SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 999 “PIHU SUDAH BESAR” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 999 “PIHU SUDAH BESAR” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 999 “PIHU SUDAH BESAR” by. Sally Diandra Raman meminta Romi untuk bicara dengan Mihir atau siapapun untuk membuat draft permintaan pinjaman, saat itu seorang pemuda datang menghampiri mereka dan bertanya “Apa ada gadis yang bernama Ruhi disini ?”, “Bagaimana kamu bisa tahu tentang dia ?” Raman merasa heran “Namaku Suhail, kami bertemu di bandara, aku yang mengantarnya kesini, dia lupa bawa paspornya” Raman langsung mengambil paspor Ruhi, 

Saat itu Ruhi keluar dan melihat Suhail “Ruhi, kamu lupa membawa paspormu”, “Terima kasih, Suhail” sahut Suhail “Ayah, bagaimana dengan permintaan draftnya”, “Tidak bisa dibuat, Ruhi” sahut Raman cemas, Suhail mendengar pembicaraan mereka dan bertanya “Berapa jumlah draft permintaan pinjamanmu ? Katakan padaku”, “Kurang lebih 10 lakhs” Suhail langsung menelfon seseorang “Aku Suhail Behl dari Behl Industri, aku ingin mengajukan draft permintaan pinjaman sebesar 10 lakhs, tolong dibuatkan segera” ujar Suhail, kemudian Suhail bertanya ke Raman, nama apa yang dia inginkan di draft permintaan tersebut, 

Raman segera memberikan rinciannya secara detail, Raman lalu berterima kasih pada Suhail “Berterima kasihlah padaku kalau pekerjaan ini sudah selesai dan anda bisa mengembalikan uangku nanti, tuan” Raman dan Ruhi berterima kasih pada Suhail atas bantuannya “Ayooolah, aku malah merasa senang bisa membantu anda, anda akan mendapatkan uangnya dalam waktu 15 menit” Raman bergegas menemui Ishita, Ruhi lalu berkata “Aku mau pulang kerumah”, “Bolehkan aku mengantar kamu pulang ?” pinta Suhail 

Ketika sampai dirumah, Ruhi akhirnya bertemu dengan Pihu “Pihu, maafkan, kakak ,,, karena kakak tidak bisa membelikan kamu boneka”, “Apa kakak tidak kangen sama aku ?” ujar Pihu sambil memeluk Ruhi erat “Aku senang akhirnya kakak pulang kembali”, “Kakak janji, besok kakak akan membelikan kamu boneka” janji Ruhi, Pihu lalu memberitahu Ruhi kalau dirinya baru saja jalan jalan dengan Aaliya “Tadi kak Aaliya mengajakku dan Ananya jalan jalan, kami belanja bersama, aku juga membeli sesuatu buat ibu Ishi” Ruhi teringat pada ucapan Ishita 

“Pihu, kakak ingin bicara sama kamu, semua orang dirumah ini telah berbohong sama kamu, ibu Ishi tidak pergi bekerja, saat ini dia sedang berada di kantor polisi, polisi membawanya karena ada seorang perempuan yang bunuh diri dan menyalahkan ibu Ishi” Pihu kaget “Apa ?”, “Iyaa, Pihu ,,, semua orang bohong sama kamu tapi ibu Ishi memintaku untuk berkata jujur sama kamu, kamu bisa menemui dia nanti” Pihu segera berlari keluar 

Dikantor polisi, Abhishek menerima uang jaminan Ishita “Ishita telah mendapat jaminan tapi Ishita tidak bisa keluar dari kota Delhi” ujar Abhishek, Ishita berterima kasih pada mereka semua “Tapi dia itu pembunuh ! Bagaimana bisa kamu melepaskannya ?”, “Dia mendapat jaminan dan tuduhan padanya tidak terbukti” sahut Abhishek, ayahnya Nisha langsung memarahi Ishita 

“Aku akan mengajukan kasus ini secepat mungkin ! Aku ingin melihat sampai kamu di hukum !” Raman langsung meminta Romi untuk mengambil mobil, Ishita menyela ucapan ayahnya Nisha “Aku bisa mengerti penderitaanmu, semua orang memang harus berjuang untuk keadilan putrinya, percayalah padaku, aku tidak melakukan apa apa” tanpa bicara Raman langsung mengajak Ishita pergi dari sana 

Dirumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla berterima kasih pada Dewa, dia melakukan tilak untuk Ishita dan menyambutnya “Aku tahu kalau kalian semua bersamaku, Raman selalu berdiri disampingku, maka tidak ada sesuatu yang terjadi padaku” ujar Ishita, saat itu Simmi mengambil halwa, Ishita lalu bertanya pada Ruhi “Ruhi, apa kamu sudah mengatakan semuanya pada Pihu ?”, “Iyaa, dia ingin bertemu dengan ibu Ishi” Ishita merasa heran “Apa dia tidak bilang apa apa ?”, “Dia hanya bilang kalau dia ingin bertemu dengan ibu Ishi, dia terlihat bingung” Ishita bergegas menuju ke kamar Pihu dan dilihatnya Pihu sedang mengemasi barang barangnya ke dalam koper 

“Pihu, kenapa kamu melakukan ini ?”, “Aku mau pindah !” Ishita kaget “Pihu, ibu benar benar minta maaf, aku tahu kalau kamu pasti terluka karena ibu, ibu tadi bilang sama kak Ruhi untuk memberitahu kamu yang sebenarnya, ibu pikir kamu akan mengerti, ibu mohon ,,, jangan tinggalkan rumah ini sayang” Pihu langsung memeluk Ishita “Aku hanya mau pindah ke kamar ibu, aku ingin bersama ibu dan ayah” Ishita tersenyum haru “Jadi kamu berpura pura ? Kamu ini memang persis seperti ayahmu” ujar Ishita sambil memeluk Pihu “Selama aku tinggal bersama ibu, aku tidak akan membiarkan polisi membawa ibu pergi”, “Bagus juga kamu akan pindah ke kamar ibu, terima kasih, Pihu” Pihu tersenyum senang 

“Terima kasih juga karena ibu telah berkata jujur, semua orang sudah bohong padaku bahkan mama juga bohong padaku, semua orang memperlakukan aku seperti seorang bayi, aku suka ibu mengatakan yang sebenarnya padaku” Pihu memeluk Ishita lagi, mereka berdua kemudian mengemasi barang barang Pihu bersama, semua orang memperhatikan mereka sambil tersenyum, nyonya Bhalla terharu dan berkata “Apapun yang terjadi itu semua untuk kebaikan” Malam harinya, Ishita sedang memeluk foto Pihu sambil tersenyum memikirkan ucapannya, kemudian Ishita teringat pada ucapan ayahnya Nisha dan mulai merasa cemas, 

Raman datang dan berkata “Tadi Mani menelfon”, “Aku akan memanggil Pihu, ini waktunya dia tidur” Raman langsung menyuruh Ishita duduk dan memijat bahunya untuk melegakan setresnya “Terima kasih, Raman”, “Jangan khawatir, aku ada disini” ujar Raman sambil menunjukkan sikap romantisnya, saat itu Pihu datang untuk memberitahu soal Adi, Raman langsung menjauh dan berkata “Adi ini memang tidak punya perasaan ! Dia itu tidak bisa mengurus anak anak”, “Ayoo sini, Pihu ,,, tidurlah sekarang” Ishita menyela ucapan Raman “Anak anak harusnya bermain, ayooo, Pihu ,,, kita akan pergi ke kamarnya Ananya” ajak Raman “Nggak mau ! Ibu Ishi akan menceritakan dongeng sebelum tidur untukku”, 

“Ibumu itu tidak tahu, nenekmu yang tahu dongeng dongeng yang bagus” Ishita langsung menggeleng menyela ucapan Raman “Tidak, aku masih ingat semuanya”, “Tidak !” sahut Raman, Ishita lalu tertawa terbahak bahak “Ini permintaan Pihu, Raman”, “Apa lagi yang bisa aku lakukan ?” Pihu lalu meminta Raman untuk ikutan, Raman lalu duduk bersama mereka, Raman meminta Pihu untuk berbaring sambil tiduran, 

Ishita meminta Raman untuk menceritakan dongengnya, Raman hanya bisa menatap Ishita, Ishia kemudian menceritakan sebuah dongeng “Pihu, tutup matamu dan dengarkan ceritanya maka kamu akan tidur nyenyak”, “Raman, jangan mengganggu” sahut Ishita, Pihu tersenyum melihat mereka berdua, kemudian Pihu pun tertidur, Raman dan Ishita juga tersenyum, Pihu lalu memeluk Raman, Ishita hanya bisa tertawa kecil 

Dirumah Mani, Mani sedang ngobrol dengan Aaliya via telfon “Aailya, itu sebuah berita yang baik” Mani lalu menutup telfonnya dan memberitahu Shagun kalau Ishita sudah keluar dari penjara dengan jaminan “Aku akan menelfon, Raman” Shagun merasa khawatir karena Raman bisa saja memberitahu Mani soal hubungannya dengan Vidyut kalau Raman sedang marah, Shagun merasa gelisah “Ada apa, Shagun ? Apa semuanya baik baik saja ?”, “Iyaa, aku baik baik saja” sahut Shagun cemas 

“Apakah kita bisa pergi dan menemui Raman dan Ishita ? Mereka pasti akan merasa lebih baik”, “Tidak, Pihu terlalu lengket denganku, jadi sebaiknya aku tidak pergi kesana” Mani tersenyum senang “Aku bangga padamu, Shagun ,,, aku akan mengirimkan sms ke Raman kalau kita selalu ada untuknya” Shagun hanya mengangguk sambil memikirkan tentang Ishita yang selalu saja bisa selamat Keesokan harinya, Raman sedang ngobrol sama Romi via telfon, kemudian Raman menyuruh anak buahnya untuk mengirimkan cek yang sudah diisinya ke Suhail Behl, Raman juga memberitahu Ishita tentang orang yang tidak dikenalnya yang telah membantu mereka 

“Iyaaa, dia hanya membantu kita” sahut Pihu, Simmi menyela dan meminta Raman untuk berterima kasih padanya “Iyaa, dia memang telah membantu kita” saat itu Raman melihat Shagun datang untuk memberikan pernyataannya yang menentang Ishita “Aku akan memberitahu Mani kalau Shagun telah mengkhianatinya, dia itu orangnya sederhana, dia harus tahu kalau Shagun akan menceraikannya dan menikah dengan Vidyut” ujar Raman geram, Adi menatap ke arahnya dan mencoba mencegah usaha ayahnya “Kenapa memangnya, Adi ? Ibumu itu telah mengkhianati Mani !” Adi langsung memberikan kode ke Raman untuk memperhatikan ke sekelilingnya, 

Raman dan Ishita saat itu melihat Aaliya ada disana “Maaf, aku tidak tahu”, “Iyaaa, maafkan kami” Ishita menyahut ucapan Raman “Tidak apa apa, aku baik baik saja, aku hanya meminta pada paman Raman untuk tidak bilang sama ayah karena dia itu orangnya sensitif, dia pasti akan terluka, padahal selama ini ayah mencoba mempertahankan pernikahannya dengan baik, pada kenyataannya ayah sangat mencintai ibu Shagun” Ishita dan Raman jadi tidak enak “Kalau ayah tahu ibu Shagun akan menceraikannya, maka dia pasti akan terpuruk, hubungan pernikahan ini sangat penting baginya” ujar Aaliya sambil menangis, 

Raman setuju dengan pendapat Aaliya, tak lama kemudian sebuah surat panggilan datang untuk Ishita, Raman dan Ishita langsung membacanya “Ini panggilan dari pengadilan, kasus Nisha akan berlangsung minggu depan, jangan khawatir ,,, Adi, lebih baik sekarang kamu pergi ke kantor” ujar Raman “Shagun telah membuat kasus menentang kita dengan memberikan pernyataannya tadi” bathin Raman kesal SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 1000 by. Sally Diandra

Bagikan :