SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 910 “TUAN SINGHAL BERULAH” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 910 “TUAN SINGHAL BERULAH” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 910 “TUAN SINGHAL BERULAH” by. Sally Diandra Ruhi sedang membuat kue untuk kakek dan neneknya, mereka berterima kasih pada Ruhi, Mihika juga mengucapkan selamat pada ayah dan ibu mertuanya, nyonya Bhalla lalu memberitahu soal gelar yang baru saja diperoleh oleh Romi “Pihu juga sangat menyukai proyek buatannya, kerja yang bagus, ayah” sela Ruhi “Aku juga melihat ada dua cangkir kopi disini, aku tahu pasti Ishita juga semalaman bergadang disini kan dan membantu kamu dalam menyelesaikan proyek itu” sela nyonya Bhalla, Ruhi langsung menyela dan meminta kakek dan neneknya untuk memotong kue, akhirnya tuan dan nyonya Bhalla memotong kue, semua orang bertepuk tangan, 

Adi menatap kearah mereka dengan perasaan sedih, Raman lalu mendapat telfon “Apa ? Aku sudah bilang sama kamu kan permasalahan pemogokkan ini jangan sampai ke media, aku akan datang ke kantor” tuan Bhalla menyela ucapan Raman “Pemogokkan apa, Raman ?” Raman lalu menceritakan soal permogokkan dipabriknya “Ayah, kami akan mengurusnya” Romi lalu menawari bantuan untuk Raman “Pabrikmu sedang mengalami pemogokkan, bukan pabrikku, kamu bisa memindahkan bahan bahan mentahmu ke pabrikku untuk membuat produkmu yang baru” Raman langsung memeluknya, semua orang tersenyum senang 

Anak buah Romi mulai mengisi truk mereka dengan bahan bahan mentah milik Raman, Romi memberitahu Raman kalau dirinya yang akan mengatur semuanya “Tidak usah tegang, kak ,,, aku akan mengurusi orang orang dari persatuan buruh” Raman segera memeluknya dan meminta Romi untuk berhati hati, saat itu tuan Singhal datang dan bertanya “Ada apa ini ? Kamu tidak bisa melakukan hal ini, Raman ! Aku akan mengambil kembali semua investasiku kalau kamu tidak bisa memenuhinya, aku telah memberikan order ini ke kamu, Raman dan istri kamu yang mengambil alih semuanya, ketika aku keberatan, dia lalu memberikan presentasi dan memastikan kalau dia bisa menyelesaikan order ini, sekarang kamu malah mengirimkan bahan bahan mentah ini ke pabrik saudaramu, ini laporan tentang pabrik Romi, pabrik Romi itu belum lengkap !”, 

“Tuan Singhal, dengarkan dulu” sela Romi “Aku tahu kalau kamu telah ikut lelang untuk kontrak ini, tapi kamu tidak mengupgrade pabrikmu !” Raman lalu memberitahu soal pemogokkan yang terjadi dipabriknya “Itu semua karena anakmu ! Hal ini seharusnya tidak terjadi kalau kamu yang mengurusi kantormu, selesaikan proyek ini di pabrikmu sendiri kalau tidak kamu harus membayar denda yang sangat besar, buka kembali pabrikmu dan mulailah bekerja !” bentak Singhal 

Mihir datang ke kantor dan berfikir kalau tidak ada seorangpun yang datang ke kantor karena aksi pemogokkan itu, salah satu OB yang bernama Shankar menemuinya dan berkata “Aku telah bekerja disini sejak puluhan tahun yang lalu dan dapur dirumahku bisa mengepul karena gaji yang aku terima, aku tidak terlibat dengan pemogokkan ini”, “Apa kamu tidak punya masalah ?” Shankar menggeleng “Tidak, ini adalah tugasku untuk mendukung anda dan tuan Raman” Mihir sangat berterima kasih padanya dan memeluknya erat “Ada beberapa orang yang lain yang juga berfikiran sama seperti kita, mari ikut denganku” tak lama kemudian beberapa pegawai Raman datang kesana, Mihir sangat berterima kasih pada mereka dan berkata “Apa Adi sudah datang ?” Mihir bergegas menemui Adi dan mulai bicara dengannya, Adi bicara kasar pada Mihir, 

Saat itu Aaliya datang “Maafkan aku, aku terlambat datang, aku ingin bicara dengan Adi soal kemasan” sela Aaliya, saat itu Mihir mendapat telfon dari Ishita “Apa ? Singhal menghentikan kita dari membawa bahan mentah itu ke pabriknya Romi ? Ini benar benar kabar buruk” Adi menyela “Aku tahu kalau hal ini pasti akan terjadi, paman Ashok adalah rekan kerjanya paman Romi, dia pasti yang telah melakukan hal ini” Mihir dan Aaliya meminta Adi untuk berfikiran secara positif “Tidak, kadang kadang ada bagusnya juga kalau kita meninggalkan beberapa hal”, “Semua orang mempunyai masalah, Adi ,,, kalau kita bekerja keras, kita pasti bisa mendapatkan solusinya, aku akan pergi, aku harus bertemu dengan pengacara dan beberapa pekerja baru yang telah kita kontrak untuk pekerjaan proyek ini” Mihir segera berlalu dari sana 

Begitu Mihir pergi, Aaliya bertanya pada Adi “Adi, kenapa kamu tidak bertanya padaku ? Bagaimana keadaanku, kenapa kamu jadi sangat kasar sekali sekarang, aku ingin ngobrol banyak denganmu, kenapa tidak datang ke rumah sakit dan menemui paman Mihir kemarin ?” Adi langsung melempar semua berkas berkas yang dipegangnya dan berkata “Sudah cukup ! Hentikan, Aaliya ! Apakah kamu tidak bisa melihat ini ? Selalu saja tentang kamu dan paman Mihir, apa kamu sudah gila ? Apa kamu tidak bisa melihat dengan jelas kalau aku mencintai kamu ?” Aaliya kaget begitu Adi mengakui perasaannya pada Aaliya 

“Adi, aku tidak tahu”, “Bagaimana kamu bisa tahu ? Kamu selalu saja memikirkan paman Mihir ! Aku ingin melamarmu saat itu dan membelikan sebuah hadiah untuk kamu tapi kamu bilang kalau kamu mencintai paman Mihir, aku kira kamu mencintai aku, karena kita telah menghabiskan waktu bersama sama” ujar Adi kesal “Adi, kita ini hanya teman”, “Tidak, hubungan kita lebih dari sekedar teman, kamu melakukan hal ini dengan tujuan tertentu, iya kan ?” Aaliya menggeleng “Tidak, Adi ,,, tinggalkan aku”, “Kalau kamu tidak menjadi milikku, aku tidak akan membiarkan kamu menjadi milik orang lain, aku akan membuat hidupmu bagaikan dineraka !” Adi kemudian meninggalkan Aaliya dengan perasaan kesal, OB kantor mendengar pembicaraan mereka, Aaliya lalu juga pergi dari sana 

Ruhi sedang memesan secangkir kopi, dilihatnya Niddhi juga ada di cafe itu, Ruhi langsung menutupi wajahnya, Niddhi memberitahu Singhal kalau dirinya telah memberikan peringatan pada Singhal “Raman pasti tidak akan fokus pada bisnisnya, pemogokkan ini harus terjadi”, “Terima kasih, nona Niddhi ,,, kamu selalu memberikan informasi padaku, aku tidak akan membiarkan Raman memindahkan bahan bahan mentah itu ke pabriknya Romi, mereka sudah tamat” Ruhi mendengar pembicaraan mereka, 

Ruhi langsung menghentikan langkah Niddhi “Apa yang sedang kamu kerjakan disini, nyonya Niddhi ? Siapa yang mengeluarkan kamu dari penjara ?”, “Aku ini mempunyai musuh dan teman juga” sahut Niddhi “Apa yang kamu lakukan dengan tuan Singhal ? Dan membicarakan soal bisnis ayahku”, “Lebih baik kamu bersikap sopan sesuai dengan usiamu, Ruhi” Niddhi lalu pergi meninggalkan Ruhi “Aku harus memberitahu ayah dan ibu Ishi tentang hal ini” gumam Ruhi 

Ishita sedang bicara di telfon dan merasa cemas, Mihir memberitahu Ishita kalau dirinya sudah bicara dengan pengacara “Kita bisa mengontrak pekerja baru, kita membutuhkan beberapa orang, aku akan menyelesaikannya” saat itu Mani datang untuk membantu Ishita “Ishu, kenapa kamu tidak bilang padaku ? Aku kira aku ini adalah temanmu”, “Mani, maafkan aku ,,, ketidakmampuanku telah merusak bisnisnya Raman, apa yang bisa aku katakan ?” sahut Ishita sedih “Para pekerjaku akan mulai bekerja disini, Adi telah memberikan semua informasinya padaku” ujar Mani tulus, 

Adi datang dan memberikan informasi tentang para pekerja kontrakan “Aku mempunyai satu syarat, aku tidak mau Aaliya bekerja dengan kita dalam proyek ini” Ishita, Mani dan Mihir terkejut, Mani lalu bertanya “Ada masalah apa, Adi ?”, “Apapun bisa terjadi oleh persatuan buruh, aku tidak ingin Aaliya bekerja bareng kita demi keamanannya” sahut Adi “Aku bisa mengerti, terima kasih” Mani kemudian menghampiri Mihir, Ishita berterima kasih pada Adi karena tidak kesal dengan Aaliya “Baguslah, kamu bilang seperti itu, demi keamanan Aaliya, terima kasih”, “Tidak, ibu Ishi ! Kemarahanku dan penderitaanku tidak berkurang untuk Aaliya, aku harus mengatakan hal ini pada paman Mani karena aku tidak ingin melihat wajahnya, aku tidak ingin dia bekerja untuk kita” Adi lalu pergi meninggalkan Ishita 

Nyonya Bhalla memberitahu Raman kalau semuanya akan baik baik saja “Aku harus pergi ke sekolahnya Pihu”, “Kamu ini sangat capek, Raman ,,, minumlah teh dulu dan istirahatlah, apa yang terjadi dengan pekerja pabrik ?” Ruhi datang dan mendengar pembicaraan mereka “Singhal ingin menghancurkan semuanya” ujar Raman, Ruhi berfikir dalam hati “Kenapa tuan Singhal melakukan ini semua ? Kepada siapa aku harus bicara ?” saat itu Vandu datang dan dilihatnya Ruhi sedang cemas “Ruhi, kenapa kamu begitu gelisah ?”, “Bibi, aku tidak tahu dengan siapa aku bisa memberitahu tentang hal ini, aku tadi melihat nyonya Niddhi sedang bersama tuan Singhal, saat ini tuan Singhal mengancam ayah kalau dia tidak akan invetasi lagi di perusahaan ayah, aku belum bilang ke ayah, apakah kita perlu meyakinkan tuan Singhal untuk tidak usah mendengarkan saran dari nyonya Niddhi”, “Untuk apa dia mendengarkan kita ?” sahut Vandu heran 

“Apakah aku harus menemui nyonya Niddhi dan meyakinkannya ?” Vandu langsung menyela “Ruhi, dia pasti akan langsung melawan keluarga Bhalla, tapi bagaimana dia bisa keluar dari penjara ? Ashok kan tidak mau mengeluarkan Niddhi dengan jaminan karena hal itu bisa merusak reputasinya jadi bagaimana bisa dia keluar dari penjara” Vandu dan Ruhi mulai berfikir keras dan tiba tiba kompak berkata “Shagun !” Ruhi segera pergi dan menelfon Shagun “Ruhi, bagaimana bisa kamu memikirkan aku hari ini sayang ?”, “Aku tadi melihat nyonya Niddhi, aku tahu kalau kamu pasti yang telah mengeluarkan dia dari penjara” ujar Ruhi to the point “Iyaaa, tentu saja, lalu ?”, “Aku harus bertemu dengannya, aku mau bicara dengannya” sahut Ruhi “Baiklah, kamu tidak akan memberitahu pada orang lain bukan ? Aku akan membawamu menemui Niddhi” SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 911  by. Sally Diandra 

Bagikan :