SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1012 “RAMAN VS SUHAIL” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1012 “RAMAN VS SUHAIL” by. Sally Diandra Ishita sedang ngobrol dengan Raman tentang Ruhi “Malam ini tidak ada seorangpun yang bisa tidur dengan nyenyak, semua orang merasa cemas, kamu tidak usah bicara soal Suhail, Ruhi sudah menjelaskan ke Suhail kalau dia tidak bisa menyelenggarakan konsernya, kamu jangan marah, Raman” Raman pun setuju “Aku tidak suka Suhail, kalau Ruhi tidak memulai topik ini, kenapa juga aku harus bicara ? Ayoo ikut denganku” ajak Raman, 

Saat itu Ruhi sedang membuat sarapan pagi, Raman melihatnya “Ruhi, kamu sedang memasak ?”, “Ruhi memasak semuanya hari ini” sela nyonya Bhalla, Raman dan Ishita kemudian duduk di meja makan dan bersiap hendak sarapan pagi, nyonya Bhalla berterima kasih ke Dewa begitu melihat Ruhi baik baik saja, tuan Bhalla menyukai paratha buatan Ruhi “Waaah, ini idli yang sangat enak” puji Ishita, Ruhi juga membuat kheer “Kami tidak tahu kalau kamu ternyata bisa memasak dengan baik” puji Raman sambil mencicipi kheer buatan Ruhi dan Raman menyukainya “Raman, kamu harus memberikan hadiah ke Ruhi” sela tuan Bhalla 

“Tentu saja, ayah ,,, kamu bisa meminta apa saja, Ruhi” sahut Raman senang “Ayah, aku sudah memutuskan untuk nurut dengan ayah dan tidak menemui siapapun yang ayah tidak suka, tapi aku hanya punya satu harapan kecil” Raman tersenyum mendengarkan ucapan Ruhi “Katakan saja, apa itu ?”, “Ayah, aku harus menyelenggarakan event konsernya Suhail, dengarkan aku dulu, kalau aku tidak melakukannya, Suhail akan rugi besar, aku mohon ijinkan aku sekali saja, ayah” Raman mulai marah lagi 

“Jadi kamu melakukan semua sandiwara ini ? Apakah kamu mempelajari hal ini dari dia ? Tidak ada penyelenggaran event konser apapun !” bentak Raman garang “Ayah, aku mohon dengarkan dulu” Raman tidak peduli dengan permintaan Ruhi dan meminta Adi dan Romi untuk segera berangkat ke kantor “Sudah cukup, Ruhi !” bentak Raman dan berlalu dari sana, Ruhi hanya bisa menangis, Ishita mencoba menghiburnya “Ibu, sudah tidak usah menjelaskan apa apa padaku, ibu menghiburku setelah ayah pergi, apakah ibu tidak bisa menjelaskan padanya ? Ibu terlalu buta dengan menurutinya terus” Ishita jadi kesal mendengar ucapan Ruhi 

“Ruhi, diam kamu ! Ibu juga sudah menjelaskan ke ayahmu, tapi ayahmu itu punya banyak pengalaman, dia telah melihat bagaimana dunia luar sana, pasti ada sebuah alasan kenapa dia melarang kamu, ini bukan saatnya untuk marah, cobalah untuk mengerti tentang dirinya” Ruhi menggeleng dengan perasaan kesal “Tidak !” kemudian berlalu meninggalkan Ishita “Ruhi itu sudah dewasa, Ishita ,,, dia pasti akan mengerti, berikan saja waktu untuknya, ayooo kita sarapan pagi” ajak nyonya Bhalla, lalu nyonya Bhalla meminta Neelu untuk pergi dan memanggil Simmi 

Saat itu Simmi sedang bersiap siap “Aku tidak pernah berdandan seperti ini sebelumnya, lebih baik aku ganti baju saja”, “Nyonya Simmi, dipanggil nyonya besar untuk sarapan pagi bersama” ujar Neelu “Aku rasa aku harus memberitahu semua orang tentang kabar baik ini” begitu Simmi turun, Simmi kemudian menceritakan tentang kabar baik tersebut pada seluruh keluarganya yang tersisa, Ishita memberikan selamat padanya, nyonya Bhalla memuji Simmi 

“Simmi, apa kamu akan mengadakan pesta dengan teman temanmu ?”, “Tidak, ibu ,,, aku harus bertemu dengan klien, aku akan belanja untuk beli baju baru dulu” sahut Simmi “Iyaa, Simmi ,,, kamu harus beli baju, aku mau ikut” sela Mihika “Aku juga mau ikut, aku ingin cuci mata”, “Iyaa Ruhi, ayoo ikut sama bibi” ajak Simmi, Ishita kemudian memberikan kartu kreditnya ke Ruhi dan memintanya untuk membeli apapun yang dia inginkan, Ruhi kemudian pergi bareng Simmi 

Amma sedang bersiap siap dan melihat kalungnya, Amma sangat menyukai kalung itu “Semua orang pasti akan memuji perhiasan ini, Vishwa juga pasti akan menyukainya” Amma kemudian bergegas memamerkan kalung itu ke Appa, namun Appa tidak memperhatikannya meskipun Amma sudah mencoba untuk mencuri perhatiannya 

“Madhu, jangan ganggu aku dulu” pinta Appa, sedangkan Amma terus mencoba segala usaha agar suaminya ini melihat kalungnya tapi tetap saja Appa tidak melirik kearah kalung Amma, akhirnya Amma marah dan pergi meninggalkannya, Appa akhirnya mendapat jawaban untuk teka teki silangnya 

Raman sedang melamun dan menandatangani pada lembar kertas yang salah “Maafkan aku, aku tidak melihatnya”, “Tidak apa apa, tuan ,,, akan saya print lagi berkasnya” ujar sekretarisnya, Raman kemudian memberitahu tentang masalah pekerjaan pada Romi dan Adi, Romi meminta Adi untuk bekerja dulu dan meminta staff kantor Raman untuk datang nanti karena Romi ingin bicara berdua dengan Raman, begitu semuanya sudah pergi, Romi lalu mulai buka suara 

“Kakak, aku tahu kalau kamu saat ini sedang mengkhawatirkan Ruhi, santai kakak ,,, Ruhi merasa kalau dia itu sudah dewasa dan bisa mengambil keputusan, kakak ingat kan bagaimana buruknya aku ? Tapi sekarang aku sudah berubah, dia pasti juga akan berubah, apalagi kita bersamanya”, “Aku jadi marah dan sangat mencemaskan dirinya, dia telah mengalami banyak kejadian dalam hidupnya, dulu aku tidak bisa menyelamatkannya dari Niddhi, sekarang aku ingin melindunginya, aku rasa Suhail itu tidak baik” ujar Raman cemas 

“Ini hal yang alami, kak ,,, kamu kan ayahnya, kamu pasti akan merasa seperti itu”, “Tapi kenapa Ruhi tidak bisa mengerti tentang hal ini ?” tanya Raman lagi “Ruhi itu bukan anak kecil lagi, kak ,,, dia pasti akan mengerti, tidak akan terjadi apa apa seperti yang kita lakukan, lakukan satu hal, telfon dia dan bicara dengannya, percayalah padaku” Raman akhirnya menuruti permintaan Romi dan menelfon ke rumah, Ishita yang menjawabnya 

“Bagaimana kabar Ruhi ?”, “Dia baik baik saja” sahut Ishita “Aku ingin bicara dengannya, aku tahu kalau ini adalah kesalahanku, Romi sudah menjelaskan semuanya sama seperti kamu”, “Aku senang begitu tahu kamu bisa mengendalikan amarahmu, tapi Ruhi sedang pergi sama Simmi” Raman mulai kesal lagi “Apa ? Bagaimana bisa kamu membiarkan dia pergi ?”, 

“Dia pergi sama Simmi, lihat Simmi sudah pulang” Ishita kemudian bertanya ke Simmi tentang Ruhi “Ruhi tidak bersamaku, bukannya tadi kamu menelfonnya untuk urusan penting, kemudian dia pergi meninggalkan aku” ujar Simmi heran “Untuk apa aku menelfonnya untuk urusan penting ? Kemana dia pergi ?” 

Saat itu Raman mendengar semua pembicaraan mereka dan langsung membentak Ishita “Kenapa kamu membiarkan dia pergi, Ishita ? Aku tahu dia pasti akan menemui Suhail, aku akan membunuhnya !”, “Raman, kami tidak tahu apakah Ruhi pergi kesana atau tidak ? Aku akan pergi kesana, bersumpahlah padaku, kamu tidak akan melakukan apapun !” Ishita bergegas pergi ke rumahnya Suhail, Simmi berharap Ruhi tidak pergi menemui Suhail, 

Sementara itu Suhail sedang melihat banyaknya awak media dirumahnya “Siapa yang memanggil kalian semua kemari ?” Ruhi langsung menyela “Aku yang mengundang mereka kesini, aku harus membuat sebuah pengumuman”, “Apa yang kamu lakukan, Ruhi ?” tanya Suhail heran “Aku hanya mau menyelamatkan perusahaanmu saja, Suhail”, “Tidak perlu ! Keluargamu pasti akan merasa kesal” Ruhi bersikeras “Aku akan melakukan apapun yang aku suka, jadi pengumummannya adalah ,,,” 

Tepat pada saat itu Raman dan Ishita datang kesana “Apa yang aku bilang benar bukan ? Dia pasti akan berada disini, pengumuman apa ini ?” tanya Raman “Pengumumannya adalah Ruhaan sedang sibuk saat ini dan tidak bisa menyelenggarakan konser untuk perusahaanku, kami tidak akan memanfaatkan siapapun demi keuntungan kami, aku juga tidak ingin Ruhaan dalam masalah” para awak media saling berebutan bertanya “Kenapa memangnya ?” 

Ruhi langsung mengajak Suhail menepi “Suhail, kamu akan mengalami kerugian besar, kalau kamu takut sama ayah dan ibu Ishi, aku ada disini, seluruh media juga ada disini”, “Ruhi, aku tidak ingin kamu melawan keluargamu sendiri” sahut Suhail, sementara itu ditempat Raman dan Ishita, Ishita mulai buka suara “Raman, aku lihat Ruhi mulai memberontak, kalau kamu tidak mendukungnya, dia pasti akan menjauh dari kita, meskipun aku juga marah tapi kita harus hati hati, kalau tidak keluarga kita akan menderita lagi” pinta Ishita, 

Ditempat Ruhi dan Suhail “Suhail, ayahku tidak akan pernah setuju”, “Kita akan mencobanya, Ruhi” saat itu tiba tiba Raman memberitahu seluruh awak media tentang konser Ruhaan, kalau konser itu tidak akan dibatalkan “Masalah Ruhaan sudah terselesaikan sekarang, perusahaanku juga mempunyai peraturan untuk memenuhi komitmen tersebut, aku ingin kalian semua mendukung konser ini, terima kasih, kalian semua bisa pergi sekarang” ujar Raman, 

Suhail dan Ruhi tersenyum senang begitu mendengar pengumumman Raman, Ruhi segera mengucapkan terima kasih pada ayahnya dan memeluknya erat, Suhail juga berterima kasih pada Raman, kemudian Ruhi pulang bersama Raman dan Ishita 

Dirumah keluarga Bhalla, Ishita berterima kasih pada Raman dan memeluknya “Meskipun aku merasa kesal dan marah, tapi aku juga takut kalau Ruhi menjauh lagi dari kita, aku sangat senang ketika kamu mengambil keputusan yang cepat itu dan beralih mendukung Ruhi, terima kasih, Raman ,,, semuanya akhirnya bisa terselesaikan dengan baik, Ruhi dan kamu tidak akan bertengkar lagi”, 

“Ishita, aku melakukan hal ini bukan untuk kedamaian dirumah ini, aku sudah berpikir banyak hal, Suhail ingin membuktikan kalau dia itu hebat, dia ingin menjadi pahlawan untuk Ruhi dimata Ruhi, hanya aku yang akan menjadi pahlawan dimata putriku, aku telah menggagalkan Suhail dalam permainan ini, Ruhi telah mengalami banyak hal dan kita tidak mau kehilangan dia lagi, aku akan selalu mengawasinya, aku yakin dia akan menyadari apapun yang dia lakukan akan berakibat buruk” ujar Raman “Aku percaya pada Ruhi, dia tidak akan melakukan kesalahan apapun” Ishita menimpali ucapan Raman “Baiklah, kita tunggu dan lihat saja nanti” ujar Raman SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1013 by. Sally Diandra

Bagikan :