SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 939 “MANI PUN BERANG” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 939 “MANI PUN BERANG” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 939 “MANI PUN BERANG” by. Sally Diandra Ishita memarahi Adi dan Aaliya “Bagaimana bisa kalian berdua menodai orang yang telah membesarkan kalian ? apa perlunya kalian melakukan tindakan putus asa seperti ini ? kalian berdua ini telah menakuti para orang tua, kalian berdua ini kan sudah dewasa sekarang, kalian berdua tidak bisa melakukan hal seperti ini, ibu sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah ini, tapi kalian berdua malah berusaha menambah masalah” Adi dan Aaliya hanya terdiam “Ayahmu sedang khawatir saat ini karena Pihu tidak bersamanya, apakah paman Mani akan membiarkan Pihu pulang kerumah kita ? Mani dan Raman pasti akan membenci kalian, kenapa kalian melakukan hal ini ? Sekarang ibu tidak bisa menyelamatkan kalian berdua, apakah kamu tidak berfikir bagaimana ibu bisa menatap mata mereka berdua ?” tanya Ishita kesal 

Pihu bertanya pada Shagun “Mama, apa mama sudah bilang soal kak Aaliya ke paman Mani ?”, “Mama pasti akan bilang padanya, jangan cemas katakan saja padaku hadiah apa yang kamu inginkan ?” tanya Shagun “Aku ingin beli ponsel untuk sahabat terbaikku, Ananya”, “Anaknya Simmi ?” Pihu mengangguk “Iyaa, bibi Simmi melihat Ananya sedang sibuk dengan ponselnya bibi Simmi lalu bibi Simmi memarahi Ananya karena sibuk chatting”, “Kenapa tidak ? Chatting bisa dilakukan dirumah, tidak ada salahnya untuk itu, baiklah mama akan membelikan ponsel baru untuk Ananya, sekarang kamu tidur” Pihu akhirnya tertidur “Semuanya dalam kendaliku, aku harus tahu apa rahasianya Aaliya” gumam Shagun penasaran, 

Saat itu Mani membuka pintu rumahnya dan dilihatnya Raman sedang berdiri disana, Raman lalu menunjukkan Aaliya pada Mani, Mani kaget “Ada apa semua ini ?”, “Kita akan bicara didalam, aku tidak ingin menjatuhkan namamu di depan para tetangga” sahut Raman “Jangan menatap ke arah Adi, perhatikan Aaliya ! Dan tanya padanya apa yang dia lakukan di kamar hotel pada malam seperti ini dengan putraku ? Dan sebelum kamu menyalahkan Adi, pikirkan dulu, kamu harus tahu kalau Aaliya yang menelfon Adi untuk pergi ke hotel”, 

“Ayah, Aaiya tida punya tujuan seperti itu” Adi membela Aaliya didepan Raman dan Mani “Diam kamu, Adi ! Apa Aaliya tidak memesan kamar atas nama tuan dan nyonya Bhalla, lihat Mani ,,, putri yang kamu besarkan, lihat apa yang telah dia lakukan dan putraku masih saja membelanya, dengarkan aku, selama aku masih hidup, aku tidak ingin seorang gadis yang karakternya seperti dia untuk putraku” Aaliya menangis mendengar ucapan Raman, Shagun hanya terdiam memperhatikan mereka sambil tersenyum senang “Ayoo, kita pulang, Adi !” akhirnya Raman, Ishita dan Adi pun pergi dari sana 

Sementara itu Mani marah dan menampar Aaliya dengan keras hingga beberapa kali “Mani, sudah hentikan ! Kamu tidak berhak menampar seorang anak yang sudah besar seperti dia, aku tahu kalau aku ini bukan ibunya tapi perbuatanmu ini salah”, “Raman telah menangkap basah dia dari kamar hotel, Shagun ,,, aku bahkan ditampar Ramann gara gara dia !” bentak Mani “Apa yang harus aku lakukan ? Aku mencintai Adi, aku sudah bilang sama ayah kan, aku tidak punya pilihan, siapa kamu ini yang berani menghentikan aku ?” Mani menangis mendengar ucapan Aaliya 

“Ketika ibumu sekarat, ibumu meminta aku berjanji agar aku membesarkan kamu, kemudian aku tidak menikah, aku membesarkan kamu layaknya seorang ayah, kamu telah melihat bagaimana kasih sayangku, sekarang kamu akan melakukan apa yang aku inginkan untuk memenuhi tugasku sebagai seorang ayah, aku akan menikahkan kamu segera”, “Ayah tidak bisa melakukan hal ini ! Aku harus memberitahu Adi” sela Aaliya kesal “Bagaimana kamu bisa mendapatkan ponselmu ?” Mani langsung menghancurkan ponsel Aaliya dan mengunci Aaliya di dalam kamarnya, dari dalam kamar Aaliya berteriak meminta dibukakan pintunya, 

Sedangkan Shagun berusaha menenangkan Mani “Aku juga merasa prihatin karena Adi itu juga putraku, dia seharusnya tidak mendukung Aaliya, kenapa dia tidak mencegah Aaliya ? Aku tidak tahu siapa yang telah mempengaruhi mereka, semua ini salah”, “Aku akan mengakhiri hubungan ini” sahut Mani kesal “Iya, pada kenyataannya keputusan untuk menikahkan Aaliya adalah hal yang benar, begitu dia menikah, Adi pasti akan melupakannya dan Aaliya juga akan merasa bahagia setelah dia menikah” Mani mengangguk membenarkan ucapan Shagun kemudian berlalu dari sana, Shagun merasa senang “Drama ini baru saja dimulai, kita lihat saja nanti apa yang akan dilakukan oleh Raman dan Ishita ?” gumam Shagun sinis 

Dirumah keluarga Bhalla, Raman sedang memarahi Adi karena membela Aaliya “Aku sedang berusaha menjelaskan pada Aaliya, ayah ,,, dia telah mengambil langkah yang besar karena tidak ada seorangpun yang bisa memahami dirinya, ini bukan kesalahannya, kita semua tahu kesalahan siapa ini ? Semua ini kesalahan ayah yang tidak mengubah nama ibu Shagun dalam akte kelahiran Pihu, itulah sebabnya Pihu tidak ada disini !” Raman kaget mendengar ucapan Adi, 

Adi lalu bertengkar dengan Raman dan menyalahkan Raman untuk segalanya “Kita semua melakukan kesalahan, tujuan Aaliya tidak salah, kami hanya ingin menunjukkan kalau kami ini bersama, ayah datang kesana ketika aku sedang menjelaskan padanya, kami tidak punya tujuan yang salah, percayalah padaku, ayah ,,, kami ini bukan anak kecil lagi, kami tahu tanggung jawab dan norma norma susila” Adi berusaha meyakinkan seluruh keluarganya 

“Kami memang bersikap impulsif, aku menyadari kesalahanku ketika aku tahu Aaliya tidak mencintai aku, ayah tidak bisa menyalahkan kami terus, apa contoh yang diberikan oleh ayah dan ibu ? Ayah kalau mabuk selalu saja menyalahkan orang lain ,,, jika semua kesalahan ayah di maafkan, kenapa kami tidak ?” Raman sangat marah mendengar ucapan Adi “Pukul aku saja, ayah ! Pukul aku ! Tapi coba ayah pikirkan, ayah telah membuat kami jadi tidak berdaya sehingga kami melakukan jalan ini, semua ini adalah kesalahan ayah !” Adi kemudian berlalu dari sana 

Begitu sampai dikamar, Adi lalu menelfon Aaliya, Adi sangat khawatir karena ponselnya Aaliya tidak aktif, Adi jadi marah “Itu artinya paman Mani telah mengambil ponsel Aaliya, aku tidak tahu bagaimana keadaannya ?” akhirnya Adi menelfon telfon rumah Aaliya, kebetulan Mani yang mengangkat telfon itu “Adi, aku tahu kalau ini kamu, jangan telfon telfon Aaliya lagi” Mani langsung menutup telfonnya, Adi masuk ke kamarnya dan melempar seprai itu dengan perasaan marah, saat itu Romi menemui Adi dikamarnya, Adi sedang menangis sambil berkata “Paman Mani telah mengambil ponsel Aaliya, kalau paman Mani jadi menikahkan Aaliya dengan orang lain, apa yang harus aku lakukan ? Aku harus mencegah pernikahan ini”, 

“Adi, ayoo ikut denganku” sela Romi “Kemana, paman ?”, “Kamu percaya denganku kan ?” tanya Romi, Adi mengangguk mengiyakan “Kalau begitu ikut denganku” saat itu Mihika memanggil mereka, Romi lalu menyuruh Adi untuk masuk ke dalam mobil “Kalian mau pergi kemana ?”, “Kami akan menghajar laki laki itu dan memberikan pelajaran padanya” Mihika kaget “Apa ? Ini adalah rencana yang buruk daripada rencanaku” saat itu Ishita datang dan mencoba mencegah mereka, namun Romi segera pergi, Mihika memberitahu Ishita kemana Romi pergi “Apa ? Ini sudah keterlaluan ! Cegah mereka, Mihika !” ujar Ishita cemas 

Shagun sedang menemui Ashok dan mereka sedang membicarakan soal Adi dan Aaliya “Aaliya itu mirip sekali dengan Ishita, aku sendiri juga tidak menyukainya untuk Adi, aku akan mencarikan seorang gadis yang cocok untuk Adi dan begitu Aaliya menikah dengan laki laki itu, aku dan Pihu akan mendapat banyak kesempatan, aku juga bisa menghabiskan waktuku dengan Mani”, “Kamu sudah berkata begitu banyak untuk Mani” sela Ashok 

“Mani itu orang yang baik, dia mendukung aku, kalau aku mempunyai perasaan padanya, tidak masalah kan ?”, “Baiklah tapi dia tidak tahu kalau kamu telah memainkan sebuah permainan dengannya, seperti malam ini kamu minum kopi bersamaku ditengah malam dan mengatakan kalau kamu mencintai Mani, apakah ada sesuatu yang disebut dengan kesetiaan ?” ejek Ashok “Tutup mulutmu, Ashok ,,, jangan bicara tentang kesetiaan, biarkan aku menikmati kopiku ini sekarang” ujar Shagun kesal 

Romi dan Adi sedang pergi dan menemui Karan “Romi, kenapa kamu menelfon aku ? Apa semuanya baik baik saja ? Apakah aku harus memanggil Manav ?” tanya Karan “Karan, kamu harus menjauh dari Aaliya”, “Dia itu tunanganku” sela Karan “Kalian berdua belum bertukar cincin ! Dia melakukan semua drama ini dengan pura pura mabuk, lupakan dia ! Tolak pernikahan ini karena Aaliya itu hanya milikku !”, “Tapi aku sudah menyetujuinya” Adi langsung berteriak “Semua orang pernah melakukan kesalahan, sekarang perbaikilah”, 

“Kamu jangan agresif seperti ini !” sahut Karan kesal “Kalau begitu tolak saja pernikahan ini ! Maka paman Mani akan melupakan semuanya”, “Romi, jelaskan pada Adi !” pinta Karan “Dia ini adalah keponakanku, lakukan saja apa yang dia katakan, kamu harus menjauh dari Aaliya, kamu harus menolak menikah dengannya kalau tidak lupakan pernikahan ini, karena hanya Adi yang akan menjadi pengantin prianya Aaliya, lakukan itu !” pinta Romi SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 940 “” by. Sally Diandra

Bagikan :