Loading...

SINOPSIS VEERA episode 132 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 132 by. Sally Diandra Pagi itu Ranvi masih menelfon Nihal soal undangan ke pertemuan warga desa “Baiklah, nanti paman akan kesana, Ranvi” ujar Nihal, setelah selesai menelfon Ranvi sedikit penasaran dengan sikap ibunya yang dirasakannya agak menghindari Nihal “Ibu, apakah ibu sedang bertengkar dengan paman Nihal ?” tanya Ranvi penasaran “Tidak, ibu tidak sedang bertengkar dengan paman Nihal, ibu hanya harus menyelesaikan banyak pekerjaan dirumah jadi ibu tidak bisa bicara dengannnya” Ratan mencoba menutupi perasaannya yang sebenarnya yang sedikit enggan bertemu dengan Nihal karena mimpinya semalam tentang Nihal, tak lama kemudian Veera datang dan mereka berdua berangkat ke sekolah 

Sementara itu Nihal yang saat itu masih berjalan jalan di jalanan desa sedang merasa bimbang dan gelisah, Nihal bertanya tanya pada dirinya sendiri “Apakah keputusanku bekerja di ladang Ratan merupakan keputusan yang tepat atau tidak ? Karena aku tidak akan mungkin bisa untuk tidak menemuinya kalau aku bekerja dengannya tapi kalau aku pergi aku juga tidak mungkin akan bisa membantunya” bathin Nihal dalam hati, saat itu bibi Moti sedang dalam perjalanan menuju ke kuil untuk berdoa, dijalan bibi Moti melihat Nihal “Nihaaal !” bibi Moti segera menghampiri Nihal “Nihal, aku akan pergi ke kuil, kamu bisa mengatakan padaku apapun yang kamu inginkan, nanti akan aku sampaikan dalam doaku pada Tuhan” ujar bibi Moti “Tidak semua keinginan bisa terpenuhi dan kadang ada beberapa keinginan yang bahkan Tuhan sendiri tidak bisa memenuhinya” ujar Nihal sedih “Nihal, apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan karena kamu kelihatan sangat sedih sekali, ada apa Nihal ? Jika kamu mau membagi apa yang sedang menjadi masalahmu saat ini pada seseorang, maka paling tidak hal itu akan membuat perasaanmu sedikit membaik, Nihal” hibur bibi Moti, 

Nihal benar benar merasa khawatir dan ragu ragu mengangkat tasnya dimana terdapat kantung merah yang selalu dibawanya kemana mana, Nihal memegang kantung merah itu dan ragu ragu mengatakannya ke bibi Moti “Apakah bibi bisa mengerti aku ?”, “Aku rasa aku bisa mengerti kamu, ada apa ?” ketika Nihal hendak mengatakan sesuatu sambil hendak mengambil kantung merah itu, tiba tiba Ranvi memanggil mereka, Nihal pun urung mengatakannya, saat itu Ranvi sedang menaiki sepeda bareng Veera yang membonceng dibelakang “Ranvi, sepeda siapa ini ?” tanya bibi Moti heran “Ini sepeda temanku, bibi” kemudian Veera menyela “Bibi, kakak tidak mengijinkan aku mengendarai sepeda ini”, “Kenapa Ranvi ?” tanya Nihal “Aku hanya takut kalau nanti Veera jatuh dan terluka” ujar Ranvi, saat itu Veera mengajukan sebuah pertanyaan ke bibi Moti, bibi Moti langsung menghindar dengan mengatakan kalau dirinya terburu buru harus ke kuil 

“Ranvi, kamu harus tahu kalau hal ini sangat penting untuk Veera untuk belajar naik sepeda meskipun nanti Veera jatuh dan terluka, itu tidak apa apa karena kalau tidak maka selamanya Veera tidak akan bisa belajar naik sepeda, kamu mengerti ?”, “Iya, paman Nihal, nanti aku akan mengajari Veera naik sepeda” Veera langsung mendekat kearah Nihal dan memeluknya erat, tepat pada saat itu Kartar melintas tak jauh dari mereka dan melihat saat Veera memeluk Nihal, dalam pikiran Kartar “Nihal sangat cerdas, dengan menggunakan anak anak Ratan maka dia pikir dia bisa mendapatkan Ratan dengan mudah, dia pikir aku ini tolol apa ? dia pikir aku tidak mengetahui maksudnya ini ? dengan mendekati anak anak Ratan maka dia bisa lebih dekat dengan Ratan ?” bathin Kartar geram dalam hati 

Di pertemuan warga desa, Nihal datang dan meletakkan tasnya dipojok lalu ikut menghadiri pertemuan warga tersebut, Ratan sudah ada disana, keduanya saling memandang dengan perasaan canggung satu sama lain, kemudian Balwant berterima kasih pada Nihal karena telah mengundang temannya yang bernama Daljeet sehingga bisa membuka kedok Girdhari yang telah menipu mereka selama ini, Bakhtawar dan Kartar yang juga ada disana merasa tidak suka dengan hal ini, sementara Nihal malah merasa tidak enak mendapatkan penghargaan seperti ini, Balwant sebagai kepala desa memutuskan untuk memberikan tanda penghormatan pada Nihal atas usahanya ini dengan memberikannya sebuah sorban berwarna oranye di kepalanya, semua orang terlihat senang terutama Bansuri, ketika Balwant hendak menaruh sorban itu dikepala Nihal, tiba tiba Bansuri menyela “Kalian seharusnya mengikuti adat istiadat yang lama dimana seorang perempuan yang menaruh sorban dikepala seseorang yang diberi penghargaan sebagai rasa hormat pada orang tersebut” Balwant setuju dengan usulan istrinya ini “Kalau begitu nyonya Ratan lah yang berhak melakukan hal ini pada tuan Nihal” 

Bansuri kaget karena dikira dirinyalah yang akan mengenakan sorban itu di kepala Nihal, maka mereka bertiga Bansuri, Kartar dan Bakhtawar semakin tidak suka dengan hal ini namun seluruh warga desa mendukung Ratan untuk melakukannya meskipun Ratan nampak ragu ragu dan canggung karena harus berhadapan dengan Nihal, akhirnya Ratan menyerah dengan permintaan seluruh warga desa, Ratan memakaikan sorban itu di kepala Nihal, namun Nihal juga canggung, akhirnya Nihal menundukkan kepalanya ketika Ratan bergerak maju mundur hendak mengenakan sorban itu, semua orang tersenyum senang dan bertepuk tangan setelah Ratan selesai mengenakan sorban di kepala Nihal, Ratan dan Nihal saling canggung satu sama lain Kemudian Balwant mengundang Bakhtawar dan juga memberinya hadiah karena berhasil menjadi juara kedua di pertandingan balap kuda kemarin di Shere Punjab, Balwant menyuruh istrinya, Bansuri untuk mengenakan sorban di kepala Bakhtawar, akhirnya Bansuri melakukannya dengan setengah hati karena sebenarnya maksud Bansuri, dirinyalah yang mengenakan di kepala Nihal 

Sementara itu di sekolah, guru sedang mengajari anak anak tentang apa itu perbatasan, Ranvi segera menyela “Aku sudah pernah melihatnya, ada banyak prajurit disana” namun sang guru langsung menghentikan obrolan Ranvi dengan temannya dan berkata “Ranvi, kami semua sudah tahu apa yang terjadi padamu kemarin tapi kali ini seharusnya kamu tidak mengganggu kelas dengan ceritamu itu” ujar guru, namun Ranvi tetap menceritakan tentang pengalamannya di perbatasan itu pada dua anak laki laki yang duduk didepannya yang terlihat sangat terkesan dengan cerita Ranvi, akhirnya pak guru langsung memarahi mereka bertiga yang selalu ngobrol dikelas, Ranvi merasa sedih 

Pada saat yang bersamaan Ratan pulang kerumah dan teringat akan mimpinya tentang Nihal, juga ketika dirinya mengenakan sorban di kepala Nihal, Ratan benar benar merasa bersalah pada Sampooran, Ratan segera membasuh mukanya berulang kali, kemudian di lihatnya kerudungnya masih berkibar di udara, Ratan segera mengatupkan tangannya di depan dada dan meminta maaf pada Sampooran atas apa yang telah dialaminya SINOPSIS VEERA episode 133 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top