SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 925 “RUHAAN PELAKU PENYERANGAN ?” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 925 “RUHAAN PELAKU PENYERANGAN ?” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 925 “RUHAAN PELAKU PENYERANGAN ?” by. Sally Diandra Raman dan Ruhi akhirnya menemui dokter hipnoterapinya Adi dan bertanya tentang Adi “Kak Adi baru saja melakukan terapi tahap kedua, apa dia mengatakan sesuatu padamu ?”, “Iyaa, mungkin dia telah melihat sesuatu, dia langsung pergi dari sini, aku sudah mencoba mengajaknya bicara, aku rasa kita harus memberinya sedikit waktu” sahut dokter “Kami datang kesini dengan tujuan yang sama, maaf kalau kami mengganggu anda”, “Aku lihat ada kamera diruang kerja anda, kamu pasti merekam semua tahap terapi itu kan ? Bisakah kami melihat rekaman terapi kak Adi ?” pinta Ruhi “Baiklah, duduklah disini, aku akan mengambilnya” ujar dokter 

Di kantor polisi, Abhishek dan Ishita meminta Adi untuk berkata jujur “Saat itu aku sedang mabuk dan aku sangat marah”, “Apa ini cuma lelucon belaka ? Kamu sudah mengatakannya sebelumnya, katakan pada kami apa yang terjadi di taman pada waktu itu ? Apa kamu meninggalkan Aaliya dan melarikan diri ? Apa kamu tidak memikirkan Aaliya ? Dia sedang menderita, kemana kamu pergi dari sana ?” tanya Abhishek, sementara itu Raman dan Ruhi sedang melihat video terapinya Adi, 

Di kantor polisi, Adi memberitahu mereka kalau dirinya tidak ingat “Dia tidak melakukan kejahatan itu, masukkan aku saja dalam kejahatan ini, Abhishek”, “Tidak ! Aku yang telah melakukannya !” sahut Adi “Kalau begitu bersumpahlah pada ibu dan katakan kalau kamu yang melakukan ini semua !”, “Tidak ! Aku tidak percaya ini !” Ishita langsung menggeret tangan Adi dan ditaruhnya tangan Adi diatas kepalanya “Kalau kamu berbohong, kamu akan melihat mayatku nanti !”, “Tidak !” sahut Adi cemas “Tidak apa ? Ibu ingin sebuah jawaban !”, “Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya” sahut Adi 

Di klinik hipnoterapi, Raman berkata “Dia mencoba mengatakan sesuatu, dia mau mengatakan nama seseorang, Aaliya, Mihir ,,, pasti ada sesuatu” sedangkan di kantor polisi, Adi bertanya pada Ishita “Ibu Ishi, apa ibu punya keberanian mendengar hal ini ?” tanya Adi cemas, di klinik hipnoterapi, Raman bisa memahami dengan membaca gerak bibir Adi dan berfikir “Ruhaan ,,,” sementara itu Adi juga menyebut nama Ruhaan, Ishita kaget, di klinik Raman juga berfikir kalau Adi menyebut nama Ruhaan “Bagaimana bisa begini ?” bathin Raman sambil melirik ke arah Ruhi “Ayah, apa ayah bisa mengetahui sesuatu ?”, “Dokter, maafkan kami, kami telah merepotkan kamu” Raman bergegas pergi bersama Ruhi 

Di kantor polisi, Ishita bertanya ke Adi “Apa kamu bilang ? Ruhaan ?”, “Itu artinya Ruhi yang menyerang Aaliya” sahut Abhishek “Aku melihat Ruhaa di sesi hipnoterapi”, “Ibu terkejut, anak anak ibu tidak mungkin melakukan hal ini, pikirkan lagi” Ishita menyela ucapan Adi “Ruhaan melakukan hal ini, aku berkata apa yang aku lihat, aku yakin Ruhi tidak bisa melakukan hal ini, Ruhi itu bukan musuhnya Aaliya, aku yakin ada orang lain yang mengenakan pakaian Ruhaan, jadi aku mengakui kejahatannya karena jika ada saksi lain yang menyebut nama Ruhaan, Ruhi akan terlibat masalah, jadi aku menyalahkan diriku sendiri, Ruhi sudah menderita sangat banyak” Ishita lalu memeluk Adi sambil menangis 

“Kalau kamu bilang kamu telah melihat Ruhaan, berarti Ruhi adalah pelakunya”, “Tidak ! Kalau aku menyalahkan diriku, pelakunya pasti akan merasa bebas dan kita bisa menangkap dia” Adi menyela ucapan Abhishek, akhirnya Abhishek setuju “Kalau ada yang menggunakan nama Ruhaan, siapa orangnya yang seperti itiu ? Yang ingin Ruhi masuk ke penjara” saat itu Raman dan Ruhi datang ke kantor polisi, Ruhi langsung bertanya “Kenapa aku harus masuk ke penjara ? Apa yang telah aku lakukan ?” tanya Ruhi heran 

Dirumah, Ananya sedang memeluk Amma dan berterima kasih padanya, Amma mencoba menghiburnya sambil berkata “Ibumu sangat menyayangi kamu, nenek tahu kalau perasaanmu sedikit terluka kalau ibumu tidak menyambutmu dengan baik, saat ini semua orang sedang sibuk tapi kamu tahu kan ada masalah yang cukup serius disini ? Semua orang menyayangi kamu dan ibumu yang paling menyayangi kamu” hibur Amma 

“Aku tahu, kadang aku merasa sedih, aku dengar apa yang ibu katakan, aku tahu kalau ibu membutuhkan orang lain dalam hidupnya, saat ini dia sendirian dan tidak bisa berbagi kekhawatirannya denganku, aku berharap ada seseorang dalam hidupnya yang bisa berbagi kecemasannya” Amma memeluk Ananya lagi sambil menangis, Amma berfikir “Akan sangat menyenangkan kalau aku bisa berbagi hal ini dengan Ishu tapi saat ini dia sedang mengalami banyak masalah” bathin Amma sedih 

Adi memberitahu Ruhi kalau Ruhi tidak melakukan hal ini “Seseorang yang mengenakan bajunya Ruhaan itu yang melakukannya” Ruhi menangis dan berteriak “Aku tidak melakukan apa apa ! Kenapa kakak berkata seperti itu ?”, “Ruhi, dengarkan Adi” Adi langsung memeluk adiknya ini “Kami tahu kalau kamu tidak melakukan apapun” hibur Adi, 

Raman dan Ishita juga menghibur Ruhi dan memeluknya sambil menunjukkan kepercayaan mereka “Kedua anaku tidak mungkin melakukan hal ini”, “Kemana saja kamu pada saat itu, coba kamu pikirkan” Raman menyela ucapan Ishita “Waktu itu aku pergi bersama bibi Simmi ke acara penghargaan untuk anak anak yang kurang mampu, aku menyanyikan sebuah lagu disana dan bagi bagi hadiah juga, aku punya fotonya waktu itu, lihat kan ada bibi Simmi yang bersamaku” Ruhi lalu menunjukkan foto fotonya 

“Untung saja, kamu punya fotonya”, “Itu artinya yang dikatakan Adi benar, penglihatannya belum jelas, ada seseorang yang mengenakan pakaian Ruhaan” Raman dan Abhishek meminta Adi untuk memikirkannya dengan baik, Adi kemudian memberitahu apa yang telah dia lihat, ketika dia akan menuju ke tempat Aaliya, ada seseorang yang menyerang Aaliya “Aku sudah berusaha pergi ke tempat Aaliya, aku melihat penyerangnya sedang berlari, penyerangnya melarikan diri”, “Bagaimana penampilan penyerangnya Aaliya ?” tanya Abhishek 

“Dia mengenakan pakaian yang seperti Ruhaan dan rambut palsu yang sama, aku tidak begitu cocok dengannya” Raman menyela ucapan Adi “Apakah ada yang lain ?”, “Ketika aku mengikutinya, aku kira dia itu Ruhaan tapi lalu aku lihat lagi dia itu lebih tinggi dari Ruhi, dia mengenakan sepatu hak tinggi” Ruhi menyela “Aku tidak pernah mengenakan sepatu hak tinggi”, “Anak anakku tidak melakukan hal ini !” sahut Raman “Aku akan mencari penipu itu, kalian bisa bawa Adi pulang” mereka semua merasa senang sambil saling berpelukkan 

Nyonya Bhalla dan Amma menyambut Adi dan Ruhi yang akhirnya pulang kerumah, nyonya Bhalla lalu melakukan aarti untuk mereka dan berterima kasih pada sang Dewi “Nenek akan mengunjungi kuil, nenek akan berdoa untuk kalian berdua” sela Amma, Ishita kemudian meminta Adi dan Ishita untuk istirahat dulu, mereka pun pergi ke kamar masing masing “Ishita, bagaimana bisa kamu ditahan juga seperti itu ?”, “Kami tahu kalau kamu melakukan hal ini untuk Adi, kak ,,, kamu pernah mengatakannya padaku” Mihika menyela ucapan nyonya Bhalla “Kita bisa membicarakannya nanti, sudah malam, semua orang harus tidur” Raman berlalu dari sana, Mihika meminta Ishita untuk menemani Raman karena Raman kelihatan sangat gelisah, 

Ishita lalu bergegas menemui Raman “Raman, apa kamu merasa kesal denganku ?”, “Kenapa ?” tanya Raman heran “Aku minta maaf, aku tidak bertanya padamu dulu dan membiarkan diriku dipenjara, aku yakin Adi tidak melakukan hal ini dan aku harus membuat dia berkata jujur”, “Kamu sangat menyayangimu, aku yang seharusnya meminta maaf, kamu sangat mencintai aku dan anak anakku, mereka itu anak anakmu juga, kamu selalu menjaga hubungan kita seperti ini, mungkin aku perlu belajar juga untuk itu” mereka berdua lalu saling berpelukkan 

Tuan Bhalla berkata “Reporter itu memang tidak bisa mencetak berita yang benar !”, “Hal yang sama terjadi padaku, kita semua tahu kalau aku tidak mungkin bisa menyerang Aaliya tapi siapa yang melakukan ini semua ?” tanya Ruhi heran “Itu mungkin saja bisa Niddhi atau Shagun”, “Itu tidak mungkin Niddhi, kak Bala menelfonku dan bilang padaku pada hari itu dia bertemu dengan Niddhi yang mau pergi dengan pesawat Jaipur, dia ingin mengirimkan sms ke kak Ishita, itu artinya Niddhi tidak berada di kota ini” Mihika menyela ucapan nyonya Bhalla “Ashok juga tidak bisa terlihat seperti Ruhaan, itu artinya ,,,” Raman menyahut ucapan Simmi “Shagun ,,,” mereka semua kaget SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 926 by. Sally Diandra

Bagikan :