SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1001 “KECURIGAAN RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1001 “KECURIGAAN RAMAN & ISHITA” by. Sally Diandra Raman berterima kasih pada Suhail, Raman kemudian meminta Romi untuk pergi dan memeriksa gudang milik Suhail “Aku akan mengirimkan alamatnya” sahut Suhail, sedangkan Adi pergi dari sana dengan perasaan marah, Ruhi melihat kedatangan Suhail, Suhail lalu menyapanya “Aku ingin bicara sama kamu, apa kita bisa ngobrol sambil minum kopi ?”, “Tentu saja” sahut Suhail, sementara itu Ishita bertemu dengan Abhishek dan bertanya soal alamat klinik dokter Vikram Behl 

“Kamu bisa mendapatkan alamatnya lewat telfon, Ishita ,,, kenapa jauh jauh datang kesini ?”, “Aku harus mengucapkan terima kasih sama kamu, karena kamu selalu membantu kami banyak sekali” ujar Ishita, Abhishek kemudian memberikan alamat itu “Abhishek, aku mohon jangan beritahu Raman soal ini, dia mengira kalau aku sedang ikut campur dengan pekerjaan yang lainnya dan pasti nanti dia akan memberikan ceramah padaku” pinta “Jangan khawatir, Ishita”, “Terima kasih, Abhishek” sahut Ishita, 

Saat itu Adi teringat ketika Raman memarahinya “Bagaimana bisa aku lupa pada pekerjaan yang penting seperti ini ?” gumam Adi heran, Adi juga teringat ketika Romi memberikan seberkas surat padanya “Waktu itu Aaliya menelfon aku dan aku langsung pergi karena Aaliya menangis ditelfon” Adi bergegas menemui Aaliya, Aaliya menunjukkan sebuah foto sambil berkata 

“Hari ini kedua orang tuaku meninggal beberapa tahun yang lalu, aku baru saja mendapatkan foto mereka, aku benar benar merasa kesepian” Adi langsung memeluk Aaliya “Aku selalu ada bersamamu”, “Jangan pernah tinggalkan aku, Adi” pinta Aaliya sedih “Aku selalu bersamamu” Adi teringat semuanya “Semua ini karena Aaliya, ayah memarahi aku di depan seluruh staf kantor dan Suhail, aku tidak mau ceroboh lagi sekarang” bathin Adi geram 

Ruhi bertanya ke Suhail “Suhail, kenapa kamu tidak menceritakan padaku tentang perusahaanmu ?”, “Iyaa, itu memang perusahaanku, kami mencoba mendekati Ruhaan untuk menyelenggarkan konsernya tapi dia menolak, hari hariku benar benar buruk” Ruhi langsung menyela ucapan Suhail 

“Ruhaan pasti akan menyelenggarakan konsernya untuk kamu sekarang”, “Apa ? Apa kamu kenal dengan dia ?” Suhail merasa heran “Iyaa, aku ini Ruhaan” Suhail semakin bingung dan tidak mengerti “Apa maksudmu ?”, “Aku ini Ruhaan, aku akan menyelenggarakan konsermu, katakan padaku apa rencananya ?” pinta Ruhi 

“Tidak, aku tidak ingin menyelenggarakan konser hanya karena sebuah bantuan, kamu pasti bilang karena aku telah membantu keluargamu, maka kamu akan ganti membantu aku, managernya bilang karena Ruhaan menolak konsernya karena ingin menghabiskan waktunya untuk keluarganya, aku bisa mengerti sekarang, aku tidak ingin kamu kehilangan nama keluarga” sahut Suhail 

“Aku akan melakukan konser ini” Suhail lalu memegang Ruhi dan berterima kasih untuk bantuannya yang amat besar, Ruhi tersenyum senang “Lalu apa yang harus aku lakukan ? Katakan apa rencananya ?” tanya Ruhi penasaran 

Sementara itu Ishita dan Shalini sudah sampai di klinik dokter Vikram, namun Ishita hanya melihat toko roti yang ada disana “Abhishek yang memberikan aku alamat ini” ujar Ishita heran, Ishita lalu bertanya pada penjual toko tentang klinik dokter Vikram “Maaf, aku tidak tahu klinik apapun disini”, “Nyonya Ishita, aku bisa terlambat, aku harus pergi, ibu mertuaku bisa curiga padaku” sela Shalini “Aku kenal psikolog lainnya”, 

“Tidak hari ini, nyonya Ishita” Ishita akhirnya menyerah memaksa Shalini bertemu dengan psikolog lainnya “Baiklah, kamu bisa menelfonku lagi nanti” Shalini berterima kasih padanya kemudian bergegas pergi dari sana, Ishita lalu merasa heran “Bagaimana bisa Suhail berbohong dan memberikan alamat yang salah pada polisi, ini kebohongan besar, aku harus memberitahu Raman” gumam Ishita geram 

Saat itu Adi sedang menemuinya Aaliya “Ada kejutan apalagi yang menyenangkan, Adi ? Aku baru saja akan menelfon kamu untuk bertemu, aku suka dengan kejutan ini” Adi diam saja “Ada apa ? Apa ada masalah dalam pekerjaanmu ? Ayahmu memarahi kamu lagi ?”, “Iyaaa, kamu merasa senang kan ?” sahut Adi ketus “Ada masalah apa ? Katakan padaku, Adi” pinta Aaliya 

“Kamu yang melakukan semua ini, aku jadi ceroboh karena kamu, fokus kehidupanku jadi beralih, setelah bertunangan tugasku jadi bertambah banyak, aku harus mengajakmu makan malam dan belanja, lalu kamu selalu membutuhkan bahu untuk bersandar karena kamu sering menangis”, “Tunggu dulu !” Aaliya tidak terima dengan ucapan Adi 

“Aku tidak pernah memaksamu untuk melakukan semua itu, bukankah kamu juga menikmati belanja”, “Iyaa memang karena aku tidak punya pilihan lain, ayahku memarahiku, aku meninggalkan surat surat berharga karena kamu menelfonku lalu kamu menangis” ujar Adi kesal “Kamu selalu saja dengan mudahnya menyalahkan aku, bagaimana aku bisa tahu masalahmu ? Kamu menjadi begitu bertanggung jawab” Adi langsung mendebat Aaliya 

“Aku memiliki banyak tekanan, kamu membuat aku merasa bersalah untuk hal hal yang kecil”, “Jadi kamu menemui aku karena kamu merasa bersalah ? Aku tidak mau ketemu sama kamu ! Kita bisa menyelesaikan masalah ini, Adi ,,, aku akan datang padamu kalau aku mempunyai masalah” mereka berdua kembali berdebat “Lain kali, aku akan bilang kalau aku sedang sibuk dan tidak bisa ngobrol sama kamu”, “Kamu jahat sekali sih ?” Adi bergegas pergi meninggalkan Aaliya 

Sementara itu Amma meminta nyonya Bhalla untuk bersiap siap untuk nonton film, temannya Mihika yang bernama Arundhati datang kesana, Amma menyapanya “Ada apa gerangan kamu datang kesini ?”, “Aku kira untuk mengejutkan Mihika” sahut Arundhati “Dia ada dirumahku”, “Kalau begitu aku akan terlambat” ujar Arundhati 

“Rumahku ada disini, tunggu saja dia nanti akan datang” Amma lalu menyuruh Neelu memanggil Mihika “Waaah, hebat ,,, rumah keluarga Mihika dan rumah mertuanya berdekatan, dia memang beruntung” sahut Arundhati, Amma langsung menyembunyikan Arundhati untuk memberikan kejutan pada Mihika, 

Saat itu Mihika datang kesana “Mihika, aku akan menunjukkan padamu sebuah sihir, tutup matamu”, “Bibi, aku sedang ada pekerjaan penting” Arundhati langsung mengejutkan Mihika, Mihika kaget, Arundhati lalu melihat nyonya Bhalla yang juga ada disana “Waaah, nenek mertuamu ternyata masih hidup ?” nyonya Bhalla langsung menyela 

“Siapa perempuan ini ? Apa dia gila ?” Mihika langsung tertawa terbahak bahak dan berkata “Dia ini ibu mertuaku, dia masih muda dan sangat aktif”, “Maafkan aku, bibi ,,, bibi terlihat begitu matang, aku akan datang lagi nanti, Mihika ,,, kebetulan ini jam istirahat konferensi yang aku ikuti, jadi aku kesini lagi nanti” Arundhati lalu pergi, Amma lalu tertawa kearah nyonya Bhalla 

Ishita akhirnya sampai dikantornya Raman “Maaf, aku mau bicara sama Raman secara pribadi”, “Tentu saja, pekerjaan bisa dilakukan nanti lagi” sahut Raman, Romi lalu menggoda Raman “Aku harus membahas masalah penting juga, kak”, “Kita bisa membicarakannya nanti, cobalah untuk mengerti, Pihu membuat aku sulit untuk bertemu dengan Ishita, pastikan tidak ada seorangpun yang mengganggu kami” sahut Raman “Baiklah, kak ,,, aku mengerti” Romi lalu pergi dari sana, Raman segera memeluk Ishita sambil berkata “Aku menginginkan pelukkan ini, aku tahu kalau kamu juga menginginkan pelukkan ini” goda Raman 

“Raman, ini benar benar sangat serius”, “Ada apa ?” Ishita langsung bercerita soal Suhail yang memberikan alamat klinik ayahnya yang salah “Disana hanya ada toko roti, bagaimana bisa dia berbohong sebesar ini ?”, “Apa ?” Raman jadi heran “Dia selalu ada untuk membantu kita, apakah itu sebuah kebetulan ? Kita mempunyai banyak teman yang juga musuh kita, apakah kita telah melakukan kesalahan dengan mempercayai dia ?”, “Kita harus mencari tahu, ayooo ikut denganku !” ajak Raman 

Mani sedang ngobrol dengan Aaliya “Aaliya, lihat ,,, noda tinta ini, aku tidak tahu kapan tinta ini bisa bocor ?”, “Aku akan ganti baju dulu, ayah” sela Aaliya gamang “Apa kamu baik baik saja, Aaliya ? Ayah rasa kita harus pergi keluar dan makan siang bersama” tiba tiba Aaliya menangis dan memeluk Mani erat ”Aaliya, ada apa ?”, “Aku dan Adi tadi bertengkar, dia kelihatan sangat marah” Aaliya lalu menceritakan semuanya pada Mani 

“Masalah hubungan kalian, itu tidak apa apa, hal itu selalu terjadi, tidak usah cemas tentang hal itu, dan Adi jelas salah kalau dia menyalahkan kamu akan hal ini, ayah akan bicara dengannya”, “Jangan ! Aku tidak ingin melibatkan ayah dalam hal ini” sahut Aaliya 

“Baiklah, kalau para orangtua ikut campur dalam pertengkaran anak anaknya, maka semuanya akan hancur, kamu pasti bisa menyelesaikan masalah ini, tersenyumlah dan berikan ayah pelukan hangat” secara kebetulan Shagun mendengar ucapan mereka “Kadang kadang para orang tua selalu ikut campur dengan masalah anak anaknya, seperti yang dilakukan oleh Ishita, aku akan melakukan hal yang sama sekarang” gumam Shagun senang 

Sedangkan Adi sedang bergumam dengan dirinya sendiri “Apa aku ini sudah sinting ? Aku marah sama Aaliya, saat ini pasti dia sedang menangis, aku akan menelfon dia” saat itu Adi mendapat telfon dari Shagun “Adi, apakah kamu mengharapkan ada telfon dari seseorang ?”, “Tidak !” sahut Adi “Kamu tahu dari tadi Aaliya sibuk mengeluh ke Mani tentang sikap kamu, dia cerita kalau kalian baru saja bertengkar, apakah semuanya baik baik saja ?”, “Aku tidak percaya denganmu ibu Shagun” sahut Adi kesal

“Kalau aku berbohong, bagaimana bisa aku tahu tentang pertengkaran kalian berdua, aku merasa prihatin dan menelfon kamu untuk bertanya tentang hal ini”, “Aku akan menelfon ibu lagi nanti” Adi langsung menutup telfonnya dan bergumam pada dirinya sendiri “Apa Aaliya begitu bodohnya sehingga memberitahu paman Mani soal pertengkaran kami ?” gumam Adi heran, 

Raman sedang menuju ke gudang dan bertanya pada penjaga “Apakah ini gudangnya Suhail ?”, “Iyaa, dia memberitahu kami kalau kalian akan datang, jadi tempat ini sudah dikosongkan” Raman dan Ishita lalu mengecek gudang tersebut dan bertanya tentang ayahnya Suhail 

“Aku tidak pernah bertemu dengan ayahnya”, “Aku juga tidak melihat adanya kegiatan yang berlangsung disini, dia bilang kalau ayahnya adalah seorang psikiater, tapi kliniknya tidak ada disana” sahut Ishita “Iyaa, tapi perusahaannya ini resmi, kita bisa mencarinya di internet tentang perusahaannya itu” ujar Raman 

“Tapi mungkin hanya informasi dasar saja mengenai dirinya di internet”, “Tapi dia telah memberikan kita sebuah cek yang bernilai 10 lakhs, Raman ,,, dan penjaganya bilang kalau perusahaannya itu hampir bangkrut” Raman dan Ishita mulai curiga pada Suhail “Aku yakin dia mempunyai sebuah motif di balik semua ini” ujar Raman geram SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1002 by. Sally Diandra

Bagikan :