SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 932 “RAZIA DI RUMAH KELUARGA BHALLA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 932 “RAZIA DI RUMAH KELUARGA BHALLA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 932 “RAZIA DI RUMAH KELUARGA BHALLA” by. Sally Diandra Simmi sedang ngobrol dengan Ananya “Kenapa bekal makananmu masih penuh ?”, “Tadi Pihu mentraktirku disekolah, aku tidak bisa menolaknya karena aku ingin menghabiskan waktuku bersamanya dan aku juga tidak bisa bilang ke dia kalau ibu sudah membuatkan paratha” sahut Ananya “Ya sudah kalau begitu kamu makan siang yaa”, “Aku tidak mau, tadi Pihu memesan makanan yang banyak, aku jadi makan banyak tadi” Simmi merasa heran “Memangnya berapa banyak uang yang Pihu punyai ?”, “Mungkin 1000 rupee (200 ribu rupiah)” Simmi jadi bertanya tanya dan merasa heran “Apa yang Shagun lakukan dengan anak ini ?” gumam Simmi 

Ishita sedang menangis dan bertanya pada Adi “Adi, bagaimana semuanya akan baik baik saja ?” Adi mencoba menghiburnya, namun Ishita masih merasa cemas “Ibu pergi ke rumah paman Mani, ibu berusaha untuk menyelesaikannya, tapi keduanya baik Raman maupun Mani sama sama tidak mengerti”, “Jangan khawatir, ibu Ishi ,,, semuanya akan baik baik saja, Aaliya sudah bilang ke aku soal paman Mani tapi saat ini ponselnya sedang tidak aktif” sahut Adi “Aaliya tadi menelfon ibu juga, tapi ibu tidak bisa bicara dengannya”, 

“Aku merasa khawatir, bu ,,, apakah paman Mani menghukumnya ? Karena ponselnya tidak pernah mati” ujar Adi cemas “Mani bisa melakukan apa saja, dia langsung marah untuk hal yang kecil dan Pihu pasti akan semakin cemas dengan semua ini”, “Aku percaya pada ibu Ishi, ibu pasti bisa membuat semuanya menjadi baik kembali” sahut Adi “Tapi ayahmu sudah sangat mengkhawatirkan Pihu, Aaliya dan Mani juga merasa cemas disana, kita harus melakukan sesuatu”, “Semuanya akan baik baik saja, aku akan selalu bersama ibu” 

Raman menemui mereka dan menyela pembicaraan mereka “Apakah konferensi anak dan ibu sudah berakhir ? Apa kalian sedang berencana bagaimana caranya berbohong ?”, “Aku tidak berbohong, Raman ,,, aku harus pergi kesana karena pak polisi Verma mengatakan masalah itu ke Abhishek” bela Ishita “Kamu harus memilih sekarang, suami atau sahabat ?”, “Apa ? Kamu tidak seperti itu, Raman” sahut Ishita “Kesetiaanmu telah berubah”, “Bisnis kita bisa berantakan, kehidupan Adi juga akan hancur” sahut Ishita kesal “Apa ? Aaliya adalah akar dari semua permasalahan ini”, “Adi mencintai Aaliya, Raman !” sela Ishita 

“Dia akan melupakan Aaliya nanti dan mulai membuka dirinya, seperti aku yang melupakan Shagun dan kamu yang melupakan Subbu, aku tidak akan membiarkan dia mencintai gadis yang telah menciptakan masalah ini, kalau kamu tidak setuju, pergi sana ke rumah ibumu atau tidur saja di kamar tamu, apa ini Mani dan Aaliya selalu saja ,,,” Ishita merasa sedih “Bagaimana caranya menjelaskan ke Raman” bathin Ishita Keesokan harinya, Simmi sedang menyiapkan Ananya yang hendak berangkat ke sekolah, Ishita sedang menyiapkan bekal makanan, Raman meminta Neelu untuk mengambilkan teh, ternyata Ishita yang membuatnya, Ananya kemudian pergi dengan tuan Bhalla, Romi dan Mihika datang kesana untuk sarapan pagi bersama, 

Saat itu tuan Bhalla melihat ada beberapa pria yang datang, mereka bertanya tentang Raman Bhalla “Kami ini dari departemen IT” mereka kemudian masuk ke dalam rumah “Apa maksudnya ini ? Siapa kalian ?” tanya Raman heran “Kami dari IT departemen, ada razia disini, kalian semua bisa keluar sekarang sampai razia ini selesai, kami baru saja mendapatkan informasinya”, “Siapa yang memberikan informasi itu ?” sela Ishita namun orang orang itu tidak mengungkapnya dan memeriksa bekal makanan yang akan diberikan Ananya ke temannya, dia lalu mengijinkan Ananya pergi, mereka kemudian mulai memeriksa seisi rumah, Ruhi dan Adi juga merasa heran 

“Apa yang terjadi ? Siapa kalian ?” saat itu salah satu dari mereka mendapatkan sebuah catatan dari lemari Simmi dan bertanya “Apa isinya flashdisk ini ?”, “Hanya lagu lagu lama” sahut Simmi “Siapa yang mengirimi kamu ini ?”, “Aku juga tidak tahu, pak” ujar Simmi kesal “Aneh” orang itu lalu mulai mengejek Simmi, Simmi pun membantahnya, Mihika segera membawa Simmi pergi dari sana “Kami mempunyai sertifikat untuk semua perhiasan” sela Raman “Kami akan membuat daftarnya dan mengembalikan perhiasan itu, kami melakukan hal ini karena kami mendapat laporan dari seseorang” sahut petugas tersebut 

Mani sedang ngobrol dengan petugas bank “Tuan Abhimanyu, tuan Raman Bhalla telah merusak reputasimu di pasar, jadinya bank tidak yakin padamu” Mani jadi semakin marah, saat itu Aaliya meminta Mani untuk mengembalikan ponselnya “Kamu ingin ponselmu karena kamu ingin menelfon Ishu dan Adi kan ? Kamu ingin bilang kan kalau aku sedang dalam masalah, maafkanku, Aaliya ,,, ayah tidak bisa memberikan ponsel itu ke kamu”, 

“Kenapa ayah selalu berfikiran negatif ? Ayah pikir ibu ingin kita menjadi buruk ? ibu Ishi telah tinggal bersama kita selama 7 tahun, ibu juga tahu kalau ayah itu tidak bersalah, ayah harus percaya pada kami” saat itu Mani mendapat telfon “Bagus itu !” Mani tersenyum senang dan berkata pada Aaliya “Aaliya, kamu ingin bicara dengan Ishu dan Adi kan ? Ayooo kita akan pergi dan menemui mereka” ujar Mani senang 

Amma datang kerumah keluarga Bhalla, Ishita segera memberikan kode padanya untuk pergi dari sana, petugas IT itu menyegel beberapa perhiasan dan dokumen lalu membawanya bersama mereka, Amma segera memberitahu Appa tentang ada beberapa orang yang mengambil barang barang milik keluarga Bhallla “Itu adalah razia IT, ini pasti masalah yang serius sehingga mereka melakukan hal seperti itu, karena mereka memang mempunyai hak otoritas untuk memeriksa semuanya, mungkin itulah mengapa Ishu memintamu untuk pulang, biarkan semuanya diselesaikan dulu”, “Tapi siapa yang telah melaporkan Ishu dan Raman ?” tanya Amma heran 

Raman sedang ngobrol ditelfon “Aku sendiri juga tidak tahu siapa yang melakukan semua ini ? Aku akan datang ke kantor sebentar lagi” saat itu Mani datang ke sana, Romi langsung menyela “Apa yang akan kamu lakukan disini sekarang ?” Raman juga menyahut “Kenapa kamu kesini ?”, “Aaliya ingin bertemu dengan Ishu, aku rasa aku datang pada waktu yang salah, kenapa kalian semua terlihat sangat sedih ? Apakah ada razia IT disini ?” Ishita tertegun mendengar ucapan Mani “Darimana kamu tahu tentang hal ini ?”, “Karena aku yang melaporkan kalian semua” semua orang terkejut dan tidak percaya “Jadi kamu yang melaporkannya ? Kenapa ?” Ishita dan Aaliya kompak bertanya 

“Kalau Raman bisa merusak namaku di pasar, maka aku pun bisa melakukan hal ini”, “Kamu tidak seperti ini, Mani !” sahut Ishita “Ramanlah yang membuat aku seperti ini ! Ayoo kita pulang, Aaliya” bentak Mani “Ayah, bicaralah dengan ibu sekali saja” pinta Aaliya yang saat itu dibawa pergi oleh Mani, Raman langsung mencegah Adi yang hendak mengejar Aaliya “Ishita, hentikan sandiwara persahabatan ini, aku akan mengurusi rumahku dan bisnisku, tidak usah ikut campur !” bentak Raman 

Shravan mengajak Ananya dan bertanya “Ananya, apakah petugas IT itu melihat catatan dan flashdisk itu ? Lalu bertanya ke ibumu ? Kita harus berhati hati”, “Iyaa, apa yang harus kita lakukan sekarang ? Aku berfikir untuk mengganti hadiah Priya dan membeli sesuatu yang lain untuk Priya” sahut Ananya “Kenapa ? Kamu telah membeli hadiah untuk Priya kan ?”, “Pihu membeli ponsel untuk Priya dan aku merasa malu” Shravan kaget “Apa ? Pihu menghadiahi ponsel ?”, “Iyaaa, bibi Shagun yang memberinya banyak uang, kita akan menukar hadiah itu, ayoo ikut aku” ajak Ananya 

Dirumah sakit, perawat bertanya ke Aaliya “Apakah kamu datang kesini untuk mengganti balutan ini sendirian ?”, “Tidak, aku bersamanya” sela Adi yang tiba tiba muncul dirumah sakit “Aku tidak bisa menghubungi kamu tapi aku tahu kalau kamu ada janji mengganti perbanmu dirumah sakit, tapi aku tidak yakin apakah paman Mani akan ada disini atau tidak” ujar Adi, tiba tiba Aaliya memegang tangan Adi karena sakit ketika balutan dilukanya mulai diganti yang baru, perawat hanya tersenyum melihat mereka berdua, setelah selesai, mereka pun berlalu dari sana, ketika sampai di depan rumah sakit kemudian Adi berkata “Kadang kadang aku merasa bersalah atas semua yang terjadi belakangan ini, rasanya semuanya jadi aneh sejak insiden itu, kamu jadi menderita, orang tua kita bertengkar”, 

“Aku berharap masalah keluarga ini akan bisa berakhir segera, aku tidak bisa melihat ayah terluka seperti itu” sahut Aaliya “Oh iya, aku punya sesuatu buat kamu, ini ponsel, ayahmu mengambil ponselmu kan ? Jadi ambil saja ini”, “Kamu sungguh bijaksana, Adi ,,, tapi aku akan mengambil ponselku dari ayah, aku tidak bisa menerima ini” Aaliya menolak pemberian Adi “Ambil saja, Aaliya ,,, karena aku tidak bisa hidup tanpa ngobrol sama kamu, maksudku ibu Ishi akan sangat senang bila bisa bicara sama kamu” Aaliya tersenyum penuh arti 

“Bahkan aku juga tidak bisa hidup tanpa bicara sama kamu, aku berharap masalah keluarga kita tidak mempengaruhi hubungan kita”, “Aku janji, hal ini tidak akan berimbas pada hubungan kita” Aaliya kembali tersenyum “Ini lebih dari sekedar teman, maksudku hubungan kita, kamu sangat berarti buatku, aku harap kamu selalu ada bersamaku” Aaliya dan Adi kemudian saling berpegangan tangan sambil tersenyum malu malu satu sama lain SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 932 “RAZIA DI RUMAH KELUARGA BHALLA” by. Sally Diandra

Bagikan :