SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 865 “RENCANA PERNIKAHAN SHAGUN & MANI” by Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 865 “RENCANA PERNIKAHAN SHAGUN & MANI” by Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 865 “RENCANA PERNIKAHAN SHAGUN & MANI” by Sally Diandra Shagun pergi ke penjara untuk bertemu dengan Niddhi “Sudah tidak usah pura pura, Shagun ! Aku tahu kalau kamu berada dibalik penculikkan Ishita, aku tahu kalau kamu pasti akan datang menemuiku dan menawarkan sebuah pertemanan, ini semua adalah sandiwaramu yang palsu ! Anil telah menyalahkan dirinya sendiri, aku tahu semua itu pasti kamu karena kamu adalah seorang musuh terbesar Ishita lebih dari pada aku !” bentak Niddhi ketus “Karena dia telah menghancurkan hidupmu, dia telah merampas suamimu dan anak anakmu, bagaimanapun juga kamu telah bersandiwara dengan sangat baik, Shagun ,,, kamu telah mempermainkan kepercayaan keluarga Bhalla, kamu ini memang seorang aktris yang hebat”, 

“Jadi kamu memanggilku kesini hanya untuk menghina aku ? Kamu bisa mengatakannya pada semua orang, tapi tidak ada seorangpun yang akan percaya padamu” Niddhi tersenyum sinis dan berkata “Tidak, Shagun ,,, aku memanggilmu kesini untuk memuji dirimu, aku memang tidak bisa mengatakan pada siapapun karena aku tahu tidak ada seorangpun yang akan mempercayai aku, aku akan diam saja, kamu telah melakukan pekerjaan ini dengan sangat baik, Shagun ,,, tidak ada seorangpun yang akan mencurigai kamu, keluarga Bhalla mencintai dan percaya padamu” sahut Niddhi sinis 

Ishita membawa Mani kerumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla memintanya untuk duduk dan menyiapkan makanan untuknya, Mani kemudian ngobrol dengan Raman dan tuan Bhalla, mereka membicarakan tentang bisnisnya Mani dan kepindahannya ke Delhi, Raman mengajak Ishita untuk ikut dengannya dan mulai membicarakan soal proyek perusahaan mereka dan meminta tanda tangannya 

Di rumah makan, Aaliya memberitahu Romi kalau pelajaran dan gelar itu sangat penting “Hal itu bisa membuat kita menjadi lebih percaya diri, paman”, “Iya pendidikan itu penting, ayah juga meminta aku untuk menyelesaikan gelar MBAku” sahut Adi “Baiklah, tapi kita tidak bisa membayar tagihan dengan gelar bukan ?” sahut Romi 

Raman lalu bertanya pada Ishita “Ishita, apa yang Mani katakan ?”, “Mani pikir untuk bicara dulu dengan Shagun” sahut Ishita “Tapi Shagun menolak pernikahan ini, dia bilang dia akan keluar dari rumah ini, kalau dia memberitahu sesuatu pada Mani, itu pasti akan sangat buruk” Ishita tertegun “Apa yang harus kita katakan pada Mani ?”, “Apa yang bisa kita katakan padanya sekarang ?” Raman merasa cemas “Ayoo kita pergi dan hadapi dia” pinta Ishita 

Raman dan Ishita lalu menemui Mani “Mani, aku mau bicara denganmu, semua orang pasti akan bosan berada disini, ayoo kita ke kamarku saja” saat itu Shagun datang dan menyapa Mani “Aku yakin kalau Ishita pasti telah meyakinkan kamu, apa kamu ingin menikah denganku ? Apa kamu ingin menjalin persahabatan denganku dalam hidupmu, aku tahu kalau keputusanku akan mengejutkan kalian semua, Raman dan Ishita selalu memikirkan kebaikan untukku” semua orang terdiam 

“Raman menjelaskan padaku untuk hidup mapan, kita semua membutuhkan seorang pendamping, aku tidak begitu kenal Mani dengan baik tapi aku tahu sedikit tentangnya, dia itu orang yang mapan dan seorang pria yang baik, Ishita mengenalnya dengan baik, jadi aku siap untuk menikah dengan Mani kalau Mani mau” ujar Shagun, Ishita tersenyum dan berkata “Shagun, kamu tidak akan menyesal dengan keputusanmu ini, Mani itu memang benar benar pria yang baik”, “Aku senang mendengar keputusanmu” sela Raman, Shagun lalu memeluk Ishita sambil berkata dalam hati “Kamu akan menyesal dengan pernikahan ini, Ishita” 

Shagun teringat pada ucapan Niddhi, Niddhi menyarankan Shagun untuk tidak meninggalkan keluarga Bhalla “Kamu harus membuat akarmu kuat disana”, “Tapi itu tidak mudah, Niddhi ,,, semua orang hanya memikirkan Raman, aku tidak akan diperlukan ketika Raman dan Ishita bersatu, Ishita sendiri menawarkan lamaran Mani padaku, aku sudah bilang ke Raman kalau aku tidak mau pernikahan ini” Niddhi tertegun “Apa kamu sudah gila ? Kesempatan telah datang padamu dengan sendirinya, setujuilah saja untuk menikah dengan Mani, kamu pasti akan menang dan berada disekitar rumah itu setelah menikah dengan Mani, kamu akan bisa mendapatkan semuanya dan semua hakmu akan kembali, katakan iya saja untuk menikah dengan Mani, kamu pasti akan mendapatkan keuntungan, percayalah padaku” jelas Niddhi Mani lalu buka suara “Aku ingin bicara dengan Shagun”, “Iyaa, kita memang perlu bicara, lebih baik dikamarku saja” mereka berdua kemudian berlalu dari sana, Raman dan Ishita tersenyum, 

Sementara itu Romi yang membayar tagihan makan malam mereka “Paman, aku yang membawa Aaliya kesini, jadi aku yang akan membayar”, “Kalau aku ada disini, kenapa harus kamu yang membayarnya ? Aku ini lebih tua” Mihika menyela “Kita harus pulang sekarang”, “Iyaa, kita harus mengantar Aaliya pulang” Adi langsung menyela ucapan Romi “Tidak usah, paman ,,, aku ingin minum kopi dulu, Aaliya pintar membuat kopi, kita akan meminumnya dirumah kita dan baru nanti aku yang akan mengantar Aaliya pulang”, 

“Baiklah, kita akan pulang kerumah dan minum kopi buatannya” sahut Romi, Adi berusaha untuk tetap tenang, saat itu Mihika mendapat telfon dari Ishita “Kebetulan Adi dan Aaliya sedang bersama kami, makan malam bersama, baiklah aku akan membawa Aaliya” Mihika lalu memberitahu Aaliya untuk ikut bersama mereka “Tapi aku harus pulang, ayahku pasti sudah menunggu”, “Jangan cemas, dia sedang keluar rumah saat ini” sela Mihika 

Mani memberitahu Shagun kalau dirinya benar benar terkejut ketika tahu Shagun setuju dengan pernikahan ini “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, mungkin kamu akan mengubah keputusanmu”, “Apa itu ? Bukankah kamu juga ingin menikah ?” Shagun merasa heran “Shagun, sejujurnya aku hanya mencintai Ishita, meskipun aku tahu kalau dia hanya menganggapku sebagai sahabatnya, aku akan selalu bersamanya sebagai seorang sahabat, aku tahu kamu juga menyukai Raman dan keluarga ini, aku tidak ingin menipu kamu, aku tidak pernah berfikir kalau aku bisa mempunyai perasaan pada orang lain tapi aku siap untuk menjadi seorang teman baik dan menemanimu, kalau kamu mau bilang tidak, aku benar benar bisa mengerti” jelas Mani 

“Aku pikir aku tidak akan menolak karena aku harus tetap terhubung dengan keluarga ini, aku mau menikah, Mani dan tidak akan membiarkan kamu menolaknya”, “Aku setuju demi Ishita ,,, aku menghargai perasaannya” Shagun tersenyum “Tepat sekali ! Aku juga setuju demi Raman dan Ishita, kita ini sudah dewasa, kita bukan remaja lagi, kita tahu apa yang akan kita lalui nanti”, “Selesai sudah ! Mari kita mulai dari awal, haaai ,,, aku Abhimanyu” Shagun dan Mani lalu saling berjabat tangan 

Mihir berterima kasih pada Ishita karena telah menetapkan hubungan Shagun dengan Mani “Mereka berdua memang pasangan yang sempurna” saat itu Mani dan Shagun keluar dari kamar “Shagun dan aku sudah memutuskan untuk menikah” semua orang merasa senang mendengarnya, saat itu Romi, Mihika, Adi dan Aaliya pulang kerumah “Ada apa ini ?” sela Romi 

“Shagun dan Mani memutuskan untuk menikah” sahut nyonya Bhalla “Adi dan Aaliya kaget “Ada apa, ayah ?” sela Aaliya “Aku baru saja akan bicara denganmu”, “Ayah melakukan semua ini tanpa memberitahu atau bertanya denganku dulu ? Apa aku ini bukan orang yang penting dalam hidupmu ?” Aaliya nampak tidak suka “Bukan seperti itu, Aaliya” Aaliya langsung pergi, Mihir segera mengejarnya, 

Mihir segera menghentikan langkah Aaliya “Biarkan aku pergi, paman ,,, ini antara aku dan ayahku”, “Aku bisa mengerti, Aaliya ,,, tapi dengarkan aku dulu, baru kemudian memutuskannya, ayoo sini duduk, coba kamu pikirkan ,,, ayahmu dan kakakku berada pada situasi yang sama, Mani mencintai Ishita dan Shagun mencintai Raman, mereka tahu kalau semua ini tidak bisa terjadi, itulah mengapa mereka memutuskan hal ini, mereka ini orang orang yang sudah dewasa, kalau mereka telah mengambil keputusan ini, seharusnya kamu mendukung mereka, kehidupan telah memberikan kesempatan kedua pada mereka berdua” Aaliya hanya terdiam 

“Kalau kamu menolaknya, percayalah padaku, Mani pasti akan juga menolaknya, kemudian Mani akan hidup sendirian, semua orang membutuhkan pasangan hidup, kalau kamu ingin Mani hidup bahagia, maka hormatilah keputusannya, percayalah padaku, aku telah melihat Shagun berubah, dia itu orang yang sangat menakjubkan, dia memiliki banyak perasaan cinta dan kasih sayang dalam hatinya dan kamu juga akan mendapatkan kasih sayangnya, mereka itu pasangan yang baik, dukunglah mereka”, 

“Maafkan aku, paman memang berkata benar, aku jadi sangat egois dan tidak memikirkan tentang ayah, aku telah bersikap dengan sangat buruk, aku rasa seharusnya aku minta maaf pada ayah dan bibi Shagun, aku seharusnya menyambut bibi Shagun dalam keluarga baru kami” ujar Aaliya “Aaayo ikut denganku, mari kita masuk lagi ke dalam” pinta Mihir 

Aaliya lalu meminta maaf pada Mani dan memeluknya erat, Mani berterima kasih padanya “Maafkan aku, bibi Shagun ,,, rasanya butuh waktu untuk memanggilmu ibu tapi selamat datang dalam keluarga kami” Aaliya kemudian memeluk Shagun “Aku harap aku menjadi temanmu, Aaliya” nyonya Bhalla lalu memberikan sebuah koin untuk Mani, semua orang tersenyum bahagia SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 866 by. Sally Diandra

Bagikan :