SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 944 “UJIAN PERTAMA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 944 “UJIAN PERTAMA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 944 “UJIAN PERTAMA” by. Sally Diandra Dirumah Mani, nenek sedang melakukan aarti untuk Adi, Adi kemudian menyentuh kaki nenek, nenek memberikan restunya untuk Adi dan memintanya untuk mengikuti semua peraturan yang diterapkannya dirumah itu “Kamu tidak boleh masuk ke kamarnya Aaliya”, “Tentu saja, nenek ,,, aku akan mematuhi semua peraturan yang ada” sahut Adi, saat itu Raman memberikan cek kosong ke Mani dan meminta Mani untuk mengambil uangnya untuk semua keperluan Adi selama berada dirumah Mani 

“Aku tidak mau menerima sesuatu sebagai hutang atau pun bantuan”, “Prinsip yang sangat bagus” sela nenek, Raman lalu pergi meninggalkan mereka “Adi, ingat semua yang telah ibu ajarkan padamu dan semoga semuanya bisa berjalan dengan baik” Adi langsung memeluk Ishita, sedangkan Shagun merasa kesal “Aku akan melihat bagaimana Adi bisa bertahan disini, aku yakin neneknya Aaliya ini pasti akan menolaknya” bathin Shagun geram 

Di dalam kamar, Adi sedang memasukkan pakaiannya ke dalam lemari, Mani menemuinya dan berkata “Aku datang kesini untuk menjelaskan satu hal, aku mengikuti semua ini karena neneknya Aaliya, itu tidak berarti kalau kamu boleh melanggar batasanmu, aku akan selalu mengawasimu”, “Jangan khawatir, paman Mani ,,, aku tidak akan membuat paman mengeluh sedikitpun” Mani bergegas pergi dari sana, Adi berharap neneknya Aaliya bisa segera terkesan padanya Nenek sedang menyiapkan makanan untuk Adi 

“Kalau kamu tidak makan dengan baik, maka nenekmu pasti akan mengeluh padaku, oh iyaa ,,, besok nenek mau pergi ke kuil, kamu bisa mengantar nenek kan ? Nenek harus melakukan pemujaan untuk ibunya nenek, bersiaplah pada jam 7 pagi, ini adalah ujian pertamamu, kamu harus mandi dan menyiapkan piring aarti”, “Iyaa, nenek ,,,” sahut Adi sambil melirik kearah Aaliya dan berlalu dari sana, Aaliya berharap Adi bisa bangun pagi pagi sekali besok, sedangkan Shagun memikirkan sesuatu “Lihat saja bagaimana Adi bisa melalui ujian ini” bathin Shagun sinis 

Simmi bertanya pada Amma “Bagaimana bisa Shagun melakukan hal ini ? Dia menggunakan namaku dan memberikan ponsel itu ke Ananya, itulah mengapa Ananya bilang kalau aku yang memberikan ponsel itu sebagai hadiah, aku tidak akan membiarkan Shagun !”, Kita tidak bisa melakukan apapun pada Shagun, tapi cobalah untuk percaya pada Ananya, kalau kamu membuatnya menjauh, maka dia pasti akan lebih menjauh dari kamu, jangan lakukan hal ini, Simmi ,,, cobalah kamu menjadi temannya, ijinkan dia untuk menggunakan ponselnya” pinta Amma, 

Amma lalu menjelaskan pada Simmi untuk bisa memahami Ananya “Iyaa, bibi ,,, aku akan mencobanya, aku tidak akan menjadi ibu yang galak”, “Kalau begitu mulailah sekarang” pinta Amma, Simmi lalu memanggil Ananya, Ananya menghampirinya “Ananya, ibu mau jalan jalan sama nenek Iyer tapi ibu harus memberikan obat ini ke nenek Toshi, kamu bisa kan memberikan obat ini ke nenek Toshi ?”, “Baiklah” Ananya merasa senang karena Simmi mau bicara dengannya, begitu Ananya pergi, Amma menyela “Lihat mudah bukan ?” ujar Amma 

Ishita sedang menunggu telfon dari Adi sambil memikirkan bagaimana keadaan Adi “Aku harap Adi tidak akan mendapatkan ujian yang sulit” ujar Ishita sambil menjahit kancing baju Raman dan memberitahu Raman kalau dirinya sedang menunggu sms dari Adi dan merasa terganggun dengan sms yang tidak penting, saat itu Ishita mendapat telfon dari seseorang dan langsung memarahi orang itu “Apakah orang orang pada mengambil hutang pada saat ini ?” Ishita lalu menutup telfonnya “Sudah tidak usah cemas, Ishita” hibur Raman, Ishita tetap fokus pada ponselnya, Raman memperhatikan Ishita sambil memegang kepalanya, karena Ishita salah menjahit, 

Raman menawarkan bantuan pada Ishita “Tidak usah, ini sudah selesai” Ishita segera memberikan baju itu ke Raman, Raman melirik ke arah kancing yang salah dan berkata “Aku tidak mau mengenakan baju ini, kamu menjahit kancing yang hijau” Ishita menggeleng “Tidak, aku menjahit kancing yang warna peach, ooh maaf”, “Tenang saja, kenapa kamu jadi berlebihan seperti ini ? Ada masalah apa ?” tanya Raman heran “Adi, neneknya Aaliya bisa saja memberikan ujian yang sangat sulit” Ishita merasa cemas “Adi itu tidak pergi berperang”, “Tapi tidak mudah juga untuk mengesankan dia, kalau dia membuat satu kesalahan saja, neneknya Aaliya pasti akan menolaknya” Raman ikutan cemas “Aku berharap dia tidak melakukan banyak kesalahan”, “Apa yang kamu katakan ?” 

Saat itu Adi menelfon Ishita “Ibu, nenek meminta aku bangun jam 4 pagi untuk menemaninya ke kuil”, “Dasar Tamilian, ibu akan membunyikan alarm dan membangunkan kamu jam 3 pagi nanti” saat itu Shagun mendengar pembicaraan Adi “Apa aku bisa bangun, ibu ?”, “Dulu ibu selalu bangun jam 3 pagi, ibu pasti akan membangunkan kamu” sahut Ishita, tak lama kemudian Shagun memberikan susu ke Adi, Adi segera mensetting alarmnya “Aku telah menambahkan obat tidur ke susunya Adi, Adi pantas mendapatkan gadis yang lebih baik dari pada Aaliya, sekarang Adi pasti tidak akan bangun, Ishita bisa saja melakukan apapun sekarang, aku melakukan hal ini untuk kebaikan Adi sendiri” gumam Shagun senang 

Simmi meminta maaf pada Ananya dan memintanya untuk menyimpan ponselnya itu tapi harus tetap pada batasannya, Ananya merasa senang dan memeluk Simmi, sementara itu ketika hari sudah pagi, Adi tidak bangun juga meski alarmnya sudah berbunyi, Ishita terbangun dan bertanya “Siapa yang mensetting alarm jam 3 pagi ?”, “Sudah tidur saja” pinta Raman, tiba tiba Ishita terbangun dan teringat pada Adi “Adi ,,, !” Ishita buru buru menelfon Adi namun Adi tidak juga menjawab telfonnya karena Adi masih asyik tertidur, Ishita teringat kalau dirinya telah meninggalkan mobilnya “Aku harus pake taksi untuk membangunkan Adi” gumam Ishita cemas 

Dirumah Mani, nenek sedang melakukan pemujaan dan Shagun merasa tidurnya terganggu oleh doa puji pujian yang dilantunkan nenek, Shagun benar benar merasa terganggu, dilihatnya jam sudah jam 3 lebih 15 menit “Adi bisa saja bangun oleh suara ini, rencanaku akan berantakan !” Shagun bergegas untuk memeriksannya, saat itu dilihatnya miskol dari Ishita di ponsel Adi berulang kali “Apapun yang kamu lakukan, Ishita ,,, Adi tetap tidak akan bangun ! Karena saat ini dia sedang tertidur lelap, Adi tidak bisa mengesankan neneknya Aaliya kali ini” Shagun segera pergi dari sana, 

Sementara itu Ishita tidak juga bisa mendapatkan taksi “Bagaimana caranya aku membangunkan Adi ? Tidak ada jalan lain !” gumam Ishita dan langsung berbalik kerumah menemui Raman yang saat itu masih tertidur “Dia masih tidur” Ishita bergegas membangunkan Raman “Aku kira kamu ini Katrina Kaif” sahut Raman “Kita harus segera membangunkan Adi, Raman ,,, kalau tidak, nanti dia akan gagal”, “Apa kamu sudah gila, Ishita ? Pergilah sana dan tidur saja !” ujar Raman kesal 

“Kita harus pergi, Raman ,,, Adi harus mengantar neneknya Aaliya ke kuil, aku tidak bisa bawa mobil karena diambil sama polisi kemarin sama SIM ku juga”, “Apa aku harus mengantar kamu ? Sudah tidur saja sana !” Ishita merasa kesal dengan Raman “Baiklah, aku akan mencoba mobil otomatisnya seseorang untuk kali pertama” Raman langsung bangun “Tunggu ! Aku ikut !” Raman bergegas pergi ke kamar mandi 

Raman dan Ishita akhirnya sampai juga dirumah Mani “Ishita, lain kali aku tidak mau mengantar kamu ! Kamu telah mengganggu jam tidurku !”, “Sudah ayooo ikut !” ajak Ishita “Bagaimana caranya kamu menemui Adi ? Apa kamu akan memencet bell rumahnya Mani ?” ejek Raman “Tidak, aku tidak bisa memencet bellnya” Ishita kemudian naik ke tangga yang ada disana dan berteriak di depan jendela rumah Mani dan membunyikan suara seperti ayam “Kuuaakkakkaak koooo” 

Saat itu Pihu yang mendengarnya, bertanya ke Shagun “Mama, apa itu ?” tanya Pihu heran, Raman dan Ishita masih saia bertengkar, Raman meminta Ishita untuk turun dari anak tangga, namun Ishita malah meminta Raman untuk berteriak, akhirnya Raman setuju, dari bawah Raman ikutan berteriak, sedangkan Ishita yang berada di atas anak tangga dekat jendela juga berteriak pelan, saat itu Shagun melihat usaha mereka sambil bergumam “Mereka berdua tidak akan bisa membuat Adi terbangun dari tidurnya” SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 945  by. Sally Diandra

Bagikan :