SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 924 “PENGLIHATAN YANG MENCEMASKAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 924 “PENGLIHATAN YANG MENCEMASKAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 924 “PENGLIHATAN YANG MENCEMASKAN” by. Sally Diandra Di kantor polisi, Abhishek bertanya pada Ishita “Ishita, ada masalah apa ?”, “Aku merasa Adi itu berbohong, aku berkata seperti ini bukan karena aku ini ibunya, Mani dan Raman telah memarahinya, dia diam saja, aku merasa dia telah menyembunyikan sesuatu, dia itu tadi pergi ke hipnoterapi” Ishita kemudian menceritakan semuanya “Yang kamu pikirkan itu benar, Ishita ,,, kalau Adi melihat orang lain, maka pelakunya adalah pihak ketiga, kalau dia tidak melakukan kejahatan ini, kenapa dia harus dihukum ? Tapi bagaimana caranya membuatnya berkata jujur, dia itu tidak siap untuk mengatakannya”, “Aku sedang memikirkan sesuatu dan aku butuh bantuanmu, Abhishek” Ishita mulai memikirkan sesuatu “Apa itu ?” 

Seorang anak perempuan kecil turun dari sebuah mobil dan dia sangat merindukan rumahnya, tuan Bhalla mengajaknya untuk ikut dengannya, dia adalah Ananya, putri kandung Simmi “Kenapa ibu tidak datang kesini untuk menyambutku ?”, “Kamu seharusnya menelfon kami dulu sebelumnya, maka ibumu pasti akan datang” sahut tuan Bhalla “Aku datang kesini bersama paman Taneja untuk mengejutkan kalian semua” saat itu mereka melihat awak media datang ke apartemen mereka, para reporter itu lalu bertanya pada tuan Bhalla tentang pengakuan Adi tentang kejahatannya, Ananya langsung memarahi reporter tersebut “Jangan buat masalah pada kakekku ! Aku ini Ananya Param Khurana, jangan tanyai kakekku apapun !” bentak Ananya, 

Mihika juga datang kesana dan memarahi para reporter itu karena telah membuat masalah pada orang setua ayah mertuanya, kemudian Mihika memeluk Ananya “Ayah mertuaku ini sudah menderita dan kalian semua menuduhnya didepan cucunya sendiri ! Pergi sana kalian !” Mihika lalu mengusir para reporter tersebut, tuan Bhalla berterima kasih pada Mihika “Kita ini tinggal bersama sama, jangan berterima kasih padaku, ayah” Mihika kemudian berkata pada Ananya “Ananya, kami semua merindukan kamu, aku akan meminta nenek Iyer untuk membuat wadas yang panas untuk kamu, kita akan berada dirumahnya dulu sampai ibumu datang” ujar Mihika 

Di kantor polisi, Abhishek berkata pada anak buahnya “Nyonya Ishita, telah melakukan kejahatan yang serius, masukkan dia ke dalam penjara” Adi yang saat itu berada didalam penjara lansung kaget “Ibu Ishi, kenapa mereka memasukkan ibu Ishita kesini ?”, “Aku harus memasukkannya ke dalam penjara untuk permasalahan penyerangan Aaliya” Adi semakin tidak mengerti “Apa ?” tanya Adi sambil menatap ke arah Ishita dan menangis Ruhi pulang kerumah dengan perasaan bahagia dan bertanya ke Simmi tentang Raman dan Ishita “Ayahmu sedang berada dikamarnya, sepertinya dia sedang gelisah”, “Aku mempunyai berita yang bisa menghilangkan perasaan gelisahnya” sahut Ruhi senang, 

Saat itu Raman sedang ngobrol dengan Mihir “Bagaimana bisa kita salah ?” saat itu Ruhi menghampirinya, Raman langsung menutup telfonnya “Ayah, ayah harus makan manisan ini dulu”, “Memangnya ada apa ?” tanya Raman heran “Aku telah menyelesaikan permasalahan ayah yang terbesar, tadi aku pergi kerumah tuan Singhal sebagai Ruhaan karena putrinya itu salah satu fans beratnya Ruhaan, aku menunjukkan kemampuanku disana” ujar Ruhi senang “Lalu tuan Singhal berjanji padaku kalau dia tidak akan membuat masalah pada ayah dan ibu Ishi” Ruhi teringat ketika tuan Singhal berkata padanya “Karena kamu telah datang kesini dan mengetahui keadaan putriku, Kanika ,,, maka aku tidak akan membuat masalah pada tuan Raman dan nyonya Ishita yang berkaitan dengan proyek itu” Raman merasa bangga dengan Ruhi 

“Itulah mengapa banyak orang berkata kalau seorang anak perempuan selalu membuat nama ayahnya bersinar dan anak laki laki selalu menghancurkan nama ayahnya” Raman merasa sedih “Memangnnya ada masalah apa, ayah ?”, “Adi mengakui kejahatannya dan sekarang dia sedang berada didalam penjara” Ruhi kaget tidak percaya “Apa ? Tapi tadi kan kak Adi sedang melakukan terapi hipnoterapinya, itu artinya dia sudah melihat orang itu di tahap kedua ini” Raman jadi tidak mengerti dengan ucapan Ruhi “Apa yang kamu katakan ini Ruhi ?”, “Ayooo cepat, ayah ,,, kita harus bertemu dengan kak Adi, aku akan menceritakan semuanya dalam perjalanan nanti” ajak Ruhi 

Di kantor polisi, Adi memberitahu Abhishek kalau Ishita hanya ingin menyelamatkannya saja “Ibu Ishi tidak mungkin melakukan hal ini”, “Tapi ibu Ishimu ini telah mengakui kejahatannya, jadi kita harus menahannya disini” sahut Abhishek “Tapi bagaimana bisa ada dua pelaku untuk satu kejahatan ?”, “Kenapa tidak ?” sela Ishita “Ibu Ishi berbohong !”, “Kamu sendiri kenapa mengakui kejahatanmu juga secara tiba tiba ?” sahut Abhishek “Aku sudah berbohong dari awal”, “Aku yang menyerang Aaliya, sudah cukup !” ujar Ishita sambil menangis, Adi hanya terdiam dan melirik ke arahnya, 

Raman dan Ruhi akhirnya sampai juga di kantor polisi “Abhishek, apa yang terjadi ? Kami ingin bertemu dengan Adi dan mereka bilang kalau Ishita juga ditahan didalam”, “Kami memang menahan Ishita karena dia mengambil alih kesalahan Adi” Raman jadi bingung “Aku tidak mengerti, ada apa ini ?”, “Ini adalah rencana Ishita, Raman ,,, kami menduga kalau Adi menyelamatkan seseorang, ini hanya sandiwara saja, aku harus memasukkannya ke penjara bersama Adi dalam satu sel, sehingga Adi pasti akan merasa tertekan dan dia akan memberitahu kami siapa nama pelaku yang sesungguhnya, aku mohon kerja samanya” jelas Abhishek “Aku rasa kita harus bertemu dengan Aaliya, karena tadi kak Adi bersamanya pada sesi kedua tahap hipnoterapi” Ruhi dan Raman lalu pergi 

Dirumah keluarga Bhalla, Simmi merasa heran “Kenapa kak Raman memutuskan telfonnya ? Kak Raman dan Ruhi tadi pergi kemana ?”, “Mereka pasti pulang, panggil Ananya untuk makan malam, Simmi” ujar tuan Bhalla “Tidak perlu dipanggil, aku sudah datang, kakek ,,, apa ibu sudah membuatkan makanan untukku ?” tanya Ananya sambil melihat kearah Simmi yang sibuk dengan ponselnya “Ananya, semua makanan ini dibuat untuk kamu” sela Neelu, sementara Simmi masih sibuk saja dengan ponselnya dan Ananya tidak mendapatkan perhatiannya “Ananya, makanlah dulu, kepala pusing, ibu mau istirahat dulu” Simmi lalu pergi dari sana, kemudian nyonya Bhalla memberikan obat padanya, 

Ananya bertanya pada kakeknya “Kakek, apa kakek mau makan bersamaku ?”, “Ananya, teman kakek yang pengacara baru saja menelfon, ini telfon penting, kamu makanlah dulu” tuan Bhalla juga pergi dari sana, Ananya lalu menangis sambil berkata “Tidak ada seorangpun yang punya waktu untuk ngobrol denganku, mereka semua merasa terganggu” saat itu Ananya mendapat telfon dari Parmeet, ayahnya “Ayah, ibu sangat senang bertemu denganku, aku telah mengejutkannya, ibu juga membuatkan makanan kesukaanku, kami merayakannya bersama, mereka memanggilku untuk makan malam” Amma yang kebetulan berada disana hanya bisa menatap kearah kearah Ananya, Ananya lalu menutup telfonnya dan menangis, kedua bola mata Amma ikut berkaca kaca melihatnya penuh haru 

Raman dan Ruhi akhirnya bertemu dengan Aaliya “Mau apa kamu kesini setelah apa yang telah Adi lakukan ?”, “Kalau kalian datang kesini untuk bertemu dengan Pihu, datanglah besok, dia sudah tidur” Shagun menyela ucapan Mani “Kami datang kesini untuk bertemu dengan Aaliya, Adi itu tidak bersalah dan Ishita sekarang juga berada didalam penjara untuk membuktikannya” Shagun tersenyum geli sambil berkata “Ishita dan sandiwaranya”, “Aku tidak ingin berdebat” sahut Raman “Lebih baik kalian pergi dari sini ,,, Aaliya, kamu masuk ke dalam” pinta Mani, Raman dan Ruhi lalu berteriak kalau Adi tidak bersalah “Lebih baik kalian temui ahli hipnoterapinya Adi, mungkin dia bisa membantu”, “Aaliya benar, ayah ,,, ayoo ikut denganku, ayah ,,, kita harus segera menemuinya” Ruhi dan Raman lalu pergi dari sana 

Amma memberitahu Simmi “Simmi, apa yang kamu lakukan ini tidak benar, Ananya duduk sendirian diluar, kamu seharusnya bersamanya, dia sedang makan malam sendirian, dia sangat sedih, aku tadi melihatnya menangis” Simmi merasa khawatir “Putriku ,,,”, “Aku sudah menyuruhnya pergi kerumahku menemui Vandu, jangan khawatir, dia akan makan malam bersama Shravan” sahut Amma “Semua orang sedang merasa khawatir, katakan padaku, bibi ,,, bagaimana caranya menunjukkan kebahagiaan pada Ananya ?”, “Aku bisa mengerti” sela Amma 

“Tidak ada seorangpun yang bisa mengerti, aku tinggal dirumah kakakku, aku berada di dalam keluargaku sendiri, mereka semua menyayangi aku, kak Raman juga telah melakukan banyak bantuan untukku dan putriku, tapi bagaimana menjelaskannya ke Ananya ? Aku sangat menyayanginya dan ingin melihat dia merasa bahagia tapi aku tidak bisa menjadi ibu yang baik, aku merasa prihatin sama kak Raman dan anak anaknya, dia telah mengalami banyak hal” ujar Simmi sambil menangis, Amma berusaha menghiburnya, Ananya hanya terdiam memperhatikan ibunya 

Di kantor polisi, Adi sedang melihat kearah Ishita, saat itu polisi meminta Ishita ikut dengannya “Kamu mungkin akan pindah sel” Adi kaget “Apa ? Aku tidak akan membiarkannya pergi”, “Sudah, Adi ,,, biarkan ibu Ishi pergi” Abhishek datang dan bertanya “Ada apa ini ?”, “Adi adalah putraku, itulah mengapa dia merasa cemas” sahut Ishita “Aku bisa mengerti, kami akan memindahkan kamu ke penjara dan membebaskan Adi, karena kami telah membuktikan kalau Ishita bersalah dan tidak ada bukti apapun yang memberatkan Adi” sela Abhishek “Kamu tidak bisa berbuat seperti ini !” bentak Adi, Abhishek memberitahu Adi tentang bukti yang palsunya dan saksi kejahatan memberatkan Ishita “Ini sebuah kebohongan, aku akan mengatakan padamu semuanya, kamu tidak boleh memindahkan ibu Ishi ke penjara” Ishita dan Abhishek tertegun SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 925 by. Sally Diandra

Bagikan :