SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 941 “NENEK SANG PENYELAMAT” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 941 “NENEK SANG PENYELAMAT” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 941 “NENEK SANG PENYELAMAT” by. Sally Diandra Mani sedang ngobrol dengan keluarga Karan, saat itu Shagun membawa Aaliya keluar dan menemui mereka, Mani meminta Aaliya untuk duduk dan meminta Shagun untuk membawakan cincinnya “Kita akan memulai acara pertukaran cincin” sahut Mani, sementara itu Simmi sedang berdoa untuk Adi agar bisa sampai disana tepat pada waktunya, saat itu Neelu menyela “Nyonya, aku akan membawa susu untuk Ananya, dia sedang belajar”, “Biar aku saja yang membawanya Neelu” sahut Simmi 

Dirumah Mani, Aaliya akhirnya duduk dengan perasaan sedih dan tidak mau mengulurkan tangannya ke depan, semua memperhatikan sikap Aaliya, Mani langsung menggeret tangan Aaliya dan mengulurkan tangannya ke depan sambil berkata “Sebenarnya, dia ini malu” kemudian Karan memegang tangan Aaliya dan hendak memasukkan cincin ke dalam jari manis Aaliya, tiba tiba terdengar suara Ishita “Hentikan !” Ishita dan Adi datang ke sana, Mani kaget, Aaliya menangis dan bergegas berlari memeluk Adi, Karan dan seluruh keluarganya tertegun memperhatikan mereka 

Dirumah keluarga Bhalla, Simmi tersenyum begitu melihat Ananya “Ananya, belajarnya berhenti dulu yaa” dilihatnya Ananya sedang chatting dengan temannya, Simmi segera mengambil ponsel tersebut “Ananya, siapa yang memberikan ponsel ini ?”, “Ibu yang memberinya kan ? Baiklah, ini kan rahasiamu” Simmi kaget “Rahasia apa ?”, “Rahasia kalau sebenarnya ibu yang memberikan” Simmi bergegas hendak menampar Ananya, namun Ruhi segera mencegahnya “Dia ini berbohong dengan mengatakan kalau aku yang memberikan ponsel ini padanya, apa aku sudah gila dengan membelikan ponsel untuknya ? Dia ini memang manja”, “Bibi Simmi, aku akan bicara dengannya, bibi keluar saja dulu” pinta Ruhi, Simmi pun berlalu dari sana 

Dirumah Mani, Mani bertanya pada Adi “Kenapa kamu kesini, Adi ?”, “Paman Mani tahu Aaliya kan ? Dan aku juga sangat mencintainya jadi hentikan semua ini !” sahut Adi “Hari ini adalah hari yang sangat special untuk kami, pergi kamu dari sini !” Ishita menyela uccapan Mani “Mani, kenapa kamu ingin memisahkan mereka ?” Ishita kemudian menjelaskannya pada keluarga Karan, Shagun dan Mani segera bertanya pada Ishita “Ada masalah apa, Ishita ? Pergi kamu dari sini !”, “Kami tidak akan pergi ! Pertunangan ini tidak boleh terjadi !” sahut Adi 

“Ada apa ini ? Apakah kami dihormati disini atau tidak ? Kenapa kalian memanggil kami semua kesini kalau Aaliya belum siap ?” sela ayahnya Karan “Maafkan kami, tunggu sebentar, aku akan mengurusnya” sahut Mani, kemudian Mani meminta Adi untuk pergi meninggalkan rumahnya “Aku tidak mau pergi, paman !” Mani langsung menghajar Adi, Aaliya pun menangis, saat itu neneknya Aaliya datang dan mereka semua terkejut, Mani kaget dan berkata “Ibu ,,,”, “Sungguh sangat buruk, jadi begini caranya kamu mengurusi Aaliyaku ?” tanya neneknya Aaliya 

Dirumah Raman, Ruhi meminta Ananya untuk tidak menangis “Ananya, apa kamu merasa sedih ? Apa yang kamu lakukan itu salah, belajar sambil chatting dengan temanmu” Ananya mengerti kesalahannya “Ananya, kenapa kamu mau menerima hadiah yang sangat mahal seperti ini dari temanmu ?”, “Tapi ibu yang memberikan hadiah ini padaku, ini adalah rahasia kami, jadi kenapa ibu jadi marah ?” Ruhi jadi bingung dan bertanya tanya 

Dirumah Mani, Aaliya langsung memeluk neneknya “Apa kamu lupa, Mani ? Dengan bersikap seperti ayahnya Aaliya, kamu lupa kalau kamu ini bukan ayah kandungnya Aaliya, neneknya ini masih hidup ! Dan bisa sewaktu waktu datang untuk mengunjunginya, Aaliya menganggap kamu sebagai ayahnya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia” Mani hanya bisa terdiam “Apa yang kamu lakukan ini ? Apa karena aku sudah tua dan aku tidak bisa menjaganya, aku telah salah, aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar, kenapa kamu ingin menikahkan Aaliya dengan menentang keinginannya ?” ujar neneknya Aaliya 

“Maafkan aku, pernikahan ini tidak akan terjadi sekarang” Ishita tersenyum mendengarnya, neneknya Aaliya kemudian meminta maaf pada seluruh keluarga Karan “Aku ini neneknya Aaliya, lebih baik kalian pergi saja karena pernikahan ini tidak bisa terjadi”, “Apa kalian menghina kami ?” sela ayahnya Karan “Ini bukan penghinaan, tuan ,,, jangan jadikan ini sebagai sebuah masalah” keluarga Karan segera berlalu dari sana meninggalkan rumah Mani, Mani berusaha menjelaskan namun neneknya Aaliya berkata “Untung saja orang itu khawatir pada Aaliya dan datang padaku tepat waktu” ujar neneknya Aaliya sambil menatap kearah Raman dan berterima kasih padanya, semua orang berbalik dan melihat Raman sedang berdiri disana, semua orang terkejut, Ishita, Adi dan Aaliya tersenyum senang 

Sementara itu Ruhi mendapat kabar baru kalau Raman telah membawa neneknya Aaliya ke rumah Mani, Ruhi merasa senang, Simmi mendengarnya dan berkata “Bagaimana bisa kak Raman membawa neneknya Aaliya dari Chennai dengan begitu cepat ?”, “Pertunangan Aaliya tidak jadi, bibi” saat itu Ruhi mulai bicara tentang Ananya “Dia itu berbohong, Ruhi ,,, ini sudah keterlaluan, aku tidak mau bicara dengannya” saat itu nyonya Bhalla menelfon Simmi, Simmi pun bergegas pergi, Ruhi merasa heran “Ada apa dengan bibi Simmi ? Ananya bilang kalau bibi Simmi yang memberinya ponsel itu, kenapa bibi Simmi tidak mau mengakuinya ? Aku harus mencari tahu” gumam Ruhi bingung 

Amma dan nyonya Bhalla bertanya pada Ishita “Bagaimana, Ishita ,,, apakah kamu menyukainya ?”, “Ibu, apa ibu yang melakukan hal ini ?” sela Ishita “Kamu bilang sendiri kan kalau saja Raman bisa membantu, maka hal itu akan baik, lalu aku pergi menemui Raman dan menggunakan psikologi terbalik, rupanya Raman mendengarkan aku, dia mempercepat rencananya dan membawa neneknya Aaliya ke bandara”, “Ibu memang hebat !” puji Ishita “Aku bersama Raman”, “Madhubalaku memang seorang James Bond !” sela nyonya Bhalla memuji apa yang dilakukan oleh Amma, 

Saat itu Raman datang dan berkata “Sekarang pernikahan Aaliya sudah dihentikan, ayooo ikut aku” Ishita berterima kasih pada Raman karena telah membawa neneknya Aaliya “Aku melakukan hal ini bukan untuk kamu, jangan berterima kasih padaku, aku hanya ingin melihat Mani jatuh dan merundukkan kepalanya, namanya akan semakin tercemar” ujar Raman santai kemudian berlalu dari sana, Ishita kemudian bertanya pada Adi “Adi, kenapa kamu sedih ?”, “Bagaimana semua ini akan membaik, ibu ? Semuanya malah semakin bertambah buruk” suara Adi terdengar sedih kemudian Adi berlalu dari sana 

Raman melihat Adi di dalam kamarnya dan teringat ketika dirinya menampar Adi, Raman pun menangis, tuan Bhalla menyela “Raman, semuanya akan baik baik saja, aku bisa mengerti bagaimana keadaanmu, aku juga pernah mengalami hal yang serupa, ketika Shagun meninggalkan kamu, biasanya kamu selalu menangis sepanjang malam, aku juga biasanya menangis kalau melihat kamu menangis”, “Aku tidak menyukai Aaliya, ayah ,,, dia tidak tepat untuk Adi” sahut Raman “Kamu harus bisa mendengar apa kata hati Adi, ketika kalian berdua saling mendengar kata hati masing masing, semuanya akan baik baik saja” hibur tuan Bhalla 

Aaliya sedang bermanja manja dan tiduran dipangkuan neneknya “Terima kasih, nenek ,,, kalau nenek tidak datang, pertunangan ini pasti akan terjadi, kalau aku tidak menikah dengan Adi, aku akan melakukan sesuatu”, “Jangan cemas sayang, nenek sudah datang” ujar neneknya Aaliya, Shagun berpura pura bersikap manis di depan ibu mertuanya “Aku sudah berusaha menjelaskannya ke Mani, ibu mertua”, “Aku tidak mau mendengarkan orang yang tidak aku kenal, pergi kamu dari sini ! Kamu ini kan istrinya Mani, Aaliya tidak membutuhkan kamu” Shagun pun pergi dengan perasaan kesal, neneknya Aaliya lalu berkata “Nenek akan membuat semuanya baik baik saja, jangan khawatir, Aaliya” hibur nenek 

Romi memuji Ishita “Kamu telah melakukan hal yang sungguh luar biasa, kakak ipar ,,, bagaimana kakak bisa melakukan ini semua ?”, “Bukan aku yang melakukannya, Romi ,,, tapi ibuku dan ibu mertua yang melakukannya” Romi tertegun “Bagaimana bisa ?” Ishita kemudian menceritakan semuanya ke Romi “Bibi Iyer telah melakukan hal yang hebat, kita tidak bisa secara langsung meminta bantuan dari kak Raman, tapi paling tidak dia setuju dengan cara ini” mereka lalu tertawa bersama, 

Raman menghampiri mereka dan berkata “Kalian berdua sangat senang bukan ?” Ishita dan Romi tertegun “Kalian berdua tertawa karena telah berhasil membodohi aku dan memanfaatkan aku, aku tahu siapa yang telah melakukan hal ini” ujar Raman kesal “Ishita, hentikan memainkan permainan ini !” Ishita jadi bingung dan tidak mengerti “Raman ,,, “ Raman langsung pergi dan mengabaikan Ishita, Romi dan Ishita jadi semakin khawatir  SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 941 “NENEK SANG PENYELAMAT” by. Sally Diandra 

Bagikan :