SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 942 “PESAN SINGKAT” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 942 “PESAN SINGKAT” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 942 “PESAN SINGKAT” by. Sally Diandra Ishita menemui Raman, namun Raman menghindarinya, saat itu Raman mendapat telfon dan sibuk ngobrol soal meeting dikantor “Baiklah kita akan bertemu di kantor aku akan sampai disana” Ishita merasa kesal dengan Raman, kemudian Ishita meninggalkan sebuah pesan di kamar mandi, Raman membaca pesan tersebut kalau shower di kamar mandi rusak, Raman lalu keluar sambil bergumam pada dirinya sendiri “Apa yang terjadi pada nasibku ? shower kamar mandi rusak dan moodnya istriku juga sedang jelek” saat itu Raman mendapat pesan yang lain lagi sambil melihat ke pakaiannya, dalam pesan itu Ishita menulis “Ini adalah warna kesukaanku dan aku tahu kalau kamu pasti tidak akan memakainya” Raman merasa heran 

“Lalu kenapa dia menaruhnya disini ?” Raman kemudian membawa lagi pesan berikutnya “Aku memang sengaja menaruhnya karena aku menyukainya” Raman lalu membaca pesan yang lain kalau Raman tidak akan mengenakan pakaian apapun yang telah dipilih oleh Ishita “Aku akan melakukan apa yang kamu tidak suka” ujar Raman kesal sambil membaca pesan yang lain lagi di dalam lemari “Aku tahu kalau kamu akan memilih kemeja yang tidak aku suka” Raman semakin jengkel “Aku harus mencegah dia makan badam karena pikirannya sangat tajam” kemudian Raman membaca lagi pesan yang lain “Tidak usah berfikir terlalu keras” 

Dirumah Mani, nenek sedang berdoa untuk Aaliya, Shagun ke dapur dan bertanya pada nenek “Ibu mertua, kenapa ibu tidak memintaku untuk membuat sesuatu yang kamu inginkan ? Aku pasti akan membantu kamu, kamu sudah membuat semuanya”, “Seseorang tidak boleh masuk ke dapur tanpa mandi terlebih dulu” sahut nenek “Biasanya aku mandinya setelah sarapan pagi”, “Kamu punya cara sendiri, kami pun begitu, kami tidak akan menyentuh makanan tanpa mandi terlebih dulu, kami pastinya akan kelaparan kalau kamu yang memasak” Shagun jadi kesal dan marah begitu mendapat kritikan dari ibu mertuanya dan bergegas pergi dari sana sambil bergumam “Aku tidak bisa berkata apa apa padanya, kalau tidak Mani bisa marah padaku” begitu Shagun pergi, nenek bergumam “Aku harus mengerjakan semua pekerjaan disini !” 

Ananya masih kesal sama Simmi, saat itu nyonya Bhalla meminta Neelu untuk membuat sarapan pagi “Aku akan memanggil Ananya dulu”, “Ananya telah berbohong padaku, ibu ,,, biarkan dia kelaparan, tidak apa apa” sela Simmi, Ishita lalu bertanya ke Ruhi “Ruhi, kenapa bibi Simmi marah sama Ananya ?”, “Aku juga tidak tahu dengan jelas, ibu” Ruhi kemudian menceritakan semua yang dia tahu pada Ishita, 
'
Sementara itu di rumah Mani, Pihu mengeluh ketika sedang menikmati sarapan pagi “Aku tidak suka khichdi ini”, “Sayang, ini yang membuat nenek, makanlah, enak kok” hibur Shagun “Aku mau pancake saja !” nenek menyela ucapan Pihu “Pihu, makan saja apa yang sudah dibuat, jangan menghina makanan, kamu harus mendengarkan aku kalau kamu memanggilku nenek, selama aku disini, hanya makanan vegetarian yang bisa dimakan” saat itu Mani sedang sibuk dengan telfonnya dan mulai marah “Mani, jangan buat polusi suara disini !” saat itu Aaliya mendengar pembicaraan mereka “Keluarganya Karan telah mempermalukan kita, apa yang harus kita lakukan ? Kami telah memastikan pernikahannya namun kemudian menghancurkannya”, “Kamu sendiri yang telah melakukannya, kenapa kamu yang mengeluh sekarang ?” sahut nenek santai 

“Hal ini pasti akan mempengaruhi bisnisnya juga, ibu”, “Tidak usah ikut campur dan menyela pembicaraan orang lain, Shagun ! Kamu tidak tahu kehormatan sebuah keluarga ! Kenapa kamu ingin dihina didepan putrimu sendiri ?” Pihu segera menolak makanan itu dan pergi dari sana begitu mendengar ucapan nenek, Shagun segera mengejar Pihu, sementara nenek meminta Mani untuk duduk dan makan makanannya “Ibu, aku tidak lapar” Mani pun pergi dari sana, nenek merasa kesal “Aku harus mendisiplinkan mereka !” 

Adi bergumam pada dirinya sendiri “Aku berharap nenek bisa membuat semuanya membaik” saat itu Aaliya menelfonnya dan berkata “Semuanya baik baik saja, Adi ,,, aku benar benar setres berat”, “Ada apa ? Apakah ayahmu mengatakan sesuatu ?” tanya Adi cemas “Tenang, Adi ,,, nenek ada disini bersamaku, aku ingin bertemu sama kamu sekarang, aku jadi serba tidak enak, ayahku tidak makan apa apa sejak tadi pagi, aku tidak ingin menyakiti siapapun” ujar Aaliya sambil menangis “Sudah berhentilah menangis, kita akan bertemu di restauran, bagaimana ?”, “Baiklah, sampai ketemu disana, kita akan sarapan pagi juga nanti” rupanya Shagun mendengar pembicaraan Aaliya dan Adi, kemudian bergegas pergi 

Dirumah keluarga Bhalla, Raman melihat Ishita, Ishita lalu bertanya pada Neelu “Neelu, coba lihat apa ada seseorang yang membutuhkan sesuatu ?” Raman merasa semakin tidak mengerti “Aneh, dia meninggalkan begitu banyak pesan dan tetap saja tidak mau bicara denganku” gumam Raman, saat itu Neelu memberikan bekal makanan ke Raman, Raman lalu buka suara “Ananya, bagaimana penampilan paman hari ini ?”, “Paman sangat tampan” Romi dan Mihika tersenyum, Raman juga tersenyum sambil berkata “Bahkan paman juga merasakan hal yang sama, oh iya ,,, Romi, bawa bekal makanan itu ke kantor, aku ada meeting dengan klien, aku akan segera mengakhirinya lalu nanti aku akan menyusul” Raman kemudian mengucapkan selamat tinggal pada semua orang kecuali Ishita dan segera berlalu dari sana 

Mihika bertanya pada Ishita “Kakak, kenapa kakak tidak memuji kak Raman ? Tadi dia itu berusaha untuk bicara dengan kamu”, “Aku tidak mau bicara dengannya” sahut Ishita “Tadi paman Raman mengucapkan selamat tinggal padaku tapi ibu tidak mau bicara denganku” sela Ananya “Ananya, bibi ingin bertanya sesuatu padamu”, “Apa bibi mau bertanya soal ponsel baruku ? Bibi juga tidak percaya padaku ? Aku tidak mau bicara !” Ananya segera pergi dari sana 

Dirumah Mani, Shagun meminta Pihu untuk tidak marah pada ucapan nenek “Kita harus mentoleransi keberadaannya disini selama beberapa hari, Pihu”, “Kenapa mama tidak marah padanya, aku marah !” saat itu Shagun melihat Mani ada disana “Pihu, nenek itu kan orang tua, kamu harus bisa menghormatinya” saat itu Mani meminta maaf ke Shagun “Aku tidak marah, Mani”, “Terima kasih, Shagun” sahut Mani “Mani, Pihu tidak mau makan apa apa, apakah kami boleh pergi untuk sarapan pagi diluar ?”, “Tentu saja, kemana ?” Shagun kemudian menyebutkan restauran yang sama yang mau di datangi oleh Aaliya dan Adi “Baiklah, aku akan memesan meja” Mani kemudian berlalu dari sana, 

Sementara itu Ishita sedang mencari Ananya dan dilihatnya Adi hendak pergi “Adi, kamu mau pergi kemana ?”, “Aku akan menemui Aaliya, ibu” Ishita kaget “Aku memanggilnya untuk bertemu di restauran”, “Kamu harus hati hati yaa” pinta Ishita “Ibu, jangan bilang siapa siapa ya”, “Tentu saja, ibu tidak akan bilang” Adi pun pergi meninggalkan Ishita, 

Saat itu Ishita melihat Ananya “Ananya, kenapa kamu meninggalkan sarapan pagimu ? Bibi percaya padamu, bibi mohon tolong jelaskan pada bibi, ada apa ? Siapa yang memberi ponsel ini ke kamu ?”, “Bibi Shagun yang memberikan ponsel ini, dia bilang ibu yang memberikan ponsel ini sebagai hadiah untukku” Ishita tertegun “Jadi dia bilang seperti itu ? Sekarang kamu telfon Pihu dan tanyakan padanya dimana bibi Shagun ?” pinta Ishita, Ananya langsung menelfon Pihu, Pihu memberitahu Ananya kalau dia mau pergi ke restauran bareng Mani dan Shagun, Ananya segera memberitahu Ishita tentang hal ini, 

Ishita langsung menyadari kalau Adi akan pergi ke restauran yang sama seperti yang akan di datangi Shagun untuk bertemu dengan Aaliya “Ya sudah, sekarang kamu pulang ke rumah saja dan jangan lupa sarapan pagi lalu pergi ke sekolah, bibi akan menjelaskan semua kesalahpahaman ini setelah bibi kembali” Ananya segera pergi meninggalkan Ishita “Aku benar benar tidak percaya, semua ini sudah diatur oleh Shagun sehingga Mani bisa melihat Adi dan Aaliya yang sedang bersama, aku harus mencegah Adi” ujar Ishita geram 

Dirumah Mani, Shagun pura pura memanggil manggil Aaliya “Jadi Aaliya sedang pergi, kalau begitu kita juga harus segera pergi, aku ingin Mani menangkap basah Aaliya, ayoo, Pihu ,,, cepat ! Kita akan pergi” Mani lalu menghampiri mereka “Ayooo kita berangkat !” tiba tiba Mani teringat “Aku rasa aku lupa, dompetku tertinggal rupanya, aku akan ambil dulu” ujar Mani, Pihu langsung meminta Shagun untuk memesan pancake yang seperti biasa dia pesan “Baiklah, kita akan membelinya, kita akan ke sana dan memesannya” Pihu bersikeras meminta memesannya sekarang juga, 

Shagun lalu menelfon restauran tersebut dan memesan pancake “Apa ? Menunya ganti ? Ya sudah, terima kasih” saat itu Mani datang dan mengajak mereka pergi “Aku tidak mau pergi kesana, disana tidak ada pancake”, “Pihu, paman Mani sudah memesan tempat disana, kamu nanti bisa makan French toast” bujuk Shagun, akhirnya Pihu setuju dan mereka pun pergi, 

Sementara itu Ishita sedang dalam perjalanan sambil menelfon Adi “Kenapa dia tidak mengangkat telfonnya ?” tiba tiba Ishita melanggar lampu merah karena terburu buru, polisi lalu lintas segera menghentikan mobilnya “Pak polisi, aku sedang terburu buru, aku mohon”, “Tunggu dulu, nyonya ,,, kamu mengendarai mobilmu ini dengan kecepatan tinggi, kamu juga telah melanggar lampu merah, ayoo keluar dari mobil dan tunjukkan SIM mu !” pinta polisi “Aku ini sedang terburu buru, pak polisi” tapi polisi tetap saja bersikeras meminta Ishita untuk keluar, 

Ishita merasa bimbang “Bagaimana caranya ngomong ke Adi sebelum Shagun sampai disana ?” bathin Ishita cemas, saat itu Shagun, Pihu dan Mani sampai juga di restauran, Shagun sudah melihat Aaliya ada disana dan berfikir kalau Adi pasti juga ada disana, Shagun lalu berusaha membuat Mani melihat Aaliya, saat itu pelayan datang, Mani mulai memesan dan melihat Aaliya disana, Shagun tersenyum senang SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 943 by. Sally Diandra

Bagikan :