Loading...

SINOPSIS VEERA episode 134 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 134 by. Sally Diandra Di halaman luar rumah Ratan, Kartar mengancam Nihal untuk tidak dekat dekat dengan keluarga Sampooran “Dengan menunjukkan rasa simpatimu yang palsu, kamu tidak usah mendekati keluarga Sampooran !” ancam Kartar, Kartar mencoba menjelaskan siapa yang seharusnya berada dalam kehidupan Ratan “Ratan dan keluarganya itu selalu membutuhkan bantuanku tapi dia tidak bisa mengatakannya seperti biasa karena ada sebuah dinding yang besar yang memisahkan kami berdua yang dibuat oleh warga desa tapi kali ini keluarga ini tidak membutuhkan bantuan dari orang asing karena aku sudah bersama mereka sekarang” ujar Kartar sombong “Kamu memang telah melakukan apapun yang mereka perlukan tapi bagaimanapun juga kamu juga mendapatkan keuntungan dari sana, jadi lebih baik kamu pergi dan kembali lagi kesini setelah Sampooran juga kembali” Nihal hanya terdiam mendengar ceramahan Kartar “Dan lagi aku nanti akan bersama sama Ratan dan Gurpreet akan mendirikan sekolah pertanian, sedangkan kamu tidak lebih dari seorang pelayan yang bekerja di ladang” ejek Kartar “Aku tahu kamu ingin menghabiskan banyak waktu dengan berkerja bersama Ratan di ladang atau peduli pada anak anaknya karena kamu mempunyai niat yang buruk dengan mendekati Ratan, iya kan ?” kembali Nihal hanya terdiam, tidak membalas ucapan Kartar “Aku peringatkan padamu, lebih baik kamu menjauh saja dari mereka karena kamu tidak dibutuhkan dimanapun !” ujar Kartar kemudian berlalu dari sana, sejenak Nihal merenung kemudian berlalu juga dari sana 

Ratan telah selesai membuat Halwa (makanan), Veera ingin Ratan menyuapinya dengan tangannya sendiri karena tangan Veera terluka jadi Veera tidak bisa makan “Veera, makanlah sendiri karena aku masih mempunyai banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan” namun Veera bersikeras tidak mau menerima alasan penolakan Ratan “Aku capek mendengar kata kerja kerja kerja dari mulut ibu, ibu harus menyuapi aku sekarang” akhirnya Ratan menyerah dan mau menyuapi Veera, lagi lagi Veera terdiam dan tidak mau membuka mulutnya, namun ketika Ratan mengatakan “Makanlah sayang” Veera baru mau membuka mulutnya sambil tersenyum senang, 

Tak lama kemudian Ranvi datang dan melihat Veera yang terluka, Ranvi menangis sedih, Ranvi menatap Veera dengan perasaan bersalah, Ratan tertegun melihatnya, kemudian Veera menyeka airmata yang membasahi pipi kakaknya ini, Ratan menyuruh Ranvi duduk disebelah Veera “Veera, apakah kamu baik baik saja ?” Veera kembali menghapus airmata kakaknya dan meyakinkan padanya kalau dirinya baik baik saja “Aku bahkan sedang makan Halwa buatan ibu” ujar Veera sambil menyuapkan sedikit ke mulut Ranvi, Ratan sedikit tercengang melihat adegan ini “Veera, aku minta maaf karena aku telah meninggalkan kamu sendirian tadi” Veera tidak mempermasalahkan hal itu “Kakak, bisakah kakak meniup niup lukaku ini agar lekas sembuh ?” Ranvi langsung menuruti permintaan Veera 

Sementara itu di tempat Nihal, Nihal melihat kerudung Ratan sedang berkibar di udara, Nihal berkata pada dirinya sendiri “Mengapa aku tetap tinggal di desa ini dan mendekati keluarga Ratan, itu karena tugasku datang kesini adalah untuk menuntaskan semuanya, aku tidak ingin keluar dari batasanku sendiri antara aku dan Ratan” ujar Nihal sedih, pada saat yang bersamaan, Ranvi sedang menyuapi Veera dikamar mereka “Kakak, kenapa paman Nihal tidak datang kesini untuk menemui aku ?” tanya Veera sedih “Mungkin saja paman Nihal tidak tahu kalau kamu terluka, kalau dia tahu tentang keadaan kamu sekarang, paman Niha pasti akan langsung datang kesini segera” hibur Ranvi “Kalau begitu katakan padanya, kak” pinta Veera “Dia pasti akan datang ketika dia tahu tentang kamu, Veera”, “Iya, tapi kapan ? Aku ingin paman Nihal juga meniup niup lukaku ini, ayoolah, kak ,,, telfon paman Nihal sekarang sebelum lukaku ini sembuh, kalau sudah sembuh maka nggak ada gunanya paman Nihal meniup niup lukaku ini” rengek Veera akhirnya Ranvi menelfon Nihal, 

Nihal merasa ragu ragu untuk mengangkat telfon dari keluarga Ratan karena Nihal hanya ingin konsentrasi pada alasan kedatangannya dan tinggal di desa Pritampura, namun akhirnya Nihal mengangkat telfon itu dan terdengar suara Ranvi disebrang sana “Paman Nihal, apakah paman Nihal tahu kalau Veera itu terluka ?” tanya Ranvi “Iya, aku tahu” Ranvi terlihat kecewa “Lalu kenapa paman tidak datang ke rumah begitu paman Nihal tahu ? Saat ini Veera ingin bertemu dengan paman Nihal” Nihal bingung harus menjawab apa “Ranvi, paman Nihal tidak bisa kesana menemui Veera karena paman Nihal masih harus menyelesaikan banyak pekerjaan disini” Ranvi langsung sedih “Tapi nanti setelah pekerjaan paman selesai, paman akan segera kerumahmu untuk menemui Veera” namun Veera menolaknya dengan ketus karena Veera bersikeras ingin bertemu Nihal sekarang juga, Ranvi mencoba membuat Veera mengerti kalau saat ini Nihal sedang sibuk “Paman Nihal pasti akan kesini begitu pekerjaannya selesai, Veera” hibur Ranvi “Aku tahu caranya menelfon paman Nihal” 

Kemudian Veera meminta Ranvi untuk menelfon Nihal kembali dan memberikannya padanya “Utusan Tuhan, ini aku Veera, aku mau tanya apakah kamu bisa melakukan sebuah sulap yang bisa membuat paman Nihal datang padaku sekarang ? Saat ini aku sedang terluka dan paman Nihal tidak datang untuk menemui aku, aku ingin kamu melakukan semacam sulap sehingga pekerjaan paman Nihal bisa segera selesai” ujar Veera polos “Tapi Veera, pekerjaan paman Nihal tidak bisa dengan mudah untuk diselesaikan segera” balas Nihal “Saat ini aku ingin sekali makan Halwa yang ada didepanku ini tapi aku tidak akan memakannya sampai aku bertemu dengan paman Nihalku” Veera segera memutuskan sambungan telfonnya, Nihal nampak gelagapan mau menjelaskan sesuatu tapi tidak bisa

Sementara itu di rumah Kartar, Kartar nampak senyum senyum sendiri dan membayangkan apa yang barusan terjadi ketika dirinya bertemu dengan Ratan, saat itu Gurpreet melintas disebelahnya dan melihat sikap suaminya ini yang aneh sambil duduk di kursi, namun Gurpreet tidak berusaha menanyakannya, ketika Gurpreet hendak meninggalkan ruangan itu bersama beberapa pakaian mereka, Kartar menghentikannya “Gurpreet ! Lebih baik kamu membuat kheer (manisan) dengan badmaam dan kismis” pinta Kartar sambil menaruh pakaian itu di kursi, Gurpreet merasa heran dengan permintaan Kartar “Kenapa tiba tiba Kartar meminta dibuatkan kheer ? Mungkin Kartar ingin memberikan kesempatan kedua pada hubungan kami, yaa Tuhan ,,, terima kasih karena kamu telah memberikan sebuah kesempatan padaku dan aku tidak ingin kehilangannya” bathin Gurpreet dalam hati 

Di rumah Ratan, Veera sedang terbaring, Ranvi berusaha menghiburnya dengan pura pura menjadi hantu dengan menutupi tubuhnya dengan kain yang lebar, namun Veera tidak takut “Kakak, makan saja aku ! Tapi sebelum kakak melakukannya, aku akan memakan kakak dulu !” ujar Veera sambil berlari mengejar ngejar Ranvi, Ranvi pun ketakutan sambil berlarian kesana kemari hingga akhirnya Ranvi menabrak Nihal yang saat itu datang ke rumah mereka, Veera langsung berhenti dan berpura pura kesakitan sambil kembali ke bale bale bambu tempatnya berbaring tadi begitu melihat kedatangan Nihal, kemudian Veera berbaring dan berkata pada dirinya sendiri “Aduuuh, sakit sekali, aku sampai tidak bisa berjalan lagi” Ranvi tahu kalau Veera hanya berpura pura, Ratan juga hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat ulah Veera yang mencari perhatian Nihal, Nihal segera menghampiri Veera dan memberikan perhatiannya “Apakah sangat sakit ?” Veera merajuk dan berkata “Aku tidak akan bicara dengan paman ! Karena paman tidak segera datang setelah aku memanggilnya berulang kali !” rajuk Veera, Nihal tidak mampu berkata apa apa, Nihal hanya menatap ke arah Ratan yang saat itu juga memperhatikannya dalam diam SINOPSIS VEERA episode 135 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top