Loading...

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1033 “SUHAIL MENJADI TERSANGKA” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1033 “SUHAIL MENJADI TERSANGKA” by. Sally Diandra Ruhi mengambil makanan di sebuah piring untuk dirinya sendiri, kemudian berlalu dari sana, Mihika menyela “Ruhi, kamu mau kemana ?”, “Hari ini aku akan sarapan pagi dikamarku sendiri”, “Aku juga tidak suka berada disini” Raman juga berlalu dari sana, nyonya Bhalla mencoba menghibur Ishita “Aku memanggilmu bukan untuk bertanya apapun, tidak apa apa kalau kamu tidak ingin mengatakan apa apa padaku, aku tahu kalau kamu pasti akan bilang padaku kalau kamu merasa waktunya sudah tepat, seluruh keluarga juga tahu kalau ada sebuah masalah, kami semua selalu bersamamu, kami mempercayai kamu melebihi Raman” ujar nyonya Bhalla

“Terima kasih, ibu ,,, memang ada sebuah masalah, tapi aku belum bisa mengatakannya padamu saat ini, aku hanya ingin memberitahu satu hal tentang Pihu” sahut Ishita “Dia hanya kena demam”, “Tidak, ibu ,,, dia itu menggigil dalam ketakutakan, dia tidak membiarkan aku pergi dan dia membasahi kasurnya setiap saat, Pihu tidak pernah melakukan hal ini, ada sesuatu dalam pikirannya” ujar Ishita cemas “Kamu harus membawanya ke psikolog, Ishita ,,, lupakan soal kekhawatiranmu tentang Raman” sahut nyonya Bhalla 

Simmi sedang menemui Parmeet disebuah cafe “Kenapa kamu memanggilku untuk ketemu disini ?”, “Ananya menelfonku dan bilang kalau akhir akhir ini kamu selalu gelisah dan tegang, aku berjanji padanya kalau aku akan bertanya padamu, ada masalah apa, itulah kenapa aku memanggil kamu” sahut Parmeet “Tidak ada apa apa, aku hanya tegang mikirin pekerjaan, lagian tidak ada yang bisa kamu bantu”, “Kamu telah merawat aku ketika aku sakit, aku tidak bisa melupakannya, aku bisa melakukan apapun untuk Ananya, aku ingin memberikan kehidupan yang sempurna padanya” ujar Parmeet lagi 


“Maksudmu aku tidak bisa memberikan kehidupan yang sempurna padanya ?”, “Tidak ! Aku hanya bilang, kamu telah memberikan kasih sayang seorang ayah dan ibu, aku hanya ingin bilang, kalau kedua orangtuanya bisa memberikan kasih sayang yang lengkap, maka ,,,” Simmi langsung menyela ucapan Parmeet “Tidak ! Maksudku hal ini tidak bisa terjadi, kamu adalah ayahnya Ananya tapi bukan suamiku, aku tidak pernah percaya padamu lagi, aku sudah terlambat untuk meeting aku harus pergi” Simmi segera pergi meninggalkan Parmeet 

Ishita sedang bicara dengan psikolog yang mengurusi Pihu, psikolog itu menunjukkan sebuah gambar yang dibuat oleh Pihu, Ishita melihat gambar seorang laki laki yang menggunakan topeng dan berwarna merah “Gambarnya ini sangat mengganggu, ada sesuatu dalam pikirannya”, “Aku tidak tahu apa yang terjadi, waktu di kemah dia biasa saja” sahut Ishita “Mungkin dia melihat sesuatu setelah itu, kamu harus bisa memenangkan kepercayaan dirinya, kamu bisa melibatkannya dalam sebuah percakapan dan mencari tahu apa yang sedang ada dalam pikirannya ? Kami akan mencobanya dengan terapi kesenian, mungkin hal itu akan berhasil” Ishita mengangguk 

“Baiklah, aku akan membawanya kesini, tapi apa kamu tahu tentang dokter Vikram Behl ?”, “Iyaa, dia itu seorang psikiater yang bagus tapi dia telah meninggalkan prakteknya” ujar psikolog itu “Kenapa ? Apakah karena penyakit Alzheimernya ?”, “Tidak, waktu itu anaknya meninggal sebelum waktunya” Ishita kaget sambil teringat ucapan Suhail “Terima kasih atas informasinya” Ishita segera berlalu dari sana 

Ishita sedang ngobrol dengan Raman “Kenapa aku harus percaya dengan hal ini ?”, “Ini memang sedikit membingungkan, Suhail telah menceritakan cerita yang salah pada kita, dokter Vikram Behl yang asli meninggalkan pekerjaannya karena kematian anaknya, sedangkan Suhail masih hidup” sahut Ishita “Sudah hentikan, Ishita ! Aku tidak ingin mendengar apa apa lagi yang menentang dirinya ! Dia itu temannya Ruhi dan mengatur pertunjukkannya, jadi hentikan sekarang ! Suhail itu tidak bersalah, dia itu orang yang baik” Ruhi mendengar pembicaraan mereka berdua dan berlalu dari sana, 

Raman lalu menutup pintu kamarnya “Baiklah, tidak usah percaya padaku, aku akan melakukan sesuatu yang penting untuk melindungi putriku !”, “Dengarkan aku, dia itu putriku juga, aku akan bersamamu, aku juga merasa kalau Suhail itu berbohong” Ishita kaget “Apa ? Kamu baru saja bilang ,,,” Raman lalu menyela “Tadi Ruhi mendengarkan pembicaraan kita, dia pasti akan tambah kesal dan marah, salah satu dari kita harus bisa memenangkan hatinya, dia itu belum siap untuk mempercayai kalau Suhail itu buruk, aku memang tidak percaya sama kamu sebelumnya tapi sekarang aku yakin kalau kamu benar”, 

“Bagaimana caranya kamu bisa merasa yakin ?” tanya Ishita heran “Apapun yang kamu bilang, apapun yang terjadi, Suhail itu faktor yang biasa, itu bisa saja terjadi secara kebetulan, aku memang tidak suka kalau dia bertemu dengan Ruhi, dia memberikan bantuan ke kita agar kita ini percaya kalau dia itu orang yang baik, waktu Ruhi pergi menemui dirinya, aku ikut pergi bersama Ruhi” sahut Raman, 

Raman teringat ketika Ruhi berkata “Ayah, aku akan pergi menemui Suhail, dia sedang terluka, aku harus pergi dan minta maaf padanya”, “Iyaa, kamu ini benar, kamu ini seharusnya minta maaf padanya, kalau kamu tidak keberatan, bolehkah ayah ikut denganmu untuk minta maaf ?” Ruhi setuju dengan permintaan Raman, 

Saat itu di apartemen Suhail, Suhail sedang menelfon seseorang dan berteriak pada orang itu untuk memperbaiki AC- nya, Raman dan Ruhi datang menemuinya “Banyak hal yang terjadi kemarin, maafkan aku”, “Kami ingin meminta maaf, aku tidak tahu kenapa Ishita melakukan ini semua, aku tidak bisa lupa bagaimana kamu telah membantu kami, maafkan kami” ujar Raman “Tidak, tuan Raman ,,, anda yang lebih tua, jangan minta maaf, aku tidak ingin melukai Ruhi, aku hanya ingin menyelamatkan Ruhi dari orang itu, jika aku menjadi orang itu, bagaimana perasaanku, jangan minta maaf”, “Terima kasih, Suhail” Raman kemudian memeluk Suhail 

“Apakah kamu benar benar memaafkan kami ?” Raman segera memegang tangannya Suhail dan melihat ada warna dilengan dan kerahnya “Tidak apa apa, tuan” saat itu salah satu OB memberitahu mereka kalau tukang listriknya sudah datang “Kalau begitu kami harus pergi sekarang” ujar Raman, Raman dan Ruhi lalu pergi dari sana “Ayah, Suhail itu sangat manis kan ? Dengan mudahnya dia mau memaafkan kita, dia itu memang sangat baik”, “Karena kamu dengan tulus meminta maaf padanya” sahut Raman 

“Apa ini, ayah ? Bagaimana bisa ada foundation di tanganmu, biasanya para perempuan menggunakan ini untuk menutupi bekas di wajahnya” ujar Ruhi, Raman jadi teringat ketika dia memegang tangan kiri Suhail “Aku tidak tahu, Ruhi ,,, sudahlah lupakan saja, ayooo kita pulang” ajak Raman 

Raman lalu menunjukkan lengan bajunya ke Ishita “Itulah mengapa aku merasa kalau Suhail itu telah berbohong, dia membalurkan foundation itu untuk menyembunyikan tattoonya, kita harus menyelamatkan Ruhi darinya”, “Benar, Raman ,,, Suhail ada disana ketika Simmi memanggil pembuat tattoo itu, lalu keesokan harinya orang itu menghilang” Raman teringat ketika pembuat tattoo itu menghilang 

“Mungkin saja Suhail yang melakukan ini semua”, “Putri kita itu seperti orang murahan saja, dia tidak percaya pada kita dan malah menjauh dari kita, Suhail itu sahabat baiknya, dia terlalu percaya buta padanya, kita harus menyelamatkan putri kita, Ishita ,,, kalau kamu menentangnya, aku harus membuatnya percaya kalau aku selalu bersama Suhail” Ishita merasa cemas “Aku takut, Raman” Raman langsung memeluk Ishita 

“Suhail itu benar benar sangat jahat, Ruhi dalam bahaya, Raman”, “Tidak akan terjadi apa apa padanya, aku tidak akan membiarkan Suhail” hibur Raman “Raman, kamu harus bisa mengendalikan kemarahanmu, ini masalah yang berbahaya, kita harus melibatkan polisi, ini kasus video porno”, “Iyaa, Abhishek sudah kembali, kita akan memberitahu semuanya padanya, aku yakin dia akan menemukan jalan keluarnya” ujar Raman 

Simmi sedang menemui Gaurav di sebuah cafe “Apa yang kamu pikirkan ? Apakah kamu mau menikah denganku ?”, “Tidak” sahut Simmi mantap “Tidak ? Bukankah kamu ingin ada seseorang yang menemanimu ? Kita berdua sama sama membutuhkan seseorang”, “Gaurav, kalau aku bercerai, itu bukan berarti aku ingin menikah lagi, aku ini orang yang mandiri dan bahagia bersama Ananya, aku belum siap untuk menikah lagi, Ananya adalah hidupku, aku sudah menjauhkannya dari ayahnya, cinta mungkin tidak penting buat kamu tapi buatku itu penting, persahabatan itu bukan kebutuhan sosial, keluargaku menyayangi aku, hanya cinta yang bisa mengisi kesepian dalam hidupku, laki laki yang mencintai aku dan putriku yang akan menjadi pasanganku” Simmi kemudian berlalu dari sana meninggalkan Gaurav yang hanya diam termangu 

Raman dan Ishita akhirnya bisa bertemu dengan Abhishek “Kita tidak bisa menahan Suhail hanya dengan dasar kecurigaan semata, supir taksi dan pembuat tattoo semuanya menghilang, apakah ada permusuhan antara Suhail dengan Ruhi ? Ishita, Raman ,,, coba kalian pikirkan ada hubungan apa antara keluarga kalian dengan Suhail ? Link yang hilang ini bisa menghubungkan kita”, “Ashok adalah musuh bebuyutanku, tapi saat ini dia tidak sedang ada dinegara ini” Ishita langsung menyela ucapan Raman “Kita punya satu musuh lagi yaitu Niddhi !” ujar Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1034 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top