Loading...

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1031 “PEMBUKTIAN TERBARU” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1031 “PEMBUKTIAN TERBARU” by. Sally Diandra Ishita melihat tattoo yang sama dilengan Vikram seperti tattoo pembuat video Ruhi, Ishita langsung teringat pada rekaman CCTV itu, Vikram lalu berterima kasih pada Ishita dan mengenakan jaketnya, Ishita langsung berfikir keras “Pembuat video itu mempunyai tattoo yang seperti ini, itu artinya dia ini salah satu orang yang membuat video itu tapi pembantu Shagun mengatakan kalau orangnya itu masih muda, sedangkan Vikram sudah berumur” bathin Ishita, Ishita kemudian bertanya soal desain tattoo dilengan Vikram 

“Ooh ini, ini tanda tradisi keluarga kami, semua laki laki dalam keluarga kami memiliki tattoo ini”, “Apa semua orang mempunyainya ?” Vikram mengangguk “Iyaa, bahkan keponakanku juga punya tattoo seperti ini, lihat ini” Vikram segera menunjukkan sebuah foto, yang ternyata itu adalah foto Suhail, Ishita kaget “Apa dia itu keponakanmu ?” Vikram kembali mengangguk “Iyaa, tentu saja !”, “Siapa namanya ?” tanya Ishita penasaran “Suhail Behl” sahut Vikram mantap 

Saat itu Suhail sedang menghibur Ruhi “Kenapa kamu tidak datang ke kantor hari ini ?”, “Suhail, kita sedang berada dalam masalah, tadi ayahku dan paman Romi sedang membicarakan soal mayat si pemeras itu, polisi juga tidak menemukan videonya” ujar Ruhi tegang “Iyaa, itu karena aku yang menghapusnya”, “Aku merasa tidak nyaman mendengar semua ini, aku tidak bisa bilang pada mereka kalau kita yang menghapus video itu dan mayat itu adalah si pemeras, semua orang khawatir karena aku, mereka sedang mencari si pemeras, mereka juga pergi ke rumah ibu Shagun untuk bertanya tentang rumah yang ada di Australia” Ruhi semakin panik 

“Kalau mereka tahu kita ada disana dan pembunuhan itu terjadi karena kita, apa yang akan kita lakukan ?”, “Bagaimana mereka bisa tahu ? Aku sudah menghapus videonya dan menghancurkan ponselnya juga, kita ini aman, percayalah padaku, aku janji aku akan menyalahkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu” Ruhi langsung menyela “Jangan berkata seperti itu, Suhail ,,, kamu adalah pendukung terbesarku” Ruhi langsung memeluk Suhail erat “Aku tidak bisa menghadapi semua ini sendirian”, “Jangan khawatir, Ruhi ,,, semuanya akan baik baik saja” hibur Suhail 

Ditempat Ishita dan Vikram, Ishita kaget begitu Vikram menyebut nama Suhail “Apa ? Suhail Behl ?” Ishita teringat pada ucapan Ruhi “Jadi kamu adalah Vikram Behl”, “Iya, tentu saja” sahut Vikram “Lalu dimana ayahnya ?”, “Ayah Suhail sudah tidak ada lagi didunia ini, dia bunuh diri beberapa tahun yang lalu, aku ini sudah seperti ayahnya sekarang” sahut Vikram lagi “Ooh maafkan aku, aku turut prihatin, Suhail itu tampan, aku ingin kamu bertemu dengan seseorang, apa Suhail punya tattoo seperti ini juga ?” Ishita semakin penasaran 

“Iyaa, dia punya tattoo seperti ini dilengan sebelah kirinya, tapi kenapa kamu bertanya terus seperti itu ? Apa ada masalah ?”, “Aku ingin kamu bertemu dengan seseorang, maafkan aku, aku jadi begitu emosional, Suhail itu adalah pasangan yang sempurna untuk keponakanku, apa kamu bisa tunggu sebentar ? Aku akan memanggil suamiku” Vikram menggeleng “Tidak, Suhail itu masih terlalu muda untuk menikah”, “Ya sudah, tapi aku harus membayar kamu, tunggu sebentar yaa” Ishita buru buru masuk ke dalam apartemen 

Saat itu Simmi sedang mendapat telfon dari Gaurav “Aku akan menelfonmu kembali, Gaurav ,,, karena sangat penting bagiku untuk menyelesaikan pekerjaan ini”, “Tapi ini juga sangat penting, Simmi” sahut Gaurav “Ya sudah, tunggu 10 menit lagi yaa”, “Dunia akan segera berubah dalam 10 menit, aku akan to the point saja dan tidak akan buang buang waktumu ,,, Simmi, maukah kamu menikah denganku ?” Simmi kaget 

“Lihat kan, apa yang aku bilang, dunia akan berubah dalam 10 menit, aku ini memang bukan tipe pria yang romantis, tapi kita berdua ini sudah sama sama dewasa dan membutuhkan pasangan hidup, berfikirlah secara logika dan jawablah, aku tahu kalau deadline itu sangat penting, lanjutkan saja pekerjaanmu” Gaurav lalu menutup telfonnya 

Ishita akhirnya masuk kerumah, nyonya Bhalla segera memeluknya dan berkata “Ishita, Pihu sedang demam, Aaliya sedang menemaninya, sedang Ruhi tidak bersamanya” ujar nyonya Bhalla, saat itu Aaliya meminta Pihu untuk minum air, Ishita masuk ke kamar dan langsung memeluk Pihu “Ibu Ishi, jangan kemana mana, ibu Ishi disini saja bersamaku”, “Ibu Ishi selalu ada bersamamu sayang, apa yang terjadi ?” Ishita mencoba menghibur Pihu “Paman Raman bilang kalau Pihu mimpi buruk”, “Ibu Ishi, jangan tinggalkan aku” Pihu menyela ucapan Aaliya “Pihu, kamu akan baik baik saja sekarang, ayoo sekarang kamu ganti baju dulu” Pihu langsung menolak, 

Ishita kemudian meminta Pihu untuk ganti baju “Ayoo Pihu, ganti bajunya dulu, kalau tidak kami semua bisa demam juga” Pihu mengangguk sambil memeluk ibunya, kemudian Aaliya mengambil baju Pihu “Aaliya, tolong ganti bajunya Pihu yaa dan panggil ibu kalau ada masalah” Ishita kemudian keluar kamar, nyonya Bhalla segera bertanya padanya “Ishita, bagaimana caranya kamu pulang ? Kenapa kamu tidak menelfon Raman ?”, “Dimana dia, ibu ?” sela Ishita “Dia ada dikamarnya, dia kelihatan sangat cemas”, “Aku akan bicara dengannya dulu, panggil aku kalau Pihu sudah ganti baju” Ishita lalu menemui Raman dikamarnya 

Raman merasa heran begitu mendengar cerita Ishita “Apa ? Suhail ? Aku tidak akan mencurigainya sekarang, dia sangat membantu Ruhi”, “Aku juga tidak menyalahkannya, Raman ,,, aku hanya bilang apa yang aku lihat, Vikram Behl adalah pamannya, dia memiliki perusahaan taxi, ayahnya Suhail mati karena bunuh diri, Vikram bilang padaku kalau tattoo seperti itu ada pada seluruh laki laki dikeluarganya, bahkan pembuat tattoo itu juga mengatakan hal yang sama, kita tidak bisa mengabaikan hal ini, Raman” Raman mulai gelisah 

“Saat ini Vikram sedang menunggu dibawah, aku sudah bilang padanya kalau aku akan datang kesana, kamu tidak menemukan tattoo apapun kan dilengan mayat itu ? mungkin otak semua ini adalah Suhail”, “Kamu bilang Suhail adalah otak semua peristiwa ini ?” tanya Raman heran, saat itu Ruhi mendengar pembicaraan mereka, Ruhi pun menangis dan menyela pembicaraan mereka 

“Kalian berdua mencurigai Suhail ? Bagaimana bisa kalian berfikiran seperti itu ? Dia itu selalu membantuku”, “Ruhi, kita tidak bisa mengabaikan semua bukti yang ada, Vikram saat ini sedang menunggu dibawah, kita akan pergi kesana dan bicara dengannya, kita bisa bertanya padanya” Raman menyela ucapan Ishita “Apa yang ibumu katakan ini benar, kita bisa menjernihkan semua kecurigaan ini” akhirnya Ruhi setuju, 

Mereka lalu turun kebawah untuk menemui Vikram tapi ternyata mobil Vikram sudah pergi “Dimana mobilnya ?” tanya Raman kesal “Tadi dia ada disini” sahut Ishita, Ishita kemudian bertanya ke penjaga “Dia tadi dapat telfon, lalu pergi” Ruhi menyela ucapan penjaga “Apa aku bilang ? Dia itu pasti orang yang palsu, dia tidak mau menunggu untuk mengambil uangnya, dia itu bohong tentang Suhail, Suhail tidak mungkin si pemeras” Ruhi membela Suhail “Kita bisa mempercayai ini kalau dia tidak mempunyai tattoo yang sama dilengannya, kita harus memeriksanya”, “Bagaimana bisa ibu mempermalukan aku dengan menanyainya ?” Ruhi masih tidak terima 

“Kami ini sudah dewasa, Ruhi ,,, dan kami tahu bagaimana caranya mengecek tattoo itu tanpa diketahui olehnya”, “Ruhi, kami akan memeriksanya dan tidak akan membiarkannya tahu tentang hal ini, kamu percaya pada kami kan ?” Raman menyela ucapan Ishita “Kalian ini hanya buang buang waktu saja” ujar Ruhi kesal, Raman kemudian menelfon Suhail, Ruhi berkata dalam hati 

“Aku harap aku bisa memberitahu mereka kalau Suhail telah mengambil tindakan yang sangat besar untukku, tapi mereka malah mencurigai Suhail” saat itu Ruhi mendengar kalau Raman mengundang Suhail untuk makan malam dirumahnya, tapi Raman sebenarnya tidak suka dengan ide ini “Aku curiga sama Suhail, Raman”, “Baiklah, kita akan menunggunya, agar semuanya jelas” sahut Raman 

Ananya sedang ngobrol dengan Simmi, Ananya melihat ibunya malah melamun “Ibu, ada apa ?” Simmi segera memeluk Ananya sambil menangis “Ada masalah apa, ibu ? Kalau ibu sedih, pasti ada masalah”, “Tidak ada apa apa, Ananya” Simmi berusaha menyembunyikannya “Ibu, aku ini sudah besar, katakan saja padaku”, “Tidak ada apa apa, Ananya ,,, ibu hanya tegang memikirkan pekerjaan, sudah sana pergilah dan bermainlah bareng Shravan” Simmi lalu menyuruh Ananya pergi, setelah Ananya pergi, Simmi kembali berfikir “Kenapa Gaurav melamarku ? Dia itu teman baikku, kami tidak saling tertarik satu sama lain, aku memang suka kalau dia menemaniku tapi itu bukan berarti ,,,” gumam Simmi cemas 

Sementara itu Ruhi meminta Raman untuk bersikap biasa biasa saja, nyonya Bhalla menyela pembicaraan mereka “Buat apa kamu mengundang Suhail untuk makan malam dirumah kita ?”, “Untuk aku, ibu ,,, aku kan tidak hadir dipesta malam tahun baru kemarin” sahut Ishita, saat itu Suhail datang dan menyapa mereka “Selamat tahun baru, Suhail” ujar Ishita “Apakah semuanya baik baik saja, nyonya ? anda memanggilku untuk makan malam dirumahmu secara tiba tiba”, “Iyaa, itu karena Ishita tidak ada saat pesta malam tahun baru kemarin, jadi kami ingin merayakannya lagi” mereka lalu mengajak Suhail masuk, 

Ruhi merasa tidak enak sama Suhail karena tidak memperingatinya, Ruhi berharap Suhail bisa memaafkannya, saat itu Ishita mengambil air dan memberikan kode ke Raman, tiba tiba saja Raman bersin, Ishita dengan sengaja menumpahkan air itu ke tubuh Suhail sambil berkata “Oooh maaf, tadi Raman bersin, jadi aku ,,,”, “Tidak apa apa, nyonya Ishita” sahut Suhail “Kamu bisa ganti baju, nanti kamu kedinginan” ujar Ishita lagi, 

Raman segera mengajak Suhail untuk ganti baju “Aku akan lihat apa dia sudah mendapatkan baju apa belum” ujar Ishita, Raman berkata pada Suhail “Aku sudah mengambil baju untukmu, kamu bisa ganti baju, tidak usah merasa canggung, pakaian yang bernoda tidak cocok untuk pribadi yang baik seperti kamu” Suhail kemudian melepas bajunya, Ishita dan Ruhi memperhatikannya dengan perasaan was was, mereka menatap ke arah lengan kiri Suhail SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1032 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top