SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 920 “MULAI ADA TITIK TERANG” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 920 “MULAI ADA TITIK TERANG” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 920 “MULAI ADA TITIK TERANG” by. Sally Diandra Pihu sedang ngobrol dengan neneknya di telfon, saat itu Shagun datang kesana dan melihat Pihu, Shagun langsung memutuskan sambungan telfon dan pura pura bertanya “Ada apa, Pihu ?”, “Aku sedang ngobrol dengan nenek soal serial tv dan tiba tiba nenek memutuskan sambungan telfonnya, kenapa dia melakukan hal ini ?” Pihu merasa heran “Tidak apa apa, apa yang bisa kita lakukan ? Kadang orang bisa berubah, ayooo minum milkshakenya, mama akan melihat serial tvnya bareng kamu” Pihu tersenyum senang, sementara itu Ishita sedang membangunkan Raman, Raman langsung melihat ke arah jam dan berkata “Pihu pasti akan terlambat masuk ke sekolah”, “Raman, hentikan !” namun Raman tetap saja ke kamar Pihu untuk membangunkannya, 

Raman tidak melihat Pihu ada disana, Raman baru menyadari kalau Pihu sudah pergi, Raman dan Ishita lalu menangis bersama “Maafkan aku, aku sudah terbiasa soalnya” Ishita lalu memeluknya dan mereka menangis bersama, Adi yang melihat mereka menangis, jadi ikutan menangis sambil berkata “Semua ini karena aku, aku bertanggung jawab atas semua ini, paman Mani mendukung ibu Shagun untuk hak asuh Pihu itu karena aku, ayah dan ibu Ishi jadi khawatir, aku harus bisa membuat semuanya membaik, tapi bagaimana ,,, iyaa aku harus melakukan hal itu, Aaliya mungkin bisa membantuku” gumam Adi 

Aaliya sedang ngobrol dengan Adi di telfon “Apa ? Apa kamu yakin, Adi ? Kalau kamu memutuskan seperti ini, aku akan mendukungmu, aku akan menemui kamu nanti” Mani langsung menghentikan Aaliya “Aaliya, kenapa kamu melakukan hal ini ? Apa kamu mau menemui Adi, dia itu bersalah”, “Hentikan, ayah ! Ayah sudah menghukum ibu dengan mendukung ibu Shagun ! Ayah sudah menghancurkan perasaan ibu dengan menjauhkan Pihu darinya, saat ini Adi membutuhkan aku, aku tidak akan membiarkannya sendiri, seperti ayah meninggalkan ibu sendirian !” Aaliya langsung pergi meninggalkan Mani, Shagun nampak khawatir 

Ruhi meminta Adi untuk tidak khawatir, Aaliya lalu menemui mereka di klinik hipnoterapi “Bagaimana keadaanmu, Aaliya ?”, “Jauh lebih baik” Ruhi dan Aaliya meminta Adi untuk tenang “Semuanya akan baik baik saja hari ini” hibur mereka, lalu mereka bergegas menemui dokter atau hipnoterapis “Adi, tidak usah khawatir, hipnoterapi bisa membuat kita tahu sesuatu di dalam alam bawah sadar kita, kamu hanya tinggal berfikir saja seperti sebuah mimpi, mari ikut aku” dokter lalu memulai sesi perawatannya dan berkata pada Adi “Adi, cobalah untuk memikirkan tentang hari itu, saat itu kamu sedang mengendarai sebuah mobil, kamu bisa melihat dengan cara seperti ini, kamu bisa melihat temanmu, saat itu kamu memberikan tumpangan padanya, lalu kemana kamu pergi dari sana ?” Adi mencoba mengingat ingatnya “Aku menurunkan temanku, aku lalu mulai minum lagi”, “Lalu kemana kamu pergi setelah itu ?” tanya dokter lagi, 

Adi teringat lagi “Aku lalu pergi ke taman dan melihat seseorang sedang menyiramkan larutan kimia ke Aaliya” tiba tiba Adi membuka matanya “Tenang, Adi ,,, katakan padaku apa yang kamu lihat ?”, “Ada seseorang, aku tidak tahu siapa dia ? Aku melihat semuanya buram, aku melihatnya melarikan diri, aku mengira dia itu orang yang menyerang Aaliya” ujar Adi gelisah “Tenang, Adi” dokter lalu memberikan segelas air putih padanya “Kamu pasti akan mengingat semuanya segera, ini baru tahap awal, pergilah ke kamar mandi dan basuhlah wajahmu dulu, maka kamu akan merasa lebih baik” Adi langsung pergi kesana, Ruhi lalu bertanya ke dokter “Dokter, kenapa kak Adi tidak mengingat apapun ?”, “Ini baru tahap awal, semuanya akan menjadi jelas nanti” sahut dokter “Tapi ini sudah jelas kalau Adi bukanlah pelakunya, dia itu saksi mata”, “Iyaaa, dia saksi utama, dia tidak bisa mengingat semuanya karena mungkin terjadi sesuatu, kita harus menjalankan tahap berikutnya, aku akan membuatkan jadwal pertemuan berikutnya untuk kalian” saat itu Adi datang 

“Adi, tidak usah cemas, tahap kita selanjutnya akan lebih bermanfaat“ mereka lalu pergi dari sana “Kakak, apa kamu baik baik saja ?”, “Aku ada disana, Ruhi ,,, ketika kejadian itu menimpa Aaliya, maafkan aku, Aaliya ,,, aku pasti bisa menyelamatkan kamu kalau saja saat itu aku tidak mabuk, semua ini terjadi karena wine itu, ibu Ishi dan ayah biasanya juga marah kalau aku pulang kerumah dalam keadaan mabuk” Adi sangat kesal dengan dirinya sendiri, Aaliya lalu memeluknya dan mencoba menenangkan Adi “Kita akan pergi ke kantor dan membantu paman Mihir, saat ini dia sedang menyelesaikan proyek tuan Singhal sendirian” ujar Adi 

Ishita sedang ngobrol dengan Mihir via telfon “Raman dan aku akan datang ke pabrik untuk membantu kamu”, “Sudah, biar aku saja yang mengurusinya, kamu tinggal dirumah saja, Ishita” sahut Mihir “Tidak, Mihir ,,, Raman harus bisa move on, kami akan datang kesana dan menyelesaikan proyek ini” Raman lalu menyela “Kita tidak akan pergi, Ishita”, “Raman, bagaimana caranya kita bisa memberikan keuntungan yang berlipat ganda untuk tuan Singhal seperti yang kita janjikan padanya” tanya Ishita cemas “Mihir akan mengurusi, kita akan pergi ke sekolahnya Pihu, aku sudah mencoba menelfon rumah Mani hingga sepuluh kali, tapi mereka tidak memberikan kesempatan untuk bertemu Pihu dan sekarang Pihu sedang berangkat sekolah, kita akan pergi dan menemuinya disana, bukankah aku masih mempunyai hak untuk bertemu denganya ?” Mihir yang mendengar pembicaraan mereka, lalu menyela 

“Ishita, pergilah ,,, biar aku saja yang mengurusi kantor”, “Raman, apa Shagun tidak balas dendam pada kita sekarang ? Apa dia akan membiarkan kita bertemu dengan Pihu ?” Ishita merasa cemas “Aku akan bilang kalau aku datang kesana untuk memberikan buku ini untuk Pihu, aku harus bertemu dengannya, kenapa mereka tidak mengijinkan aku ?” Raman langsung bersiap siap untuk pergi ke sekolah Pihu, Ishita merasa sedih “Aku tidak bisa melihat keadaannya seperti ini, aku benar benar berharap hatinya tidak akan hancur” bathin Ishita cemas 

Adi, Ruhi dan Aaliya akhirnya sampai juga dikantor dan melihat Mihir sedang ngobrol dengan salah satu staff kantor, Adi merasa khawatir untuk bicara dengan Mihir, Mihir lalu menemui mereka, Adi menangis dan memeluk Mihir, Mihir pun tersenyum sambil berkata “Tidak perlu memberikan penjelasan apapun, pelukkan kamu ini sudah menjelaskan semuanya” Mihir kemudian menghampiri Aaliya “Bagaimana kabarmu, Aaliya ? Kamu sudah siap kembali bekerja setelah insiden kemarin ? Ini sungguh luar biasa”, “Aku ingin berubah, paman ,,, aku ingin mendukung kamu dan Adi” Mihir tersenyum “Aku rasa kita semua harus memulai sesuatu yang baru, aku menyayangi kalian semua”, “Aku harap, aku juga bisa membantu kamu” sela Ruhi, ketika Adi dan Mihir sedang ngobrol berdua, 

Ruhi berkata Aaliya “Aaliya, sepertinya kak Adi terlihat lebih santai sekarang” Ruhi lalu menghampiri mereka “Apa kita bisa memulai pekerjaannya sekarang ?”, “Iyaaa, produksinya agak sedikit tertinggal, ini akan menjadi masalah besar kalau investor kita mengetahuinya” sahut Mihir, saat itu Singhal datang kesana dan berkata “Partner baruku berkata benar, dia curiga kalau disini akan ada beberapa masalah, proyek ini tidak akan selesai pada waktunya, aku akan mengenalkan kalian dengan partner baruku, dia yang akan membuat kesepakatan dengan kalian” tepat pada saat itu Mani masuk kesana, semua orang terkejut melihat Mani, Aaliya juga tidak percaya “Ayah ,,,” 

Di sekolah Pihu, guru tidak mengijinkan Raman dan Ishita menemui Pihu “Ini adalah bukunya tahun lalu, tuan Raman ,,, jangan membuat alasan semacam itu, nyonya Shagun tidak mengijinkan kamu menemuinya” Raman memohon pada sang guru “Jangan lakukan apapun disekolah karena kami ada peraturannya”, “Kami hanya rindu pada Pihu, bu guru” sela Ishita “Maaf, aku tidak bisa membantu, aku mendapatkan salinan hak asuh itu dari pengadilan” guru itu lalu pergi, Raman sangat kesal sambil berkata 

“Aku akan menunggu diluar sampai jam pelajaran sekolah berakhir, lalu aku bisa bertemu dengannya” salah seorang orang tua murid berkata “Jangan cemas, tuan Bhalla ,,, aku telah melihat kamu sangat menyayangi Pihu seperti ibunya sendiri, aku akan membawa Pihu dan kamu bisa bertemu dengannya, kalau kamu tidak bisa menemuinya didalam sekolah, aku akan membawa Pihu kesini, kamu mau menunggu kan ?” Raman dan Ishita sangat senang mendengarnya SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 921 by. Sally Diandra 

Bagikan :