SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 934 by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 934 by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 934 by. Sally Diandra Ruhi meminta nyonya Bhalla dan Amma untuk santai dan jawab saja pertanyaannya karena dia sedang mentraining mereka, Simmi datang kesana dan memberikan tas mereka, Ruhi berharap yang terbaik untuk kedua neneknya ini, saat itu Raman datang dan berkata “Apa aku harus mengantar kalian ke suatu tempat ?”, “Kalian berdua bersiaplah, ayooo biar aku saja yang mengantar kalian” sahut Ishita, kemudian mereka bertiga berlalu dari sana, Raman sendiri mendapat telfon dari Mihir “Baiklah, aku akan menemuimu disana, aku akan menjemputmu” Raman juga pergi, Adi melihat rumahnya sepi, tidak ada seorangpun yang berada dirumah “Aku bisa bicara dengan Aaliya sekarang” gumam Adi, sementara itu dirumah Mani, Mani sedang sibuk dengan telfonnya, dia mendengar ada ponsel yang berdering dan meminta Aaliya untuk mengangkatnya “Bukannya ponselku ada di ayah ?”, “Oooh itu ponselku, aku mengubah ringtonenya” sela Shagun, dalam hati Adi bergumam “Apa paman Mani tahu tentang ponsel barunya Aaliya ? Kenapa dia tidak mengangkat juga ?” bahin Adi, saat itu Shagun menyuruh Aaliya untuk pergi ke kamarnya Pihu dan menyelamatkannya dari Mani “Aku harus memberitahu Adi, untung saja ibu Shagun bisa mengurusi semuanya” bathin Aaliya, Aaliya lalu menelfon Adi dan memberithunya untuk mengirimi sms dulu kalau ingin bicara dengannya “Aku benar benar minta maaf, Aaliya ,,, aku harus bicara sama kamu, makanya aku langsung menelfon kamu, apa kita bisa bertemu sekarang ?”, “Iyaa, di mana ?” tanya Aaliya, Adi kemudian memberitahu dimana tempat pertemuan mereka “Baiklah, aku akan menemui kamu disana” Shagun mendengar pembicaraan mereka lalu menemui Aaliya “Aku benar kan, itu pasti ponselmu, aku tadi berbohong sama ayahmu, tapi siapa yang memberimu ponsel ini ?”, “Adi yang memberinya” sahut Aaliya “Aku tahu itu, tapi kamu harus berhati hati, kamu bisa menggunakan ponselku, aku tahu kalau kamu mau pergi menemui Adi, aku tidak masalah, Adi itu kan putraku, aku tahu kalau Mani tidak menyukai Adi, aku tidak akan mengatakan padanya, aku selalu bersamamu” Aaliya berterima pada Shagun, kemudian berlalu dari sana, kemudian Shagun bergumam “Kasihan Aaliya, dia pikir aku berada di pihaknya, aku tidak tahu kenapa aku menyemangati dia untuk lebih dekat dengan Adi ? Persaingan antara Mani dan Raman pasti akan berakhir, Mani itu orangnya sangat mudah dan dia bisa memberikan Pihu ke Raman dan Ishita dengan mudah, tapi aku harus menghentikan semua ini” gumam Shagun geram Nyonya Bhalla dan Amma melihat ada beberapa perempuan yang datang kesekolah itu untuk melamar pekerjaan “Madhu, apa kita punya kesempatan untuk bekerja sebagai guru paruh waktu ?”, “Pasti, Toshi ,,, ini kan rencananya Ruhi dan Ishu, kita harus menjaga Pihu dan mengembalikannya pulang ke rumah, jangan gugup, kalau mereka bertanya, jawab saja, sangat mudah” hibur Amma, saat itu Amma dipanggil untuk interview, nyonya Bhalla minta ikut dengan Amma “Kenapa anda mau ikut, nyonya ?”, “Temanku sangat gugup, jadi aku harus ikut, kamu bisa bertanya apapun pada kami” sela nyonya Bhalla “Baiklah” kemudian orang itu mengajak nyonya Bhalla dan Amma untuk interview bersama, mereka menjawab pertanyaan itu dengan penuh percaya diri, kemudian orang itu memberikan beberapa kertas, nyonya Bhalla mencoba mengintip ke kertas yang dipegang Amma, orang itu langsung berkata “Tulis sendiri jawabannya, nyonya” kemudian orang itu berkata lagi “Nyonya Iyer ini kwalitasnya sangat lebih untuk pekerjaan ini dan nyonya Bhalla tidak bisa menyelesaikan soal matematika yang mudah seperti ini” nyonya Bhalla berusaha menjelaskan padanya “Maaf, nyonya Bhalla ,,, kami tidak bisa memberikan pekerjaan ini pada anda” nyonya Bhalla dan Amma meminta dengan amat sangat pada orang itu agar memberikan pekerjaan itu pada nyonya Bhalla “Apakah anda baik dengan anak ank ?”, “Tentu saja, aku sangat menyayangi anak anak dan mereka juga akan bahagia bersamaku” sahut nyonya Bhalla “Baiklah, aku punya sebuah pekerjaan untukmu” nyonya Bhalla dan Amma berterima kasih padanya, saat itu Ruhi sedang menunggu diluar, Amma lalu datang dan berkata “Aku mendapat pekerjaan sebagai pengganti guru, Ruhi” Ruhi sangat senang mendengarnya “Aku bangga padamu, nenek ,,, nenek Toshi, kenapa ? Ada apa ?” tanya Ruhi heran ketika melihat wajah neneknya “Nenekmu mendapat pekerjaan sebagai pengasuh bukan sebagai guru, dia akan mengasuh anak anak, menyuapinya, menceritakan dongeng untuk mereka dan ,,,” nyonya Bhalla “Ayoo Ruhi, tertawalah !” pinta nyonya Bhalla “Aku tidak tertawa, kalian berdua akan mendapat kesempatan untuk berada disekitar Pihu, bagaimana kalau kita pulang dan makan ice cream untuk merayakannya, ayoo kita pergi” hibur Ruhi, nyonya Bhalla dan Amma berterima kasih pada Ruhi “Kenapa kalian berterima kasih padaku ? Ayoo ikut, kita akan pergi bersama dan makan ice cream” ujar Ruhi Adi dan Aaliya sedang berada direstauran, Adi memberikan setangkai bunga mawar sambil berkata “Aku tidak bisa menyembunyikan buket bunga ini, jadi aku berikan saja untukmu”, “Terima kasih, Adi ,,, kamu membuat aku jadi merasa lebih special” sahut Aaliya “Kamu telah memberikan waktumu yang sangat berharga, terima kasih” ujar Adi sambil melirik ke arah Raman yang datang ke restauran itu juga, Adi langsung menutupi wajahnya dengan buku menu “Aaliya, jangan berbalik ke belakang, ayahku sedang berdiri disana” Aaliya kaget “Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang ?”, “Aku tidak tahu” sahut Adi, saat itu Romi datang juga ke restauran tersebut, Raman meminta Romi untuk memesan meja, kebetulan mereka mendapat meja yang dekat dengan mejanya Adi dan Aaliya, Romi melihat Adi dan memberikan kode padanya, Adi juga balik memberikan kode ke Romi untuk pergi dari sana bersama Raman, tak lama kemudian Romi sengaja membuat salah seorang pelayan terpeleset dan jatuh ke arah Raman, Raman pun marah “Apa kamu tidak bisa melihat ?” Raman bergegas pergi ke toilet, Adi segera membayar tagihan makanannya dan buru buru keluar dari sana bareng Aaliya, saat itu mereka melihat Mani datang juga ke restauran tersebut, seorang pria meminta Mani untuk menandatangani sebuah surat, Adi dan Aaliya segera berbalik Dirumah Mani, Pihu meminta Shagun untuk mengajaknya jalan jalan keluar “Aku sudah mengerjakan PR ku, mama ,,, jadi bagaimana kalau sekarang kita jalan jalan ?”, “Kamu tinggal dirumah saja dan tonton saja serial televisi kesukaanmu” sahut Shagun “Aku bosan tinggal dirumah terus, kak Aaliya juga tidak ada dirumah, jadi ajak aku jalan jalan” pinta Pihu, Shagun kemudian meminta ponsel Pihu dan menunjukkan sebuah game baru yang baru di downloadnya “Aku nggak mau main game”, “Bagaimana kalau kamu membuat sebuah grup percakapan bareng teman temanmu dan kamu bisa ngobrol dengan mereka ?” Pihu rupanya menyukainya “Kalau begitu mama akan membuat susu coklat kocok buat kamu” Shagun pun berlalu dari sana, Pihu langsung menambahkan semua teman temannya ke dalam grup yang dibuatnya, Pihu teringat kalau Ananya tidak mempunyai ponsel “Aku akan menambahkan bibi Simmi saja” gumam Pihu Saat itu Mani sedang memberikan kode pada seseoarang dan kemudian pergi, Mani kemudian melihat Singhal “Maafkan aku terlambat, kenapa kamu menelfonku begitu pentingnya” Adi dan Aaliya bergegas sembunyi dan lari terburu buru, hingga tak terasa mereka pun bertabrakan hingga menimbulkan suara yang keras, membuat Mani berbalik untuk melihat ada keributan apa disana, untung saja Mani tidak melihat Adi dan Aaliya, Mani segera pergi dari sana “Kita selamat, Aaliya”, “Adi, sampai kapan kita akan bertemu dengan cara seperti ini terus ? Hal ini sangat beresiko” sahut Aaliya “Untung saja, kita tidak tertangkap ,,, Aaliya, maafkan aku, hari ini aku tidak bisa mengantarmu pulang, kamu bisa pulang sendiri kan ?”, “Jangan khawatir, Adi ,,, aku bisa pulang sendiri” Adi merasa lega “Aku akan pergi ke kantor, jaga dirimu baik baik yaa”, “Aku akan jaga diri baik baik, daah” Aaliya kemudian pergi meninggalkan Adi, Adi juga pergi setelah kepergian Aaliya Dirumah keluarga Bhalla, Simmi mendapat permintaan untuk bergabung dalam sebuah grup percakapan, Ananya menghampiri Simmi dan berkata “Ibu, Pihu telah menambahkan nomer handphonemu dalam sebuah grup karena aku tidak punya ponsel, sedangkan bibi Shagun baru saja membelikan ponsel baru untuk Pihu”, “Ananya, jangan ajari ibumu ini, ibu akan menelfon Pihu dan mengakhiri grup percakapan ini” Simmi langsung menelfon Pihu, Pihu sangat senang dan bertanya tentang grup percakapan yang dibuatnya “Pihu, siapa yang membelikan ponsel untukmu ?”, “Aku merasa bosan, bibi ,,, lalu mama pergi keluar dan membelikan aku ponsel” sahut Pihu “Kamu kan bisa melakukan kegiatan diluar dan bukan ngobrol tidak karuan, grup seperti ini bukan untuk anak seusia kamu”, “Maafkan aku, bibi” Pihu segera menutup telfonnya, Simmi sangat mengkhawatirkan Pihu dan berfikir apa yang telah Shagun lakukan padanya Di restauran, Raman bertanya pada Romi “Romi, apa tuan Singhal memberitahu kita kalau disini tempatnya ?”, “Iyaa, dia pasti akan datang” saat itu Singhal datang bareng Mani, Singhal mengenalkan Raman ke Mani “Kamu tahu kan kalau aku sudah kenal dengan Raman, apakah kita datang kesini untuk bertemu dengannya ?” tanya Mani kesal “Aku kira kami datang kesini untuk membicarakan soal bisnis, maaf, lebih baik kita bertemu lain kali saja”, “Kalian ini bertengkar seperti anak kecil saja, aku memang sengaja menelfon kalian berdua untuk saling bicara, ada seseorang yang merasa tidak senang dengan pertengkaran kalian berdua ini” sahut Singhal “Siapa dia ?” Mani dan Raman kompak bertanya, saat itu Ishita datang dan berkata “Orang itu adalah aku, aku tahu kalau kalian berdua tidak akan mendengarkan aku, tapi hal ini bisa menghancurkan bisnis kalian, jadi aku meminta bantuan tuan Singhal” ujar Ishita “Apa kamu sudah gila, Ishita ?” bentak Raman kemudian mulai bertengkar dengan Mani, Singhal langsung menyela “Kalian berdua ini adalah seorang pengusaha yang terkemuka dan bertengkar seperti ini ? Aku sudah berjanji pada Ruhi kalau aku akan membantu dalam proyekmu, jauhkan dulu perbedaan ini” Romi menyela ucapan Singhal “Lebih baik kita duduk dan mulai bicara, semua orang yang ada disini melihat kerarah kita” Raman tertegun dan menatap kearah mereka SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 935 by. Sally Diandra

Bagikan :