SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1010 “RAMAN MENGAMUK” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1010 “RAMAN MENGAMUK” by. Sally Diandra Ruhi meminta Ishita untuk mengijinkannya bertemu dengan Suhail sekali saja “Baiklah, tapi ibu harus ikut denganmu”, “Jangan, dia pasti nanti sedih” sahut Ruhi “Aku yang akan pergi bareng Ruhi, aku akan mengurusnya, bu” Ishita akhirnya setuju “Baiklah, kamu boleh pergi bareng Aaliya, tapi cepat pulang yaa dan jangan sampai ayahmu tahu tentang hal ini” Ruhi berjanji pada Ishita lalu memeluknya sambil menangis haru “Aaliya, tolong jaga Ruhi yaa” pinta Ishita, kemudian mereka pun pergi 

 Tak lama kemudian, Ruhi dan Aaliya sudah sampai dirumah Suhail “Ruhi, aku yakin dia baik baik saja, ayoo”, “Aku harap dia tidak membenciku” sahut Ruhi, lalu Aaliya mengajak Ruhi untuk masuk ke rumah Suhail “Tidak usah gugup, santai saja, naiklah keatas sana, aku akan menunggu disini” Ruhi segera pergi menuju ke apartemen Suhail dan dilihatnya ada seorang gadis yang sedang mengurusi Suhail, Ruhi kaget dan tanpa sengaja ponselnya jatuh ke lantai hingga menimbulkan suara, Suhail menengok kearah suara tersebut dan dilihatnya Ruhi sedang berdiri di depan pintu apartemennya “Maaf” ujar Ruhi kemudian bergegas pergi meninggalkan apartemen Suhail, 

Suhail segera mencegahnya dan bertanya “Ada apa ? Kenapa kamu langsung pergi tanpa bertemu denganku dulu ?”, “Maaf, aku seharusnya tidak mengganggu kamu” perempuan yang bersama Suhail langsung menyela pembicaraan mereka “Jangan pergi, kamu tidak mengganggu kami, aku baru saja hendak pergi, temani saja saudaraku”, “Saudara ?” Ruhi heran 

“Namaku Kirti, Suhail ini saudara sepupuku, aku tidak tahu preman yang mana yang telah memukulinya, tidak ada seorangpun yang mengurusinya, jadi aku datang kesini, hanya untuk menemaninya saja, tapi sekarang aku harus pergi, karena kebetulan aku ada urusan penting” ujar Kirti yang kemudian memeluk Suhail dan segera berlalu dari sana, Ruhi tersenyum sambil menatap ke Suhail, Suhail memberikan kode ke Ruhi “Apa ?” Ruhi hanya tersenyum, Aaliya kemudian menyela “Suhail, lebih baik kamu istirahat saja dulu”, “Ayooo mari duduk” pinta Suhail 

Sementara itu Ishita sedang menyetrika baju dikamarnya sambil memikirkan Ruhi, Ishita merasa khawatir “Aku tidak memberitahu Raman soal Ruhi, aku rasa aku harus menelfon Ruhi tapi hal itu juga tidak baik” bathin Ishita cemas, sedangkan Simmi rupanya terlambat berangkat ke kantor sambil terus menunggu taxi yang lewat, tepat pada saat itu Gaurav datang dan menyapanya, kemudian Gaurav menawarkan tumpangan “Tidak usah, terima kasih, aku akan menunggu taxi saja”, “Aku akan mengantar kamu, Simmi” Gaurav bersikeras 

Dirumah Suhail, Ruhi sedang mengurusi Suhail, Suhail meminta tolong diambilkan ponselnya, Ruhi segera memberikannya, saat itu rambut Ruhi menutupi wajah Suhail, Suhail segera menyingkirkan rambut Ruhi yang menutupi wajahnya, Ruhi tersenyum manis, tiba tiba Aaliya memanggilnya keluar, Ruhi nampak canggung didepan Aaliya “Ruhi, ibu memintaku untuk mengajak kamu pulang kerumah tepat pada waktunya”, “Iyaa, lebih baik kamu pulang saja, Ruhi ,,, kalau tidak nanti ayahmu akan marah” pinta Suhail “Kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa menelfon aku, jangan lupa minum obatnya tepat waktu yaa” Suhail tersenyum senang melihat perhatian Ruhi padanya 

Gaurav menghentikan mobilnya dan bertanya pada Simmi “Simmi, apakah kamu marah padaku ? Kenapa kamu tidak membalas smsku ?”, “Bukan seperti itu, Gaurav” sahut Simmi, Gaurav kemudian melajukan mobilnya lagi dan berkata “Ketika kita bertemu pada waktu itu, aku benar benar sangat menikmatinya, aku kira kita bisa berteman”, “Iyaa, tapi kita ini sangat berbeda, hal ini akan sulit untuk kita berteman, kebetulan ada masalah dirumah, makanya aku tidak membalas smsmu” sahut Simmi lagi 

“Kita berdua ini kesepian dan aku rasa kesepian ini membutakan kita berdua” Simmi langsung meminta Gaurav menghentikan mobilnya “Berhenti disini, Gaurav ,,, aku mau turun disini” Gaurav segera menghentikan mobilnya “Terima kasih” Simi segera berlalu dari sana 

Dirumah keluarga Bhalla, Ishita merasa lega dan senang “Ibu merasa senang begitu tahu keadaan Suhail baik baik saja”, “Iyaa, ibu ,,, tapi dia masih lemah” sahut Ruhi “Dia akan baik baik saja, ayoo makan halwa ini dulu” pinta Ishita “Ibu tahu kan setelah begitu banyak hal yang terjadi, ayah dan paman memukulinya, tapi dia tidak marah dan juga tidak bilang apa apa, dia malah memintaku untuk pulang cepat, dia itu baik, ibu ,,, dia tinggal sendirian, hanya aku temannya”, “Apa kamu ingin memberitahu, ibu ?” tanya Ishita “Apa ?”, “Tentang Suhail tentu saja, ibu bisa melihat kamu begitu peduli padanya tapi apakah kalian berdua hanya berteman atau mungkin lebih dari itu ?” tanya Ishita 

“Tidak, ibu ,,, kami berdua hanya berteman, aku yakin itu, kenapa ibu bertanya seperti itu ?” Ruhi merasa heran “Ruhi, aku ini ibumu, ibu bisa melihat kalau kamu menyukainya” Ruhi mengangguk “Iyaaa, aku memang menyukainya, ibu ,,, karena dia itu sangat baik, dia selalu bicara denganku dengan sangat baik, aku suka dengan kualitas pribadinya, dia bisa mengurusi perusahaannya yang besar sendirian” sahut Ruhi “Jadi kami ini hanya berteman, ibu ,,, kami saling percaya satu sama lain”, 

“Kamu ini memang profesional, Ruhi ,,, disini semua orang memperlakukan kamu seperti anak kecil dan Suhail memperlakukan kamu secara profesional, kamu telah menceritakan semuanya pada ibu, ibu ingin tahu apa yang sedang terjadi dalam kehidupanmu, kamu bisa menceritakan pada ibu apapun, kamu tahu kan kalau ibu tidak pernah menghakimi kamu ? Ayooo makan dulu halwa ini, nenekmu sudah menyisakannya untuk kamu, cepat habiskan yaa” Ishita kemudian berlalu dari sana, Ruhi merasa bersalah “Aku tidak bisa mengatakannya padamu, ibu Ishi ,,, tentang perasaanku ke Suhail karena aku sendiri tidak tahu tentang perasaanku ini” bathin Ruhi sambil memikirkan Suhail 

Simmi sedang sibuk menelfon seseorang yang berkaitan dengan pekerjaannya, saat itu Simmi pulang kerumah dan dilihatnya Ananya sedang ngobrol dengan seseorang “Aku sudah bilang ke dia untuk tidak bicara dengan orang yang tidak dikenal” Simmi segera menghampiri Ananya dan dilihatnya Gaurav yang sedang ngobrol dengan Ananya, Gaurav lalu bertanya pada Simmi “Simmi, apakah dia itu ,,,”, “Ibu, dia ini temanku, namanya paman Gaurav, dia yang telah menyelamatkan aku, waktu itu aku sedang bermain cricket, aku sedang menangkap bola dan tidak memperhatikan kalau ada mobil yang datang, itu mobilnya paman Gaurav” Simmi langsung menyela 

“Ibu, sudah bilang kan, jangan main di luar gerbang !”, “Maafkan aku, ibu” sahut Ananya “Sudah santai saja, Ananya berjanjilah pada paman kalau kamu akan selalu bertanggungjawab pada setiap tindakanmu” Ananya kemudian berjanji, lalu Gaurav memintanya main kembali “Sudah, Simmi ,,, santai saja, Ananya baik baik saja sekarang”, “Kamu telah memberikan bantuan yang sangat besar dengan menyelamatkannya, dia itu hidupku” sahut Simmi “Aku akan menyelamatkan anak manapun dan sekarang Ananya pasti akan merasa terbiasa diantara kita berdua” sahut Gaurav, Simmi tersenyum senang 

Akhirnya Raman pulang kerumah dan bertanya “Dimana semua orang ?”, “Nenek, kakek sedang pergi keluar, Simmi ada dikamarnya” sahut Ishita “Dan yang lainnya ?”, “Kamu bertanya tentang Ruhi ?” tanya Ishita “Tidak, kebetulan aku membeli ice cream untuk semua orang”, “Ruhi ada dikamarnya, kamu bisa bicara dengannya, kamu membeli satu box ice cream untuk semua orang ? Ini kan ice cream favouritenya Ruhi” ujar Ishita “Mungkin penjualnya salah memberikan ice creamnya” sahut Raman “Kalau begitu kamu bisa menyuapi semua orang, Raman” saat itu Ruhi datang dan meminta Neelu untuk mengambilkan majalah, dilihatnya Raman ada disana lalu bertanya ke Ishita tentang majalah tersebut, 

Raman melihat majalah yang dicari oleh Ruhi dan segera melemparkannya ke Ruhi, Ruhi dan Raman tidak saling bicara satu sama lain, Ishita hanya terdiam sambil memperhatikan mereka “Tidak terjadi apa apa pada mereka, aku harus melakukan sesuatu, tapi apa yang harus aku lakukan ?” bathin Ishita, saat itu Ishita mendapat sebuah ide yang cemerlang, Ishita pun tersenyum SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1011 by. Sally Diandra

Bagikan :