SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 909 “MIHIR MENGAMBIL SIKAP” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 909 “MIHIR MENGAMBIL SIKAP” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 909 “MIHIR MENGAMBIL SIKAP” by. Sally Diandra Di kantor, Mihir bertanya pada Ishita “Apa yang kamu katakan, Ishita ?”, “Aaliya mungkin naksir sama kamu, tapi dia itu masih muda, dia tidak tahu tentang semua ini, kalau kamu kasar padanya, mungkin perasaannya akan terluka”, “Aku hanya bekerja dengan Aaliya, aku memang menyukainya tapi aku tidak pernah berfikiran seperti ini, aku masih mencintai Rinki, Ishita ,,, aku bahkan tidak memikirkan Mihika untuk menggantikan tempat Rinki, jadi bagaimana bisa Aaliya berfikiran seperti itu ? Apa Adi tahu tentang hal ini ? Itulah mengapa dia bersikap seperti ini ? Yaaa ampuuun, ini kan cinta pertamanya dan ini sungguh sangat menyakitkan baginya begitu tahu kalau Aaliya lebih mencintai pamannya, lalu kenapa kamu juga membiarkan aku tinggal dirumah Shagun ? Kamu tahu kan kalau Aaliya ada disana ?” ujar Mihir sedih 

“Shagun tidak ingin melihat kita semua bahagia, saat ini dia sedang memanfaatkan Aaliya untuk menghancurkan kebahagiaan kita semua” sahut Ishita cemas “Aku benar benar tidak percaya ini, bagaimana bisa dia memanfaatkan anaknya sendiri, dia telah banyak menyakiti perasaanmu, Ishita ,,, tapi aku akan selalu bersamamu, dia mulai jadi jahat lagi, aku akan pastikan kalau dia tidak akan menyakiti perasaan Adi dan Aaliya”, “Jaga dirimu baik baik, Mihir” pinta Ishita 

“Aku baik baik saja, aku akan menyelesaikan permasalahan ini, aku akan pastikan kalau Shagun tidak akan membawa badai dalam kehidupanmu, tapi kamu harus mencapai kesepakatan dengan masalah yang sangat serius dikantor, jaga Adi baik baik”, “Aku pasti akan melakukannya” sahut Ishita “Aku akan ngobrol dengan Shagun dan Aaliya, maafkan aku, Ishita ,,, aku pergi dulu” Mihir lalu pergi meninggalkan Ishita, Ishita berdoa agar semuanya bisa terselesaikan dengan baik “Mereka berdua adalah anak anakku dan aku tidak bisa melihat mereka bersedih” gumam Ishita cemas 

Shagun sedang menemui Aaliya dikamarnya, saat itu Aaliya sedang duduk seorang diri dalam kegelapan “Aaliya, kenapa kamu duduk sendirian disini ? Gelap gelapan lagi, ada apa ?”, “Aku tadi mengenakan kain sareenya Rinki untuk membuat Mihir terkesan, tapi ternyata dia tidak menyukainya dan memarahiku” ujar Aaliya sedih “Jangan khawatir, aku selalu ada untukmu, Mihir juga membutuhkan kamu, dia hanya perlu menyadari ini, kamu harus bersabar, ajak Mihir keluar dan habiskan waktu bersamanya, bagaimana ?” pinta Shagun “Apa dia mau pergi denganku ?”, “Coba saja, aku juga akan bilang padanya kalau dia tidak setuju” Aaliya sangat berterima kasih pada Shagun “Sudah tidak usah menangis, tersenyumlah” Aaliya pun tersenyum senang dan berlalu dari sana 

Nyonya Bhalla sedang memilih milih dasi dan manset, nyonya Bhalla lalu memberitahu penjual toko kalau dia akan mengirimkan uangnya ke tokonya nanti, penjual itu kemudian berlalu dari sana, Ruhi menyukai pilihan neneknya “Nenek, buat siapa ini ?”, “Ini buat kakekmu” sahut nyonya Bhalla “Ini kan bukan hari ulang tahunnya atau hari jadi kalian berdua”, “Hari ini lebih besar dari itu sayang, ini adalah hari jadi pertama kali kami bertemu, kami saling menatap satu sama lain untuk pertama kalinya dan kemudian kalian semua hadir dalam kehidupan kami” Ruhi hanya terdiam mendengarkan cerita neneknya 

“Kejadian itu 45 tahun yang lalu, selama liburan aku tinggal dirumah bibiku, saat itu aku sedang mengeringkan rambutku dan tiba tiba saja handukku jatuh mengenai wajahnya ketika kakekmu lewat di depan rumah bibiku, kakekmu lalu mendongak keatas dan menatap kearahku dengan tatapan matanya yang tajam, pada waktu itu nenek ini sangat cantik, rambut nenek sangat panjang dan kakekmu jadi tergila gila begitu melihat nenek, dia selalu datang setiap hari ke rumah bibi, hanya untuk melihatnya, nenek juga mulai menyukainya, kakekmu itu sangat tampan, kemudian ayahnya membawakan lamaran ke rumah bibi nenek” Ruhi langsung memeluk neneknya 

“Aku benar benar tidak tahu kalau kalian berdua ini ternyata orangnya sangat romantis, aku akan membungkus hadiah ini” saat itu Adi datang kesana, Ruhi langsung memamerkan hadiah yang imut itu ke kakaknya, Adi tidak menggubrisnya “Kakak, apa kakak tidak suka dengan hadiah ini ?”, “Tidak usah mengangguku !” Vandu juga datang kesana dan memberitahu Adi kalau dirinya telah membuat makanan kesukaan Adi, Adi menolak untuk memakannya dan bergegas pergi dari sana “Aku rasa dia sedang merasa patah hati dengan seseorang, sudah lupakan saja, biar aku saja yang memakannya” sela nyonyo Bhalla “Jadi kak Adi benar benar baru saja putus” gumam Ruhi cemas 

Di dalam ruang kerjanya, Raman sedang melempar semua benda benda yang berada didekatnya, Ishita menemuinya “Aku sudah mencoba semuanya tapi tidak terjadi apa apa !”, “Raman kita harus bicara dengan seseorang yang bisa membantu kita, aku sudah bilang ke Mihir tentang Aaliya dan dia merasa sangat sedih dan dia bilang kalau mau bicara dengan Aaliya” sahut Ishita “Aku juga merasa prihatin sama Mihir dan Adi, dimana Adi ?”, “Adi pulang kerumah, itu lebih baik baginya, aku merasa akulah yang bertanggung jawab untuk semua ini, akan lebih baik kalau aku tidak datang ke kantor” ujar Ishita sedih “Jangan merasa bersalah, Ishita ,,, kita berdua bisa menyelesaikan masalah ini bersama sama, mengerjakan pekerjaan dikantor, biar aku yang mengurusi Adi” sahut Raman 

Mihir akhirnya pulang kerumah Shagun, Shagun berusaha mengajaknya bicara namun Mihir langsung menghindar “Kenapa dia jadi ikutan sedih ? tapi bagus juga untuk menyuruh Aaliya menemuinya” gumam Shagun senang, saat itu Mihir melihat baju baju kampusnya dulu ada diatas tempat tidurnya, Aaliya masu ke kamar Mihir dan bertanya “Apa kamu merasa baikkan ? Aku sengaja menaruh baju baju itu untukmu, kita akan pergi ke pesta ulang tahun temanku, kami ingin kamu juga ikut” Mihir langsung teringat pada ucapan Ishita begitu mendengar ajakan Aaliya “Aku capek, aku tidak mau ikut”, “Kamu pasti akan merasa lebih baik, aayoolah ikut, aku tahu kalau kamu masih mencintai istrimu, tapi dia sudah tidak ada didunia ini, aku bisa membantumu dalam mengeluarkan traumamu itu” tanpa babibu Mihir langsung memarahi Aaliya 

“Kamu ingin aku datang ke pesta kan ? Perusahaanku sedang menghadapi krisis berat dan dokter juga menyarankan aku untuk beristirahat ! Istriku adalah garis hidupku ! Kenangan tentangnya akan selalu hidup dalam diriku, cobalah untuk mengerti, Aaliya ,,, perbedaan usia kita sangat jauh, pergilah sana dan berpestalah, aku tidak mau ikut, aku mohon padamu, tinggalkan aku sendiri” Aaliya langsung menangis dan bergegas pergi dari sana, Shagun  yang mendengar percakapan mereka jadi heran dan bergumam “Kenapa Mihir begitu sulit sekali ?” gumamnya heran 

Adi sedang menangis dikamarnya dan teringat pada ucapan Aaliya, salah satu teman Adi menelfonnya dan memintanya untuk datang ke pestanya namun Adi menolak “Aku masih ada banyak pekerjaan”, “Aayoolah Adi datang kesini dan ajak Aaliya juga” Adi langsung marah begitu mendengar nama Aaliya dan memarahi temannya itu, lalu langsung menutup telfonnya dan kembali menangis, sementara itu Ishita dan Raman sudah pulang kerumah, Ishita mulai ngobrol lagi tentang pekerjaan “Kita tidak bisa menutup perusahaan itu, kita harus melakukan sesuatu untuk mengakhiri unjuk rasa ini” sahut Raman, 

Saat itu Ishita melihat Neelu sedang berdiri diluar rumah, Ishita langsung menghampirinya dan bertanya “Neelu, kenapa kamu berdiri disini ?”, “Tuan Raman lupa menyelesaikan proyeknya Pihu, padahal harus dikumpulkan besok, nyonya” sahut Neelu “Oh iya, aku lupa !”, “Pihu tidak mengijinkan Ruhi membantunya dan bilang kalau mamanya ada disini, hal ini pasti tidak akan terjadi” Raman jadi kesal “Shagun lagi ,,,” Raman lalu meminta Ishita untuk mengerjakan pekerjaan kantor, sementara dirinya akan menyelesaikan proyeknya Pihu, mereka berdua langsung melakukan pekerjaan mereka masing masing, tak lama kemudian Raman mendapat sms dan bergegas menemui Ishita, 

Ishita memberikan secangkir kopi padanya dan bertanya “Apa Pihu sudah tidur ?”, “Iyaa, dia tidak mau bangun, ayoo ikut aku” Ishita lalu melihat proyek buatan Pihu “Bagaimana bisa kamu mengurusnya ?”, “Dewa yang mengurusi untuk membuat perbaikan kita, semuanya selesai dengan baik” sahut Raman “Kita ini memang pasangan yang sempurna”, “Lebih dari sempurna, lihat aku” Ishita tertawa geli menatapnya, mereka berdua kemudian minum kopi bersama SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 910 by. Sally Diandra

Bagikan :