SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 899 “PIHU MENGUSIR ISHITA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 899 “PIHU MENGUSIR ISHITA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode 899 “PIHU MENGUSIR ISHITA” by. Sally Diandra Adi sedang ngobrol dengan Aaliya, Adi sedang memastikan meeting makan malamnya dengan Aaliya disebuah restauran, Aaliya setuju karena Mihir juga ikut datang kesana “Aku akan datang kesana” Adi sangat senang mendengarnya sambil berkata “Dia begitu bersemangat bertemu denganku, ayah meminta aku untuk perlahan lahan saja” gumam Adi, sementara itu direstauran Raman melihat Ishita datang kesana, Raman tersenyum senang, Ishita kemudian duduk di meja yang agak jauh dari Raman namun masih bisa melihat Raman dan Pihu dari kejauhan sambil tersenyum, Raman lalu menyuruh pelayan untuk mengirimkan sari buah untuk Ishita, Ishita juga menyuruh pelayan untuk mengirimkan minuman itu ke Raman juga, mereka berdua saling melihat satu sama lain sambil saling tersenyum, 

Adi sedang menunggu Aaliya di depan restauran, Aaliya akhirnya datang kesana “Adi, aku tadi kena macet selama 1 jam, aku benar benar sangat capek” Adi berfikir kalau Aaliya tidak membawa hadiah apapun untuknya “Apa kamu sudah gila, paman Mihir juga mau datang kesini untuk meeting”, “Kita akan makan dulu kalau begitu” sahut Adi “Kamu ini memang sangat lucu, terima kasih Tuhan kamu itu tidak seperti paman Mihir” sahut Aaliya, Aaliya dan Adi lalu masuk ke dalam restauran, saat itu mereka melihat Ishita ada disana “Ibu Ishi ada disini juga ? Bukannya ibu mau kecan sama teman ibu yang dari Australia itu ?” tanya Adi penasaran, 

Tepat pada saat itu Aaliya dan Adi melihat Raman ada disebrang sana “Jadi apa yang kami pikirkan benar kan ? Kalian berdua akan kencan kan malam ini, tapi apa yang Pihu lakukan disini ? Apa Pihu merusak kencan kalian berdua”, “Tidak, lalu apa yang kalian berdua lakukan disini ? Kencan juga ? Maksudku makan malam” Aaliya langsung menyela ucapan Ishita “Kami berdua datang kesini untuk meeting dan makan malam, apa kami boleh bergabung dengan ibu sampai paman Mihir datang ?”, “Iyaaa, tentu saja boleh, Adi kamu bisa duduk disebelah Aaliya” pinta Ishita “Ibu, apa ini wine ?” tanya Aaliya penasaran “Bukan, ini hanya sari buah, kalian tahu kencan jarak jauh sedang terjadi sekarang”, “Kami datang kesini untuk meeting dan kami sedang memikirkan mau makan apa disini” sahut Adi, 

Mihir datang dan menemui mereka, Ishita menunjuk ke arah Raman, ketika Mihir bertanya tentang Raman “Ooo aku mengerti, aku akan menyiapkan presentasinya, baru nanti aku akan bergabung dengan kalian” ujar Mihir yang saat itu menaruh headphone hadiah dari Aaliya di dalam tasnya, Aaliya tersenyum melihatnya, Ishita pun mulai bertanya tanya, Ishita teringat pada ucapan Aaliya dan mulai merasa khawatir, dilihatnya Adi menatap ke arah Aaliya sambil senyum senyum sendiri “Lebih baik aku pergi saja, kalian bertiga bisa membicarakan meeting ini”, “Tidak, tidak apa apa, Ishita ,,, kliennya baru akan datang nanti, kita bisa ngobrol ngobrol dulu” sahut Mihir 

Ishita akhirnya pulang kerumah dan teringat pada senyum Aaliya yang melihat ke arah Mihir, saat itu Raman datang kesana dan meminta maaf pada Ishita “Tidak apa apa, semuanya baik baik saja, apa Pihu sudah tidur ?”, “Apa kamu tidak merasa kesal atau apa gitu ? Sepertinya Shagun mulai memainkan permainannya lagi” ujar Raman kesal “Aku rasa nasib kita tidak akan hancur, ini sebuah tantangan, Raman” Raman tertegun “Tantangan apa sekarang ?”, “Temanku telah memberi tantangan padaku untuk menari berpasangan” ujar Ishita sambil menunjukkan sebuah video “Kalau kamu mendukung aku dan kita bisa menyelesaikan tantangan ini, itu artinya kencan kita telah lengkap” Raman langsung setuju dan mulai memainkan musik di tape recorder, Ishita meletakkan ponselnya agar bisa merekam tarian mereka dalam sebuah video, mereka berdua mulai menari bersama dengan lagu Beat pe booty 

Keesokan harinya, Ruhi sedang ngobrol dengan Raman tentang kompetisi memasak “Ruhi, ayah sangat gugup” saat itu Neelu membawa Pihu menemui Raman “Pihu, kenapa kamu belum bersiap siap sekolah ?”, “Aku tidak mau sekolah ! Aku harus melakukan sesuatu yang sangat penting ! Tanda tangani formulir ini ! Ini formulir untuk iklan, aku mau main iklan dan menghasilkan uang !” semua orang terkejut mendengarnya, nyonya Bhalla menyela “Apa yang kamu katakan, Pihu ?” tanya nyonya Bhalla 

“Kalian semua tidak bisa membodohi aku, aku melihat bibi Ishita di restauran semalam, ayah telah membodohi aku, aku tahu semuanya ! Kalian tahu kan kalau aku tidak suka dengan bibi ini ! Dia itu bukan ibuku tapi bibi ini sangat penting untuk ayah, kalau begitu aku tidak mau tinggal disini lagi ! Aku mau main iklan dan cari uang !”, “Sudah cukup, Pihu ! Kamu ini terlalu banyak nonton televisi ! Neelu, siapkan dia untuk berangkat sekolah” bentak Raman “Tidak ada seorangpun yang menyayangi aku, ayah tidak mengijinkan mama untuk datang kesini maupun kesekolah, aku kangen sama mama, aku tahu kenapa ayah sangat mencintai bibi Ishita, hari ini ayah harus memilih, apa ayah menginginkan aku atau bibi ini !” Ishita terpana menatap kearah Pihu sambil menangis 

Niddhi dan Shagun akhirnya sampai juga di area apartemen keluarga Bhalla “Shagun, apa kamu yakin kamu mau masuk kesana ? Raman bisa saja menghina kamu”, “Aku tidak peduli, Niddhi ,,, aku hanya ingin melihat apa yang sedang terjadi sekarang disana, aku yakin Pihu bisa membuat Ishita keluar dari rumah itu” ujar Shagun penuh percaya diri “Tapi Raman pasti tidak akan membiarkan Ishita pergi”, “Rasa keibuan Ishita pasti akan tergugah, kalau dia benar benar tulus, pasti dia akan pergi, ini rencanaku untuk memberikan iklan film itu ke Pihu” Niddhi tersenyum “Kamu sangat tahu bagaimana caranya memanfaatkan Pihu dengan baik, telfon aku kalau ada kabar bagus dari sana” ujar Niddhi 

Raman meminta Pihu untuk berangkat ke sekolah, namun Pihu menolak dan tetap bersikeras tidak mau ke sekolah “Ayah memberikan peringatan terakhir padamu, Pihu ! Kalau tidak ayah akan tampar kamu !” saat itu Shagun masuk ke dalam rumah keluarga Bhalla sambil berteriak kencang memanggil Raman “Raman !” semua orang tertegun melihat kedatangan Shagun dirumah mereka “Beraninya kamu, Raman !” bentak Shagun, Pihu langsung memeluk Shagun “Mama, aku mohon bawa aku bersamamu”, “Jangan menangis sayang” sahut Shagun sambil memberikan formulir itu dan meminta Raman untuk mengisinya dan menandatanganinya 

“Aku benar benar tidak percaya ini, kamu telah mengabaikan Pihu hanya karena Ishita ! Aku akan mengisi formulir ini kalau kamu tidak mau, aku tidak bisa melihat Pihu seperti ini” Pihu menyela ucapan Shagun “Aku benci kamu, bibi Ishita ! Kenapa kamu datang kesini ? Ayah mau menampar aku gara gara kamu, dulu kami ini sangat bahagia, kenapa kamu tidak kembali saja ke tempatmu dulu, kamu menjauhkan aku dari mamaku, aku benci kamu, bibi Ishita !” ujar Pihu sambil menangis “Aku akan menandatangani formulir ini dan membuat kamu jadi mandiri” sahut Shagun, Ishita langsung merebut formulir itu dan berkata 

“Teganya kamu ,,, Pihu ingin aku pergi dari sini kan ? Baik, aku akan pergi ,,, Pihu, bibi Ishita akan pergi”, “Ishita, kamu tahu kan kalau ada seseorang yang meracuni pikirannya” sela Raman “Aku sudah membuat keputusan ini, Raman” Ishita bergegas menuju ke kamarnya, Raman mulai berang “Shagun, sebelum aku ,,,” semua orang langsung memegangi Raman agar Raman tidak lepas kendali “Shagun, lebih baik kamu pergi dari sini !”, “Aku tidak akan pergi ! Sampai aku melihat Ishita pergi dari sini dengan mata dan kepalaku sendiri” tantang Shagun 

Di dalam kamarnya Ishita sedang mengemasi barang barangnya, dilihatnya foto keluarganya dan menyimpannya dikopernya, Raman masuk ke kamar “Ishita, kamu tidak akan pergi kemana mana, kita akan menjelaskannya pada Pihu, kamu ini adalah ibu kandungnya”, “Dia pasti tidak akan mengerti, Raman” sahut Ishita “Dia akan mengerti tentang kita kalau dia bisa mengerti Shagun”, “Kalau Shagun ada dirumah ini, masalahnya akan berbeda, tapi sekarang rasanya tidak mudah menjelaskan pada Pihu kalau dia adalah anak yang dititipkan, jadi aku rasa ini benar, aku harus pergi” Raman tertegun “Lalu bagaimana dengan kita ? Dimanapun kita dekat, selalu saja ada alasan yang datang dan kita selalu saja menjauh, kenapa hal ini selalu terjadi pada kita ?”, “Aku akan tinggal dirumah Amma, tidak jauh jauh, kita telah mengorbankan anak anak kita, cinta kita sangat kuat, Raman” Raman langsung memeluk Ishita sambil menangis SINOPSIS MOHABBATEIN SEASON 2 episode  900 by. Sally Diandra

Bagikan :