SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 867 “ADI JATUH CINTA” by Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 867 “ADI JATUH CINTA” by Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 867 “ADI JATUH CINTA” by Sally Diandra Amma dan nyonya Bhalla sedang memberitahu tentang rencana mereka untuk Adi, Raman datang kesana dan mereka semua mulai tertawa dan bercanda “Aku mau bicara dengan Adi” nyonya Bhalla dan Amma pun pergi, Raman lalu bertanya ke Adi tentang para gadis “Apa kamu menyukai seseorang ? Semua orang pernah membuat sebuah kesalahan, kita ini kan hanya manusia biasa, beberapa kesalahan seperti itu memang sulit untuk disembunyikan”, “Bukan seperti, ayah” sahut Adi “Tepat sekali, ayah juga suka sekali mengucapkan kata seperti itu tapi tidak ada yang bisa berbalik untuk semuanya, maksud ayah ,,, perlindungan itu diperlukan”, “Apa ?”Adi tertegun 

“Seperti ayah yang melindungi kamu dengan menjadi ayahmu, beberapa kesalahan membutuhkan pencegahan” Adi semakin tidak mengerti “Apa yang kamu katakan, ayah ?”, “Aku ini bukan ayahmu, juga bukan temanku, kamu boleh saja mengendarai mobil dengan cepat tapi kamu membutuhkan rem ketika speedbreaker datang” jelas Raman “Aku sudah tahu semuanya, ayah ,,, aku ini sudah 21 tahun”, “Terima kasih ya Dewaa ,,, tapi ngomong ngomong apa kamu sudah punya pacar ?” Adi menggeleng 

“Belum, ayah ,,, tenang saja, aku tidak akan melakukan sesuatu yang salah”, “Ayah jadi malu menjadi ayahmu karena kamu belum punya pacar, hanya bercanda saja, jangan buat kesalahan dalam hubungan apapun, jangan lakukan kesalahan seperti ayahmu ini karena semua orang tidak mendapat kesempatan kedua seperti aku” jelas Raman “Lebih baik kamu mendapatkan gadis dari China saja, jangan dari Madrasi” sahut Raman kemudian pergi dari sana, begitu Raman pergi, Adi bergumam “Madrasi ? Itu sudah terlambat sekarang, ayah” gumam Adi sambil tersenyum 

Ishita dan Ruhi sedang ngobrol berdua dan Vandu menghampiri mereka, Ruhi lalu meminta mereka untuk ngobrol berdua, Ruhi kemudian berlalu dari sana meninggalkan mereka berdua “Ishita, apa yang kamu pikirkan dalam hidupmu ? Sampai kapan kamu akan terus seperti ini ? Ini sudah 7 tahun, aku tahu kalau ini sulit bagimu untuk memperbaiki semuanya, kamu dan Raman tidak tinggal seperti suami dan istri, kalian berdua itu seperti teman, aku rasa kalian berdua seharusnya menikah lagi”, 

“Ibu yang menyuruh kamu kan ?”, “Memangnya kenapa ? Apa ibu mengatakan hal yang salah ? Kamu bisa tinggal seperti layaknya keluarga” Ishita menyela ucapan Vandu “Lalu bagaimana dengan Pihu ? Shagun adalah mamanya”, “Bagaimana dengan Ruhi dan Adi ? Begitu kalian berdua menikah, ikatan diantara kalian berdua dan kecerahan itu akan kembali lagi, kamu mempunyai rasa sama Raman kan ? Katakan padaku” pinta Vandu Raman dapat telfon dari kolega bisnisnya “Apa perlu aku pergi sendirian kali ini ? Baiklah, aku akan kesana” kemudian Raman bergumam pada dirinya sendiri “Aku harus pergi dulu untuk menghadiri pertemuan bisnis, aku harus memberitahu Ishita” 

Raman segera berlalu dari sana untuk menemui Ishita dan di dengarnya pembicaraan antara Ishita dan Vandu tentang dirinya “Raman itu memang lebih suka mengomel, dia selalu saja merasa setres, kalau Mani, dia itu sangat dewasa, mapan dia pasti menjalankan pernikahan ini dengan baik dengan Shagun, kalau aku tidak bisa mengharapkan hal ini dari Raman, kak ,,, dia seakalalu bertengkar denganku, aku tidak mempunyai tenaga untuk menjalankan hubungan ini, aku merasa bahagia dengan cara seperti ini” Raman yang menguping pembicaraan mereka jadi marah dan bergegas meninggalkan tempat itu, kemudian Raman memanggil Neelu untuk mengambilkan jaketnya, karena kesal Raman memarahi Neelu tanpa ada alasan yang jelas, 

Ishita menghampiri mereka dan menyuruh Neelu pergi “Aku ingin jaketku, aku harus pergi ke meeting yang penting !”, “Bagaimana aku bisa tahu ?” tanya Ishita heran “Maafkan aku, aku memang belum bilang sama kamu, aku tidak bisa menyesuaikan diri, aku hanya mengganggu kamu saja, kamu jadi tidak sabar kan dalam mengurusi aku ?” Ishita tersenyum dan berkata “Kamu pasti mndengar pembicaraanku tadi kan ? Tidak baik menguping pembicaraan orang lain, aku harus mengatakan hal ini ke kak Vandu kalau tidak dia pasti akan meminta aku untuk menikah sekarang juga” Raman mulai merasa tenang begitu mendengar penjelasan dari Ishita “Jadi maksudmu kamu tidak bermaksud demikian ?” Ishita mulai mengejek Raman lalu memberikan setelan jasnya dan berlalu dari sana 

Adi minta ijin sama Mani untuk mengajak Aaliya keluar “Sudah pergi saja sana dan temui Aaliya” Adi bergegas menuju ke kamar Aaliya, saat itu Aaliya sedang duduk dikamarnya sambil menangis, Adi mengajaknya untuk ikut dengannya “Bagaimana kalau kita nonton bareng lalu makan siang ?”, “Maafkan aku, Adi ,,, aku tidak ingin nonton film, aku sedang memegang barang barang milik ibu, aku jadi teringat sama ibu, sama kenangan indah bersamanya” ujar Aaliya sedih “Aaliya, ibu Ishi itu adalah ibumu dan dia akan selalu menjadi ibumu”, 

“Tapi semuanya sudah berubah sekarang, ayahku akan menikah dengan bibi Shagun, aku harus memanggilnya dengan sebutan ibu, paman Mihir sudah menjelaskan semuanya padaku, aku bisa mengerti tapi aku tidak bisa melupakan ibu Ishita” Aaliya kemudian menceritakan tentang kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia, Manilah yang membesarkannya, kemudian Ishita datang dalam kehidupan mereka, keluarga mereka menjadi lengkap, tidak ada seorangpun yang bisa mengambil tempat Ishita di hati Aaliya “Sudah jangan menangis, tidak ada seorangpun yang bisa mengambil tempat ibu Ishi” ujar Adi sambil mengajak Aaliya bercanda agar Aaliya tertawa dan tersenyum lagi, 

Mani memberitahu Ishita kalau Adi hendak pergi keluar bareng Aaliya “Apa kamu mencari Shagun ? Dia sedang ada pekerjaan di LSMnya”, “Tidak, aku malah mau mencari Raman” sahut Mani “Raman juga sedang pergi, ada meeting penting, ayoolah masuk saja, makanlah dulu, kamu kan menantu rumah ini dan semuanya telah dimasak hanya untuk kamu” ujar Ishita, semua orang lalu ngobrol dengan Mani, Pihu datang kesana dan bertanya “Woow pernikahan siapa yang dimaksud ?” tanya Pihu polos, Ruhi langsung menyela “Pernikahan teman paman Mani”, “Aku suka sekali menghadiri pesta pernikahan, bolehkah aku ikut, paman ?” Mani mengangguk 

“Iyaa, tentu saja ! Tapi pernikahannya hanya acara sederhana saja”, “Waah itu pasti akan sangat membosankan, aku akan bilang pada teman paman kalau seharusnya ada acara menari dan musik disana” nyonya Bhalla langsung menyela dan menyuruh Pihu untuk duduk dan makan masakan ayam kesukaannya, Amma juga menyajikan paisam untuk Pihu, sedangkan Ishita menyajikan makanan untuk Mani, Amma lalu meminta Pihu untuk ganti baju seragam sekolahnya dulu setelah selesai makan, Pihu pun berlalu, Amma lalu buka suara “Pihu makan paisam juga, biasanya Ishita juga memakannya waktu kecil dulu, dia itu memang putrimu, Ishu”, “Awalnya dia adalah anaknya Shagun, baru kemudian anakku” sahut Ishita, dalam hati Ruhi berkata kalau Pihu pasti akan datang pada ibu Ishi segera “Aku akan memberikan kebahagiaan ini pada ibu Ishi” bathin Ruhi

Mihir pulang kerumah dan bertanya ke Ishita, apa Ishita tadi menelfonnya “Ayoo duduk sini, Mihir” pinta Ishita sambil menunjukkan perhiasan dan pakaian yang sudah disiapkannya untuk Shagun “Mana yang kamu suka, Mihir ? Apa dia akan menyukai ini ? Aku membeli ini semua karena aku menyukainya”, “Bagus juga, tapi mereka kan sudah memutuskan untuk menikah dengan cara yang sederhana saja” sahut Mihir “Ini hanya antara aku dan Shagun, ini adalah cara terkecil untuk berterima kasih padanya atas apa yang telah dia lakukan untuk kita semua”, 

“Kamu memang selalu saja memikirkan semua orang” saat itu Adi datang, Ishita langsung tanya “Bagaimana acara nonton dan makan siangnya ?”, “Kami tidak jadi pergi, Aaliya rupanya sedikit terganggu dengan rencana pernikahan paman Mani dan ibu Shagun, sudah aaah aku tidak mau membicarakan hal ini lagi” Adi segera pergi dari sana “Aku tinggal sebentar yaa” Ishita juga pergi meninggalkan Mihir, Mihir merasa heran “Apakah Aaliya masih belum setuju dengan pernikahan Mani dan Shagun ?” 

Rupanya Ishita menemui Adi dan bertanya “Adi, apa yang dikatakan sama Aaliya ? Apa dia menolak menerima pernikahan ini ?”, “Aku tidak tahu, ibu Ishi ,,, dia terlihat tidak bahagia, kita harus memberikan waktu untuknya” sahut Adi cemas “Shagun akhirnya setuju setelah sekian lama, kamu seharusnya bisa menjelaskan hal ini pada Aaliya”, “Aku merasa prihatin melihat Aaliya sedih seperti itu” Ishita tersenyum “Kehidupan kalian baru saja dimulai, kalian akan mendapatkan banyak kesempatan dalam karir dan hubungan, kalian bisa dengan mudah memutuskan sesuatu, tapi hal ini tidak bisa begitu saja terjadi pada ibu Shagun, dia memiliki pilihan dan kesempatan yang sangat terbatas, mungkin dia tidak akan mendapatkan orang yang seperti paman Mani dalam hidupnya, dia harus menghadapi banyak hal, kita tidak tahu kalau dia akan setuju untuk menikah lagi atau tidak ? Kita seharusnya mendukungnya”, 

“Aku bisa mengerti, ibu Ishi ,,, lebih baik ibu Ishi saja yang meyakinkan Aaliya, dia terlihat sangat sedih, aku juga sedih kalau melihat dia seperti itu” Ishita tersenyum penuh arti “Kenapa ibu Ishi tersenyum seperti itu ?”, “Kita akan mengurus hal ini, jangan cemas” ujar Ishita kemudian berlalu dari sana SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 868 by Sally Diandra

Bagikan :