SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1007 “RAMAN OVER PROTEKTIF” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1007 “RAMAN OVER PROTEKTIF” by. Sally Diandra Ishita sedang melihat Raman yang sedang memeriksa ponselnya Ruhi “Raman, kenapa kamu melakukan hal ini ? Ini salah !”, “Aku peduli padanya, aku ingin melihat apa dia berada di jalan yang salah ? Tidak ada seorangpun yang menyakitinya” sahut Raman “Ruhi pasti akan merasa kesal, Raman ,,, sini berikan ponselnya”, “Aku mengkhawatirkannya, Ishita ,,, katakan padaku apa passwordnya kalau kamu tahu, aku sudah masuk dengan beberapa kata sandi tapi tidak bisa masuk” ujar Raman kesal “Maafkan aku, Raman ,,, aku tidak bisa membantu”, “Aku akan mencoba memasukkan tanggal lahirmu dan kita akan lihat, ahaa ,,, akhirnya terbuka juga !” Raman merasa senang, 

Tepat pada saat itu Ruhi masuk ke kamar mereka berdua dan langsung mengambil ponselnya “Kenapa ayah memeriksa ponselku ? Aku kira kita telah bicara tentang sebuah kepercayaan”, “Ini bukan tentang melanggar kepercayaan, Ruhi ,,, aku ini ayahmu dan ayah mempunyai hak untuk memeriksa ponsel anaknya, ayah hanya ingin melihat apakah ada seseorang yang ingin menyakiti kamu ? Lalu kenapa foto Suhail ada di ponselmu ?” Raman jadi penasaran 

“Ini apa yang aku katakan tadi, kepercayaan itu adalah sesuatu yang sangat penting, aku juga mempunyai foto yang lain juga, ada kak Adi, Pihu, Aaliya, ibu Ishi, lalu kenapa Suhail ? Karena saat ini aku sedang bekerja dengan Suhail, apa masalahnya ?” tanya Ruhi heran 

“Tenang, santai saja, Ruhi ,,, ayahmu ini memang sedikit posesif sama kamu, tapi itu tidak apa apa, sudah sana pergilah” hibur Ishita, akhirnya Ruhi pun pergi, Raman jadi heran “Apa ?”, “Apa masalahmu, Raman ? Dia pasti tidak mau mengatakannya karena dia takut sama kamu, jangan lakukan hal ini” pinta Ishita “Aku tetap akan memeriksanya, Ishita” Raman lalu pergi, Ishita jadi cemas “Aku berharap aku bisa menjaga keseimbangan diantara mereka berdua” gumam Ishita, 

Simmi datang ke sebuah stadion untuk menonton pertandingan dan dilihatnya tim dari Gujarati sedang bermain “Waduuuh, aku memesan tiket yang salah, mungkin Mihika tidak mengecek dulu jadwal pertandingannya, lebih baik aku pulang saja kerumah” saat itu seorang pria menabrak Simmi dan berlalu dari sana, Simmi segera memanggilnya “Ini tiketmu ,,,” Simmi lalu mengecek tiket itu dan ternyata itu adalah tiket pertandingan kemarin “Ini tiket pertandingan kemarin”, “Benarkah ? Bagaimana bisa aku membuat kesalahan ?” sahut pria tersebut 

“Itu memang kadang terjadi”, “Aku tidak ingin pulang kerumah, acara kita jadi berantakan ! Apakah kamu mau menemani aku sambil minum kopi ?” pinta pria itu lagi “Tidak !”, “Oooh maafkan, aku kira aku bisa menyelamatkan acara malamku ini agar tidak jadi berantakan, aku bisa mengerti kalau aku ini memang orang asing, kita belum saling mengenal satu sama lain, tapi kita bisa pergi ke suatu tempat yang ramai” Simmi langsung menyela “Aku tidak takut, aku ini seorang perempuan Punjabi, aku bisa memukul siapa saja”, “Waaah aku rasa aku yang butuh perlindungan” mereka berdua kemudian minum kopi bersama 

Keesokan harinya, semua orang sedang ngobrol di meja makan, Ishita meminta Ruhi untuk ikut gabung dengan mereka sambil sarapan pagi “Aku tidak bisa, ibu Ishi ,,, hari ini ada syuting promo untuk event konserku, aku benar benar tegang jadi aku tidak lapar” Ruhi kemudian menggoda Raman yang suka memata matainya, Raman segera meninggalkan sarapan paginya, 

Ishita menyela “Ruhi, ayahmu akan mengantarmu kesana”, “Tidak perlu, ibu Ishi ,,, Suhail sudah mengirimkan sopirnya untuk menjemputku, dia melakukan hal ini untuk setiap artis yang hendak manggung” kemudian Ruhi berpamitan pada semua orang kecuali Raman dan berlalu dari sana, Raman jadi sedih dan meminta Ishita untuk tidak usah membela Ruhi karena Ruhi sudah mengolok oloknya “Aku tidak akan tinggal diam, Ishita” tuan Bhalla menyela “Apa semuanya baik baik saja, Raman ?”, “Iyaa ayah, semuanya baik baik saja” sahut Ishita, kemudian Ishita meminta semua orang untuk sarapan pagi bersama 

Sementara itu Simmi mendapat sms dari pria yang kemarin bertemu dengannya di stadion pertandingan “Nomer siapa ini ?” Simmi tidak kenal dengan nomer itu, kemudian pria itu mengirimkan sms lagi “Siapa yang telah memesan tiket pertandingan ?” kemudian Simmi mendapat telfon dari seseorang “Ini aku, kita bertemu kemarin malam dan kita sama sama tidak bisa menoton pertandingan, aku masih ingat logat bahasa perempuan Punjabimu”, “Mau apa kamu menelfonku ?” tanya Simmi heran 

“Aku sudah memesan tiket pertandingan untuk hari ini, aku kira kamu mau datang”, “Aku tidak bisa” sahut Simmi mantap “Oooh ,,, maafkan aku”, “Tidak usah meminta maaf, kebetulan aku ada meeting penting, mungkin kita bisa merencanakan hari yang lain” ujar Simmi “Bagaimana kalau kita bertemu di cafe kopi setelah kamu selesai meeting” Simmi akhirnya setuju 

Ruhi sedang bersedih sambil memikirkan ucapan Raman, Suhail melihatnya sedang melamun dan bertanya “Ruhi, ada apa ?” Ruhi kemudian memberitahu soal Raman ke Suhail, Suhail berusaha menghiburnya dan meminta untuk berfikir “Coba kamu pikir, itu adalah hal yang biasa apa yang dilakukan oleh ayahmu, ayah dan ibu memang selalu melindungi anak anaknya”, “Tidak juga, kadang kadang mereka itu terlalu berlebihan seperti memeriksa ponselku” sahut Ruhi kesal 

“Kalau adikmu berbohong sama kamu atau menyembunyikan sesuatu dari kamu, apa yang akan kamu lakukan ? Bukankah kamu akan bersikap yang sama seperti kedua orang tuamu ? Kita pasti akan selalu protektif pada orang yang kita sayangi, ayahmu sangat menyayangi kamu” saat itu Suhail dapat telfon dan segera berlalu meninggalkan Ruhi sebentar, Ruhi lalu bergumam “Aku rasa Suhail benar, aku harus minta maaf ke ayah” 

Raman saat itu sedang berada di kantor dan meminta salah satu staffnya untuk membayar para pekerja, Ruhi sedang menimbang nimbang, apa dia harus menelfon Raman atau tidak ? Suhail meminta Ruhi untuk menelfon Raman, kebetulan saat itu Raman tidak menjawab telfon Ruhi “Mungkin ayahmu sedang sibuk” hibur Suhail, ditempat Raman, Raman sedang marah dengan situasi dikantornya “Apa ini semua ? Kenapa ada catatan lama disini ?”, “Aku sudah bilang sama Adi, tuan” sahut staffnya “Kenapa kamu tidak bilang sama aku ?” Raman jadi marah dan langsung menelfon Adi, 

Saat itu nyonya Bhalla dan Ishita sedang ngobrol berdua “Ibu, aku benar benar tidak tahu bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini, Raman sangat menyayangi Ruhi, dia begitu perhatian dan ingin selalu memata matai Ruhi, Raman itu terlalu posesif, sedangkan Ruhi merasa Raman tidak percaya padanya” nyonya Bhalla menyimak cerita Ishita “Bagaimana caranya menjelaskan ke Raman dan Ruhi ? Aku benar benar bingung”, “Kita semua harus menghadapi ini, kamu itu pintar, gunakan saja otakmu, kamu bisa memberikan manisan ke Raman maka moodnya akan membaiknya” sahut nyonya Bhalla 

“Ibu, aku akan membuat gajar ka halwa” nyonya Bhalla setuju “Ibu memang ibu mertua yang terbaik” puji Ishita Suhail sedang menunjukkan foto foto promosi konser Ruhi ke Ruhi “Kenapa kamu jadi ikut di potret ?”, “Iyaa ini kesalahanku, apa kamu cemas ?” tanya Suhail “Maaf, aku datang kesini untuk bekerja”, “Apa kamu sudah menelfon ayahmu ? Kamu bisa menelfon kantornya kan ?” Ruhi menerima usulan Suhail, kemudian bergegas menelfon kantor Raman dan bertanya tentang Raman pada salah satu staff kantor ayahnya 

“Tuan Raman sedang sibuk saat ini”, “Tapi ini juga penting” akhirnya sekretaris Raman memindahkan sambungan telfon itu ke ruang kerja Raman, saat itu Raman sedang memarahi Adi, Ruhi mendengarnya via telfon “Tadi Ruhi melakukannya dirumah dan sekarang kamu disini juga tidak bisa belajar tentang bisnis, aku ini ayahmu ! Kalian berdua memang tidak bisa mengerti !” Ruhi segera mematikan telfonnya, 

Raman lalu meminta staff kantornya untuk memasukkan uang tunai itu ke dalam rekening “Kita akan membayar pajak”, “Kakak, ada masalah” sahut Romi “Semuanya akan baik baik saja, pikirkan saja jangka panjangnya, bilang sama semua orang kalau perusahaan kita tidak menerima uang tunai” sahut Raman, 

Ishita datang ke kantor “Apa Adi bilang sama kamu semuanya ?”, “Tidak” Ishita menyahut pertanyaan Raman, saat itu bagian keuangan datang dan berkata “Adi tadi memanggilku dan bilang kalau ada masalah dengan uang tunainya, dia merasa bersalah, tapi jangan cemas, kita bisa membahas semuanya, kamu juga bisa mengganti beberapa uang”, “Seharusnya tidak ada yang salah !” bentak Raman “Aku tahu kamu, tuan” Romi segera mengajak bagian keuangan itu untuk ikut bersamanya “Tuan Raman, putramu itu sangat bertanggung jawab, kamu sangat beruntung” 

Ishita tersenyum mendengar “Lihat kan seluruh dunia bisa melihatnya, tapi kamu tidak bisa, mulailah percaya pada mereka sekarang, ayoo makan gajar ka halwa ini dulu” sela Ishita “Sesuatu yang baik terjadi pada hari ini” ujar Raman, namun saat itu Raman tidak mau memakannya “Ruhi sangat menyukai makanan ini, aku yakin kamu membuatnya untuk Ruhi, bagaimana kalau kita pergi dan menemuinya di kantor Suhail ?” Ishita setuju dengan usulan Raman 

Raman dan Ishita akhirnya sampai juga dikantor Suhail “Apa dia tidak mengira kalau kita mengikutinya ?”, “Tidak, dia itu menyayangi kamu” Ishita mencoba menyemangati Raman, kemudian mereka bertanya tentang Ruhi, penjaga bilang kalau Ruhi sudah pergi “Dia mungkin sudah sampai dirumah, aku akan menelfonnya” Ishita segera menelfon Ruhi “Ruhi, dimana kamu ?” Ishita kemudian memberitahu Raman kalau mereka akan bicara dengan Ruhi dirumah, 

Raman dan Ishita pun pergi “Aku hanya ingin melindungi anak anakku”, “Aku bisa mengerti, Raman ,,, bagaimana kalau kita semua pergi makan malam bersama ?” saat itu Raman melihat Ruhi sedang bersama Suhail, Raman segera menghentikan mobilnya dan bergegas menghampiri mereka “Jadi kamu sedang sibuk disini ?” Ruhi hanya bisa terdiam menatap Raman SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1008  by. Sally Diandra

Bagikan :