SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 869 “EGO LAKI LAKI BERBICARA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 869 “EGO LAKI LAKI BERBICARA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 869 “EGO LAKI LAKI BERBICARA” by. Sally Diandra Romi sedang di interview oleh sebuah majalah, orang itu memberikan selamat pada Romi, saat itu MIhika juga ada disana menemani Romi, nyonya Bhalla, Simmi dan Ishita tersenyum melihat Romi yang sedang di interview “Kami hanya berharap konsumen kami merasa senang dan setia” sahut Romi, dalam hati Ishita berfikir biasanya Raman khawatir pada Romi “Kalau dia melihat Romi menjawab semua pertanyaan ini dengan penuh percaya diri, Raman pasti akan sangat senang” bathin Ishita haru, 

Wartawan bertanya lagi pada Romi tentang figur penjualan yang gagal “Apa ?” Romi tertegun “Apa kamu tidak mengecek laporan penjualanmu ?” Mihika langsung menyela “Romi sudah membaca laporan penjualannya” Mihika lalu menjawab pertanyaan wartawan “Tuan Romi, kamu ini memang sangat beruntung mempunyai seorang istri yang cerdas”, “Terima kasih” sahut Romi dengan raut mukanya yang nampak sedih 

Adi menemui Mani dan memberitahu padanya kalau dia ingin membicarakan tentang persoalan Mani dan Shagun “Aku bisa mengerti, katakan padaku, apa itu ?”, “Aku ingin paman mengurus dan menjaga semuanya” Adi lalu mengecek daftar yang dibuatnya dan bertanya pada Mani tentang asuransinya, investasi “Apa paman punya pinjaman ? Katakan saja padaku dan aku juga harus mengecek laporan kesehatan paman” Mani tersenyum mendengarnya 

“Aku tidak punya penyakit apapun yang seperti itu yang harus dikhawatirkan, apa ada yang lain ?” sahut Mani “Ibu Shagun bisa memasak makanan dengan baik dan lain sebagainya” Mani tertawa “Jangan khawatir, Adi ,,, kami akan mengatasi semuanya bersama sama, selamat datang dirumah, aku hanya ingin menjadi temanmu saja, apa boleh ?” Adi tersenyum “Tentu saja, paman” ujar Adi bangga 

Mihika memberitahu Romi kalau dirinya bangga padanya “Artikel tentang dirimu ini akan sangat baik untuk perusahaanmu”, “Apa masalahmu, Mihika ? Apa yang ingin kamu pamerkan ? Bahwa kamu ini lebih pintar dan terpelajar dari pada aku ?” Mihika tertegun dan menangis “Bukan begitu, Romi ,,, aku hanya ingin membantumu saja”, “Aku tidak butuh bantuanmu ! Menjauhlah dari pekerjaanku !” Mihika menangis dan segera berlalu dari sana, Simmi yang melihat Mihika menangis, menjadi heran “Mihika, ada apa ?”, 

“Simmi, aku melakukan apa yang kamu bilang, aku mencoba membantu Romi, tapi dia mengira bantuanku ini untuk menjatuhkan dirinya didepan orang lain, apa yang harus aku lakukan untuk menyenangkan dia ? Apa ini adalah kesalahanku kalau aku lebih pintar atau aku mempunyai naluri bisnis yang lebih baik ? Apa yang harus aku lakukan, Simmi ? Aku tidak ingin dia menjauh dariku” Simmi ikut sedih dan prihatin, lalu mencoba menghibur adik iparnya ini, saat itu Ishita mendengar pembicaraan mereka berdua kemudian berlalu dari sana 

Adi sedang ngobrol dengan Aaliya “Aaliya, aku tidak mempunyai masalah apapun dengan pernikahan paman Mani dan ibu Shagun” Aaliya nampak sedih “Ada apa, Aaliya ? Kenapa ?”, “Aku hanya ingin sendirian saja sementara waktu, maafkan aku, Adi” sahut Aaliya sedih, sementara itu Ishita sedang mengajak Romi ngobrol soal sikapnya yang kasar pada Mihika “Ini adalah permasalahan kami, kak ,,, kakak, tidak usah ikut campur !” Ishita mencoba membela apa yang telah dilakukan oleh Mihika 

“Kalian berdua seharusnya saling mendukung satu sama lain dan memberikan semangat juga keberanian dalam menjalani hubungan pernikahan ini, bukannya saling menjatuhkan satu sama lain”, “Sudahlah, cukup ceramahmu itu, kak ! Aku rasa aku telah membuat sebuah kesalahan dengan tinggal disini bersama kalian, aku tidak mau tinggal disini lagi sekarang, kalian semua bisa bersenang senang” Ishita mencoba menjelaskan kembali pada Romi, namun Romi sudah jengah dan segera meninggalkan tempat itu dengan perasaan kesal 

Adi teringat pada ucapan Aaliya dan merasa khawatir, salah satu penjaga mencoba mengajaknya bicara namun Adi malah membentaknya, penjaga itu lalu minta maaf dan bergegas pergi dari sana, Adi merasa heran dengan dirinya sendiri “Apa yang terjadi padaku ? Kenapa datang lagi masalah baru, aku selalu saja merasa cemas kalau melihat Aaliya khawatir seperti itu, kami ini hanya berteman, tapi kenapa aku merasa siap untuk melakukan semuanya untuk membuatnya tersenyum ? Aku benar benar tidak mengerti, kenapa aku merasakan hal ini padanya, Aaliya akan menjadi siapanya aku nanti ?” gumam Adi heran 

Sementara itu Romi sedang berada di bar dan sedang menikmati minumannya, Romi teringat pada masa lalunya yang penuh dengan kesenangan dan saat saat bebasnya, Romi lalu melambaikan tangan pada dirinya sendiri, masa lalunya sebagai orang yang bebas mengingatkan dirinya pada kenangan lama itu, dimana hanya ada pesta, gadis gadis dan kesenangan “Aku masih mengingatnya dengan baik, tapi hari hari seperti itu telah hilang, semua kenangan masa lalu itu telah membuktikan kalau aku ini mampu, aku memang tidak berharga, itu benar, seharusnya aku memiliki gelar, aku selalu merasa ketakutan kalau semua orang mulai menghakimi aku bahwa aku ini bersalah” suara hati Romi yang bebas berkata 

“Kamu tidak pernah peduli pada hal seperti itu sebelumnya, kamu membuat keadaanmu seperti ini karena istrimu, kamu jadi seorang pecundang ! Raman benar, dia pernah mengatakan kalau suatu hari nanti kamu akan menjadi seoramg pecundang ! Aku tinggal mentertawakan kamu” Romi jadi marah dan melempar gelas yang dipegangnya, salah seorang gadis rupanya terluka terkenal pecahan gelas itu, salah seorang pria memarahinya “Maaf aku yang salah, aku minta maaf”, “Tidak apa apa” ujar gadis itu sambil mendekat kearah Romi “Lepaskan dia, ini bukan salahnya” ujar gadis itu kemudian segera berlalu dari sana bersama teman temannya 

Abhishek meminta Balwinder untuk memberikan daftar orang orang yang berhubungan dengan Ishita dan siapa yang mereka curigai, saat itu Abhishek melihat Shagun lewat dengan mobilnya, 

Sementara itu manager hotel menyuruh Romi duduk di lobby dan meminta penjaga untuk mengurusi mobilnya, seorang gadis datang kesana, Romi lalu berkata “Aku minta maaf”, “Tidak apa apa, aku tahu siapa kamu, aku datang kesini untuk bertemu dengan kamu” sahut gadis itu “Apa kakimu sakit ?”, “Iyaa masih sakit” manager hotel menghampiri Romi “Tuan, supirnya sudah kami siapkan, apa anda mau pergi sekarang ?”, “Tidak, kami tidak akan pergi” sahut Romi, kemudian Romi mengajak gadis itu untuk ikut dengannya “Kita akan ngobrol ditempat yang tenang dan nyaman, kita akan memesan sebuah kamar bagaimana ?” gadis itupun setuju dan mengajaknya untuk ikut dengannya, 

Saat itu Romi sedang mabuk berat dan gadis itu memegangnya erat, manager hotel bergumam “Tuan Romi tadi datang sendirian dan gadis gadis seperti itu selalu datang setiap malam kesini” gumam manager hotel, Romi lalu memesan sebuah kamar dengan nama tuan dan nyonya Bhalla, kebetulan Ashok juga ada disana dan melihat kearah Romi yang sedang bersama seorang gadis, Romi lalu mengambil kunci kamar hotel, Ashok tersenyum penuh arti sambil memperhatikan Romi yang dipegangi oleh gadis itu dan membawanya pergi ke kamar “Apa yang Romi lakukan disini ? Dan siapa perempuan yang bersama dirinya itu ?” Ashok jadi penasaran 

Ishita sedang mengecek tubuh Pihu yang demam dan bertanya pada nyonya Bhalla “Ibu, apa Pihu mempunyai riwayat alergi ? Atau obat apa yang biasanya cocok untuknya ?”, “Cuma Shagun yang tahu tentang hal itu, lebih baik kamu telfon Shagun saja” pinta nyonya Bhalla “Aku sudah mencobanya tapi ponselnya tidak aktif” ujar Ishita cemas, Simmi kemudian menunjukkan laporan kesehatannya Pihu, saat itu Abhishek menelfon Ishita dan bertanya tentang Shagun 

“Dia sedang keluar kota Delhi”, “Tapi aku melihatnya tadi, apa dia tidak pulang kerumah ?” Ishita tertegun “Kapan itu ?”, “Setengah jam yang lalu, dia sedang berada didalam taxi” sahut Abhishek “Baiklah, aku akan bicara denganmu lagi nanti”, “Baiklah, katakan pada Shagun untuk bicara denganku soal kasus penculikkanmu” dalam hati Ishita berkata “Kenapa Shagun berbohong ? Apa mungkin dia terjebak dengan pekerjaannya ? Atau mungkin Abhishek melihat orang lain ?” bathin Ishita cemas SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 870 by. Sally Diandra

Bagikan :