SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 938 “MENARI DIBAWAH HUJAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 938 “MENARI DIBAWAH HUJAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 938 “MENARI DIBAWAH HUJAN” by. Sally Diandra Ishita sedang ngobrol di telfon, saat itu Raman dan Ishita sedang dalam perjalanan, Raman berkata dalam hati “Ishita tidak mau ngobrol denganku dan sibuk saja dengan telfonnya” tiba tiba turun hujan dan mobil Raman juga tiba tiba berhenti “Ada apa, Raman ? Kenapa jendelanya tidak bisa terbuka ?”, “Apa mobil ini akan berkata padamu ? Sudah hentikan !” bentak Raman “Lakukan sesuatu, Raman”, “Telfon montirnya juga mati, aku tidak bisa berbuat apa apa, maafkan aku, Ishita” mereka berdua lalu saling memandang satu sama lain 

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita menumpang mobil orang lain ?”, “Aku sedang melihat prakiraan cuaca” sahut Raman kesal “Ya sudah kamu bersiap siap dan periksa cuacanya, hujan akan turun sepanjang malam”, “Aku tidak mau keluar dari mobil, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan” sahut Raman lagi “Hujannya tidak akan berhenti, Raman ,,, apakah kita akan duduk di dalam mobil sepanjang malam ?” tanya Ishita heran 


Shagun memberitahu Mani kalau Aaliya pasti akan melupakan Adi “Dia pasti akan berubah dan merasa bahagia bersama suaminya”, “Terima kasih, Shagun ,,, kamu bisa mengerti tentang aku” tak lama kemudian Pihu datang menghampiri Shagun dan berkata “Mama, ada masalah”, “Ada apa sayang ?” tanya Shagun “Aku tadi melihat kak Aaliya pergi sambil membawa sebuah tas”, “Mungkin dia mau pergi ke gym” sahut Shagun 

“Tidak, mama ,,, tasnya bukan tas punggung, tapi tas buat bepergian, dia berkata pada seseorang untuk menemuinya di hotel” ujar Pihu “Baiklah, nanti mama akan memeriksanya”, “Kita seharusnya jangan mengatakan hal ini pada paman Mani” pinta Pihu “Mama akan memeriksanya, kamu pergilah sana dan ganti baju dulu” sahut Shagun sambil memikirkan sesuatu “Apa yang terjadi ? Tapi bagaimanapun juga aku tidak akan memberitahu apapun pada Mani, dia akan tahu kalau semuanya sudah berantakan” gumam Shagun sinis 

Raman dan Ishita masih terjebak hujan “Hujannya sangat deras”, “Kita tidak tahu tentang hal ini sebelumnya” sahut Ishita “Lebih baik kita cek mobilnya daripada terpanggang di dalam sini” Raman kemudian keluar dari mobil dan memeriksa mesin mobilnya, Ishita segera mengambil payung dan ikut keluar dari mobil lalu bertanya “Apa bisa diperbaiki ?” Raman melirik ke arah payung yang dibawa Ishita “Jadi kamu punya payung ? Kenapa kamu tidak bilang padaku ?”, “Aku kira kamu ingin basah kuyup di tengah hujan” ejek Ishita, 

Raman langsung mengambil payung itu dari Ishita sambil berkata “Sekarang kamu juga harus basah kuyup” ujar Raman sambil memeluk Ishita dengan sangat dekat, kemudian mereka berdua menari bersama dibawah hujan deras, Raman lalu menggodanya, Ishita hanya tersenyum, mereka berdua menari dengan perasaan bahagia dan melakukan adegan seperti di film film, mereka berdua saling menatap satu sama lain 

Neelu bertanya pada Ananya “Ananya, apa semuanya baik baik saja ?”, “Tidak, aku ingin memberitahu sesuatu ke ibu, tapi aku tidak mau menemuinya” sahut Ananya “Bagaimana bisa begitu ?” saat itu Simmi datang dan bertanya pada Neelu tentang nyonya Bhalla “Nyonya besar sedang pergi ke rumah nyonya Iyer”, “Aku sudah memesan tiket film komedi untuk ibu” sahut Simmi “Ibu, ibu jangan pergi kesana, nenek Iyer dan nenek Toshi sedang bertengkar, mereka pasti tidak mau mengambil tiket nonton itu”, 

“Ananya, jangan membuat alasan untuk bicara dengan ibu” Ananya lalu meminta maaf karena telah keras kepala untuk chatting dalam grup, Simmi akhirnya memaafkannya “Ananya, kamu harus berjanji pada ibu, kalau kamu tidak membuat masalah sama ibu” pinta Simmi, Ananya berjanji dan memeluk ibunya erat “Ibu juga berjanji padamu untuk tidak marah marah padamu” Amma dan nyonya Bhalla tersenyum melihat mereka berdua 

Raman dan Ishita sedang duduk di dalam mobil sambil berpegangan tangan “Kenapa kita harus bertengkar ?”, “Maafkan aku, Raman ,,, aku telah menampar kamu, seharusnya aku tidak melakukan hal itu” Raman menggeleng “Tidak, Ishita ,,, aku yang harus minta maaf, ini adalah kesalahanku, aku seharusnya tidak mengatakan seperti itu”, “Kamu selalu yang memulai” sahut Ishita “Aku ? Bukannya kamu yang biasanya memulai duluan ?” Ishita lalu tertawa geli “Aku tidak mau pulang kerumah, bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat”, “Tapi mobilnya mogok” sahut Ishita “Mobilnya mogok, karena mood kita sedang jelek, sekarang mood kita sedang baik, maka mobilnya pasti jalan” ujar Raman “Dasar nakal” 

Raman kemudian mengajak Ishita ke sebuah hotel dan memesan kamar atas nama tuan dan nyonya Bhalla “Ayoo Ishita, kita harus bersiap siap” ajak Raman, sementara itu Adi bertanya ke Aaliya “Aaliya, apa kamu akan tinggal di hotel ?”, “Aku akan tinggal disini, aku sudah memesan kamar dengan nama tuan dan nyonya Bhalla” sahut Aaliya, saat itu Ishita mengambil kunci kamar nomer 302 

Adi bertanya “Apa kamu sudah gila mau menginap sepanjang malam disini ?”, “Bukannya begitu, Adi ,,, kita akan tidur terpisah, orang orang akan bicara seenaknya dengan apa yang mereka lihat, mereka harus merasa tidak berdaya lalu menikahkan kita berdua” sahut Aaliya “Serial televisi yang mana yang kamu lihat ? Hal ini terjadi pada serial TV kan ? Bukan pada kehidupan nyata”, “Aku merasa tidak berdaya harus melakukan hal ini, Adi ,,, ayahku sedang pergi berbelanja untuk pernikahanku” ujar Aaliya “Aku tidak akan membiarkan namamu tercemar, Aaliya” Aaliya mencegah Adi dan meminta Adi untuk mengerti 

Raman mengambil minuman champagne dan bertanya nomer kamarnya, petugas hotel memberitahu nomer 304, Ishita lalu menelfon resepsionis dan bertanya tentang Raman “Ooh dia sudah datang, terima kasih yaa” Ishita kemudian menutup telfonnya dan menunggu Raman, saat itu Raman masuk ke kamar 304 dan Adi membuka pintu kamar tersebut, Raman kaget begitu melihat Adi yang ada di dalam kamar itu “Adi, apa yang kamu lakukan disini ?” saat itu Raman melihat Aaliya, Aaliya juga kaget, Raman melihat ada koper disana “Adi, ada apa ini ? Bukankah ayah sudah meminta kamu untuk menjauhi Aaliya ? Kamu membawa dia kesini untuk melarikan diri bersama sama ?” bentak Raman, 

Ishita mendengar percakapan mereka dan merasa heran “Ada apa ini ? Dimana Raman ?” Ishita mendengar Raman berteriak dan bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi “Jawab, Adi !” bentak Raman “Aaliya, apa yang kamu lakukan disini ? Mani melakukan hal ini padaku !” saat itu Ishita datang kesana dan terkejut melihat Adi dan Aaliya “Apa yang kalian berdua lakukan disini ?”, “Kenapa kamu kaget, Ishita ? Adi telah melarikan Aaliya dari rumahnya dan kamu mau memberikan ceramah padaku ?” bentak Raman “Aaliya, untuk apa ada koper disini ? Apakah ayahmu tahu tentang hal ini ? Apa kamu datang kesini bareng Adi ? Ibu akan memberitahu ayahmu, bagaimana bisa kamu melakukan hal ini ? Dan kamu, Adi ,,,” Aaliya langsung menyela ucapan Ishita 

“Ini bukan kesalahan Adi, ibu ,,, semua ini adalah salahku, maafkan aku, paman Raman, ibu Ishi ,,, aku yang memesan kamar ini, aku kira kalian semua akan luluh dan memberikan izin untuk pernikahan kami”, “Jangan salahkan Aaliya, ayah ,,, dia hanya ketakutan dan mengambil cara ini, pada kenyataannya aku telah menjelaskan padanya kalau yang dilakukannya ini salah” tanpa berkata apa apa, Raman langsung menampar Adi dengan sangat keras “Apakah kamu akan menjelaskan padanya ? Lihat bagaimana dia dibesarkan dan kamu, Ishita ,,, apakah kamu memilih gadis yang seperti ini untuk Adi ? Katakan pada Mani untuk melihat putrinya yang telah dibesarkannya, dia memesan kamar dan menelfon Adi, aku akan membawa Aaliya” Adi langsung mencegah ayahnya 

“Kamu tidak tahu bagaimana Mani dan Aaliya ? Mani pasti akan menahan kamu karena telah melarikan Aaliya dan kamu, Ishita ,,, jangan hentikan aku hari ini ! Mani harus tahu tentang hal ini, anak perempuan seperti apa yang dia punyai !” Adi menyela ucapan Raman “Ayah, dengarkan aku dulu !” SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 939 “MENARI DIBAWAH HUJAN” by. Sally Diandra 

Bagikan :