannya” Veera menatap ke arah bibi Moti dengan perasaan bingung tapi kemudian setuju dengan ucapan bibi gendutnya dengan berkata “Iya ! Itu benar !” Ranvi segera meremas tangan Veera agar Veera mengiyakan ucapan bibi Moti, kemudian Veera menambahkan “Kata temanku kalau makan dari tangan nenek itu membuat makanan jadi lebih sedap jadi aku akan membiarkan nenek untuk menyuapi aku hari ini” ujar Veera polos, bibi Moti dan Ratan hanya saling memandang dengan perasaan sedih, sementara nenek Veera sangat senang sekali mendengarnya “Tapi aku tidak mau makan disini tapi di lantai atas, dikamarku dan nenek harus mendongeng untukku” nenek Veera setuju dan mengikuti Veera ke lantai atas 

Veera sedang duduk di atas ranjangnya dan meminta roti yang dibawakan oleh nenek untuknya “Nenek, aku hanya makan roti Ghee waali dan roti ini tidak ada Ghee-nya (saus), bisakah nenek membuatkan roti Ghee waali untukku ?” nenek Veera setuju dan turun kebawah ke dapur dan membalurkan Ghee (saus) pada roti untuk Veera, sementara Ratan hanya melihatnya saja, setelah selesai membalurkan Ghee pada roti, nenek Veera naik ke atas untuk mencari Veera tapi Veera tidak berada di kamarnya, nenek Veera akhirnya menemukan Veera diluar kamar, nenek Veera berusaha menyuapi Veera tapi Veera berkata “Ghee-nya itu sangat sedikit jadi nenek harus mengambilnya lebih banyak lagi” nenek Veera kembali setuju dengan permintaan Veera dan kembali turun ke bawah ke dapur untuk mengoleskan Ghee (saus) yang lebih banyak lagi dan kembali Ratan hanya memperhatikannya saja, nenek Veera segera naik ke atas lagi dan menemukan Veera disana, kemudian nenek Veera menyuapi Veera sedikit tapi kembali Veera berkata “Rotinya sangat pedas, aku mau minum, cepat yaa, nek” nenek Veera kembali turun ke bawah untuk mengambilkan air putih dan lagi lagi Ratan memperhatikannya saja, tak lama kemudian nenek Veera berusaha menyuapi Veera sambil berlari lari mengitari seluruh ruangan, nenek Veera berusaha untuk menangkapnya 

Pada malam hari, nenek Veera sedang duduk diatas ranjang, kakinya sangat sakit dan nenek sedang mengoleskan suatu obat gosok di kakinya, saat itu Veera memasuki kamar si nenek dan menawari obat yang lain yang dibawanya kemudian Veera memberikan sebuah kotak pada neneknya, Veera memberikan balsem pada neneknya “Nenek, pasti sangat memerlukan balsem ini karena aku lihat kaki nenek pincang” nenek sangat bahagia karena Veera begitu peduli padanya, Veera segera berlari dari sana, sedangkan Ranvi hanya memperhatikan saja dari balik jendela, nenek membuka kotak tersebut dan berteriak ketakutan ketika melihat mainan yang tiba tiba keluar dari kotak, kakek pun berkata “Veera rupanya tidak selugu seperti yang aku kira” nenek setuju dengan ucapan kakek, Ranvi dan Veera saling berpelukkan senang, nenek kalura dari kamarnya dan melihat mereka sedang berpelukkan “Veera, maukah kamu tidur bersama nenek dan kakek malam ini ?” Veera dan Ranvi berusaha untuk menolak permintaan nenek namun nenek segera menggeret tangan Veera dan membawanya ke dalam kamarnya, Veera segera mengedipkan matanya ke arah Ranvi sebelum masuk ke kamar 

Ketika di dalam kamar, Veera tertidur ditengah tengah diantara kakek dan nenek, kemudian Veera menaruh kakinya pada tubuh nenek sambil berkata “Nenek, aku punya kebiasaan tidur seperti ini” ujar Veera yang terus menerus secara bergantian ke arah kakek dan nenek atau mengubah posisi tidurnya dan terbaring pada keduanya, sementara itu Ranvi sedang menunggu Veera dikamarnya, merasa kesepian, Veera berusaha untuk keluar menyelinap secara diam diam namun kakek langsung menangkap kaki Veera tepat pada waktunya dan berkata "Kebiasaan buruk harus segera diarahkan” Veera sangat khawatir sekarang dan memikirkan bagaimana dirinya bisa pergi ke kakaknya, Ranvi juga sangat khawatir, saat itu kakek dan nenek sedang membuat Veera untuk terbaring dengan benar, 

Sementara itu Ranvi mengoleskan lem pada tangannya dan menempelkan tangannya pada dinding disamping tempat tidurnya dan menyanyikan lagu pengantar tidur sambil menangis, Veerapun tertidur di kamar bersama kakek dan neneknya, Ratan yang juga mendengar nyanyian lagu pengantar tidur merasa cemas dan sedih, kakek dan nenek yang akhirnya mengetahui kalau Veera telah tertidur, mereka pun ikut tertidur, tapi rupanya Veera pura pura tertidur pulas, Veera meyakinkan kalau kakek dan neneknya telah tertidur nyenyak, tak lama kemudian Veera menyelinap secara diam diam dari kamar kakek dan neneknya Saat itu Ranvi hendak melepas tangannya dari dinding dengan perasaan sedih, tiba tiba dilihatnya tangan Veera berada diatas tangannya, Ranvi merasa senang begitu melihat Veera “Veera, aku tahu kamu pasti akan datang” Veera mengangguk dengan senyum manisnya, Ranvi dan Veera pun berpelukkan dengan bahagia SINOPSIS VEERA episode 209 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top