SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1026 “MENGHILANGNYA SI PEMBUAT TATTOO” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1026 “MENGHILANGNYA SI PEMBUAT TATTOO” by. Sally Diandra Ruhi menyelamatkan Raman dari hukuman keluarganya yang memintanya menjadi murga (ayam), akhirnya seluruh keluarganya menghukum Raman untuk menari “Ayah harus menari bareng aku dulu” pinta Ruhi, Ruhi dan Raman lalu menari dengan lagu High Heels, kemudian yang lainnya ikut menari bergabung bersama mereka, ketika semua orang sedang asyik menari, Simmi menyuruh Neelu untuk memanggil si pembuat tattoo, setelah orang itu datang, 

Simmi mulai melihat lihat desain tattoonya, Simmi merasa bingung, Raman lalu mencoba membantunya, ketika Raman sedang melihat lihat desain tattoo itu, Raman kaget begitu melihat salah satu desain yang ada disana, karena tattoo itu sama dengan tattoo yang dia lihat ditangan orang yang membuat video porno Ruhi, Raman segera menanyakan hal itu ke si pembuat tattoo “Iyaa aku membuatnya untuk sebuah keluarga, pembuatan tattoo semacam ini menjadi sebuah tradisi di keluarga tersebut” sahut si pembuat tattoo, 

Raman langsung penasaran dan ingin tahu tentang keluarga tersebut “Datanya ada ditokoku tapi tokoku ada disebuah mall dan saat ini sudah tutup” Raman jadi semakin penasaran, saat itu seluruh keluarga menghampiri mereka, Raman berusaha untuk tenang dan berkata kalau teman lamanya memiliki tattoo yang sama seperti itu, kemudian Raman berlalu dari sana “Baiklah, aku akan menelfon kamu lagi nanti” ujar Simmi ke si pembuat tattoo, pesta malam tahun baru itupun akhirnya selesai sudah, sementara Ruhi jadi bertanya tanya dengan sikap ayahnya “Ada apa dengan ayah ?” 

Keesokan harinya, si pembuat tattoo menelfon Raman, rupanya dia ingin memberikan sebuah informasi ke Raman, namun tak lama kemudian si pembuat tattoo diserang oleh seseorang, Raman jadi tidak berdaya dan berusaha menghubungi orang itu lagi, Raman bergegas menuju ke toko si pembuat tattoo, sementara itu Mani sedang memikirkan untuk memulai hidup baru dengan Shagun, Mani ingin memberikan sebuah kejutan untuk Shagun, Mani segera menyingkirkan botol alkohol dan Mani baru tahu kalau isi botol itu bukan alkohol tapi jus, itu artinya semalam Shagun telah bersandiwara, 

Saat itu Shagun menghampirinya, Mani langsung memarahinya dan menyuruhnya menjauh darinya “Aku ini memang benar benar tolol dengan berfikir kalau kamu pasti bisa berubah”, “Mani, aku benar benar ingin bersamamu, aku ingin kamu memberikan aku kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan kita” Shagun berusaha meyakinkan Mani “Aku tidak percaya sama kamu” Mani tetap bersikeras dengan pendiriannya tentang Shagun, kemudian Mani meninggalkan Shagun, Shagun lalu berbalik dan dilihatnya Adi dan Aaliya sedang berdiri disana memperhatikan dirinya 

Ruhi tanya ke Raman apakah si pembuat tattoo telah menghubunginya “Ayah sudah mencoba untuk menghubunginya, tapi ponsel pembuat tattoo itu tidak aktif, jadi ayah mau pergi ke tokonya sekarang”, “Aku ikut, ayah ,,, karena aku juga masih khawatir karena video itu belum ditemukan” sahut Ruhil, 

Sementara itu Adi memberitahu Aaliya kalau Shagun tidak akan pernah berubah “Bagaimana bisa orang begitu egois seperti itu ?”, “Tapi aku lihat, ibu Shagun benar benar mencintai ayahku dan itu bukan egois kalau dia ingin kembali dalam kehidupan ayahku” Aaliya rupanya membela Shagun “Apakah ibu Shagun lupa sama paman Mani ketika dia mencoba pergi dengan paman Vidyut ?”, “Adi, ibu Shagun memang telah membuat sebuah kesalahan, kita seharusnya memberikan kesempatan kedua padanya” Adi langsung menyela 

“Sudah banyak kesempatan yang diberikan pada ibu Shagun, tapi tetap saja dia tidak mau berubah”, “Adi seharusnya kamu tidak berkata seperti itu, karena bagaimanapun juga ibu Shagun adalah ibumu” Adi kembali menimpali ucapan Aaliya “Itulah mengapa aku berkata demikian, karena aku sangat mengenal ibuku dengan baik, sudahlah aku tidak ingin membahas soal itu lagi” Adi kemudian berlalu dari sana “Bagaimana caranya membuat Adi mengerti ?” gumam Aaliya sedih 

Raman dan Ruhi akhirnya sampai juga ditoko si pembuat tattoo, salah seorang yang bertemu dengan mereka berkata “Biasanya kalau jam jam segini, dia itu ada disini tapi hari ini dia tidak ada disini, tapi anehnya tokonya terbuka, tapi dia tidak ada” ujar orang itu “Apakah kamu tahu buku dimana dia menyimpan semua informasi tentang konsumennya ?” orang yang lain menyela ucapan Raman “Buku itu menghilang, mungkin si pembuat tattoo itu yang membawanya” Ruhi jadi semakin bertanya tanya “Apakah si pemeras itu ada hubungannya dengan ini semua ? Bagaimana caranya bilang ke ayah ? Tidak ! Aku tidak bisa bilang ke ayah” bathin Ruhi cemas, 

Raman bisa melihat kecemasan diwajah Ruhi “Ruhi, jangan khawatir” hibur Raman, Ruhi merasa ada sesuatu yang tidak beres yang akan terjadi, Raman lalu mencoba menelfon Ishita, akhirnya bisa tersambung dengan ponsel Ishita, Raman memberitahu Ishita tentang acara pesta malam tahun baru semalam dan merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres yang sedang terjadi “Pulanglah segera kerumah, Ishita”, “Baiklah, jaga diri baik baik, Raman” sahut Ishita cemas 

Ruhi merasa yakin kalau si pemeras ada dibalik menghilangnya si pembuat tattoo “Uang sejumlah 30 lakhs itu sangat banyak, aku harus melakukan sesuatu yang cepat” bathin Ruhi, saat itu Neelu menghampiri Ruhi dan berkata “Ruhi, aku mau ke pasar dulu, aku akan pulang cepat, dirumah nggak ada siapa siapa, semua orang sudah pergi”, “Jadi aku sendirian dirumah ? Ya sudah nggak papa” Neelu kemudian pergi meninggalkan Ruhi, 

Ruhi bergumam pada dirinya sendiri “Ini adalah waktu yang tepat” Ruhi buru buru mencuri semua perhiasan yang ada dirumahnya “Maafkan aku, ibu Ishi ,,, aku tahu apa yang aku lakukan ini salah, tapi aku tidak punya pilihan lainnya, si pemeras itu sangat berbahaya dan aku tidak bisa melibatkan ibu Ishi dan ayah dalam resiko ini, hanya ini satu satunya cara” gumam Ruhi, 

Tak lama kemudian Ruhi mendatangi Suhail dan memberitahunya untuk memberikan semua perhiasan itu ke si pemeras karena Ruhi sudah tidak sabar lagi “Aku tidak bisa melihat ayah dan ibuku dalam bahaya, mereka memang tidak menunjukkannya, tapi aku tahu kalau mereka itu ketakutan dan cemas” Suhail berusaha untuk menenangkan Ruhi tapi Ruhi terus menerus bicara “Suhail, kita harus menemui pemeras itu dan berikan semua perhiasan ini padanya” Ruhi mulai kehilangan akal sehatnya, Suhail langsung menampar pipinya dengan keras SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1027 by. Sally Diandra

Bagikan :