SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 979 “PERBURUAN HARTA KARUN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 979 “PERBURUAN HARTA KARUN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 979 “PERBURUAN HARTA KARUN” by. Sally Diandra Simmi dan Mihika sedang menulis daftar belanja mereka yang mau dititipkan ke Ruhi yang mau pergi ke Australia, nyonya Bhalla memperhatikan mereka dan berfikir untuk mencegah mereka karena Ruhi akan pergi untuk suatu tugas yang sangat penting bukan untuk berbelanja “Kenapa kalian memberikan aku daftar belanjaan sebanyak ini ?”, “Bagus bukan kalau kita membeli beberapa barang dari luar negeri ?” sela Mihika 

“Iyaa kamu juga suka barang barang impor kan ?” sahut Simmi “Kalau Ruhi belanja lalu kapan dia bisa melakukan tugas pentingnya ? Maksudku konsernya Ruhi”, “Ibu, konsernya Ruhi tidak berlangsung sepanjang waktu, dia bisa membelinya” Simmi menyela ucapan ibunya “Iyaa Ruhi bisa mengurusi semuanya”, “Aku juga akan memberikan daftar belanjaku ke Ruhi, pergilah sana dan buatlah daftar sayuran yang mau dibeli dan pergilah ke pasar sana, sana pergi” Simmi dan Mihika langsung pergi begitu mendapat perintah dari nyonya Bhalla, nyonya Bhalla lalu menyobek daftarnya dan membuangnya ke tempat sampah 

Di Bangkok, Thailand ,,, Raman memberitahu staff kantornya kalau dia akan pergi ke Australia, jangan sampai ada yang tahu tentang hal ini, atur meetingku dengan baik, aku harap semuanya baik baik saja, kapanpun kamu membutuhkan aku, kamu bisa segera menelfon aku” ujar Raman sambil berfikir untuk memberitahu Shagun dan Pihu kalau dirinya tidak bisa datang selama beberapa hari dan berharap bisa bertemu dengan Pihu, 

Raman lalu menelfon sekolah Pihu dan gurunya Pihu memberitahu Raman kalau Shagun membawa Pihu “Tadi nyonya Shagun membawa Pihu, sepertinya mereka akan keluar kota Bangkok”, “Memangnya kemana mereka pergi ? Aku berhak tahu tentang hal ini, aku ini ayahnya” sahut Raman kesal “Nyonya Shagun bilang kalau mereka akan pergi ke Adelaide bersama Pihu”, “Australia ? Baiklah” Raman lalu menutup telfonnya 

Di Delhi, India ,,, Simmi dan Mihika sedang ngobrol soal Australia, tiba tiba tong sampahnya jatuh “Aku sudah bilang sama Neelu untuk tidak menaruh tong sampah disini” ujar Mihika sambil melirik ke arah tong sampah, ternyata ada sobekan daftar belanja mereka, Mihika lalu menunjukkannya ke Simmi “Itu artinya ibu yang telah membuang kertas ini ke dalam tong sampah, mungkin dia tidak berharap kita memberikan daftar belanjaan ini ke Ruhi” tiba tiba Simmi tertawa begitu mendengar ucapan Mihika 

“Aku tahu kenapa ibu melakukan hal ini, Mihika ,,, itu karena kita tidak bertanya padanya, apa yang mau dia beli, jadi dia menyobek daftar belanja kita, dia pasti akan menambahkan daftar belanjaan kita di daftar belanjaannya yang cukup panjang lalu memberikannya ke Ruhi, kita akan menambahkan beberapa barang lagi, oh iyaa sms Ruhi untuk membelikan hadiah untuk seluruh keluarga” Mihika setuju dengan ide Simmi 

Di Adelaide, Australia ,,, Ishita akhirnya mendarat di Adelaide, lalu bicara dengan petugas “Ini bukan koperku”, “Tolong diperiksa lagi, nyonya ,,, mungkin koper ini dari pesawat yang berangkat dari Bangkok, barang barangnya mungkin tertukar” ujar si petugas, Ishita lalu bertanya soal divisi barang hilang karena dia membutuhkan kopernya, secara kebetulan saat itu Raman juga sudah mendarat di Adelaide “Apa maksudmu tasku tertukar ? Aku memerlukan tasku, dimana aku bisa melaporkan hal ini ?” petugas itu minta maaf pada Raman dan mengajaknya untuk ikut dengannya, Raman dan Ishita tidak saling melihat satu sama lain meskipun dalam tempat yang sama 

Di Delhi, India ,,, Adi sedang menelfon Ruhi yang saat itu sudah sampai di Singapura “Apa kamu sudah mendarat di Singapura ?”, “Iya, kakak ,,, aku akan terbang ke Adelaide 3 jam lagi” Adi lalu memberitahu hal ini pada neneknya “Adi, bilang padanya untuk menelfon kami setelah boarding” Ruhi mendengar ucapan Simmi dan tersenyum “Kakak, bilang pada mereka untuk tidak usah cemas, aku baik baik saja” Adi lalu meminta Mihika dan Simmi pergi dan menyelesaikan pekerjaan mereka, Adi lalu meminta Ruhi untuk menemukan petunjuk 

“Aku sudah memberitahu ayah, dia juga akan sampai di Adelaide, ayah akan menceraikan ibu Ishi, kamu harus bisa meyakinkan ayah dan buatlah sebuah rencana agar mereka berdua bertemu”, “Baiklah, kak ,,, kamu sendiri jaga dan urusi rumah baik baik yaa, kalau tidak semua orang akan tegang dan gelisah” nyonya Bhalla mendengar pembicaraan Adi dan Ruhi “Tidak ada seorangpun tahu kalau kamu pergi ke Australia untuk mencari ibu Ishi, maafkan aku, Ruhi ,,, karena kamu harus pergi sendirian kesana”, “Jangan khawatir, kak ,,, aku baik baik saja” Adi kemudian mengakhiri telfonnya, 

Tak lama kemudian Aaliya datang dan bertanya ke Adi “Adi, apa kamu kaget ? Sepertinya kamu tidak senang ketemu sama aku ?” tanya Aaliya heran, Aaliya kemudian memeluk nyonya Bhalla dan Simmi sambil mengejek Adi yang lupa untuk menjemputnya di bandara, yang lainnya mendukung Aaliya “Aku rasa Adi seharusnya diberi hukuman” ujar Simmi “Ini bukan kesalahan Adi, dia itu memang mirip ayahnya” nyonya Bhalla tertawa terbahak bahak sambil mengingatkan mereka ketika Raman meninggalkan Ishita di pesta valentine “Aayoo Aaliya, ikutlah denganku ke kamarku”, “Tidak, bibi ,,, aku akan tinggal di rumah keluarga Iyer, dimana ibu Ishi ?” Aaliya menimpali ucapan Simmi 

Di Adelaide, Australia ,,, Ishita akhirnya bisa mendapatkan kopernya dan berterima kasih pada orang itu “Mari ikut denganku, nyonya ,,, mobilnya sudah menunggu” orang itu lalu memberikan sim card Australia “Terima kasih, pelayananmu sungguh sangat baik” puji Ishita tulus, saat itu Raman keluar dengan kopernya, Ishita merasa ada yang aneh dan berfikir “Kenapa aku merasa Raman ada disini ?” ujar Ishita sambil turun dari mobil untuk memeriksa ke sekelilingnya, saat itu Raman masuk ke mobil dan Raman juga kangen untuk bertemu dengan Ishita, akhirnya Raman pergi, 

Tak lama kemudian Ishita sedang dalam perjalanan dan menyukai suasana kota Adelaide, Ishita kemudian menelfon Vidyut, tapi ternyata nomernya tidak aktif, Ishita kemudian mengecek rencana perjalanannya dan ada sms dari Vidyut, Ishita tertawa “Jadi ini perburuan harta karun” ujar Ishita sambil membaca kembali pesan Vidyut dan meminta pada supirnya untuk membawanya ke sebuah mall “Jadi ini tangga pertama untuk mencapai Vidyut, mengesankan” ujar Ishita senang, sementara itu Raman sedang menelfon Shagun “Ponselnya mati ! Apa mungkin dia merubah nomer handphonenya, aku tahu dia pasti akan pergi ke sebuah mall” Raman juga meminta supirnya untuk membawanya ke mall 

Di Delhi, India ,,, Simmi sedang merasa cemas dan meminta Shravan untuk membantunya memindahkan mobil, kemudian Simmi sedang ngobrol sama Mihir “Mihir, sepertinya aku butuh waktu untuk sampai dikantor, karena aku harus mengantar Ananya dulu” saat itu Ananya mendapat sms dari Vandu dan kunci, Simmi lalu pergi ke tempat Vandu “Vandu, bisakah kamu memindahkan mobilnya Bala ?”, “Bagaimana kalau kamu pakai mobil Bala saja ?” sahut Vandu 

“Bahan bahan presentasiku semuanya ada di mobilku, jadi bagaimana bisa aku memakai mobilmu ?”, “Aku juga tidak bisa kesana dengan baju seperti ini, Simmi” Simmi bersikeras meminta Vandu memindahkan mobilnya, mereka berdua lalu berdebat soal parkir mobil, Vandu membela Bala yang saat itu juga ada disana, perdebatan mereka cukup serius “Kamu itu tidak mempunyai suami ! Kamu tidak akan mengerti bagaimana perasaan seorang istri yang melihat suaminya yang bekerja keras” Simmi jadi sedih begitu mendengar sindiran Vandu 

Di Adelaide, Australia ,,, Ishita akhirnya sampai di mall yang dituju dan kembali menelfon Vidyut “Ayoolah, kamu baru saja sampai di mall”, “Tapi kamu dimana ? Apa kamu melihatku ?” tanya Ishita penasaran “Kamu baru saja datang kesini untuk pertama kalinya, seharusnya kamu bersiap siap kalau mau bertemu denganku, kali ini untuk petunjuk berikutnya, kamu harus mencari tahu kalau kamu ingin bertemu denganku” Ishita bergegas untuk mengganti bajunya, seorang pelayan memberinya sebuah baju pada Ishita dan menunjukkan ruang ganti baju, Ishita berterima kasih padanya dan mendapatkan sms dari Vidyut 

“Aku harap kamu menyukai baju ini, berdandanlah dengan baik dan datanglah segera” Ishita berfikir untuk melakuan perburuan harta karun untujk bertemu dengan Vidyut, saat itu Raman juga datang ke toko yang sama yang seperti di kunjungi Ishita “Aku tahu Shagun pasti akan datang kesini untuk belanja" Raman kemudian bertanya pada pelayan tentang seorang wanita dari India yang mengenakan pakaian yang khas dari India “Iyaaa, aku tadi menyuruhnya kesana” ujar pelayan itu, saat itu Ishita masih berada di ruang ganti baju, Raman menunggu diluar, Raman lalu bertanya lagi ke pelayan tentang perempuan India yang dia maksudkan, dari dalam ruang ganti baju, Ishita mendengar pembicaraan mereka SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 980  by. Sally Diandra

Bagikan :