SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 915 “TEROR MULAI BERDATANGAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 915 “TEROR MULAI BERDATANGAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 915 “TEROR MULAI BERDATANGAN” by. Sally Diandra Di luar kantor polisi, Mani sedang menodongkan pistolnya ke arah Adi, Ishita berteriak sekencang mungkin sambil memalingkan mukanya, Ishita mengira Adi akan mati di depannya persis namun ternyata Raman dan Ishita melihat Adi tidak apa apa dan Abhishek sudah ada disana menghentikan tindakan Mani “Mani, pikirkan tentang Aaliya ! Yang saat ini sedang berada di rumah sakit, apa yang akan terjadi padanya kalau dia tahu kamu menembak Adi ?” amarah Mani akhirnya mereda dan memberikan pistolnya ke Abhishek, Ishita menangis sambil berlari memeluk Adi, Mani lalu buka suara “Abhishek, kamu telah memainkan sebuah permainan yang bagus”, 

“Tidak, Mani ,,, jika Adi adalah pelakunya, dia akan dihukum ! Tapi jika Adi terbukti tidak bersalah setelah kamu menembaknya, pikirkan bagaimana kamu akan hidup dengan perasaan bersalah, percayalah padaku !” sahut Abhishek “Baiklah, aku akan melaporkan Adi”, “Bagus ! Mari ikut aku !” Mani lalu pergi bersama Abhishek, sementara Adi ditahan oleh polisi dan dijebloskan ke dalam penjara lagi “Raman, kita harus membuat Mani percaya kalau Adi itu tidak bersalah”, “Kita bisa melakukan hal itu nanti, Ishita ,,, pikirkan tentang Aaliya dan kita harus bisa menemukan pelaku sebenarnya” Ishita setuju dengan pendapat Raman “Ini tentang kehormatan Aaliya” ujar Ishita 

Ashok dan Niddhi sedang ngobrol tentang Adi, Shagun lalu menelfon Ashok “Ashok, kamu tahu, Mani mencoba menembak Adi tadi”, “Kalau begitu kamu harus bisa memanfaatkan kesempatan ini, Shagun” Niddhi menyela pembicaraan mereka “Kasus ini pasti akan selesai dengan cepat, Adi pasti akan dipenjara dan keluarga Raman pasti akan terganggu”, “Apa kamu sudah kehilangan akal ? Adi itu anakku !” Shagun langsung mematikan telfonnya lalu bicara dengan perawat dirumah sakit

Di tempat Ashok, Ashok merasa heran “Ada apa ? Shagun mematikan telfonnya ?”, “Aku tidak punya masalah dengan Adi, aku hanya ingin balas dendam ke Ruhi, yang telah memukulku” sahut Niddhi geram “Baiklah, aku akan melakukan pekerjaan ini untukmu” Ashok kemudian menelfon stasiun televisi, Niddhi kemudian memberitahu reporter kalau dia punya berita yang sangat hot, tapi Niddhi tidak mau namanya disebut 

Raman mulai panik karena tidak ada pengacara yang siap untuk mengambil kasus Adi ini, Mihir juga mengatakan hal yang sama, Ishita kemudian memberitahu “Menurut dokter Batra, kesembuhan Aaliya yang cepat bisa membantu, tapi kita membutuhkan seorang pengacara” Ruhi menyela pembicaraan mereka “Aku pernah bertemu sebuah keluarga ketika aku berperan sebagai Ruhaan dan ibunya itu seorang pengacara” Raman bergegas menelfon nomer telfon yang diberikan oleh Ruhi, namun sayangnya telfonnya mati, Mihir dan Ruhi lalu kompak berkata “Kami akan pergi kesana dan meyakinkan dia, jangan khawatir, ayah” Mihir dan Ruhi pun pergi, Ishita juga meminta Raman untuk tidak khawatir “Aku akan mencoba kontrak yang lain” ujar Ishita 

Di kantor polisi, Abhishek sedang menginterogasi Adi “Adi, dimana kamu ketika penyerangan itu terjadi ?”, “Aku tidak tahu, malam itu aku sedang mabuk, kemudian aku bertengkar dengan ayah dirumah, lalu aku pergi bertemu dengan temanku” ujar Adi lemas “Siapa ? Katakan padaku, apakah dia bersamamu pada saat penyerangan itu terjadi ?” Adi menggeleng “Tidak, aku memberinya tumpangan, dia ngobrol soal pacarnya, lalu aku menurunkannya ditengah jalan dan aku mulai mabuk lagi, aku pergi ke toko untuk membeli sebotol wine, aku punya bonnya” Adi lalu menunjukkan bon pembelian botol winenya ke Abhishek “Aku tidak ingat apa yang telah aku lakukan ? Aku tidak tahu apakah aku melakukan hal ini atau tidak ? Tapi aku tahu kamu pasti ingin membantuku kan, paman ?” Abhishek lalu meminta anak buahnya untuk mengambil pernyataan Adi, 

Abhishek merasa cemas kalau Adi memang melakukan penyerangan itu “Adi bisa saja dijebak, bagaimana caranya mengungkap kebenaran tentang Adi ?”, “Kita akan mencobanya lagi, pak” sahut polisi yang lain “Aku kenal keluarganya dengan baik”, “Aku rasa kita harus mengambil pernyataan temannya itu” sahut polisi itu lagi, tak lama kemudian Abhishek menunjukkan botol yang berisi larutan kimia “Adi, bagaimana bisa botol ini ada didalam mobilmu ?”, “Aku tidak tahu” Abhishek merasa geram “Adi, bagaimana bisa kamu jadi tidak bertanggung jawab seperti ini ? Nyawa Aaliya, reputasi keluargamu sedang dipertaruhkan disini, ingatlah kejadian itu, katakan padaku”, “Aku akan bicara dengannya” sahut polisi 

Mihir dan Ruhi menemui Abhishek dan memberikan surat jaminan untuk Adi agar bisa keluar “Ruhi, beritahu semua orang kalau Adi akan pulang kerumah” ujar Mihir, polisi lalu mengeluarkan Adi dari dalam penjara “Tidak apa apa, Adi” Mihir langsung memeluk Adi, Adi menangis sambil berkata “Maafkan aku, paman ,,, kalian semua repot gara gara aku, aku tidak ingat apapun”, “Sudah kak Adi, kami semua selalu bersama denganmu” hibur Ruhi “Kami tahu kalau kamu tidak mungkin melakukan hal ini, ayooo kita pulang kerumah” tiba tiba Abhishek menghentikan langkah Adi 

“Adi, kalau kamu menceritakan semuanya padaku, maka kita bisa menemukan pelaku sebenarnya dengan mudah, kalau kamu bukan pelakunya, kamu bisa mendapatkan jaminan, akan tidak baik kalau kamu mabuk lagi” sahut Abhishek “Mihir, kamu tahu hal itu dengan baik kan ?, Adi tidak boleh keluar dari kota Delhi selama kasus ini masih berlangsung”, “Jangan cemas, Adi tidak akan pergi kemana mana, terima kasih, Abhishek” Ruhi dan Mihir lalu membawa Adi pulang, begitu mereka pergi, Abhishek memberitahu polisi “Kita hanya bisa berharap Adi bisa mengingat semuanya, hingga setiap detail kejadiannya” 

Sementara itu awak media datang ke kantor polisi dan bertanya ke Ruhi “Nona Ruhi, kenapa kamu menyelamatkan kakakmu ? Yang telah menghancurkan kehidupan seorang gadis”, “Kalian semua tidak bisa menyalahkan kakakku ! Semuanya belum terbukti !” bentak Ruhi “Adi, apakah kamu seorang kekasih yang kurang waras ? Apa kamu dikhianatinya ? Apa kamu balas dendam padanya ?” Adi hanya bisa menangis begitu mendengar serbueatang ke kantor polisi “Tuan Bhalla, kenapa Adi melakukan hal ini ?” awak media mulai menanyai Raman kali ini “Omong kosong apa ini ?” tanya Raman kesal, 

Reporter bertanya juga ke Ishita tentang anak anaknya “Nyonya Ishita, anda harus melakukan keadilan dan memasukkan anakmu ke dalam penjara, kamu telah mengeluarkannya dengan jaminan bukan ?” Raman langsung marah, Ishita mencoba menghentikan tindakan Raman, Raman dan Ishita merasa sangat khawatir “Siapa yang memberitahu mereka tentang keluarga kita ? itu pasti Shagun !” ujar Raman kesal, mereka lalu pergi dari sana 

Ashok sedang berada dirumah sakit dan sedang bicara dengan awak media “Ini adalah tugasku untuk memberikan keadilan pada Aaliya, setiap gadis itu seperti anak perempuan kita sendiri, pelaku sebenarnya pasti akan dihukum !” Ashok dan seluruh awak media masuk ke dalam kamar Aaliya, perawat langsung mencegah mereka masuk ke dalam kamar “Saat ini pasien butuh istirahat, keluarlah kalian” akhirnya mereka pun keluar, 

Shagun yang saat itu juga ada disana merasa heran “Ada apa ini ?” Mani juga datang kesana dan bertanya “Apa yang terjadi ini ?” Ashok lalu menyuruh reporter itu pergi “Sudah kalian pulang saja dulu, saat ini pasien butuh istirahat” setelah reporter itu pergi, Ashok lalu menawarkan bantuan ke Mani “Lebih baik kamu pergi saja, Ashok”, “Tapi ingat, Mani ,,, telfon aku kapan saja” sahut Ashok, Mani kemudian berlalu meninggalkan Ashok 

Nyonya Bhalla dan Mihika melihat berita tentang penyerangan larutan kimia pada seorang gadis yang dilakukan oleh Adi, nyonya Bhalla menangis sambil berkata “Adi tidak bersalah, kenapa mereka memfitnah dia ?” Mihika mencoba menghibur ibu mertuanya ini, saat itu tuan Bhalla pulang kerumah bersama Pihu, mereka berdua terluka, nyonya Bhalla langsung memeluk Pihu dan bertanya “Bagaimana ini bisa terjadi ?”, “Beberapa orang menghentikan kami ditengah jalan ketika aku menjemput Pihu pulang sekolah, orang orang itu rupanya marah karena kita mendukung Adi dan mereka lalu melukai aku” ujar tuan Bhalla, 

Raman, Ishita, Ruhi pulang kerumah bersama Adi, nyonya Bhalla kali ini memeluk Adi sambil menangis dan bertanya “Apa kamu baik baik saja, Adi ?” Adi hanya mengangguk lemah dan bergegas menemui Pihu, begitu Adi pergi, nyonya Bhalla berkata “Adi itu tidak bersalah ,,, Ishita, kamu harus bisa menyelamatkan Adi”, “Jangan menangis, ibu ,,, aku pasti akan melakukannya” hibur Ishita, Raman juga menangis SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 916 by. Sally Diandra 

Bagikan :