SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 926 “NIDDHI MENGELAK” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 926 “NIDDHI MENGELAK” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 926 “NIDDHI MENGELAK” by. Sally Diandra Dirumah Mani, Aaliya berkata “Aku tahu tentang hal itu, kalau Adi tidak bersalah” Ruhi menyela dan bertanya ke Shagun “Ibu Shagun, kenapa kamu kelihatannya tidak suka ? Kak Adi telah menyelamatkan aku, itu membuktikan kalau kak Adi tidak bersalah dan aku tahu kalau semuanya telah disetting utuk melawan aku, aku yakin kalau kamu yang telah melakukan hal ini” Shagun langsung menampar Ruhi dengan keras “Tutup mulutmu, Ruhi !”, “Aku malu memanggilmu ibu, kamu adalah ibu kami, tapi kamu tidak pernah melakukan tugas apapun sebagai seorang ibu, kamu hanya memanfaatkan kami saja bahkan sekarang kamu juga tidak menyelamatkan kak Adi” Shagun nampak semakin kesal dengan Ruhi 

“Kamu memanfaatkan kasus ini untuk mendapatkan hak asuh Pihu kan ? betapa rendahnya kamu, kesenangan macam apa yang kamu dapatkan dengan melakukan hal ini ? Kamu selalu saja membuat masalah pada ibu Ishi, kamu tahu tentang Ruhaan dan menyerang Aaliya dengan mengenakan pakaian ala Ruhaan, aku tahu kalau kamu pergi untuk membeli baju yang bagus untuk Pihu” Shagun sudah tidak tahan dengan tuduhan Ruhi “Keluar kamu, Ruhi !” bentak Shagun lantang “Ibu Ishi akan menangkap pelaku yang sebenarnya dan menghukumnya” Ruhi kemudian bergegas pergi dari sana Pihu yang mendengar pembicaraan mereka, langsung keluar dan menemui Ruhi 

“Kakak, kenapa kakak bertengkar dengan mama ? Mama tidak membeli baju yang seperti punyamu, ada perempuan yang lain yang membeli baju seperti itu, orangnya itu tinggi dan menutupi wajahnya dengan scarf, dia bilang ke penjual toko kalau dia ingin beli baju seperti Ruhaan, jadi jangan bertengkar sama mamaku ! Ini bukan salahnya”, “Baiklah, tapi jangan katakan hal ini pada siapapun yaa, masuklah sana dan bersiap untuk berangkat sekolah” Pihu lalu masuk ke dalam rumah Mani, Ruhi bergumam “Pihu mungkin benar, aku harus memberitahu ayah dan ibu Ishi tentang hal ini” bathin Ruhi 

Raman memberitahu Abhishek tentang penjual toko itu “Aku sudah memanggilnya kesini” sahut Abhishek, saat itu orang itu datang, Raman langsung bertanya soal pembeli pakaian yang seperti Ruhaan “Kami mempunyai semua data pembeli kami, kami sudah mengeceknya tapi tidak ada catatan tentang pembelian baju ala Ruhaan” Abhishek dan Raman langsung memarahi penjual toko itu “Ini tentang nyawa anak anakku !” bentak Raman, Abhishek lalu bertanya tentang catatan yang lain “Kami punya catatan penjualan dan pembelian juga, aku akan mengambilnya” ujar si penjual toko 

Amma meminta Ananya untuk makan dan bertanya “Ada apa, Ananya ? Nenek tahu kalau kamu sedang memikirkan ibumu”, “Iya, nenek ,,, aku sedang memikirkan siapa yang bisa memberikan senyum di wajah ibu ?” tanya Ananya gusar “Ananya, kamu tahu kan kalau ibumu itu adalah orang tua tunggal, ayahmu tidak lagi bersamanya, kamulah yang bersamanya yang bisa memberikan kasih sayang dan kepedulian padanya” sahut Amma 

“Semua orang memang membutuhkan pasangan hidup, seperti bibi Vandu punya paman Bala, kakekku bersama nenek, lalu paman Raman punya bibi Ishita, tapi sayang ibumu, Simmi tidak punya siapa siapa, tapi kamu jangan khawatir, setelah permasalahan paman Raman dan bibi Ishita selesai, kita pasti akan bisa memecahkan masalah ibumu, bagaimana ?” hibur Amma 

Penjual toko sedang mengecek catatan penjualan “Kami sudah mengeceknya, pak polisi ,,, disini ada catatannya” Raman jadi penasaran “Siapa pembelinya ?”, “Tuan, kami hanya memberikan bonnya saja, pembelinya memberikan uang yang cukup banyak padaku dan aku memang tidak menanyakan secara detail padanya” sahut si penjual toko “Laki laki atau perempuan ?”, “Perempuan, dia mengenakan scraf diwajahnya, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas” Raman dan Ishita lalu bertanya pada si penjual toko untuk mengingat ingat lagi apa ada hal lain yang lebih spesifik “Aku mengatakan apa yang aku tahu, tuan” sahut si penjual toko 

Simmi memberitahu Mihir kalau dia mau pergi bekerja dulu “Mihir, kita akan membahas tentang detail pengemasannya nanti saja” saat itu Neelu datang kesana dan memberitahu Simmi kalau ada kurir yang datang yang membawa paket untuk Simmi “Dia tidak mau memberikannya padaku” Simmi bergegas keluar dan menerima paket itu “Kenapa tidak ada nama pengirimnya ?” ujar Simmi sambil memeriksa paket tersebut 

Ternyata di dalamnya ada sebuah buah apel “Siapa yang mengirimkan apel ini ?” dilihatnya ada sebuah catatan kecil disana, Simmi lalu membacanya “Seseorang telah mengirimkan apel ini karena apel bagus untuk kesehatan, makanlah” Simmi jadi heran “Siapa ini yang begitu peduli padaku ?” saat itu Ananya datang menghampiri Simmi, Simmi langsung berkata “Ananya, ibu sedang ada pekerjaan, makanlah ini” Simmi kemudian pergi meninggalkan Ananya 

Ishita sedang ngobrol bareng Raman “Hanya mereka berdua, Shagun dan Nidhhi yang bisa melakukan hal ini”, “Tapi Shagun tidak mungkin melakukan hal ini dan Mihika bilang kalau Niddhi tidak ada di kota Delhi” Raman lalu menunjukkan fotonya Niddhi dan bertanya pada salah seorang pria yang berada disana “Aku tidak tahu, dia mengenakan kacamata hitam”, “Rencana yang sempurna, itu pasti Niddhi” sela Ishita “Abhishek, coba kamu interogasi Niddhi” Abhishek setuju dengan saran Raman 

Simmi akhirnya pulang kerumah sambil bergumam pada dirinya sendiri “Mereka menolak presentasiku, padahal aku sudah bekerja keras” saat itu diihatnya laptopnya terbuka “Siapa yang mengambil semua lagu lagu kesukaanku dari flashdisk, siapa yang melakukan hal ini ?” Simmi lalu bertanya pada Neelu “Neelu, siapa tadi yang masuk ke kamarku ?”, “Tidak ada, nyonya” sahut Neelu “Tapi aku mendapatkan flashdisk ini di kamarku, kamu ini masih mau bekerja disini atau tidak ?” saat itu Mihika menghampiri mereka dan mencoba menenangkan Simmi 

“Lebih baik kamu makan kheer dulu, ada apa memangnya ? Kenapa kamu sedih ?” Simmi lalu menceritakan soal paket yang berisi buah apel dan seseorang yang mengambil lagu lagu kesukaannya ke dalam sebuah flashdisk, tiba tiba Mihika tertawa geli “Aku rasa, kamu memiliki pengagum rahasia, Simmi”, “Siapa yang melakukan hal ini padaku diusiaku yang seperti ini ?” Simmi semakin heran “Mungkin saja itu flashdisknya orang lain, dengarkan saja lagu lagunya sambil makan kheer, bagaimana ?” akhirnya Simmi setuju dan mulai makan kheer, Simmi lalu tersenyum senang, 

Dari kejauhan Ananya memperhatikan ibunya dan bergegas menemui Shravan, Ananya berterima kasih pada Shravan untuk bantuannya, karena ibunya sangat senang “Apa ibuku akan merasa special ? Apa ibuku akan suka dengan lagu lagunya ? Dan buah apel itu adalah kesukaannya, ibuku merasa lebih relaks sekarang”, “Apa ibumu mencurigai kita ?” tanya Shravan cemas “Tidak, yang aku tahu ibuku itu sangat bahagia”, “Baguslah, kita akan melihat sesuatu, ayoo ikut aku” ajak Shravan 

Ishita meminta maaf pada Mihir “Maafkan aku, Mihir ,,, kamu harus mengerjakan proyek ini sendirian”, “Ishita, kamu harus fokus pada kasus ini, Romi sudah membantuku, dia tidak bukan rival kita sekarang, dia telah berubah, dia telah mengambil sebuah keputusan yang baik, jangan khawatir, semuanya akan baik baik saja, kami akan mengurusnya dengan baik” sahut Mihir 

“Aku merasa senang mengetahui kabar baik ini, kita akan bicara lagi nanti” ujar Ishita, saat itu Niddhi datang ke kantor polisi, Ishita langsung memarahinya karena telah menyerang anak anaknya “Apa yang telah aku lakukan ?”, “Masuklah sana dan cari tahu sendiri !” ujar Ishita kesal “Lagian untuk apa aku menyerang Aaliya ? apa mereka itu sudah gila ? mereka itu musuhku dan telah menjebakku” Raman dan Niddhi mulai berdebat 

“Apakah kalian punya buktinya ? Aku tidak ada disini pada hari penyerangan itu, aku berada di Jaipur selama 24 jam dan ini bukti slip reservasi hotelku dan boarding pass penerbanganku” sahut Niddhi kesal “Inspektur polisi Abhishek, kamu tahu kan sekarang kalau aku tidak bersalah ? apa aku boleh pergi ?”, “Iyaa kamu boleh pergi” Niddhi berterima kasih pada Abhishek kemudian bergegas pergi dari sana “Dia datang dan langsung menyiapkan bukti buktinya, aku yakin dia yang melakukan hal ini”, 

“Iyaa, tapi dia membuktikan kalau dia itu sedang keluar kota Delhi, aku akan mendapatkan konfirmasinya tapi untuk saat ini kita tidak bisa berbuat apa apa sekarang” sahut Abhishek Niddhi sedang duduk di dalam kamarnya dan tertawa terbahak bahak sambil memuji dirinya sendiri “Aku telah membodohi mereka dengan sangat baik, Ishita ,,, apa yang akan kamu lakukan sekarang ? Kamu ingin menjebakku ? Tapi apa yang terjadi ? Kamu malah yang terjebak” Niddhi tersenyum senang SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 927  by. Sally Diandra

Bagikan :