SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 985 “RENCANA PERCERAIAN RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 985 “RENCANA PERCERAIAN RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 985 “RENCANA PERCERAIAN RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra Di Adelaide, Australia ,,, Shagun sedang memikirkan Raman yang menolak membantu Ishita di luar negeri, itu artinya Raman telah mengeluarkan Ishita dari hatinya, sementara Raman juga sedang berfikir “Mungkin Shagun akan lebih percaya lagi padaku sekarang” bathin Raman, Raman kemudian mulai angkat bicara “Ishita telah merusak suasananya, lebih baik kita pergi saja dan makan diluar” Shagun dan Pihu setuju dengan usulan Raman untuk makan diluar, lebih tepatnya makan di restauran Italia, mereka bertiga bergegas pergi dari sana, sementara itu Ishita dan Vidyut sedang ngobrol berdua 

“Aku yakin Shagun sekarang sudah yakin, dengan begitu Raman dan aku bisa mendapatkan hak asuh Pihu, aku tidak ingin Raman dan Pihu menjauh dariku”, “Ishita, setelah aku mendengar ceritamu, aku berharap kamu bisa berhasil dalam hal ini” sela Vidyut “Aku juga berharap seperti itu, Vidyut ,,, aku merasa senang bisa bersandiwara seperti tadi” ujar Ishita senang Pihu bertanya pada Raman 

“Ayah, apa aku boleh pergi dan menolong om chef itu ? Dia memintaku untuk kesana”, “Hati hati ya sayang, pergilah sana” sahut Raman, Shagun lalu mulai angkat bicara “Raman, apa kamu benar benar ingin menceraikan Ishita ?”, “Kenapa kamu selalu menyebut namanya, Shagun ? Dia telah lenyap dari kehidupanku tapi bukan milikmu” sahut Raman pura pura kesal 

“Aku hanya mengkhawatirkan Ishita, Raman ,,, kamu tadi tidak menolongnya, kenapa ?”, “Aku benci perempuan itu ! Dia telah membuatku menjauh dari anak anak dan keluargaku, aku ingin bebas dari dia ! Aku ingin menceraikannya !” tanpa mereka sadari Ruhi mendengar pembicaraan Raman dan Shagun, Ruhi segera meminta Raman untuk keluar menemuinya, 

Raman bergegas keluar dari sana dan menemui Pihu “Ayah, bagaimana bisa ayah berkata seperti itu tentang ibu Ishi ? Aku mengikuti ayah, aku kira ayah sedang bersama Pihu, ternyata ayah bersama ibu Shagun dan berkata tentang hal ini semua ? Bagaimana bisa ayah berkata seperti ini ? Ayah tahu kan kalau ibu Ishi itu bukan seorang pembohong, dia tidak membuat ayah menjauh dari keluarga tapi ayah yang meninggalkannya” Raman hanya terdiam mendengar kritikan Ruhi “Kak Adi dan aku ingin menyatukan kalian berdua lagi, tapi ini benar benar sudah gila karena ayah mengambil keputusan seperti ini, keluarga yang mana yang ayah bicarakan ? Apa ayah pernah menelfon kami sekali saja ?” ujar Ruhi kesal 

“Ibu Ishi juga ingin berubah, dia juga datang kesini untuk menemui orang lain, ayah juga tidak peduli padanya, kalian berdua ingin bercerai ? Ada apa ini ? Apa yang terjadi, ayah ?” Raman melirik ke arah Shagun yang masih ada disana “Aku benar benar marah sama kamu, ayah ,,, ayahlah yang membiarkan pernikahan ayah hancur berantakan ! Hubungan ini tidak hanya milikmu saja, kami juga ! Ayah dan ibu Ishi tidak memikirkan kami ! Bagaimana bisa kalian berdua ini bisa begitu egois dan ceroboh ! Kalian berdua tidak menghargai perasaan kami, ya sudah ,,, kalau begitu, lakukan saja ! Sudah cukup semuanya !” Ruhi segera pergi meninggalkan Raman, 

Shagun kemudian menghampiri Raman dan berkata “Raman, biarkan dia pergi, dia itu sangat dekat dengan Ishita, jadi tak heran kalau dia akan bereaksi seperti ini, Ishita ternyata sudah berubah juga, jangan cemas” hibur Shagun “Ishita mungkin bisa saja menyakiti perasaannya tapi dia itu adalah putriku”, “Dia itu putriku juga, Raman ,,, dia pasti bisa mengerti, jangan diambil pusing” sahut Shagun “Tidak ada seorang perempuan yang bisa menjadi ibu dengan hanya berkata kata, kamu tidak bisa melihat penderitaan putrimu” Shagun mengira kalau itu artinya Raman dan Ishita benar benar akan bercerai 

“Putriku sedang merasa khawatir disana” ujar Raman, saat itu Pihu membawa pasta yang dia buat dan meminta Shagun dan Raman untuk mencicipinya “Cobalah, Raman ,,, cicipi pastanya” sela Shagun, Pihu sendiri memuji chef yang mengajarinya masak pasta, sedangkan Raman sedang berfikir bagaimana caranya menjelaskan pada Ruhi “Shagun sudah merasa yakin kalau Ishita dan aku akan berpisah, kalau rencana ini berhasil maka kami bisa berusaha untuk mendapatkan Pihu kembali” bathin Raman 

Di Delhi, India ,,, Adi dan Aaliya sedang makan siang berdua “Aaliya, makanannya tidak enak ya ?”, “Tidak juga, enak kok !” sahut Aaliya “Aku tahu kalau kamu marah, maafkan aku ,,, ada sebuah alasan untuk gangguanku ini, aku akan memberitahu kamu kalau waktunya sudah tepat nanti, berikan aku waktu, apalagi kita baru bertemu lagi setelah satu tahun lamanya, tidak ada telfon dan sms sekarang, semua waktuku adalah milikmu” ujar Adi “Mukamu jangan seperti itu, kalau kamu menangis seperti ini, aku akan kembali sibuk menelfon” Adi mulai merajuk “Selama ini kita adalah pasangan yang sedang berpacaran, lalu semua ini terjadi, lalu kapan kita akan menjadi pasangan yang menikah ? Semuanya jadi membosankan” ujar Aaliya cemas 

“Hal itu tidak akan terjadi pada kita, tampar saja aku tapi bicara padaku, aku akan mematikan ponselku, maka tidak ada seorangpun yang akan mengganggu kita” namun saat itu Adi mendapat telfon dari Ruhi, Aaliya meminta Adi untuk bicara dengan Ruhi, Ruhi menangis di telfon dan berkata “Kak Adi, semuanya sudah berakhir ! Kita tidak bisa berbuat apa apa”, “Ada apa, Ruhi ?” Adi jadi ikutan cemas “Ayah benar benar ingin menceraikan ibu Ishi, saat ini ayah sedang bersama ibu Shagun dan mengatakan hal yang buruk tentang ibu Ishi” Adi langsung marah dan secara spontan berdiri hingga membuat semuanya yang berada di meja jatuh menimpa Aaliya, 

Kemudian Adi berlalu dari sana meninggalkan Aaliya, Aaliya hanya terpana melihatnya Adi masih sibuk menelfon dengan Ruhi ”Aku tahu kalau ayah sangat menyayangi Pihu, tapi apa kita juga tidak punya perasaan ? Berapa banyak masalah yang akan kita hadapi nanti, berapa kali kita akan kehilangan ibu kita, kalau tidak ada perasaan cinta yang mengikat kita, apa yang harus kita lakukan ?” Ruhi merasa sedih “Ayah benar benar membenci ibu Ishi dan ibu Ishi juga ingin dekat dengan orang yang bernama Vidyut, semua ini terjadi karena orang itu ! Orang itu tidak mencintai ibu Ishi, kak ,,, dia itu seorang casanova, playboy, ibu Ishi itu orangnya naif dan lugu, ibu Ishi pasti sudah dijebak, mungkin ibu Ishi benar benar merasa kesepian” ujar Ruhi kesal 

“Ibu Ishi dan ayah akan saling sangat mencintai satu sama lain kalau Vidyut itu tidak melakukan hal ini, sekali saja ayah bicara dengan ibu Ishi maka semuanya pasti akan terselesaikan dengan baik, aku akan membunuh Vidyut !” saat itu Aaliya melihat Adi masih sibuk dengan telfonnya, Aaliya segera pergi dari sana, sementara Adi mencoba menenangkan Ruhi “Ruhi, tenang, tenang dulu, jangan menangis, kita harus menyelesaikan hal ini, aku sudah mencari tahu tentang Vidyut, pergilah sana dan bicara dengannya”, “Iyaa, aku akan memberitahu dia untuk menjauhi ibu Ishi” ujar Ruhi kesal “Jaga diri baik baik yaa”, “Baiklah” Ruhi kemudian mengakhiri telfonnya, Adi kemudian bergumam pada dirinya sendiri 

“Jangan cemas, Adi ! Tapi bagaimana Ruhi mengurusi semuanya disana sendirian ?” Adi baru sadar kalau dia telah menelfon selama 1,5 jam “Aaliya pasti akan marah lagi, aku harus bilang sama dia !” Adi kemudian bicara dengan pelayan yang ada disana, pelayan itu memberitahu Adi tentang makanan yang tumpah ke wajah Aaliya “Apa ? Semua makanan tumpah ke arahnya ? Dimana dia sekarang”, “Dia sudah pergi dengan perasaan marah, tapi tagihannya sudah dibayar” sahut pelayan tersebut, Adi lalu berfikir untuk memberitahu semuanya ke Aaliya Aaliya sangat marah pada Adi sambil mengemasi barang barangnya “Dia itu memang bodoh ! Rahasia apa sih yang tidak bisa di ceritakan ke aku ?” 

Saat itu Aaliya mendapat begitu banyak sms dari Adi dan langsung menghapus semua pesan tersebut tanpa membacanya, Aaliya juga mendapat pesan minta maaf dari Adi, Aaliya kemudian membuka pintu dan dilihatnya Adi sedang berdiri disana, Adi segera meminta maaf pada Aaliya “Kamu itu benar benar menakuti aku, aku tidak akan yakin dengan taktik bodoh seperti ini, kamu tadi menghindari aku, aku akan kembali lagi ke Bangkok, minggir !”, 

“Aaliya, dengarkan aku dulu” Aaliya langsung menutup pintu dan mendengar sesuatu, Aaliya segera melihatnya, rupanya Adi terjebak dengan rangkaian kaleng permintaan maaf “Adi, kamu itu harus hati hati”, “Maafkan aku, Aaliya ,,, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu, aku harus memberitahu kamu sesuatu” namun Aaliya tidak ingin mendengarkan “Baiklah, katakan padaku”, “Ruhi dan aku sedang dalam sebuah misi untuk menyelamatkan pernikahan ibu Ishi dan ayah” jelas Adi 

Di Adelaide Australia ,,, Ishita bertanya ke Raman “Apa ? Kenapa kamu tidak bilang sama aku, Raman ? Aku akan bertemu dengan Ruhi, kalau tidak kamu saja yang bicara dengannya”, “Tidak ! Ruhi sudah bicara banyak padaku dan Shagun juga merasa yakin, dia itu sudah merasa bosan dan ingin menggembirakan kehidupannya” Raman lalu memberitahu Ishita tentang Shagun “Aku tahu apa yang kamu maksud, Shagun dan aku sebenarnya tidak serius, kami berdua hanya saling menggoda saja”, “Apa kamu mempunyai rencana lain ?” tanya Ishita 

“Iyaa, untuk menggagalkan Shagun, aku mempunyai sebuah rencana, dia pikir dia bisa membuat seseorang tergila gila, kalau Vidyut bisa membuat Shagun yakin dengan masa depan mereka bersama, maka tidak ada tempat untuk Pihu dalam kehidupannya, dia pasti akan memberikan hak asuhnya pada kita” Raman dan Ishita kemudian menjelaskan ke Vidyut kalau Shagun pasti akan lebih memilih pria yang kaya daripada Pihu “Aku bertemu dengannya setelah sekian tahun lamanya, aku tidak serius dengan dia”, “Kami mohon, mainkan sandiwara ini untuk kami, paling tidak pahamilah perasaan seorang ibu” pinta Ishita dan Raman 

“Lihat kan ? Dia begitu penuh perasaan memerasku, baiklah ,,, aku tahu kalau kalian berdua bisa melakukan apa saja untuk Pihu, aku akan membantu kalian, apa yang harus aku katakan padanya ?”, “Kamu harus mengajak Shagun berkencan” pinta Ishita dan Raman “Tapi aku harus bertanding, baru setelah itu aku akan menelfon dia untuk sebuah kencan yang romantis” Ishita dan Raman sangat senang mendengar ucapan Vidyut kemudian Vidyut mengirimkan sebuah sms ke Shagun tentang rencana kencan tersebut, Raman lalu berkata “Sekarang aku merasa yakin, aku pasti bisa mendapatkan Pihu kembali” SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 986 by. Sally Diandra

Bagikan :