Loading...

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1030 “PRIA BERTATTOO ANEH” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1030 “PRIA BERTATTOO ANEH” by. Sally Diandra Suhail sedang mengecek bagasi yang terbuka lalu menutupnya dan segera berlalu dari sana, sementara itu di pesta ulang tahun tunangan teman Adi, teman Adi meminta Adi dan Aaliya untuk tidak buru buru pulang “Aku merindukan pertunangan kalian berdua, aku punya sebuah ide yang cukup cemerlang, Aaliya dan Adi, kalian berdua harus kembali bertunangan didepan kami semua” Adi langsung menatap kearah Aaliya dengan tatapan cemas, 

Raman dan Romi akhirnya pulang kerumah “Aku tidak tahu apa yang terjadi ? Aku hanya berharap kalau orang itu adalah jenazahnya si pemeras, karena Ruhi sangat khawatir”, “Semua ini terjadi untuk kebaikan, kita harus menemukan si pembuat tattoo, polisi sudah melihat semua ini, seorang penjahat biasanya meninggalkan petunjuk untuk memastikannya, istirahatlah dulu, kak ,,, kita akan mengurusnya besok” sela Romi 

“Terima kasih, Romi”, “Bagaimana aku bisa meninggalkanmu dalam masalah seperti ini ? Bagaimana kalau kita mengecek Ruhi dulu ? Apakah dia baik baik saja atau tidak ?” sahut Romi, kemudian Romi dan Raman melihat Ruhi sudah tertidur, mereka pun berlalu dari sana, setelah mendengar suara pintu ditutup, Ruhi pun bangun dan menangis “Terima kasih yaa Dewa, ayah tidak tahu kalau aku pergi menemui si pemeras itu, aku tidak bisa menunjukkan ketakutanku di depan ayah, kalau tidak nanti ayah pasti akan tahu kalau ada sesuatu yang tidak beres” gumam Ruhi sedih 

Teman Adi meminta Adi untuk melamar Aaliya kembali, Adi teringat pada ucapan Aaliya, Adi langsung berlutut didepan Aaliya dan mulai melamarnya “Aku tidak bisa bilang apa artinya kamu bagiku, aku hanya meminta berjalanlah bersamaku, apa yang tidak bisa aku katakan, aku akan mengungkapkannya, aku sangat mencintaimu dan akan selalu mencintaimu” ujar Adi lalu memakaikan cincin di jari manis Aaliya, semua orang yang melihatnya tersenyum senang sambil bertepuk tangan, Aaliya berkata dalam hati “Cinta seperti apa yang dia punya yang selalu menyakiti aku” sedangkan Adi juga berkata dalam hati “Kenapa dia tidak bisa mengerti tentang cintaku ?” bathin Adi 

“Kalian berdua ini memang pasangan yang benar benar sempurna seperti kami” sela teman Adi “Aku harus pulang sekarang” sahut Aaliya, Adi lalu memeluk temannya itu dan pergi bersama Aaliya, Adi dan Aaliya pulang dengan jalan kaki, mereka berdua saling memandang satu sama lain tapi hanya diam membisu, Aaliya dan Adi saling teringat pada ucapan mereka masing masing, Aaliya kembali berkata dalam hati “Kenapa Adi tidak berusaha untuk mendapatkan aku kembali ?” Adi juga berkata dalam hati 

“Aku sudah melamarnya tadi, kenapa dia tidak mau kembali padaku ? Apa cintaku ini sangat lemah ?” saat itu Aaliya merasa kedinginan, Adi segera melepas jasnya dan mengenakannya ke Aaliya, Aaliya tidak mau mengenakan jas itu, malah menghentikan sebuah taksi yang lewat didepan mereka, Adi segera menawarinya tumpangan “Tidak, aku mau pulang sendiri, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi diantara kita, aku harus pergi” Aaliya segera masuk ke dalam taksi dan berlalu meninggalkan Adi yang hanya bisa menatapnya nanar 

Keesokan harinya, Raman terbangun, kebetulan ibu temannya Pihu menelfonnya “Bagaimana apa kamu suka dengan kejutannya, Pihu ,,,” Raman langsung menyela “Ada apa ? Apa yang terjadi ?”, “Kemarin aku mengantarnya kerumahmu” Raman kaget “Bukannya dia datang hari ini ?”, “Pihu ingin memberikan kejutan padamu, jadi dia pulang kemarin, apa kamu belum ketemu dengannya sampai sekarang ?” tanya ibu teman Pihu “Semalam aku pulang larut malam, mungkin dia sudah tidur, aku akan mengeceknya, terima kasih” Raman lalu menutup telfonnya dan memanggil Pihu, nyonya Bhalla langsung menyela 

“Ayahmu kan baru akan menjemputnya dari sekolah”, “Tidak, ibu ,,, dia sudah pulang dari kemarin” sahut Raman “Tapi pihak sekolah tidak mengabari kita”, “Pihu ingin mengejutkan kita, aku akan mengeceknya” Raman bergegas menuju ke kamar Pihu, untuk mengeceknya, Raman kaget “Pihu tidak ada dirumah” semua orang kaget dan merasa khawatir, Amma lalu datang ke rumah keluarga Bhalla dan memberitahu mereka kalau Pihu ada dirumahnya “Semalam dia datang kerumahku dan bilang kalau dia ingin memberikan kejutan untuk kalian semua pagi pagi, jadi aku datang kesini untuk memberitahu kalian semua” mereka semua segera berlari menuju ke rumah keluarga Iyer untuk melihat Pihu,

Raman tersenyum haru begitu melihat Pihu yang masih tertidur, Raman kemudian memeriksa Pihu, ternyata badan Pihu demam, Pihu meracau dalam tidurnya “Tidak, aku tidak bisa melihat” Raman langsung membangunkannya “Pihu, bangun sayang, ini ayah, apa kamu mimpi buruk ?” Raman lalu meminta Simmi untuk menelfon dokter karena badan Pihu demam, Pihu kembali meracau “Mama ,,,” Simmi langsung menyela “Aku rasa mungkin Pihu kangen sama Shagun”, “Adi, segera panggil ibumu !” Raman langsung menimpali ucapan Simmi, 

Adi bergegas menuju kerumah Shagun, ternyata Aaliya yang membuka pintu rumahnya “Apa kamu datang kesini untuk menghina aku ? Aku benar benar tidak ingin bicara sama kamu ! Jangan bilang kalau kamu kesini mau minta maaf, aku benar benar meragukan itu !”, “Aku datang kesini bukan untuk minta maaf, aku datang kesini untuk bertemu dengan ibu Shagun” sahut Adi “Ibu Shagun sedang pergi untuk pekerjaan LSM-nya, dia lupa membawa ponselnya, ponselnya tertinggal dirumah” jelas Aaliya “Kapanpun ibu Shagun pulang, tolong bilang padanya, kalau Pihu sedang demam, dia juga bermimpi buruk dan ingin ketemu dengan ibu Shagun” Aaliya jadi khawatir 

“Aku mau ikut dan ketemu dengan Pihu”, “Tidak perlu memberikan bantuan !” Aaliya dan Adi lalu bertengkar “Jangan beritahu siapapun tentang putusnya pertunangan kita !”, “Kamu kira aku ini sangat kekanak kanakkan hingga mau mengumumkan soal pertunangan kita yang telah putus ?” sahut Aaliya yang tiba tiba saja terpeleset, Adi langsung memegangnya, mereka berdua saling memandang satu sama lain, saat itu ponsel Adi berdering, Adi segera menurunkan Aaliya, Aaliya merasa kesal sambil bergumam “Dasar sinting !” 

Ishita mengucapkan terima kasih pada orang yang bernama Vikram yang telah memberikannya tumpangan karena Ishita tidak mendapatkan taksi “Tidak apa apa, aku punya perusahaan penyewaan taksi sendiri, kebetulan tempatku juga dekat denganmu, jadi aku pikir untuk mengantar kamu, jangan khawatir, kita akan sampai di Delhi dalam waktu dua jam”, “Terima kasih” ujar Ishita, namun tiba tiba mobilnya mogok 

“Tunggu disini saja, kamu tetap disini, aku akan mengeceknya”, “Aku belum memberitahu Raman, aku harus sampai disana secepatnya” ujar Ishita, Vikram lalu memberitahu Ishita kalau mesin mobilnya rusak “Aku akan mencari bengkel disekitar sini dulu, lebih baik kamu mengunci mobilnya dari dalam” Vikram kemudian berlalu dari sana meninggalkan Ishita sendirian 

Dirumah keluarga Bhalla, Mani dan Shagun akhirnya datang kesana, Mani sedang bertanya sama inspektur polisi yang kebetulan ada disana “Kenapa kamu tidak memberitahu aku tentang hal ini sebelumnya ? Ini sangat berbahaya”, “Aku akan bicara dengan pembantu rumah tangga itu lagi dan mencatat nomer telfon tehnisi pemanas itu” sela Shagun, inspektur polisi sangat berterima kasih pada mereka, Mani lalu melirik kearah Shagun dengan perasaan kesal dan berlalu dari sana, Raman menyela “Shagun, apa semuanya baik baik saja diantara kalian berdua ? Apa kamu berfikir untuk meninggalkannya juga ?”, “Apa aku pernah bertanya sama kamu dan Ishita ?” sahut Shagun kesal 

“Shagun, kita ini orang yang sudah dewasa dan saling menyayangi satu sama lain”, “Aku ini mantan istrimu dan kamu adalah mantan suamiku, aku melakukan hal ini hanya untuk Ruhi, sudah pergi sana !” Shagun sangat kesal “Adanya kamu sebagai ibunya Ruhi, itu merupakan nasib burukku, terima kasih karena kamu mau datang untuk menemui Pihu, kalau Ishita ada disini, hal ini pasti tidak perlu” Raman kemudian berlalu meninggalkan Shagun, Shagun berharap pemerasnya bisa segera tertangkap 

Ditengah jalan, Ishita masih berada didalam mobil, Vikram datang “Bagaimana Vikram ? Apa montirnya ada ?”, “Tidak ada, aku tidak menemukan adanya bengkel disekitar sini, biar aku saja yang perbaiki kerusakannya” sahut Vikram, saat itu Ishita melihat tangannya Vikram terluka, Ishita segera melakukan pengobatan “Aku ini seorang dokter dan sudah terbiasa mengobati” ujar Ishita, tak lama kemudian mesin mobil itu pun menyala, Vikram segera mengantar Ishita pulang kerumah 

“Aku akan menelfon sebentar dan mengambil uang tunai untuk membayar kamu” Ishita lalu menelfon seseorang dan memintannya untuk datang bersama penjaga, tak lama kemudian mereka pun datang menghampiri Ishita dan Vikram, Ishita kemudian meminta penjaga itu untuk memegang Vikram “Aku memang sengaja memanggil asistenku untuk membawa suntikan TT, karena kamu bisa kena infeksi, aku akan menyuntik kamu, kamu ini bukan anak kecil lagi dan aku juga tidak setuju, aku ini sangat keras kepala” ujar Ishita, 

Namun Vikram menolak disuntik, tapi Ishita terus berusaha memberikan suntikan itu dibantu oleh penjaga dan asistennya, saat itu Ishita melihat adanya tattoo yang sama di lengannya seperti si pembuat video, Ishita mengira kalau Vikram adalah si pemeras itu  SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1031  by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top