SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1023 “PETUNJUK DARI CCTV” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1023 “PETUNJUK DARI CCTV” by. Sally Diandra Ruhi sangat marah sama Amma “Lelucon seperti itu yang membuat video gadis itu, nenek tidak tahu apa yang dialami oleh gadis itu” Raman dan Ishita semakin khawatir dan berusaha menenangkan Ruhi “Ruhi, kamu jangan terlalu setres memikirkan konser itu, jangan terganggu dengan hal hal yang kecil seperti ini”, “Iyaa, Ruhi ,,, ayah selalu bersamamu” Raman kemudian menjelaskan pada yang lain kalau Ruhi sedang ada masalah dengan manajernya karena Suhail juga masih muda, jadi wajar saja kalau lagi “Aku bisa lihat itu, aku rasa makanan itu seharusnya yang sehat, ayooo ikut denganku” ajak Gaurav 

Raman dan Ishita bertanya ke Ruhi “Ruhi, ada masalah apa ? Apakah ada sesuatu yang terjadi lagi ?”, “Aku tidak bisa bilang sama kalian tentang telfon si pemeras itu yang meminta uang 30 lakhs, Suhail dan aku akan menemuinya dan memberikan uangnya pada orang itu” bathin Ruhi, Ruhi mencoba mencari cari alasan “Ayah selalu bersamamu, tidak usah khawatir, kita akan mendapatkan video itu”, “Kami sudah memutuskan kalau nggak ada seorangpun dirumah ini yang tahu” sela Ishita “Iyaa, terima kasih ayah, ayah sudah datang tepat waktu”, “Kamu sudah punya ponsel baru kan ? Dan pemerasnya sudah tertangkap, jadi tidak usah cemas” hibur Raman, 

Saat itu Shagun menelfon Ishita “Ishita, Lina sudah mengirimkan rekaman CCTV - nya, kamu dan Raman tadi pulang terlalu cepat”, “Waaah hebat itu ! Kami akan segera datang” Ishita kemudian memberitahu Raman kalau rekaman CCTV - nya sudah datang “Kita harus pergi kesana”, “Apa aku boleh ikut ?” Ruhi menyela ucapan Ishita “Jangan, kami hanya ingin melihatnya saja, biar kami saja yang mengurusinya”, “Iyaa, Ruhi ,,, lebih baik kamu dirumah saja, kamu bisa membantu paman dan bibimu dalam menyiapkan pesta tahun baru nanti” ujar Ishita, sedangkan Raman langsung memberitahu Abhishek tentang rekaman CCTV tersebut, kemudian Raman dan Ishita pun pergi 

Simmi tidak menyukai makanan yang dipesan oleh Gaurav “Ayoo makanlah, makanannnya enak” Simmi berkata pada dirinya sendiri “Bagaimana bisa aku makan makanan vegetarian seperti ini ?” bathin Simmi, Gaurav memberitahu manager restauran kalau makanan itu adalah makanan terenak yang pernah dia makan “Kamu seharusnya membuka kerja sama baru di tempat yang lain lagi” Simmi merasa heran mendengar ucapan Gaurav “Apa yang dia katakan ?” bathin Simmi heran 

“Nyonya, anda bisa mencoba pilihan jus kami yang baru”, “Ooo tidak, terima kasih ,,, satu saja sudah cukup” sahut Simmi “Aku sudah bilang sama kamu kan, Simmi ,,, makanannya disini sangat enak dan sehat” Simmi bergumam pada dirinya sendiri “Aku berharap aku bisa melemparkan makanan ini ke wajahmu” Gaurav langsung menyela “Apa kamu mengatakan sesuatu ?”, “Oooh tidak, makanannya enak” sahut Simmi sambil berharap acara makan siang itu segera berakhir 

Raman dan Ishita akhirnya sampai dirumah Shagun “Filenya sangat besar” sahut Shagun “Aku sedang mendownloadnya, nah ini dia” mereka bertiga lalu melihat rekaman CCTV itu, mereka melihat tehnisi pemanas itu masuk kedalam kamar mandi, dia menaruh sebuah meja didekat pintu kamar mandi dan melihat ke dalam kamar mandi melalui jendela, tehnisi itu sedang mereka Ruhi yang sedang mandi, Raman, Ishita, Abhishek dan Shagun sangat marah “Dia mendapat kesempatan untuk membuat video ini begitu tahu kalau nggak ada seorangpun dirumah” ujar Shagun marah “Coba perhatikan dia, tujuannya memang membuat video Ruhi”, “Siapa yang bisa melakukan hal ini ?” 

Ishita menyela ucapan Abhishek “Hanya ada pembantu yang ada disana”, “Kami akan mengirimkan rekaman CCTV ini pada orang lebih ahli dan meminta bantuan pembantu itu” Ishita kembali menyela ucapan Abhishek “Coba tunjukkan tattoo di lengan orang itu”, “Tattonya sungguh aneh” sahut Raman, Abhishek kemudian memasukkan rekaman CCTV itu ke flashdisk “Telfon saja aku, kalau kamu butuh bantuan”, “Tapi siapa yang bisa berbuat seperti itu ?” Ishita menyela ucapan Shagun “Dia itu sangat pintar dan menutupi wajahnya” ujar Raman 

Simmi akhirnya pulang kerumah dan melihat ada paratha di meja makan, Simmi merasa sangat lapar dan langsung duduk untuk makan paratha itu, saat itu Mihika dan Aaliya datang melihat Simmi yang kelaparan “Aku tidak makan siang tadi” Simmi memberi alasan kenapa dirinya kelaparan “Bukannya tadi kamu pergi makan siang sama Gaurav ?” tanya Mihika heran “Dia mengajakku ke restauran yang menyediakan makanan yang sehat, makanan vegetarian, aku tidak suka dengan makanan itu tapi aku harus makan salad yang dipesannya dan bilang padanya kalau makanan itu enak”, “Dia pasti akan mengajakmu ke tempat yang sama lagi, Simmi” sahut Mihika lagi 

“Lain kali aku akan buat alasan atau membawa paratha buatan rumah” saat itu Romi dan Adi pulang dari berbelanja “Kenapa kalian semua kelihatannya sangat letih ? Dimana Ruhi ?” Adi juga bertanya yang sama seperti Romi, Mihika jadi merasa gelisah memikirkan konsernya Ruhi “Sikap Ruhi memang agak aneh selama beberapa hari ini”, “Aku juga merasa hal yang sama” Simmi menimpali ucapan Romi “Kita akan merayakan pesta tahun baru malam nanti”, “Kita harus melakukan sesuatu untuk membuatnya tersenyum” Adi menyahut ucapan Aaliya, Aaliya lalu punya sebuah ide 

Nyonya Bhalla dan Amma juga sedang membahas soal Ruhi “Sepertinya Ishu, Raman dan Ruhi sedang menyembunyikan sesuatu”, “Iyaa, Ruhi sepertinya terlihat sangat khawatir dan sepertinya dia sedang membicarakan soal video orang lain” sahut nyonya Bhalla, Ishita memberitahu Raman tentang proyek sekolahnya Pihu “Aku mau mampir kerumah ibu dulu, aku mau ambil sesuatu disana”, “Ishita, kamu ini kelihatan sangat setres” sahut Raman “Aku akan menutupinya, aku bisa mengatasinya” Ishita bergegas pergi ke rumahnya Amma, begitu sampai disana, Ishita meminta buku bukunya Pihu, Amma segera memberikan tasnya Pihu, 

Amma dan nyonya Bhalla langsung menyela “Ishita, apa ada masalah sama Ruhi ? Kami merasa kalau ada sesuatu yang kamu sembunyikan, bilang saja sama kami, siapa tahu kami bisa membantu” Ishita baru saja hendak mengatakannya, Raman datang kesana dan mengajaknya untuk ikut bersamanya berbelanja, nyonya Bhalla dan Amma lalu bertanya tentang Ruhi ke Raman 

“Aku sudah bilang kan sama kalian kalau Ruhi itu setres karena konser, kalian tahu kan kalau masalah video itu sangat sensitif, jadi dia agak terganggu, apa aku punya alasan untuk bohong ?” Amma dan nyonya Bhalla hanya terdiam “Ini pesta perayaan tahun baru, aku harus mengajak Ishita, permisi” Raman segera mengajak Ishita pergi dari sana, sementara Amma dan nyonya Bhalla merasa sedikit lega 

Ishita lalu memberitahu Raman “Raman, maafkan aku, aku rasa kita seharusnya memberitahu mereka”, “Jangan, topik ini sangat sensitif, Ishita ,,, mereka semua bisa merasa cemas, Ruhi juga bisa semakin terpuruk” sahut Raman “Jangan setres begitu, Raman ,,, aku akan mengurusnya, aku mau pergi dulu, mau ngambil proyek sekolahnya Pihu, kamu disini saja dan ajak Ruhi agar ikutan menyiapkan pesta tahun baru” pinta Ishita 

Ruhi akhirnya ngobrol sama semua orang, Ruhi tersenyum senang “Ruhi, kemana saja kamu pergi menyembunyikan senyummu ini ?” tanya Adi heran, Ruhi berfikir untuk bersikap normal didepan semua orang “Aku tidak boleh menunjukkan ketakutan dan kecemasanku, kalau tidak mereka akan curiga kalau ada sesuatu yang tidak beres” bathin Ruhi cemas SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1024 by. Sally Diandra

Bagikan :