SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 933 “RAMAN PUN BERDUKA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 933 “RAMAN PUN BERDUKA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 933 “RAMAN PUN BERDUKA” by. Sally Diandra Amma sedang menghibur Ishita dan memintanya untuk selalu kuat, bahkan nyonya Bhalla juga ikut mengkhawatirkan masalah mereka “Aku tahu, ibu ,,, aku akan berusaha untuk tetap kuat” kemudian Amma dan Ishita membuat makanan untuk nyonya Bhalla, sementara itu Raman sedang minum minuman keras, seluruh keluarga mengkhawatirkan keadaannya, saat itu Amma dan Ishita masuk ke rumah keluarga Bhalla “Ishita, sejak dia pulang kerumah, Raman sudah mabuk seperti itu”, 

“Kakak, kakak telah minum sangat banyak, kakak jadi sangat mabuk sekarang, kakak tahu kan kalau kakak melakukan hal hal yang aneh” sela Simmi kesal “Apa istriku uang mengatakan semua ini padamu ?”, “Tidak, kakak ,,, aku yang tahu sendiri” sahut Simmi “Minuman hanya bisa menghancurkan segalanya” sela nyonya Bhalla “Apa lagi yang akan hancur sekarang, ibu ?” ujar Raman sambil melirik ke arah Ishita “Aku mau mabuk ! Coba siapa yang berani mencegahku, kalau dia bisa !” Ishita hanya bisa menangis melihat sikap Raman yang seperti itu 

Mani sedang menunggu Aaliya pulang “Ini sudah larut malam dan dia belum pulang juga sampai sekarang, bagaimana aku bisa tidak begitu bertanggungjawab ? Bagaimana bisa aku lupa sama jadwal kunjungan rumah sakitnya ?” Mani lalu berfikir untuk pergi dan mengeceknya di klinik tersebut, saat itu Raman menelfon Mani “Kamu ini memang pengecut Mani dengan menyuap petugas IT”, “Kenapa baru sekarang kamu bersuara ? Aku tidak takut sama kamu, kamu tidak bisa berbuat apa apa karena putrimu, Pihu bersamaku” Raman merasa kesal 

“Jangan sebut sebut namanya !”, “Kenapa memangnya ? Kamu melakukan semua ini untuknya bukan ? Jangan uji kesabaranku, Raman !” ejek Mani “Aku akan membunuhmu kalau kamu melakukan sesuatu” Mani segera menutup telfonnya, Raman langsung membanting gelas dan melukai dirinya sendiri, Ishita segera mencegah Raman, saat itu Shagun mendengar pembicaraan Mani dan mulai berfikir 

Adi rupanya mengikuti Aaliya “Adi, bagaimana caranya kamu kesini ?”, “Aku sengaja mengikuti kamu dengan taksi untuk memastikan apakah kamu sampai dirumah dengan selamat” Aaliya tersenyum “Kamu ini memang gila”, “Aku tergila gila karena kamu” Aaliya dan Adi kemudian saling tersenyum satu sama lain, tiba tiba supir taksi yang ditumpangi Aaliya meminta ongkosnya, Adi langsung membayar ongkos taksi, Aaliya tersenyum senang, 

Sementara Adi mulai tegang dan kaget ketika melihat Mani datang kesana, Adi langsung duduk di dalam taksi tersebut, kemudian bergegas pergi dari sana, Aaliya juga melihat Mani “Akhirnya kamu pulang juga, Aaliya ,,, maafkan ayah karena ayah tidak bisa menemani kamu ke rumah sakit, apa kamu baik baik saja ?”, “Aku merasa lebih baik, ayah ,,, ayoo kita masuk ke rumah” ujar Aaliya sambil memikirkan sesuatu, Mani kemudian mengajak Aaliya untuk masuk ke dalam rumah 

Amma meminta nyonya Bhalla untuk menjelaskan ke Raman “Kamu ini adalah ibunya, sungguh sangat menyakitkan kalau terlalu banyak minum seperti itu”, “Dia jadi seperti binatang” sahut nyonya Bhalla, saat itu Raman langsung meminumnya dari botol sambil berkata “Aku akan membunuh Mani” kemudian Raman mendapat telfon dari Mani dan memarahinya lagi, semua orang jadi khawatir, saat itu Pihu mendengar suara Raman, Shagun bertanya “Ada apa, Pihu ? Apa ayah tidak menjawab telfonnya ?” Raman baru menyadari kalau Pihu yang menelfon 

“Pihu, bicaralah sama ayah sayang”, “Ayah tidak peduli sama aku ! Ayah tidak menyayangi aku !” ujar Pihu kesal “Tidak, tidak sayang, ayah kira tadi itu paman Mani, ayah sangat menyayangi kamu sayang”, “Tapi aku tadi mendengarnya” Raman jadi salah tingkah “Ayah tidak berbohong sayang” Ishita menyela “Raman, lebih baik kamu pergi kesana dan temui Pihu” Pihu bersuara lagi “Ini semua terjadi karena bibi Ishita, aku benci dia, ayah ,,, aku tidak mau ketemu sama ayah” Raman menangis mendengar ucapan Pihu dan membentak Ishita 

“Siapa yang meminta kamu untuk menyela pembicaraan kami ?” Raman langsung membanting ponselnya dan berlalu dari sana, Shagun tersenyum senang sambil bergumam “Raman bisa saja melakukan segalanya tapi dia tidak bisa merampas Pihu dariku, aku memang sengaja memberikan ponsel Mani pada Pihu, maka dengan begitu kamu bisa berbuat seperti itu yang selalu kamu lakukan ketika kamu sedang marah” Shagun bergegas menemui Pihu 

Raman pergi ke kamarnya dan menangis disana, Neelu menghampirinya dan memintanya keluar dan melihat apa yang terjadi, Raman melihat para perempuan dalam keluarganya sedang minum minum “Orang orang minum untuk melupakan sesuatu hal, mereka minum dalam kesedihan” ujar Ishita sambil minum minum, 

Raman segera memecahkan botol itu dan menyuruh mereka untuk minum sekarang, kemudian berlalu dari sana, ketika Raman sudah pergi, Ruhi buka suara “Rencana kita tidak berhasil, ibu” Ishita dan nyonya Bhalla merasa khawatir sama Raman dan Pihu yang sendirian disana dan saat ini pasti sedang bersedih “Kita bahkan tidak bisa pergi kesana menemui Pihu” ujar nyonya Bhalla sedih 

Ishita melihat surat sekolah Ananya “Ahaa ,,, aku punya sebuah ide”, “Apa, Ishita ?” tanya Simmi heran, Ishita lalu memberikan surat itu ke Simmi “Aku bisa mengerti idenya ibu Ishi, ini adalah tempat yang terbaik untuk bertemu dengan Pihu, sekolah karena ibu Shagun tidak ada disana” sahut Ruhi, kemudian Ruhi memberitahu mereka tentang bekerja di sekolah Pihu sebagai guru, nyonya Bhalla dan Amma sangat senang “Kita bisa membuat sebuah rencana untuk bertemu Pihu, tapi apa yang akan kita lakukan sama Raman, dia selalu tidak bisa mengendalikan dirinya” ujar Ishita, 

Saat itu Raman sedang melihat fotonya Pihu sambil menangis di dalam kamarnya dan memikirkan kata kata Pihu tadi, Ishita masuk ke kamar Raman dan dilihatnya Raman sedang menangis “Raman, aku tidak bisa melihat kamu seperti ini, aku yakin ibu dan ibu mertua bisa mengurusi Pihu, sementara kita memikirkan yang lain, jangan marah, Raman ,,, jangan sakiti dirimu sendiri, bicaralah padaku” Raman ternyata sudah tertidur pulas, Ishita teringat pada ucapan Raman tentang Mani “Aku selalu bersama denganmu, kenapa kamu menyakiti dirimu sendiri ? Aku tidak bisa melihat keadaanmu seperti ini” ujar Ishita sambil memegang tangan Raman dan menangis SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 934  by. Sally Diandra

Bagikan :