SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 866 “SHAGUN MENYUSUN RENCANA” by Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 866 “SHAGUN MENYUSUN RENCANA” by Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 866 “SHAGUN MENYUSUN RENCANA” by Sally Diandra Ishita dan Ruhi sedang ngobrol soal Pihu “Apa Pihu tahu kalau ibu Shagun akan menikah dengan paman Mani ?”, “Belum, ibu Ishi juga khawatir, bagaimana nanti reaksinya” sahut Ishita cemas “Aku tahu kenapa ibu memikirkan pernikahan ibu Shagun dengan paman Mani”, “Tapi kalau Pihu itu masih sangat muda, apa yang akan terjadi ketika paman Mani menikah dengan ibu Shagun ? Ibu Ishi merasa bersalah, ibu Ishi tidak ingin masa kecil Pihu jadi berantakan” Ishita semakin cemas “Jangan khawatir, ibu ,,, aku tahu kalau ibu Ishi telah memikirkan banyak hal, aku bisa mengerti dan Pihu itu adalah adikku, aku rasa aku bisa menjelaskan padanya dengan baik, berikan aku kesempatan untuk mengatakan yang sebenarnya ke Pihu, jangan cemas, ibu Ishi” hibur Ruhi 

“Tapi bagaimana caranya ?”, “Percayalah padaku, aku akan menjelaskan padanya dengan baik, jujur aku memang tidak tahu bagaimana caranya memberitahu dia tapi aku yakin tidak akan ada masalah, aku ada disini dan akan menjelaskan padanya” Ishita tersenyum “Ibu Ishi percaya padamu”, “Terima kasih, tapi kalau aku belum menjelaskan padanya, jangan katakan apapun padanya, pergilah dan tidur dengan nyenyak” senyum Ishita semakin mengembang “Kamu ini sekarang sudah seperti seorang kakak, kamu mengingatkan ibu pada bibi Vandu, seorang kakak perempuan biasanya menjadi ibu bagi adiknya, lihat dirimu, kamu mampu menangani dia, ini membuat ibu jadi semakin bangga padamu, Ruhi” puji Ishita haru “Aku telah sangat menyakiti perasaan ibu Ishi, tapi sekarang tidak lagi” 

Ashok sedang ngobrol dengan Niddhi via telfon “Kamu ini bermain dengan sangat cantik, apakah kamu menelfon aku untuk mengatakan hal ini ?”, “Iyaa, aku harus menceritakan masalah ini padamu, aku sudah bilang ke Shagun untuk menyetujui pernikahannya dengan Mani, Shagun pasti akan mendapatkan keuntungan, dia bisa memainkan sebuah permainan dalam keluarga Bhalla, tidak ada seorangpun yang akan curiga padanya, Mani juga tidak akan berfikir seperti ini” Ashok tersenyum senang “Iyaaa kamu benar, Shagun pasti akan menghancurkan kediaman keluarga Bhalla, kamu istirahata saja”, “Apa aku bisa istirahat disini ? Keluarkan aku dari sini” pinta Niddhi “Aku sedang berusaha, butuh waktu, biarkan aku merayakannya dulu sekarang” kemudian Ashok menutup telfonnya 

Sementara itu Shagun sedang bergumam pada dirinya sendiri “Aku tahu kalau keluarga in sangat bahagia dengan pernikahan ini, aku akan menggucang dasarnya dengan hal ini, Ishita pikir dia telah membantu aku, aku tahu apa yang harus aku lakukan dan kalau Pihu tahu kalau aku ini hanyalah ibu pengganti, tidak apa apa, sandiwara yang sebenarnya akan dimulai setelah hal itu” ujar Shagun sambil mengambil beberapa berkas berkas dokumen dari dalam lacinya dan berkata “Ishita pasti tidak akan membayangkan apa yang ada didalam surat surat ini, bersiaplah destruction untuk kehancuranmu, Ishita” gumam Shagun sinis 

Malam harinya, Amma dan nyonya Bhalla sedang ngobrol berdua, Amma rupanya mulai membahas tentang pernikahan Raman dan Ishita “Mereka itu kan sudah menikah, sekarang giliran Shagun yang akan menikah dengan Mani”, “Tapi itu kan 7 tahun yang lalu, mereka sudah tidak mempunyai hubungan suami istri lagi, mereka itu hanya teman sekarang, kalau mereka menikah lagi, mereka akan mendapatkan secercah harapan dalam kehidupan mereka berdua, aku tidak tahu apakah pernikahan mereka itu masih resmi atau tidak ? Kita harus melakukan sesuatu, Toshi ,,, bicaralah pada mereka tentang pernikahan sekarang juga” pinta Amma 

Nyonya Bhalla lalu bertanya ke Ishita soal Shagun “Dia sedang pergi bekerja selama dua hari untuk pekerjaan LSMnya” nyonya Bhalla merasa senang karena dengan begitu dia bisa membicarakan soal pernikahan dengan Ishita “Ruhi bilang, dia yang akan bicara dengan Pihu, sedangkan Raman sedang ngobrol dengan temannya dan harus mengalami banyak gunjingan” sahut Ishita, nyonya Bhalla lalu berfikir “Kami harus melakukan sesuatu tapi nanti Raman pasti marah kalau aku mengatakan sesuatu, dia pasti akan memarahi aku, bagaimana caranya bicara dengannya ?” saat itu Amma datang dan bertanya “Ada apa ? Apa kamu sudah bicara ?” nyonya Bhalla menggeleng sambil berbisik “Belum, kita harus melihat bagaimana suasana hatinya”, Aku juga mengkhawatirkan masa depan Adi” Adi yang ada disana langsung batuk batuk dan bertanya 

“Memangnya kenapa ? Masa depanku cerah”, “Adi, kamu itu sudah besar sekarang, ini saatnya kami harus mencarikan seorang gadis untukmu, kami akan mengatakannya pada kedua orang tuamu, apa yang akan kamu lakukan ?” tanya Amma “Aku tahu apa maksud kalian, tapi biarkan Adi mendapatkan pacarnya sendiri dulu yang baik, baru kemudian kita membicarakan masalah ini” sahut Raman yang kemudian bergegas pergi dari sana “Aku pikir Adi juga belum siap untuk menikah, jadi akan lebih baik kalau kita konsentrasi saja pada pernikahan Shagun dan Mani, ibu” sela Ishita yang kemudian berlalu juga dari sana, Adi langsung buka suara “Nenek Iyer, apa yang nenek katakan ?” saat itu Ruhi datang dan memberitahu Mihika kalau Romi memanggilnya untuk membuatkan teh untuk kliennya 

Saat itu Romi tidak memeriksa surat surat itu dengan baik dan langsung menandatanganinya, kemudian Romi menerima sebuah telfon, Mihika datang kesana sambil membawakan teh untuk Gupta, klien Romi dan ngobrol dengannya, Mihika lalu iseng mengecek surat surat itu dan menunjukkan presentasi yang rendah untuk produk manufaktur “Maaf, aku lupa untuk menggantinya, aku akan membuat surat perjanjian yang baru” sahut Gupta, Romi menghampiri mereka dan bertanya 

“Ada apa ?”, “Ada sedikit kesalahan, aku butuh waktu sekitar dua hari untuk membuat surat perjanjian yang baru”, “Lalu bagaimana aku bisa menyelesaikan pesanannya sekarang ?” tanya Romi kesal, Gupta lalu memberitahu Romi “Saat ini perusahaan Tandon sedang sakit, kita bisa menutup kapan saja, aku sudah melihat laporan mereka”, “Gupta, apa ini benar ?” tanya Romi penasaran “Aku akan mencari tahu” 

Raman dan Ishita sedang ngobrol soal Adi “Sekarang dia pasti akan punya pacar, dia sudah dewasa, Raman ,,, kamu seharusnya bicara dengannya sebagai seorang teman, kamu seharusnya mengatakan padanya apa yang akan terjadi, hubungan dan ,,,” Raman menyela ucapan Ishita “Apa Adi sudah pernah pergi kencan ?”, “Bagaimana aku bisa tahu ? Apa dia akan menceritakan hal ini padaku ? Kamu yang harus bertanya padanya dan katakan padanya tentang pacaran yang sehat” pinta Ishita “Baiklah, aku akan bicara dengannya”, “Raman, aku serius, pergilah sekarang dan bicara dengannya seperti seorang teman” Raman lalu pergi meninggalkan Ishita 

Gupta meminta maaf pada Romi “Bagaimana bisa kamu melakukan kesalahan yang besar seperti ini, Gupta ?”, “Tuan Romi, kamu ini sangat beruntung karena mempunyai istri seperti nyonya Mihika, aku akan lebih berhati hati lain kali” Gupta lalu berlalu dari sana, begitu Gupta pergi, Romi lalu berdebat dengan Mihika “Romi, aku ini hanya ingin membantu kamu, seharusnya kamu memeriksanya terlebih dulu relying sendiri daripada menyalahkan orang lain”, “Aku sudah mengurusi bisnis ini cukup lama dan bertemu banyak orang, aku tahu bagaimana caranya menjalankan bisnis, kamu tidak usah ikut campur, Mihika !” Mihika berusaha menjelaskan ke Romi, 

Ishita datang kesana dan menatap ke arah mereka berdua lalu menyela “Romi, Mihika itu dalah istrimu dan dia juga tahu tentang pekerjaanmu”, “Tidak perlu ! Aku yang memiliki bisnis ini dan aku tahu bagaimana caranya bekerja, aku memang telah melakukan kesalahan tapi itu bukan berarti Mihika bisa ikut campur dalam bisnisku, apa aku ikut campur dalam pekerjaannya ?” Mihika langsung pergi dari sana, Ishita menyela “Istrimu itu telah menyelamatkan kamu dari kerugian, dia itu pasangan hidupmu, kamu tahu kalau kamu itu salah tapi kamu tetap saja meneriakinya, itu menunjukkan kalau kamu itu tidak aman, kamu seharusnya mengoreksi dirimu sendiri” Ishita kemudian berlalu dari sana SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 867 by. Sally Diandra

Bagikan :