SINOPSIS MOHABBATEIN episode 684 by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 684 by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 684 by. Sally Diandra Ishita sedang mencari cari kunci mobilnya, saat itu Shagun datang dan berkata “Maafkan aku, Ishita ,,, karena aku datang dalam keadaan seperti ini, aku hanya mengkhawatirkan Pallavi saja, ini bisa jadi anaknya Pallavi dan Amar tapi Amar tidak tahu tentang hal ini” tiba tiba mereka mendengar Rohit menangis dengan keras, Shagun dan Ishita bergegas berlari ke dalam apartemen untuk melihat ada apa gerangan, saat itu nyonya Bhalla, Mihika dan Amma menghentikan Sarika “Aku mengambil kunci mobil kak Ishita karena ini sangat penting !”, “Aku telah memberitahu polisi tentang mobilmu” ujar Mihika sambil memberitahu tentang peraturannya 

“Kenapa kamu selalu mengejar ngejar aku ? Kamu selalu berada disekitar Romi dan Rohit”, “Iya memang aku mengejar Romi dan Rohit, kenapa kamu jadi peduli ? Kamu tidak pernah menganggap Romi sebagai suamimu kan ?” Sarika langsung menghina Mihika “Romi adalah suamiku !”, “Benarkah ? Kalau begitu kamu seharusnya tidak memperlakukan keluarga Bhalla seperti ini dan mendukung Ashok, Romi adalah teman sejatiku, aku tidak akan memanfaatkan dirinya seperti yang kamu lakukan saat ini !” balas Mihika sambil memarahi Sarika “Coba pikir, kamu bilang kalau Romi itu tidak berguna dan kamu juga tidak menghargainya !” Sarika langsung berteriak dan menyuruh mereka untuk duduk dan ngerumpi tentang dirinya, kemudian Sarika berlalu dari sana dengan perasaan kesal, nyonya Bhalla, Amma, Romi yang juga ada disana dan Mihika tersenyum senang 

Nyonya Bhalla dan Romi akhirnya pulang kerumah, Neelu memberitahu mereka kalau Rohit jatuh dari tempat tidur dan terluka, Ishita telah membawanya ke rumah sakit, mereka bergegas pergi ke rumah sakit, sesampainya disana, mereka segera bertanya tentang Rohit pada Ishita “Rohit tadi jatuh, ada vas bunga yang pecah dan Rohit jatuh menimpanya, ditubuhnya ada banyak luka, Romi dan nyonya Bhalla sangat marah pada Sarika dan diri mereka sendiri karena membiarkan Rohit di jaga Sarika, dokter kemudian keluar dan meminta donor darah dari orang tua kandung Rohit “Tapi dia itu kami adopsi, dokter”, “Ooh kalau begitu aku akan mencoba bicara dengan PMI” dokter kemudian berlalu dari sana, Ishita juga pergi, Shagun hanya menatap kepergian Ishita 

Ishita kemudian menemui Pallavi dirumahnya dan memintanya untuk ikut dengannya “Hentikan, Ishita ! Aku tidak mau ikut denganmu ! Aku tidak akan pergi tanpa minta ijin dulu dari Amar”, “Saat ini Rohit sedang ada dirumah sakit, Pallavi” Pallavi kaget “Aku sudah tahu semuanya tentang Rohit yang sebenarnya adalah anakmu, perawat yang kamu suruh untuk mengobati Rohit dirumah telah mengatakan semuanya ke Shagun, tapi aku janji hal ini hanya akan diantara kita saja kalau kamu mau bekerja sama dengan kami, saat ini nyawa Rohit sedang dalam bahaya, lukanya cukup parah, dia memiliki golongan darah yang langka, aku rasa mungkin akan cocok dengan darahmu, jadi ikutlah denganku” akhirnya Pallavi setuju, 

Tak lama kemudian Pallavi mendonorkan darahnya untuk Rohit, Pallavi meminta Ishita dan Shagun untuk tidak memberitahu semua orang kalau dia adalah ibu kandungnya Rohit “Baiklah, aku hanya ingin bertanya tentang Rohit, dia itu bukan anakmu dan tuan Chadda kan ? Lalu ,,,” Pallavi langsung menyela “Dulu aku mencintai seseorang sebelum menikah dengan Chadda tapi kemudian dia meninggal dan aku baru tahu kalau aku hamil, orang tuaku kemudian menikahkan aku dengan Amar, setelah menikah Amar lalu pergi ke London dan aku kembali kerumah orang tuaku kemudian aku melahirkan Rohit dan mengirimnya ke panti asuhan, aku sudah bilang pada manager panti asuhan itu untuk tidak mengatakan pada siapapun kalau aku adalah ibu kandungnya Rohit, aku tidak tahu kenapa kamu datang diantara kami dan ingin mencari ibu kandungnya Rohit” Ishita dan Shagun hanya terdiam 

“Kemudian aku menyerang kamu, maafkan aku, Ishita ,,, aku mengira kamu akan mengatakan pada semua orang, kalau Amar tahu tentang hal ini, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan nanti, dia pasti tidak akan pernah bisa menerima kenyataan ini, ketika aku tahu kamu dan Raman akan mengadopsi Rohit, aku sangat senang karena Rohit akhirnya akan mendapatkan orang tua angkat yang baik dan juga sebuah keluarga” Pallavi nampak terharu 

“Aku minta padamu lagi, Ishita ,,, tolong jangan katakan pada Amar kalau aku adalah ibu kandung Rohit” Shagun menyela “Kami tidak akan mengatakan pada siapapun”, “Percayalah pada kami, aku tahu kalau kamu ketakutan tapi kami ingin bertanya tentang kamu dan suamimu” Pallavi langsung menyela ucapan Ishita “Aku sudah hampir terlambat, aku tidak tahu apa yang akan Amar lakukan ketika dia tahu kalau aku tidak berada dirumah, aku harus pulang” 

Pallavi langsung beralih sambil membuka tirai dan betapa terkejutnya mereka ketika dilihatnya Chadda, suami Pallavi sudah ada disana, Ishita langsung menyela “Sebenarnya aku yang memanggil Pallavi kemari” Chadda memberikan kode ke Ishita untuk berhenti bicara “Tidak sekarang, nyonya Ishita ,,, ini adalah masalah pribadi kami, lagipula ibu kandung Rohit juga ada disini, selamat proses aadopsinya bisa dimulai, tapi hal itu tergantung pada pengadilan sekarang, dan aku meminta padamu untuk menjauh dari permasalahanku dan keluargaku, ayooo kita pulang, Pallavi” Pallavi dan Chadda langsung pergi dari sana, Ishita merasa cemas “Dia bisa berbuat apa saja pada Pallavi”, “Kita berharap saja, dia tidak melakukan apapun, Ishita ,,, berfikirlah yang positif” sela Shagun “Iyaa aku berharap tidak terjadi sesuatu pada Pallavi” ujar Ishita cemas 

Pathak sedang ngobrol dengan Bala dan Vandu “Bala, aku tidak tahu bagaimana caranya menyelamatkan Vandu”, “Kenapa pihak kampus malah memaksa Vandu untuk mengundurkan diri” Bala merasa heran “Omong kosong apa ini ? Itu adalah kesalahannya mahasiswa itu sendiri”, “Kita telah melihat laporan hasil test darahnya, anak itu mengkonsumsi narkoba” Pathak menyela ucapan Bala 

“Ibu kandungnya sangat kaya dan telah meminta bantuan pada pengacara terbaik”, “Baiklah, tapi kita ini punya bukti, kenapa kita harus takut ?” Bala semakin heran dengan sikap Pathak “Kita memang memerlukan itu, tapi pengacara seperti dia kadang membuat sbuah bukti palsu, aku takut kita akan ,,, tapi aku akan datang lagi kesini besok, semuanya akan baik baik saja” Pathak kemudian berlalu dari sana, Bala lalu meminta Vandu untuk tidak perlu khawatir 

Chadda sedang minum winenya sambil teringat pada ucapan Pallavi, Pallavi jadi gelisah dan tegang melihat kondisi Chadda, Pallavi kemudian meminta maaf pada suaminya dan memintanya untuk meninggalkannya “Diam kamu ! Kenapa kamu tidak bilang kalau Rohit itu adalah anakmu ! Aku pasti akan menerimanya dirumah ini dan tidak akan membiarkan siapapun mengadopsinya ! Dia itu anakku juga !” Pallavi kaget 

“Aku ini juga manusia, Pallavi ,,, bukan iblis, pikirkan tentang Rohit, aku benar benar minta maaf”, “Amar, kamu tidak marah padaku ?” tanya Pallavi hati hati “Aku seharusnya meminta maaf padamu, aku telah menyakiti kamu dan kamu menerima ini semua, aku minta maaf, kita tidak akan pernah menyembunyikan hal ini lagi mulai dari sekarang, aku sangat mencintaimu, Pallavi” Chadda lalu memeluknya “Aku ini suamimu, aku pasti akan menjagamu” Pallavi tersenyum “Aku akan benar benar akan menjaga kamu, Pallavi ,,, aku mencintai kamu”, “Aku juga mencintaimu, Ammar” Ammar tersenyum 

Keesokan harinya, Raman dan Ishita sedang ngobrol berdua, Raman meminta Ishita untuk bicara dengan Pallavi, Ishita kemudian ngobrol dengan Pallavi “Bagaimana keadaan kamu, Pallavi ?”, “Aku baik aik saja, aku bahkan sangat bahagia, Ishita” Raman dan Ishita tertegun, Raman lalu pergi, Pallavi memberitahu Ishita kalau Amar membatalkan meetingnya dan menyuruh semua pelayan pergi 

“Dia bilang kalau dirinya akan membuatkan makanan untukku, ini semua karena kamu, Ishita” ujar Pallavi senang “Kalau begitu nikmatilah hari ini, Pallavi ,,, lalu kita akan mengadakan pesta nanti” Ishita kemudian menutup telfonnya dan bergumam pada dirinya sendiri “Waaah ,,, dia terdengar sangat bahagia sekali untuk pertama kalinya, terima kasih ya Dewa” gumam Ishita, 

Tak lama kemudian Ishita datang ke klinik dan saat itu Ishita mendapat telfon Shagun “Semuanya baik baik saja, Shagun ,,, antara Pallavi dan Amar, dia bilang padaku kalau Amar akan menghabiskan waktunya bersamanya, Amar bahkan menyuruh semua pelayannya pergi juga”, “Apa ?” Shagun kaget “Aku ragu ragu, Ishita ,,, dulu ketika aku bekerja di LSM, disana terdapat begitu banyak kasus seperti ini, sang suami seolah olah menunjukkan perasaan cintanya pada istrinya tapi sebenarnya hal itu dimanfaatkannya untuk memukul istri mereka” Ishita tertegun SINOPSIS MOHABBATEIN episode 685 by. Sally Diandra

Bagikan :