SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 978 “PERJALANAN KE ADELAIDE” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 978 “PERJALANAN KE ADELAIDE” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 978 “PERJALANAN KE ADELAIDE” by. Sally Diandra Ruhi sedang mencari cari Ishita “Biar aku lihat dulu, apa kecurigaan kak Adi itu benar atau tidak ? mungkin aku bisa mendapatkan petunjuk sebelum berhadapan dengan ibu Ishi” Ruhi lalu mengecek lemari Ishita dan menemukan sebuah hadiah dan catatan, Ruhi lalu membacanya “Aku senang kamu menyukai bunganya dan aku harap kamu juga menyukai kain sareenya” Ruhi terhenyak “Apa ini ,,, ? Itu berarti kecurigaan kak Adi itu benar, ibu Ishi mempunyai seseorang dalam hidupnya tapi siapa ,,, ?” saat itu Ishita masuk ke kamarnya dan langsung merasa cemas begitu melihat Ruhi ada di dalam kamarnya “Ada apa, Ruhi ,,, kamu disini ?”, “Ibu mau pergi jadi aku kesini untuk membantu ibu mengemasi barang barang”, “Sudah selesai semuanya, sebentar lagi ibu akan pergi ke bandara” Ruhi langsung menyela ucapan Ishita 

“Ibu Ishi, apa ada sesuatu yang ibu sembunyikan dariku ? Apa ibu Ishi bertemu dengan seseorang ? Katakan padaku, kak Adi dan aku merasa kalau ibu tidak akan pergi ke Singapura untuk menghadiri konferensi dokter gigi disana, aku juga tahu kalau kakek pasti bukan yang mengirimkan bunga itu” Ishita tersenyum “Baguslah, kita bisa saling terbuka tapi ada beberapa yang mungkin pribadi, rasanya tidak baik kalau ibu menceritakan semuanya, apa ibu pernah meminta pasword ponselmu ? Ibu mempunyai kehidupan sendiri dan ibu juga mempunyai hak untuk tidak menceritakan semuanya pada semua orang” saat itu Simmi menemui mereka 

“Ishita, taksinya sudah pergi, apa kami tidak boleh mengantar kamu ?”, “Iyaa, aku akan pergi dan kalian semua bisa tidur dengan nyenyak” Simmi lalu mengeluarkan koper Ishita, Ruhi bergumam pada dirinya sendiri “Kak Adi benar, ibu Ishi telah berubah” Ruhi lalu menangis dan berlalu dari sana, saat itu Ishita mendapat telfon dari Vidyut, Ruhi mendengar pembicaraan mereka “Iyaa, Vidyut ,,, aku benar benar setres, kita akan bertemu di Adelaide, hal ini akan menjadi masalah kalau ada seseorang yang melihat kita, Vidyut ,,, anak anakku bahkan sudah curiga padaku, putriku, Ruhi ,,, juga sudah mulai menanyai aku, aku tidak suka berbohong pada mereka, kamu tahu itu kan ? Siapa lagi yang bisa aku ajak cerita, cuma kamu kan ?” ujar Ishita cemas, 

Ruhi kaget mendengar pembicaraan ini dan berfikir tentang Vidyut “Itu artinya ibu Ishi akan pergi ke Adelaide bareng dia” bathin Ruhi “Iyaa, aku akan pergi sendirian, aku akan menelfon taksi, iyaa ,,, sampai ketemu disana” Ishita lalu mematikan telfonnya dan bergumam pada dirinya sendiri “Maafkan, aku ,,, aku harus berbohong pada kalian, hari ini aku akan melakukan sesuatu yang aku rasa benar untukku” tak lama kemudian pesawat Ishita lepas landas meninggalkan India 

Di Delhi, India ,,, Adi bertanya pada Ruhi “Ruhi, apa kamu yakin kalau kamu mendengar ibu Ishi menyebut nama Vidyut ? Bahkan manager hotel juga mengatakan padaku tentang nama itu, itu artinya Vidyut dan ibu Ishi ,,,” Ruhi langsung menggeleng “Tidak ! Itu tidak mungkin !” sahut Ruhi “Tapi saat ini ibu Ishi pergi ke Adelaide bareng laki laki itu dengan berbohong pada kita semua !”, “Ini tidak mungin terjadi, kakak ,,, aku tidak mau kehilangan dia lagi” ujar Ruhi “Tapi kita belum yakin dengan hal ini, mungkin bisa saja kita salah”, “Iyaa mungkin saja mereka itu hanya berteman, katakan padaku, kak” pinta Ruhi “Aku tidak yakin, Ruhi ,,, kita harus mencari tahu”, “Tapi bagaimana caranya ? Ibu Ishi sendiri menghindari pertanyaanmu” sahut Adi 

“Kita harus melakukan sesuatu”, “Iyaaa, kita harus pergi ke Australia dan mencari tahu yang sebenarnya antara ibu Ishi dan Vidyut “Apa ? Lalu apa yang harus kita katakan sama orang orang dirumah ?”, “Kamu saja yang pergi, aku akan memesan tiket ke Adelaide, pasporku pasti akan lama dan terlambat jadinya, kamu punya visa Asutralia kan ? Kita akan bilang sama mereka kalau kamu ada pertunjukkan di Australia” sahut Adi “Bagaimana bisa aku pergi sendirian kesana ?”, “Kamu harus mengikuti ibu Ishi, kita sudah kehilangan ayah, kita tidak bisa kehilangan ibu Ishi, kita harus tahu siapa laki laki itu ?” Ruhi mengangguk 

“Iyaa, aku juga tidak ingin kehilangan ibu Ishi tapi dengan membuntutinya ke Australia, itu juga tidak benar, kak”, “Yang aku tahu kalau kita sangat menyayangi ibu Ishi dan tidak bisa kehilangan dirinya, kita akan mendapatkan semua jawaban ini di Australia, kamu harus pergi ke Adelaide, Ruhi” pinta Adi “Baiklah, aku siap berangkat, setelah ibu Ishi sampai disana, aku akan berangkat”, “Jangan khawatir, aku akan memesan tiketmu sekarang” Adi langsung memesan tiket untuk Ruhi 

Di Bangkok, Thailand ,,, Shagun memberitahu temannya kalau dirinya merasa bosan di Bangkok dan mau pergi ke Adelaide bersama Pihu “Aku akan menetap disana kalau aku suka, aku akan dengan mudah bisa memindahkan sekolah Pihu kesana, aku akan menjemputnya dari sekolah dan langsung pergi kesana”, “Apa kamu sudah memberitahu tuan Raman, dia kan ayahnya Pihu” tanya teman Shagun “Aku tidak ingin bilang padanya, Raman selalu bersama Pihu, Pihu pasti akan merasa sedih tapi nanti dia juga akan mengerti, dia itu benar benar menyayangiku, kalau Raman tahu kami pergi ke Australia, dia pasti akan menyusul kesana, dia harus tahu kalau Pihu itu adalah putriku, bukan dia, berbahagialah untukku” sahut Shagun senang “Coba tebak, mungkin Vidyut akan berada di Australia, tim cricket akan datang untuk bertanding disana, aku akan menemuinya, karena Mani pasti akan sibuk dengan pekerjaan dan meetingnya”, “Apa aku harus memberitahu dia ? Dia bisa menjemputmu dibandara” ujar teman Shagun “Tidak usah, aku akan mengurusinya sendiri”  

Nyonya Bhalla meminta Amma untuk cepat cepat karena Ruhi mau pergi “Ruhi itu mau mengikuti Ishita ke Australia ?” tanya Amma penasaran “Aku mendengar anak anak membicarakan hal itu tapi kita harus pura pura tidak tahu apa apa, ada bagusnya Ruhi pergi kesana, karena Ishita juga sendirian selama setahun ini, dia pasti akan merasa senang kalau ada seseorang yang peduli padanya, Raman sudah tidak peduli lagi padanya dan kami, suamiku juga mengatakan hal ini, jadi baik bukan ?” sahut nyonya Bhalla “Orang orang Punjabi ini memang sinting, apa yang akan anak anak pikirkan ? Aku akan menelfon Ishita” nyonya Bhalla langsung mencegah Amma 

“Anak anak kita sudah dewasa dan mereka harus bisa mengerti tentang keadaan ibunya”, “Apa kita tidak memberitahu Raman juga ?” tanya Amma heran “Biarkan mereka saja yang memberitahu Raman”, “Itu artinya Raman dan Ishita akan bertemu dan bersama lagi ?” Amma semakin penasaran “Aku tidak tahu, yang aku tahu kita harus tahu tentang Ruhi, kita akan mendapatkan beritanya dari dia, jangan katakan apapun pada mereka” pinta nyonya Bhalla “Baiklah, sebenarnya kalau mereka memberitahu Raman tentang hal ini, Raman bisa merubah pikiran Ishita” ujar Amma cemas 

Saat itu Adi sedang menelfon Raman, Raman menjawab video call-nya Adi “Adi, apa yang kamu pikirkan tentang ayah hari ini ?”, “Ayah, aku harus mengatakan sesuatu yang penting” sahut Adi “Apa itu ? Apa semua orang baik baik saja dirumah ?” Adi mengangguk “Iyaa, tapi ibu Ishi ,,,”, “Apa yang terjadi pada ibu Ishimu ?” Raman jadi penasaran “Ibu Ishi ingin berubah, dia pergi ke Australia dan berbohong soal konferensi dokter gigi di Singapura”, “Bagaimana kamu bisa tahu ?” Adi kemudian menceritakan semuanya pada Raman, Raman jadi marah dan berkata “Vidyut Sahay ,,,” Adi kemudian bercerita lagi “Aku sempat melihat bording passnya ibu Ishi dan Ruhi juga melihat ibu Ishi mengkonfirmasi semuanya pada Vidyut, aku tidak begitu yakin tapi ibu Ishi tidak pernah berbohong, aku tidak tahu bagaimana sikap semua orang nanti, aku tidak bisa kehilangannya, ayah ,,, aku mohon bicaralah dengannya dan cegah dia” pinta Adi penuh harap 

“Ayah, kenapa ayah diam saja ? Katakan sesuatu, telfonlah dia !”, “Biarkan ibu Ishimu berubah kalau dia memang menginginkannya, aku tinggal sendirian disini sejak setahun yang lalu memikirkan bagaimana caranya menyatukan Pihu dan Ishita, tapi ini adalah pilihannya” sahut Raman sedih “Paling tidak bicaralah dengannya sekali saja, ayah”, “Tidak ada yang bisa ayah katakan, Adi ,,, kalian semua disana bersamanya, kalau dia ingin berubah, ayah tidak bisa berbuat apa apa” sahut Raman lagi “Kalau begitu pergilah ke Australia dan temui ibu Ishi untuk membereskan semuanya”, 

“Iyaa, ayah akan pergi ke Adelaide untuk mengakhiri hubungan ini, ayah akan menceraikan ibu Ishimu” Adi kaget “Jangan, ayah ,,, jangan lakukan hal ini !”, “Terima kasih, Adi ,,, karena kamu telah memberitahu ayah tentang hal ini, untung saja tidak ada seorangpun dirumah yang tahu tentang hal ini, biarkan saja menantu kesayangan mereka pulang dan memberitahu mereka semua, aku sudah menyiapkan surat cerainya” Adi jadi bingung “Apa yang telah aku lakukan ? Aku telah merusak semuanya, aku hanya mempunyai satu harapan sekarang yaitu, Ruhi ,,,” ujar Adi cemas SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 3 episode 979  by. Sally Diandra 

Bagikan :