SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 919 “AKHIRNYA PIHU PUN PERGI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 919 “AKHIRNYA PIHU PUN PERGI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 919 “AKHIRNYA PIHU PUN PERGI” by. Sally Diandra Di pengadilan, semua orang sedang menangis karena keluarga Bhalla kalah dalam mempertahankan hak asuh Pihu, saat itu Shagun mau membawa Pihu pergi, Ruhi segera mencegah Pihu “Aku mau pergi sama mama Shagun”, “Pihu, kakak akan mengatakan padamu yang sebenarnya, kalau ibu Shagun itu bukan ibu kandung kamu !” Shagun langsung berteriak “Ruhi, tutup mulut kamu !” Shagun lalu membawa Pihu pergi dari sana, nyonya Bhalla menangis sambil berkata “Shagun telah mengambil Pihu, Ishita tidak bisa memperjuangkannya, aku sudah meminta padanya untuk bertarung seperti layaknya harimau betina bagi anak anaknya, tapi apa yang terjadi pada harimau betinaku ? Dia malah lemah tidak berdaya”, 

“Harimau betinamu tidak akan kalah, apalagi harimau betina kita yang lainnya bersama dirinya saat ini, Ruhi pasti akan memenangkan perang ini” hibur tuan Bhalla sambil memberikan semangat pada istrinya, sedangkan Raman sedang memeluk Ishita dan Ruhi, mereka semua menangis bersama melihat kepergian Pihu bersama Shagun “Ibu Shagun, nanti suruh Pihu kerumah dulu karena dia pasti membutuhkan barang barangnya”, “Tidak perlu ! Pihu tidak membutuhkan barang barang lama apapun, aku akan mengajaknya berbelanja” sahut Shagun ketus 

“Paman Mani, aku mohon biarkan kami mengajak Pihu sekali saja, dia harus bertemu dengan semua orang dirumah”, “Baiklah, Pihu akan bertemu dengan mereka semua, bagaimanapun juga itu adalah rumahnya juga” Mani akhirnya setuju, saat itu tuan Bhalla mendapat telfon “Iyaaa, kami akan membawa Pihu pulang” sahut tuan Bhalla 

Dirumah, Adi dan Mihika sedang menangis bersama, tak lama kemudian Mihir menelfon Mihika “Mihika, aku terjebak di kantor seharian karena harus meeting dengan tuan Singhal, aku jadi tidak bisa mengurusi Shagun, jaga Raman dan Ishita baik baik yaa”, “Tidak usah khawatir, Mihir” saat itu Amma dan Appa datang kerumah mereka, Amma juga menangis sambil berkata “Bagaimana nanti Ishu menghadapi semua ini ? Kapan Pihu akan datang ?”, “Aku akan menyiapkan piring aarti untuk menyambut kedatangan Pihu, kemudian melakukan aarti untuknya, sekarang amanat yang diberikan untukku telah terpenuhi, Pihu tidak akan pergi kemana mana lagi sekarang” sela Neelu, 

Saat itu Raman, Ishita, Ruhi, tuan dan nyonya Bhalla membawa Pihu kerumah, Adi segera memeluk Pihu sambil menangis, Neelu meminta Mihika untuk melakukan aarti pada Pihu, Shagun yang juga ikut bersama mereka langsung menyela “Pihu, ambil barang barangmu sekarang, paman Mani menunggu diluar, cepatlah sana, kita nanti akan belanja beberapa barang yang kamu butuhkan” ujar Shagun senang “Aku tidak bisa melihat Pihu pergi meninggalkan kita” Ruhi langsung masuk ke kamarnya, tiba tiba Neelu menyela “Nyonya Shagun, jangan bawa Pihu kemanapun” Shagun hanya diam saja 

“Nyonya Ishita, lakukan sesuatu untuk membuat semuanya membaik, karena biasanya kamu bisa melakukan itu, kau telah mengajarkan tuan Raman untuk hidup dan tersenyum kembali, kamu juga telah memberikan kasih sayangmu pada Ruhi, jadi aku mohon hentikan Pihu agar tidak pergi kemana mana” pinta Neelu memelas “Lakukan sebuah keajaiban, nyonya ,,, aku tahu kalau aku ini cuma pembantu disini, tapi aku tahu rumah ini pasti akan terguncang setelah Pihu pergi dari sini” Neelu masih saja mengiba memohon agar Pihu tidak pergi pada semua orang 

Di dalam kamarnya, Pihu sedang membereskan barang barangnya dibantu oleh Adi, Raman lalu menemui Pihu dan memberikan sebuah buku diarynya “Pihu, ayah sudah menulis semua rencana dietmu dan jadwalnya ada disini juga, telfon ayah setiap hari yaa, ayah harus tahu apa yang putri kecil ayah ini lakukan”, “Baiklah” sahut Pihu “Ayah juga telah menyelesaikan proyek sekolahmu, berikan proyek ini pada gurumu nanti dan maafkan ayah kalau ayah telah melakukan banyak kesalahan padamu” Adi dan Ishita hanya bisa menangis melihat mereka berdua, dalam hati Adi berfikir “Ayah sangat tahu banyak tentang Pihu, ayah sangat menyayangi Pihu, sedangkan kami dulu tidak mendapatkan kasih sayang seperti itu ketika kami kecil” bathin Adi sedih, 

Raman lalu berkata pada Pihu “Pihu, ayah sangat menyayangi kamu”, “Aku juga sayang sama ayah, kita bisa tinggal bersama seperti sebelumnya, suruh bibi Ishita pergi dari sini” pinta Pihu “Sudah cukup, Pihu ,,, kita semua tahu kalau ayahmu bisa meninggalkan kamu tapi bukan Ishita, ayoo sudah kita pergi sekarang” sela Shagun ketus, Raman dan Ishita kembali menangis, kemudian nyonya Bhalla memeluk Pihu sambil menangis 

“Pihu, nenek pasti akan menelfon kamu kalau nenek menonton serial televisi kesukaanmu, oh ya ,,, kamu mau kan makan makanan kesukaanmu dulu ?” Shagun yang sudah tidak sabar langsung menyela permintaan nyonya Bhalla “Sudah cukup ! Aku membawa Pihu kemari untuk membuat kalian semua bisa bertemu dengannya, tapi sekarang kami harus pergi, Mani sudah menunggu dibawah” Shagun segera membawa Pihu pergi dari sana, semua orang pun menangis, 

Saat itu Aaliya datang kesana dan dilihatnya semua orang sedang menangis, Aaliya kemudian memanggil Ishita, Raman dan Ishita terkejut melihat kehadiran Aaliya dirumah mereka, Raman langsung memarahi Aaliya “Kamu dan ayahmu itu telah menghancurkan segalanya ! Merampas putriku ! Mau apa kamu datang kesini ? Apa untuk membuat kami menyadari kalau kami ini telah kalah ?”, “Ayah, semua ini bukan kesalahan Aaliya, dia datang kesini untuk menemuiku, paman Manilah yang melakukan semuanya” Adi menyela mencoba menenangkan ayahnya 

“Kamu itu bukan seorang ayah dan kamu juga tidak akan bisa mengerti” bentak Raman kemudian berlalu dari sana, sementara itu Ishita memeluk Aaliya, Adi meminta pada Ishita untuk tidak usah cemas memikirkan Aaliya karena Adi ada bersamanya “Saat ini ayah membutuhkan ibu Ishi, pergilah sana” pinta Adi, Aaliya sendiri merasa bingung “Adi, aku tidak tahu apa apa dengan semua ini” saat itu Ishita menemui Raman, Aaliya kemudian meminta maaf pada Adi “Ayah sedang sangat marah saat ini jadi dia membentak kamu seperti itu, lebih baik kamu pulang saja dulu sekarang” Aaliya pun setuju dan bergegas pulang kerumahnya 

Dirumah Mani, Shagun menunjukkan kamar untuk Pihu, Pihu sangat menyukai kamar itu “Pihu, ibu belum mendekorasi kamarmu ini, bagaimana kalau besok kita belanja dan membeli semua yang kamu inginkan, kita bisa menghabiskan waktu bersama sama”, “Baiklah” sahut Pihu senang “Apa kamu merasa senang ?”, “Iyaa, aku sangat senang” ujar Pihu lagi “Kamu harus berterima kasih pada paman Mani, karena dia mendukung kita dan aku ingin kamu memanggil paman Mani dengan sebutan ayah, bagaimana ?” Pihu langsung menggeleng “Tidak ! Aku tidak mau memanggilnya ayah, aku sudah mempunyai ayahku sendiri”, “Shagun, Pihu benar, bahkan Aaliya juga tidak memanggilmu ibu kan ? Itu sudah cukup, yang penting kalian berdua senang berada disini” sahut Mani 

Di rumah keluarga Bhalla, Ishita tidak menemukan Raman dikamarnya “Aku tahu dimana dia berada” Ishita bergegas menuju ke kamar Pihu dan dilihatnya Raman sedang menangis disana, Raman melihat fotonya bersama Pihu sambil menangis “Aku benar benar bisa gila kehilangan Pihu, aku telah hidup bersama Pihu selama 7 tahun, aku tidak punya alasan yang lain, saat itu aku benar benar sendirian ketika kamu meninggalkan aku, biasanya begitu dia pulang sekolah, dia memeluk aku, aku ini tidak bisa menjadi ayah yang bertanggung jawab dan sekarang dia telah pergi, aku ingin sekali memberikan kebahagiaan terbesar untukmu dan sekarang kita telah kehilangan Pihu, ini semua karena kecerobohanku”, “Raman, kamu telah melakukan semuanya yang bisa kamu lakukan” saat itu Adi melihat mereka dari kejauhan sambil menangis 

“Semuanya ada alasannya dibalik ini semua, berhentilah menangis” pinta Ishita “Kita pasti akan mendapatkan Pihu kembali, jangan putus harapan” hibur Ishita, Adi masuk ke kamar Pihu dan menemukan boneka beruang Teddy yang kecil, Raman berjanji pada Ishita kalau dirinya pasti akan bisa mendapatkan Pihu kembali, Raman meminta maaf pada Ishita “Kamu telah menghabiskan banyak waktu bersamanya, aku jadi merasa sedih melihat kamu seperti ini”, “Ini bonekanya Pihu” Ishita lalu mengambil boneka Teddy itu sambil menangis, 

Raman lalu memeluk Adi dan Ishita, mereka bertiga menangis bersama “Aku bahkan belum sempat bermain bersamanya, aku juga belum bisa memeluknya barang sekali saja, dulu ketika dia masih bayi, aku pernah memangkunya dan sekarang dia telah pergi, aku bahkan tidak bisa memegangnya dengan penuh kasih sayang” ujar Ishita sedih, Adi langsung memeluk Ishita “Sudah cukup, ibu Ishi ,,, aku yakin, ibu pasti akan bisa mendapatkan Pihu kembali” hibur Adi, Raman hanya bisa melihat fotonya bersama Pihu sambil menangis  SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 919 “AKHIRNYA PIHU PUN PERGI” by. Sally Diandra

Bagikan :