SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 928 “MANI PUN MENYESAL” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 928 “MANI PUN MENYESAL” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 928 “MANI PUN MENYESAL” by. Sally Diandra Ishita langsung menampar pipi Niddhi dengan keras “Kenapa kamu menyerang Aaliya ? Apa kamu tidak tahu penderitaannya ? Seorang gadis bisa saja mati karena hal itu ketika wajahnya rusak atau sesuatu bisa terjadi pada tubuhnya, keluarganya mati bersama dirinya, jadi kamu harus dihukum dengan sangat berat, kamu seharusnya tidak dikeluarkan dari penjara” ujar Ishita kesal “Nona Niddhi, akan dihukum dengan cara yang tegas, kali ini aku akan memastikan kalau dia tidak akan keluar dari penjara” sahut polisi, Raman juga ikut memarahi Niddhi, polisi lalu menahan Niddhi, Raman berterima kasih pada polisi “Anak anak kita selamat sekarang, sekarang aku bisa bernafas lega” ujar Ishita senang 

Dirumah keluarga Bhalla, Adi meminta Ruhi untuk bersemangat lagi “Kamu sudah bebas dari semua tuduhan ini” Ruhi langsung menggelitik Adi, Adi tertawa terbahak bahak “Bahkan kamu juga telah membebaskan Ruhaan”, “Aku tahu kalau kalian berdua tidak mungkin bisa melakukan hal ini” sela Aaliya “Tapi paman Mani masih mencurigai aku”, “Tidak, Adi ,,, semuanya baik baik saja” mereka sekeluarga lalu merayakan bersama sama kemenangan mereka dengan ice cream yang dibeli oleh Romi, semua orang lalu makan ice cream itu, Raman hanya terdiam dan bergegas pergi ke kamarnya, 

Ishita hanya bisa menatap kepergian Raman dengan rasa heran, tak lama kemudian Ishita menyusul Raman ke kamarnya “Raman, ada apa ?”, “Tidak ada apa apa, begitu melihat ice cream, aku jadi teringat pada Pihu, dia selalu meminta padaku untuk membeli semua rasa yang ada, lali dia meminta aku untuk menyuapinya karena dia tidak suka mengotori tangannya, kalau Mani tidak mendukung Shagun dipengadilan pada waktu itu, aku pasti tidak akan kehilangan Pihu, aku tidak akan pernah memaafkan Mani untuk hal ini” ujar Raman geram 

Keesokan harinya, Mani sedang mencari cari surat kabar, Aaliya bergegas memberikan surat kabar itu padanya dengan perasaan bahagia “Kenapa kamu kelihatan begitu senang ?” tanya Mani heran sambil memeriksa surat kabar itu dan membaca berita penahan Niddhi disurat kabar tersebut, Aaliya memberitahu pada Mani kalau Adi itu tidak bersalah “Ibu Ishita dan aku sudah menjelaskan panjang lebar ke ayah, Niddhi itu memanfaatkan penampilan Ruhaan dan melakukan hal ini, kenapa ayah tidak percaya pada kami ? Dulu ayah pernah berkata kalau kemarahan bisa merusak sebuah hubungan, ketika ayah mendukung ibu Shagun dan tidak mendengar ucapan ibu Ishita, padahal ayah telah mengenalnya sejak bertahun tahun, aku berharap ayah bisa mendengar kami”, “Kamu berkata benar, Aaliya ,,, aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar” Mani mulai menyadari kesalahpahamannya pada Adi, 

Sementara itu Ishita sedang membaca surat kabar sambil tersenyum “Terima kasih, Dewa ,,, nama Adi dan Ruhi telah bersih sekarang, aku akan menunjukkan berita ini pada Raman” saat itu Mani menelfon Ishita “Ishita, bagaimana kabar kamu ? Aku menelfonmu untuk meminta maaf padamu untuk kesalahan terbesarku”, “Apa yang akan terjadi kalau kamu meminta maaf ? Aku jadi marah begitu mendengar suaramu, kamu adalah sahabat terbaikku, satu satunya temanku, aku sudah bilang sama kamu kan kalau putraku tidak mungkin melakukan hal ini, tapi kamu melakukannya seolah olah ini diantara putrimu dan putraku, padahal kamu tahu kalau Aaliya adalah putriku juga, kamu membuatku seperti orang asing saja dengan mencurigai aku, aku tidak akan dengan mudah memaafkan kamu, kamu tidak melakukan kesalahan kecil, Mani ,,, Pihu dirampas dariku, itu gara gara kamu” sahut Ishita kesal 

“Aku tahu itu, Ishu ,,, tapi ,,,”, “Maafkan aku, aku tidak ingin mendengar suaramu” Ishita langsung menutup telfonnya, Mani lalu memberitahu Aaliya kalau Ishita sangat marah padanya “Itu hal yang wajar, ayah ,,, karena ayah telah melakukan banyak kesalahan, tapi kalian berdua kan bersahabat, pertengkarangan kadang memang sering terjadi, ibu itu orangnya sangat baik, aku rasa ayah harus secara pergi ke sana secara pribadi dan meminta maaf pada paman Raman dan ibu Ishita, agar semua perselisihan ini menjadi jelas” Mani setuju untuk bertemu dengan Ishita, Aaliya berharap semuanya bisa terselesaikan dengan baik 

Simmi sedang membangunkan Ananya dan memintanya untuk segera bangun pagi kalau tidak nanti dia akan terlambat masuk ke sekolah, saat itu Simmi baru menyadari ternyata Ananya terkena demam tinggi “Kenapa kamu makan ice cream semalam ? Kamu seharusnya menjaga dirimu baik baik”, “Maafkan aku, ibu ,,, aku akan berangkat ke sekolah kalau ibu memang menyuruhku begitu” sahut Ananya “Ibu tidak akan menyuruhmu pergi ke sekolah, istirahatlah, ibu akan mengambilkan susu haldi untukmu, maka kamu akan baik baik saja” Simmi kemudian berlalu dari sana, Ananya segera mengambil bawang merah dan berkata “Waah ternyata idenya kak Shravan berhasil juga, aku tidak mau berangkat ke sekolah, aku mau menonton televisi saja” saat itu Simmi datang ke kamar Ananya dan mendengar ucapannya 

Raman sedang memperhatikan fotonya Pihu sambil menangis, Ishita menghampirinya dan memintanya untuk sarapan pagi, Raman lalu memperhatikan foto foto perjalanan Pihu “Aku berharap aku bisa pergi dengannya”, “Iyaa, dia kelihatannya bahagia, tapi dimana Shagun ? Kenapa Shagun tidak ada di foto ini ?” tanya Ishita heran “Dia pasti sedang duduk dibawah pohon” Raman lalu menceritakan soal Pihu dan merindukkan masa masa kecilnya Pihu “Ini semua karena temanmu itu, Mani seharusnya tidak mendukung Shagun di pengadilan, aku telah kehilangan putriku gara gara dia, aku tidak akan pernah memaafkannya” ujar Raman kesal “Raman, aku harus memberitahu kamu sesuatu” sahut Ishita, 

Saat itu Neelu datang dan memberitahu mereka kalau Mani datang untuk bertemu dengan Ishita, Raman segera menemui Mani diruang tamu “Apa yang akan kamu rampas lagi sekaranvg ? Disini sudah tidak ada lagi yang tersisa, baca ini ! Adi tidak bersalah, kami semua berteriak padanya dan kamu tidak mempercayai kami”, “Untuk itulah aku datang kesini, untuk meminta maaf” pinta Mani “Apa putriku akan kembali kalau kamu meminta maaf ? Semua orang selalu menyebut Ishita itu wanita yang mandul, dia itu adalah temanmu dan ketika Ishita mendapat kesempatan untuk mendapatkan putrinya, Shagun mengambilnya !”, “Saat itu aku sedang terluka karena keadaan Aaliya” bela Mani “Iyaaa kamu mendukung Shagun dan merampas putriku !”, “Raman, aku bisa mengerti, aku akan mencoba menjelaskannya ke Shagun” 

Raman langsung menarik kerah bajunya namun tuan Bhalla segera mencegahnya, namun Raman segera menyela “Tidak ada seorangpun yang boleh ikut campur ! Dan kamu, Mani ,,, kamu harus berusaha mengembalikan Pihu kembali, sekarang Adi terbukti tidak bersalah, aku tidak bilang apa apa karena aku peduli pada Aaliya, tapi kamu telah melakukan sebuah kesalahan !” Raman kemudian menampar pipi Mani dengan keras karena Raman sangat marah pada Mani “Sekarang keluar kamu dari sini !”, “Raman, kamu tidak bisa bersikap seperti itu pada Mani !” sela Ishita “Aku tidak mau mendengarkan siapapun” Ishita pun menangis melihat kemarahan Raman 

Simmi menyuruh Ananya untuk minum susu haldi dan berkata “Sebentar lagi dokter akan datang dan menyuntik kamu, karena sepertinya demammu ini karena virus”, “Aku tidak mau disuntik ! Aku tidak punya virus, demamnya itu karena bawang merah ini” Ananya akhirnya tidak bisa menutupi kebohongannya “Jadi kamu melakukan ini ? Ayooo kamu harus sekolah sekarang”, “Tapi sekarang libur, lagian bis sekolahnya juga sudah pergi” Ananya berusaha mengelak “Ibu yang akan mengantar kamu ke sekolah”, “Aku akan minta ijin sama ayah, aku tidak mau sekolah !” Ananya tetap bersikeras “Ayooo Ananya, kamu harus sekolah” Ananya lalu menelfon Parmeet, ayahnya dan mengeluh tentang Simmi, kemudian Ananya meminta Simmi bicara dengan Parmeet “Parmeet, Ananya itu hanya manja, okay ,,, baiklah” ujar Simmi “Ananya, besok pagi kamu mulai sekolah, oke ?”, “Terima kasih, ibu” Ananya merasa senang 

Sementara itu Shagun sangat lelah mengikuti acara jalan jalan sekolahnya Pihu, saat itu Mani datang kesana dan memintanya untuk tanda tangan diselembar kertas untuk memberikan hak asuh Pihu pada Raman “Apa ? Apa kamu tahu apa yang kamu katakan ?”, “Aku menyadari kesalahanku, Shagun ,,, seharusnya aku tidak mendukung kamu, kamu paham kalau kamu mempunyai alasan yang kuat untuk merawat Pihu tapi Ishu adalah ibu kandungnya, yang kamu lakukan ini salah dengan menjauhkan seorang anak dari ibunya” Shagun mulai kesal 

“Adi terbukti tidak bersalah, aku telah salah paham, aku mohon tanda tangani saja surat ini dan berikan Pihu pada orang tuanya” Shagun langsung menolak memberikan tanda tangannya “Aku ini adalah ibunya, aku yang melahirkannya, aku tidak akan melepaskan Pihu, Ishita sudah mempunyai Adi dan Ruhi, aku hanya mempunyai Pihu, aku tahu kalau Ishita itu adalah sahabatmu, tapi tidak ada seorangpun yang bisa merampas Pihu dariku”, “Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Maafkan aku, Pihu” gumam Mani sedih SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 929  by. Sally Diandra

Bagikan :