SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 916 “SHAGUN MEMINTA HAK ASUH PIHU” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 916 “SHAGUN MEMINTA HAK ASUH PIHU” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 916 “SHAGUN MEMINTA HAK ASUH PIHU” by. Sally Diandra Adi memberitahu Ishita dan Ruhi kalau dia tidak ingat apapun “Semua orang ingin membantu kamu, kamu hanya tinggal membantu dirimu sendiri, coba diingat ingat lagi”, “Aku tidak ingat apapun, ibu ,,, bahkan tentang botol itu, aku benar benar marah dan mabuk berat, memang aku yang melakukan hal ini” ujar Adi lemas “Apa kamu sudah gila ? Aku tahu kalau kamu tidak mungkin bisa menyakiti siapapun” hibur Ishita, 

Raman hanya terdiam menatap kearah mereka sambil menangis “Adi, percayalah pada ibu, kalau kamu tidak melakukan hal ini !” Raman segera pergi meninggalkan mereka “Ibu percaya padamu, kamu tidak melakukan hal ini !”, “Aku tidak tahu, ibu” ujar Adi sambil menangis “Kami semua bersamamu, kak” sela Ruhi, Ishita lalu memeluk Adi yang masih menangis 

Ishita kemudian menemui Raman dan berkata “Untung saja Abhishek yang menangani kasus ini, dia pasti akan menyelidiki kasus ini”, “Kamu berkata seperti ini ? Kita harus berjuang untuk menemukan keadilan” sahut Raman “Iyaa, Adi benar, aku kenal dia” Raman lalu mengingatkan Ishita pada masalah pengendalian kemarahan dalam diri Adi “Dia bisa saja melakukan hal ini, Ishita”, “Tidak ! Sekarang Adi tidak lari sembunyi tangan, dia sudah berubah, dia sudah dewasa sekarang” sahut Ishita 

“Aku ini ayahnya, kalau Adi adalah pelakunya, aku akan memberikannya ke polisi seperti yang telah aku lakukan ketika dia kecil dulu, aku tidak akan mengampuninya, Ishita”, “Hal itu tidak perlu, Raman” ujar Ishita optimis “Aku berharap juga begitu” tanpa mereka sadari, rupanya Adi mendengar pembicaraan Raman dan Ishita, 

Adi lalu pergi dari sana “Bagaimana caranya aku meminta maaf pada mereka ? Masalah utamanya aku tidak ingat apakah aku melakukan hal ini pada Aaliya atau tidak ?” gumam Adi sambil menuju ke kamar Pihu, tapi Pihu tidak ada dikamarnya “Kemana Pihu pergi ? Mungkin dia ke kamar ayah untuk mendengarkan dongeng, tapi ibu Ishi juga ada dikamar ayah, aku harus mencegahnya” 

Adi segera berlari dan mencegah Pihu “Pihu, aku sendiri bahkan belum bisa tidur, bagaimana kalau kita ambil ice cream buat kamu” ketika Adi mengecek lemari es ternyata tidak ada ice cream disana “Ice creamnya tidak ada disini ternyata, bagaimana kalau kita minum jus mangga ?” Adi lalu memberikan segelas jus mangga untuk Pihu, saat itu Ishita datang kesana dan melihat mereka berdua, Pihu teringat pada semua orang yang berkata tentang Adi, Pihu jadi ketakutan, Adi menyuruh Pihu minum jus itu, 

Pihu mengambil gelas itu dengan perasaan cemas, kemudian Pihu melempar gelas itu sambil menangis, Adi dan Ishita kaget, Pihu lalu bertanya apa Adi menyerang temannya dengan larutan kimia ? Belum sempat Adi menjawab, Pihu sudah berlari meninggalkannya, Adi juga kaget dan bergegas ke kamarnya sendiri dan menangis disana, Raman lalu datang kesana dan bertanya “Ada apa ? Apa yang terjadi ?”, “Lebih baik kamu lihat Pihu saja” pinta Ishita kemudian bergegas menuju ke kamar Adi, rupanya Adi menutup pintu kamarnya 

Di kamar Pihu, Pihu bertanya ke Raman soal Adi yang menyerang Aaliya dengan larutan kimia, Ruhi yang ada disana mencoba menenangkan Pihu “Semua itu keliru, Pihu ,,, ayoo sini, aku akan menceritakan kisah seorang putri agar kamu bisa tidur” hibur Ruhi, Raman sangat khawatir dan bergegas menemui Ishita, saat itu Ishita sedang bersama Shagun yang datang ke rumah mereka bersama pengacaranya “Aku datang kesini untuk mengambil hak asuh Pihu, kasus Adi disiarkan ditelevisi dan hal ini bisa mempengaruhi Pihu”, “Adi adalah anakmu juga, bagaimana bisa kamu melakukan hal ini ?” ujar Raman kesal “Alangkah senangnya, sekarang Adi menjadi anakku ? Aku datang kesini untuk mengambil Pihu !”, “Enyah kamu dari sini, Shagun !” 

Saat itu Pihu datang “Ayah, jangan bicara seperti itu sama mama !” bentak Pihu, Pihu langsung memeluk Shagun “Aku yang menelfonnya, aku merasa takut tinggal disini, teman temanku tidak mau bicara denganku, kakek dan aku juga dihina gara gara kak Adi, ayah juga bohong padaku tentang bibi ini ! Kenapa dia kembali lagi ? Aku tidak mau tinggal disini”, “Pihu, aku datang kesini untuk kak Adi” sela Ishita “Jangan bicara denganku ! Aku ingin tinggal bersama mama” Raman mencoba menjelaskannya ke Pihu 

“Sudah cukup, Raman ! Pihu bilang sendiri kalau dia ingin tinggal bersamaku, kali ini aku yang akan memenangkan hak asuh ini, suamiku, Mani pasti akan mendukungku” sela Shagun “Pihu tidak akan pergi kemana mana !” Shagun segera mencegahnya, Raman lalu menyuruh Pihu masuk ke kamarnya bersama Mihika dan Ruhi, Pihu teringat pada ucapan Shagun sambil menangis, 

Sementara Raman meminta Shagun untuk keluar dari rumahnya “Pengacara tolong katakan sesuatu ,,,” pinta Shagun “Aku tidak bisa berbuat apa apa, nyonya ,,, keputusan akan dibuat dipengadilan”, “Pengacara tolong jelaskan pada klien anda ini, agar tidak usah membuat masalah di rumah orang terhormat dan tentang Shagun ,,," Raman segera menggeret Shagun keluar dari rumahnya sambil berkata “Kamu tidak akan mendapatkan Pihu !”, “Kali ini tidak akan begitu mudah, aku akan mengambil Pihu dari rumah ini” ujar Shagun sinis, Raman langsung menutup pintunya tepat di depan wajah Shagun, Raman lalu menangis sambil melirik ke arah Ishita 

Di dalam kamarnya, Pihu melempar semua benda benda yang ada dikamarnya sambil berteriak lantang “Aku tidak mau tinggal disini !”, “Pihu, kami semua menyayangi kamu dan tidak ingin kehilangan kamu” hibur Ruhi “Aku tidak mau tinggal bersama kak Adi ! Aku takut padanya”, “Kak Adi tidak melakukan apa apa, Pihu ,,, sudah cukup, Pihu ! Hentikan semua drama ini, kalau kamu tidak mau mendengarkan aku, aku akan membawamu menemui ibu Shagun, sekarang kamu lebih baik tidur tanpa drama apapun, jangan lempar lempar lagi !” Pihu akhirnya tertidur 

Raman sedang ngobrol dengan pengacaranya “Aku telah menyiapkan semua berkas berkasnya, aku harus memenangkan kasus hak asuh ini” ujar Raman geram, Ishita memberitahu Raman “Shagun bilang, hak asuh kali ini tidak akan mudah, kalau Pihu ingin tinggal dengan Shagun dan mengatakannya pada hakim, maka apa yang akan bisa kita perbuat ? Kasus hak asuh Ruhi dulu berbeda dengan Pihu, Ruhi ingin tinggal bersama kita” ujar Ishita cemas “Pihu pasti juga terluka, apa dia akan terampas dari kita ?” Raman mengingatkan Ishita, kalau Shagun hanya melahirkan Pihu saja tapi Pihu adalah darah daging mereka berdua, Raman meminta Ishita untuk tidak cemas, Ishita kemudian berlalu dari sana 

Ruhi meminta Pihu menghabiskan susunya “Tidak, tinggalkan aku, kak ,,, aku mau pergi”, “Sudah cukup, Pihu ,,, pergi ke kamarmu sekarang juga” sela Raman “Aku mau pergi ke mama” bentak Pihu “Raman, sudah jangan marahi Pihu begitu” sela Ishita “Kamu pergi dari sini, jangan ikut campur ! Aku benci sama ayah, kak Adi dan kak Ruhi juga ! Aku mau pergi dari sini !” Raman langsung mengangkat tangannya hendak menampar Pihu, namun tiba tiba berhenti, semua orang merasa khawatir, 

Saat itu Shagun datang bersama hakim dan meminta Raman untuk berhenti, Pihu langsung memeluk Shagun “Mama, aku tidak mau tinggal disini”, “Untung saja kamu datang kesini, pak hakim ,,, dan melihat bagaimana mereka memperlakukan Pihuku, lihat bagaimana Raman menjadi agresif, Adi mempelajari semua ini karena Raman, kebetulan saja saat ini Adi menjadi tersangka, bagaimana hal ini bisa mempengaruhi Pihu, aku mencemaskannya, hal ini tidak baik untuk Pihu kalau tetap tinggal disini, jadi aku ingin mendapatkan hak asuhnya” ujar Shagun 

“Pak hakim, jangan dengarkan Shagun” sela Raman, namun hakim terbujuk oleh ucapan Shagun “Kamu adalah seorang perempuan yang baik, aku senang datang kesini dan melihat semua ini, aku akan mengirimkan Pihu dimana dia merasa senang dan aman ,,, tuan Raman tidak boleh mengangkat tangannya karena dia adalah seorang ayah, lain kali dia akan dihukum dan hak asuh atas Pihu akan disidangkan di pengadilan” mereka semua merasa khawatir begitu mendengar ucapan hakim SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 917  by. Sally Diandra

Bagikan :